Nama : Athaya Nur Fajrina Ibrahim
NPM : 2216031101
Kelas : Reg A
Prodi : Ilmu Komunikasi
Pendidikan kewarganegaraan dan bela negara sangat penting bagi warga negara karena mencerminkan rasa cinta dan kesetiaan terhadap negara mereka. Hal ini menjadi sangat penting bagi suatu negara. Banyak kasus sosial di sekitar kita yang kurang mendapatkan perhatian dalam hal bela negara, padahal jika dibiarkan, hal tersebut dapat berdampak buruk di masa depan. Oleh karena itu, kita perlu menanganinya dengan baik dan serius agar tidak berdampak negatif di kemudian hari.
Bersatu, gotong royong, dan bekerja sama merupakan salah satu solusi untuk mengatasi masalah yang terjadi. Saat ini, 209 negara di dunia sedang menghadapi pandemi Covid-19 yang sangat cepat penyebarannya. Covid-19 telah dinyatakan sebagai pandemi global oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada 11 Maret 2020. Data dari Universitas John Hopkins (14/4) menunjukkan situasi yang terkait dengan Covid-19.
Bela negara adalah konsep yang dirumuskan oleh perangkat perundangan dan tokoh-tokoh negara tentang patriotisme individu, kelompok, atau semua komponen suatu negara dalam upaya mempertahankan eksistensi negara tersebut. Kesadaran bela negara pada dasarnya adalah kemauan untuk berbakti kepada negara dan kesiapan untuk berkorban demi membela negara. Spektrum bela negara sangat luas, mulai dari hubungan baik antarwarga negara hingga melawan ancaman nyata dengan senjata.
Setiap warga negara tentunya memiliki kemampuan masing-masing sesuai dengan profesi mereka, yang diharapkan dapat memberikan kemajuan bagi bangsa dan negara mereka. Misalnya, peran dokter yang membantu pasien yang terkena Covid-19 selama pandemi ini, atau para influencer yang menggalang dana untuk membantu tenaga medis yang kekurangan alat pelindung diri (APD), atau orang-orang yang kurang mampu dalam memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga mereka.
Banyak pihak yang bertanya tentang kesadaran bela negara saat pandemi seperti ini. Bela negara sebenarnya merupakan wujud dari kecintaan dan nasionalisme kita terhadap negara yang harus ada dalam setiap warga negara. Tanpa kesadaran bela negara yang tinggi, dapat disimpulkan bahwa negara tersebut tidak akan kokoh dan mudah runtuh karena kelemahan, terutama dalam menghadapi era global seperti sekarang ini.
Bela negara tidak hanya dilakukan dengan mengangkat senjata, tetapi dapat dilakukan dengan patuh terhadap semua himbauan yang dikeluarkan oleh pemerintah serta tidak menyebarkan berita hoaks. Bela negara juga harus didukung dengan pengetahuan tentang kewarganegaraan agar kita tidak melakukan kesalahan dan menghindari tindakan yang tidak diinginkan. Hal ini sesuai dengan tujuan utama kita sebagai warga negara.
NPM : 2216031101
Kelas : Reg A
Prodi : Ilmu Komunikasi
Pendidikan kewarganegaraan dan bela negara sangat penting bagi warga negara karena mencerminkan rasa cinta dan kesetiaan terhadap negara mereka. Hal ini menjadi sangat penting bagi suatu negara. Banyak kasus sosial di sekitar kita yang kurang mendapatkan perhatian dalam hal bela negara, padahal jika dibiarkan, hal tersebut dapat berdampak buruk di masa depan. Oleh karena itu, kita perlu menanganinya dengan baik dan serius agar tidak berdampak negatif di kemudian hari.
Bersatu, gotong royong, dan bekerja sama merupakan salah satu solusi untuk mengatasi masalah yang terjadi. Saat ini, 209 negara di dunia sedang menghadapi pandemi Covid-19 yang sangat cepat penyebarannya. Covid-19 telah dinyatakan sebagai pandemi global oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada 11 Maret 2020. Data dari Universitas John Hopkins (14/4) menunjukkan situasi yang terkait dengan Covid-19.
Bela negara adalah konsep yang dirumuskan oleh perangkat perundangan dan tokoh-tokoh negara tentang patriotisme individu, kelompok, atau semua komponen suatu negara dalam upaya mempertahankan eksistensi negara tersebut. Kesadaran bela negara pada dasarnya adalah kemauan untuk berbakti kepada negara dan kesiapan untuk berkorban demi membela negara. Spektrum bela negara sangat luas, mulai dari hubungan baik antarwarga negara hingga melawan ancaman nyata dengan senjata.
Setiap warga negara tentunya memiliki kemampuan masing-masing sesuai dengan profesi mereka, yang diharapkan dapat memberikan kemajuan bagi bangsa dan negara mereka. Misalnya, peran dokter yang membantu pasien yang terkena Covid-19 selama pandemi ini, atau para influencer yang menggalang dana untuk membantu tenaga medis yang kekurangan alat pelindung diri (APD), atau orang-orang yang kurang mampu dalam memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga mereka.
Banyak pihak yang bertanya tentang kesadaran bela negara saat pandemi seperti ini. Bela negara sebenarnya merupakan wujud dari kecintaan dan nasionalisme kita terhadap negara yang harus ada dalam setiap warga negara. Tanpa kesadaran bela negara yang tinggi, dapat disimpulkan bahwa negara tersebut tidak akan kokoh dan mudah runtuh karena kelemahan, terutama dalam menghadapi era global seperti sekarang ini.
Bela negara tidak hanya dilakukan dengan mengangkat senjata, tetapi dapat dilakukan dengan patuh terhadap semua himbauan yang dikeluarkan oleh pemerintah serta tidak menyebarkan berita hoaks. Bela negara juga harus didukung dengan pengetahuan tentang kewarganegaraan agar kita tidak melakukan kesalahan dan menghindari tindakan yang tidak diinginkan. Hal ini sesuai dengan tujuan utama kita sebagai warga negara.