Posts made by Athaya Nur Fajrina Ibrahim

Nama : Athaya Nur Fajrina Ibrahim
NPM : 2216031101
Kelas : Reguler A

Analisa yang dapat saya ambil dari video tersebut adalah puncak perang sekutu melawan jepang adalah dijatuhkannya bom atom tanggal 6 Agustus 1945 di kota Hiroshima dan tanggal 9 Agustus 1945 di kota Nagasaki. Hal ini membuat Jepang menyerah dan menandatangani surat perjanjian tanggal 15 Agustus 1945. Hal ini menyebabkan status kekosongan kekuasaan dalam pemerintahan Indonesia.

Sumber lain menyebutkan bahwa kekalahan Jepang diumumkan oleh Kaisar Jepang Hirohita di stasiun radio nasional. Menyerahnya Jepang tanpa syarat menjadi akhir dari Perang Dunia II.

Pada 15 Agustus tahun yang sama pula, golongan muda mendesak Soekarno segera memproklamasikan kemerdekaan paling lambat 16 Agustus 1945. Soekarno menolak karena ingin meminta pendapat para anggota PPKI. Pasalnya golongan muda menganggap bahwa PPKI merupakan bentukan Jepang, dan mereka menginginkan kemerdekaan dengan kekuatan sendiri.

Sutan Syahrir yang termasuk dalam golongan muda merupakan tokoh pertama yang mendesak Soekarno-Hatta untuk segera melakukan proklamasi. Selanjutnya rapat resmi dilangsungkan di Pegangsaan Timur Jakarta pada 15 Agustus 1945, dihadiri oleh Djohar Nur, Subianto, Armansyah, Chairul Saleh, Kusnandar, Wikana, Margono, dan Subadio. Hasil rapat yang dipimpin oleh Chairul Saleh tersebut memutuskan bahwa kemerdekaan Indonesia tidak harus menggantungkan pada pihak lain, dan merupakan hak rakyat.

Yang dapat saya simpulkan adalah dengan berbekal semangat dan jiwa patriotisme serta nasionalisme, kemerdekaan Indonesia dapat terwujud sehingga membuat perubahan besar untuk negara kita saat ini. Pada sidang BPUPKI tanggal 29 Mei 1945 dr. Radjiman mengajukan pertanyaan “apa dasar negara Indonesia jika kelak merdeka?” Pertanyaan ini dijawab oleh Bung Karno dengan Pancasila.

Hal ini menunjukkan bahwa sebegitu signifikan dan pentingnya Pancasila sebagai dasar negara untuk menumbuhkan jiwa ksatria dalam diri sehingga kita bisa merasakan kemerdekaan sampai saat ini.
Nama : Athaya Nur Fajrina Ibrahim
NPM : 2216031101
Kelas : Reguler A

Dari video tersebut dapat dianalisa bahwa warga desa yang berasal dari Pekalongan Jawa Tengah melakukan aksi unjuk rasa dengan menutup saluran pembuangan limbah karena pembuangan limbah pabrik yang sembarangan mencemari air sungai. Hal tersebut tentunya membuat warga desa setempat merasa tidak nyaman karena air sungai yang tercemar.

Ketika sang pemilik pabrik mengaku bahwa dia tidak tahu bagaimana cara mengolah limbahnya, dapat ditarik kesimpulan bahwa mereka tidak memperdulikan sesama dan melanggar nilai-nilai dari Pancasila, misalnya dari sila kedua yaitu kemanusiaan yang adil dan beradab. Mereka egois dengan kepentingannya sendiri-sendiri tanpa memikirkan dampak untuk orang disekitarnya. Hal ini juga berarti mencerminkan perkembangan IPTEK yang tidak diiringi oleh implementasi nilai pancasila dan etika moral bangsa.

ILMU KOMUNIKASI PANCASILA -> Forum Diskusi

by Athaya Nur Fajrina Ibrahim -
Nama : Athaya Nur Fajrina Ibrahim
NPM : 2216031101
Kelas : Reguler A
1. Jika nilai pancasila tidak diterapkan dengan baik pada kemajuan teknologi sama halnya menjadikan perkembangan teknologi tanpa arah dan orientasi yang jelas yang bisa saja membawa kehancuran bagi kehidupan masyarakat dan bangsa Indonesia. Maka, kaitannya antara perkembangan teknologi dengan nilai Pancasila adalah kemajuan teknologi saling beriringan dalam langkah dengan Pancasila sebagai orientasi bangsa untuk memajukan Indonesia.

Dengan berorientasi Pancasila secara ilmiah dalam upaya mencari kebenaran dan konsep bahwa Pancasila sebagai dasar pengembangan teknologi di Indonesia maka teknologi yang berkembang tidak akan ada alienasi terhadap bangsa Indonesia, tetapi sepenuhnya cocok dan sejalan dengan budaya dan jati diri bangsa Indonesia.

2. Menurut pendapat saya, teknologi tentunya tidak akan terlepas dari kehidupan manusia saat ini. Teknologi informasi dan komunikasi adalah faktor pendukung utama dalam globalisasi. Dewasa ini, perkembangan teknologi begitu cepat sehingga segala informasi dengan berbagai bentuk dan kepentingan dapat tersebar luas ke seluruh dunia. Dalam kemajuannya, tentu kita sebagai masyarakat dunia dimudahkan dengan perkembangan teknologi yang semakin modern. Globalisasi juga mempersempit ruang dan mempersingkat waktu, sehingga seolah-olah terhapusnya batas antar-negara.

Hal ini dapat dimanfaatkan untuk berkembangnya sektor ekonomi negara. Globalisasi ekonomi mendorong ekonomi dunia untuk terus tumbuh. Tak hanya parsial dan sektoral, perekonomian dunia tumbuh secara menyeluruh. Hal tersebut disebabkan karena adanya industri yang lokasinya berubah sehingga mendorong efisiensi. Pendapatan yang meningkat di negara-negara berkembang sebagai buah dari bebasnya perdagangan berskala internasional juga menjadi dampak positif dari globalisasi ekonomi. Peningkatan pendapatan itu pada akhirnya mampu menekan angka kemiskinan di dunia.

Namun pada kenyataannya, dampak positif dari kemajuan teknologi dari globalisasi ini acapkali tidak sesuai dengan sila kelima, yaitu keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Kesenjangan dapat terjadi pada negara ini. Hal ini disebabkan karena tidak meratanya wilayah yang mendapatkan dampak langsung dari kemajuan teknologi. Wilayah perkotaan biasanya mendapatkan penghasilan yang lebih besar dibanding pedesaan karena memiliki akses yang juga lebih besar terhadap perdagangan global. Ketimpangan ini menjadi risiko yang tak bisa dihindari, meskipun di sisi lain globalisasi memberikan dampak nyata terhadap ekonomi secara keseluruhan.
Nama : Athaya Nur Fajrina Ibrahim
NPM : 2216031101
Kelas : Reguler A

Analisis Artikel Jurnal Pentingnya Implementasi Nilai-Nilai Pancasila Dalam Menghadapi Perkembangan IPTEK.

Pancasila merupakan paradigma keilmuan bagi aktivitas ilmiah di Indonesia, sehingga peneliti harus mengembangkan ilmunya mengingat tujuannya wajar dan tidak merugikan masyarakat serta harus diimbangi dengan pelestarian alam dan budaya (Kaelan, 2000). Bangsa Indonesia sendiri selalu memiliki akar budaya dan agama yang sangat kuat. Jadi jika iptek hanya bisa berkembang tanpa ada ideologi yang mengakar, sama saja mengejar iptek tanpa arah dan arah yang jelas, yang dapat berdampak buruk bagi rakyat dan bangsa Indonesia.

Mewujudkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari berarti mewujudkan nilai-nilai Pancasila dalam diri setiap orang, setiap individu, setiap warga negara, setiap individu, setiap penduduk, setiap bangsa Indonesia. Implementasi dalam perilaku sehari-hari lebih berkaitan dengan standar moral. Jika implementasi Pancasila benar-benar diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari, maka akan sampai pada warga negara yang Pancasila, yaitu Pancasila telah tertanam dalam hati masyarakat Indonesia dan disebut kepribadian Pancasila (DIKTI, 2016).

Pancasila sebagai pedoman hidup bangsa selalu mengkoordinasikan seluruh aktivitas kehidupan, termasuk aktivitas ilmiah dan perkembangan teknologi yang saat ini mewarnai kehidupan bangsa. Peneliti harus selalu mengembangkan ilmunya berdasarkan Pancasila agar memiliki arah dan tujuan yang jelas tanpa merugikan masyarakat, karena Pancasila sendiri merupakan nilai ideologi yang bersumber dari bangsa Indonesia sendiri (Budimansyah, Dasim 2010).

Dengan berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi, tidak dapat dipungkiri bahwa selain pengaruh positif juga terdapat pengaruh negatif, yaitu budaya asing dapat dengan mudah masuk ke Indonesia, karena perkembangan teknologi juga dapat membuat masyarakat melupakan budayanya sendiri dan lebih memilih budaya asing. Oleh karena itu nilai-nilai pancasila harus selalu diwujudkan dalam diri setiap warga negara, agar tetap memiliki kepribadian yang baik selaras dengan kepribadian bangsanya sendiri. Selain itu, Pancasila juga menjadi pedoman bagi masyarakat untuk selalu bersikap arif dan tahu membedakan mana yang baik dan mana yang buruk dalam menggunakan dan menikmati teknologi saat ini.


Analisis Artikel Jurnal Teori Kebenaran Pancasila Sebagai Dasar Pengembangan Ilmu

Pancasila sebagai ideologi negara merupakan kristalisasi nilai-nilai budaya dan agama dari bangsa Indonesia. Pancasila sebagai ideologi bangsa Indonesia mengakomodir seluruh aktivitas kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara, demikian pula halnya dalam aktivitas ilmiah. Oleh karena itu, perumusan Pancasila sebagai dasar pengembangan ilmu bagi aktivitas ilmiah di Indonesia merupakan sesuatu yang bersifat niscaya. Dalam kaitannya dengan perkembangan ilmu di Indonesia, maka perlu dikaji kebenaran yang khas menurut Pancasila terlebih dahulu. Sebab Pancasila sebagai pandangan hidup dan dasar negara akan selalu menjadi ukuran bagi setiap sikap dan perbuatan, termasuk kegiatan para ilmuwan dengan produk ilmunya.

Pemahaman Pancasila secara filosofis, akan mengingatkan kita semua bahwa Pancasila bukanlah sekedar suatu konsensus politik, melainkan juga sebagai suatu konsensus filosofis/moral yang mengandung suatu komitmen transendental yang menjanjikan persatuan dan kesatuan sikap, serta pandangan kita dalam menyambut masa depan gemilang yang kita cita-citakan bersama. (Burhanuddin Salam, 1988) Sebagai filsafat atau pandangan hidup, Pancasila bermakna jauh lebih luas dan lebih dalam daripada sekedar pragmatisme.

Teori kebenaran Pancasila menghendaki, bahwa kebenaran ilmiah itu sekaligus memenuhi kebenaran koherensi, korespondensi, dan pragmatik. Ketiga hal tersebut secara simultan saling melengkapi dalam kerja ilmiah. Artinya tidak menonjolkan atau mementingkan salah satunya. Pemahaman filosofis tentang kebenaran dalam konteks Pancasila dapat digeneralisasikan bahwa dalam konteks Pancasila, kebenaran adalah 1) tiadanya pertentangan dengan Tuhan, 2) aktualisasi atau perwujudan dan terpenuhinya hakekat manusia, 3) suatu hal yang satu, tidak dapat dibagi-bagi, 4) kemanfaatan pada semua pihak, dan 5) terpenuhinya hakekat keadilan (adil). Untuk pengembangan ilmu di Indonesia nilai kebenaran Pancasila harus dijadikan dasarnya.


Maka, dapat disimpulkan dari kedua pembahasan diatas bahwasanya IPTEK sangat berkaitan erat dengan nilai-nilai Pancasila, Pancasila menjadi landasan dari kebijakan pengembangan suatu ilmu pengetahuan yang ada. Kedua yaitu Pancasila berperan sebagai sebuah dasar atau landasan etika dari IPTEK. Berikut merupakan lima hal terkait pancasila yang berkedudukan sebagai landasan kebijakan dari pengembangan ilmu pengetahuan : • IPTEK yang dikembangkan haruslah menghormati keyakinan religius masyarakat Indonesia. • IPTEK harus bertujuan untuk pengembangan manusia dan berdasarkan nilai-nilai kemanusiaan. • IPTEK menjadi unsur yang menghomogenisasi budaya dan memperkuat persatuan serta mengembangkan pendidikan. • Penguasaan IPTEK haruslas demokratis dan merata karena ini juga termasuk dalam sistem pendikan dimana pendidikan itu sendiri merupakan tuntutan dan hak seluruh masyarakat. • Kesenjangan dalam penguasaan IPTEK harus diminimalisir dan IPTEK harus merata dan mampu membantu masyarakat untuk menjadi lebih sejahtera.

Sedangkan Pancasila sebagai suatu landasan etika dalam pengembangan IPTEK adalah sebagai berikut : • Pengembangan IPTEK yang berkaitan dengan manusia harus menghormati martabat manusia, misalnya dalam rekayasa genetik. • Pengembangan IPTEK harus mampu menjadikan hidup manusia lebih unggul dan berkualitas baik dimasa sekarang maupun masa depan. • Pengembangan IPTEK mampu membantu pemekaran komunitas masyarakat baik lokal, nasional maupun global. • IPTEK harus terbuka karena sangat berkaitan dan memiliki dampak langung bagi kehidupan masyarakat. • IPTEK membantu penciptaan manusia yang semakin adil.

Dengan adanya landasan tersebut diharapkan dapat mengurangi kekhawatiran masyarakat terkait perkembangan IPTEK dimana pancasila sejatinya mampu mengkomodir segala aspek-aspek yang menjadikan IPTEK berkembang dengan baik dan sesuai dengan harapan masyarakat, namun hal ini juga harus senantiasa didikung dengan sikap dan perilaku masyarakat yang dapat mencerminkan nilai-nilai pancasila tadi dalam kehidupan khususnya dalam hal penggunaan teknologi.
Analisis Jurnal Urgensi Penegasan Pancasila Sebagai Dasar Nilai Pengembangan IPTEK
Nama : Athaya Nur Fajrina Ibrahim
NPM : 2216031101
Kelas : Reguler A
Pancasila sebagai ideologi negara merupakan kristalisasi nilai-nilai budaya dan agama bangsa Indonesia. Pancasila sebagai ideologi bangsa Indonesia meliputi kegiatan kehidupan dan kegiatan ilmiah seluruh umat, bangsa dan negara. Oleh karena itu, perlu dirumuskan Pancasila sebagai paradigma keilmuan bagi kegiatan keilmuan Indonesia.

Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek) saat ini semakin maju pesat, sehingga peradaban manusia mengalami perubahan yang luar biasa. Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi tidak lepas dari situasi yang melengkapinya, yaitu ilmu pengetahuan dan teknologi selalu berkembang dalam ruang budaya. Di sisi lain, perkembangan iptek bersentuhan dengan nilai-nilai budaya dan agama, sehingga di satu sisi diperlukan semangat objektivitas, di sisi lain iptek harus memperhatikan pertimbangan budaya dan nilai-nilai religi yang dipertimbangkan dalam perkembangannya agar tidak merugikan umat manusia. (Departemen Riset Dikti, Departemen Kajian dan Pengajaran, 2016:97-98).

Mengenai Pancasila, nilai pengembangan keilmuan dapat didasarkan pada pemahaman bahwa IPTEK yang dikembangkan di Indonesia tidak boleh bertentangan dengan nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila. Kedua, bahwa semua pengembangan iptek harus dilandasi nilai-nilai Pancasila sebagai faktor pembangunan internal. Ketiga, nilai-nilai Pancasila sebagai penanda normatif bagi perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di Indonesia. Keempat, bahwa setiap pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi harus berakar pada budaya dan ideologi bangsa Indonesia, atau lebih dikenal dengan kemandirian ilmu pengetahuan (indigenization of knowledge) (Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan, Kemdikti, 2016:97-98).

Hal lain yang menekankan peran Pancasila sebagai sumber nilai dalam pengembangan iptek adalah, pertama, bahwa keyakinan agama masyarakat harus dihormati dalam pengembangan iptek karena perkembangan iptek boleh jadi tidak sesuai dengan keyakinan agama mereka. Keyakinan, tetapi tidak perlu membahasnya, karena keduanya memiliki logikanya sendiri. Kedua, sains bertujuan untuk pengembangan umat manusia, dan nilai-nilai etis berdasarkan kemanusiaan membutuhkannya. Ketiga, iptek menyeragamkan kebudayaan sehingga dapat mempersatukan manusia dan memperkokoh pembangunan dan jati diri bangsa. Keempat, prinsip demokrasi mensyaratkan agar penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi dibagi secara merata di seluruh masyarakat, karena pendidikan merupakan kebutuhan masyarakat. Kelima, kesenjangan penguasaan iptek harus terus dipersempit agar lebih merata sebagai prinsip keadilan.

Sumber historis dapat ditelusuri dalam berbagai diskusi dan seminar dikalangan intelektual di Indonesia salah satunya adalah perguruan tinggi. sumber sosiologis Pancasila sebagai dasar nilai pengembangan iptek dapat ditemukan dalam sikap masyarakat yang peka terhadap isu-isu Ketuhanan dan Kemanusiaan yang ada dibalik peistiwa yang terjadi dalam masyarakat. Sumber Politis Pancasila sebagai dasar nila pengembangan iptek dapat dilihat dari berbagai kebijakan yang dilakukan oleh para penyelenggara negara.

Oleh karena itu, pentingnya pancasila sebagai landasan nilai perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, khususnya yang menyangkut kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara, diharapkan dapat menjadi dasar dan akar perkembangan ilmu pengetahuan yang disesuaikan dengan nilai-nilai budaya bangsa Indonesia, agar perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi tidak menyimpang dari nilai-nilai bangsa Indonesia.