Posts made by Athaya Nur Fajrina Ibrahim

Nama : Athaya Nur Fajrina Ibrahim
NPM : 2216031101
Kelas : Reguler A
Analisa Jurnal PANCASILA SEBAGAI FILSAFAT ILMU DAN IMPLIKASI
TERHADAP PENGEMBANGAN ILMU PENGETAHUAN DAN
TEKNOLOGI oleh Syarifuddin

Dapat dianalisa bahwa perkembangan tekhnologi yang terlampau deras menyebabkan terlalu mudahnya informasi dari seluruh penjuru dunia masuk ke dalam bangsa kita. Segala kemudahan dalam berinteraksi juga semakin tidak dapat dibendung lagi. Hal tersebut didukung dengan adanya perkembangan media informasi yang menyediakan layanan-layanan dan berbagai fasilitas canggih untuk berkomunikasi. Sesungguhanya semua kemajuan ini sangat membantu dan meringankan kita dalam melakukan aktivitas. Pekerjaan akan semakin cepat terselesaikan dan menghemat waktu serta tenaga. Kini tiada lagi jarak yang berarti dalam bertukar informasi. Kehidupan di dalam masyarakat semakin nyaman dan menyenangkan. Masyarakat madani pun akan semakin mudah tercapai, walaupun di sisi lain hal ini merupakan suatu tantangan bagi bangsa kita untuk dapat mengikuti perkembangan dan kemajuan tekhnologi. Sebab tak kan tercipta masyarakat madani apabila perkembangan dan kemajuan tekhnologi kita masih terbelakang dan hanya bertumpu kepada bangsa asing. Maka sangat penting pancasila sebagai pegangan atau pedoman untuk filter berbagai perkembangan ilmu pengetahuan dan tekhnologi yang ada saat ini.

Pancasila adalah pedoman atau aturan tentang tingkah laku yang penting dan baik dan juga sebagai dasar falsafah negara indonesia yang lahir dari pemikiran mendalam yang dilakukan oleh anak bangsa dengan tujuan untuk dijadikan pandangan hidup bangsa Indonesia sebagai dasar pemersatu, lambang kesatuan serta sebagai pertahanan bangsa dan negara Indonesia.

Pancasila sebagai filsafat ilmu dalam perkembangan ilmu pengetahuan diharapkan dapat memecahkan permasalahan dalam kehidupannya. Pancasila sebagai ilmu pengetahuan harus dikembangkan demi ilmu pengetahuan. Ilmu pengetahuan juga harus dapat menjawab berbagai persoalan hidup. Pancasila yang terdiri dari lima sila, merupakan bentuk akumulasi proses pemecahan masalah kehidupan bangsa Indonesia dalam kehidupan sehari-hari, berbangsa dan bernegara.

Implikasi dari sila-sila pancasila juga harus diterapkan supaya kita tidak melenceng dan tetap berjalan lurus sesuai dengan dasar negara kita yaitu Pancasila.
Nama : Athaya Nur Fajrina Ibrahim
NPM : 2216031101
Kelas : Reguler A

A. Mengkutip dari jurnal Pancasila sebagai Paradigma Ilmu oleh Prof. Dr. Sudjito, Beberapa contoh berikut ditunjukkan untuk memahami tentang relevansi Pancasila sebagai paradigma ilmu, melalui sila-silanya.
1. Ketuhanan YME
Sila Pertama ini menyiratkan adanya konsep tentang keberadaan Tuhan YME yang terus menjalin hubungan dan kesatuan dengan manusia dan alam semesta beserta isinya. Ilmu berparadigma Pancasila bersifat teistik. Hal demikian jelas berseberangan dengan paradigma Cartesian-Newtonian yang memandang bahwa Tuhan sudah “pensiun” sejak alam semesta dan manusia
sebagai penghuninya telah tercipta (Sudjito, 2007).
2. Kemanusiaan yang adil dan beradab
Sila Kedua ini dengan jelas menyiratkan adanya konsep tentang manusia yang utuh. Dalam keutuhannya, ada rohani dan ada jasmani. Sebagai kesatuan rohaniah, keberadaan hati nurani (qalbu) tidak kalah penting daripada akal. Ilmu berparadigma Pancasila mengakui dan menghargai keberadaan akal
(rasio), namun bukan segala-galanya (ratio above else) sebagaimana kredo
“Cogito ergo sum”.
3. Persatuan Indonesia
Keharusan menempatkan Sila Pertama dan sila Kedua sebagai jiwa Persatuan Indonesia, menunjukkan adanya keterpaduan antara karakter ilmu dengan faham kebangsaan Indonesia, sekaligus penolakan terhadap faham etnisisma dan etnosentrisma (Jacob, 2006).
4. Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan
Sila ini menyiratkan adanya konsep bahwa rakyat atau wakil-wakil rakyat dalam menjalankan kekuasaannya harus dipimpin oleh kebijaksanaan, dengan penuh rasa tanggungjawab, baik secara vertikal kepada Tuhan YME maupun secara horizontal kepada seluruh rakyat Indonesia, dan tidak sekali-kali atas dasar kekuatan maupun legalitas formal. Semakin dekat manusia dengan sumber kebenaran absolut yaitu Tuhan YME, maka dia akan semakin bijaksana.
5. Keadilan sosial bagi seluruh Rakyat Indonesia
Keadilan itu bukan keadilan formal, suatu keadilan yang lahir karena perundang-undangan, melainkan keadilan yang bertumpu pada habitat sosialnya, yaitu masyarakat Indonesia, yang berkarakter komunalistik-religius.
Ilmu berparadigma Pancasila mendorong perburuan keadilan sosial, sekaligus menolak dominasi positivisme (Sudjito, 2007).

B. Harapan saya untuk dimasa depan semoga pemimpin negara ini merupakan seorang pancasilais dimana nantinya ia akan membawa perubahan besar dalam setiap aspek kehidupan bangsa karena berjalan seiring dengan nilai-nilai Pancasila.
Nama : Athaya Nur Fajrina Ibrahim
NPM : 2216031101
Kelas : Reguler A

A. Apa yang diuraikan pada berita diatas adalah benar adanya. Dewasa ini mirisnya masyarakat modern justru tidak dapat memilah dan memilih berita yang valid kebenarannya dengan berita hoax. Ditambah dengan banyaknya gimmick untuk memviralkan atau menaikkan berita, dan ditelan mentah-mentah oleh masyarakat. Hal ini apabila terus berkelanjutan akan mengakibatkan kita tenggelam dalam lautan hoax dan tidak bisa lagi membedakan antara fakta dan hoax. Maka seharusnya ada solusi yang bisa diterapkan untuk meminimalisir penyebaran berita hoax ini, diantaranya dengan check kevalidan informasi beritanya, jangan termakan provokasi judul berita, menyarinh berita serta membiasakan berfikir kritis.

B. Setiap ilmu pengetahuan dan teknologi yang dikembangkan di Indonesia haruslah tidak bertentangan dengan nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila. Kedua, bahwa setiap iptek yang dikembangkan di Indonesia harus menyertakan nilai-nilai Pancasila sebagai faktor internal pengembangan iptek itu sendiri. Dalam etika bersosial media juga harus sesuai dan beriringan dengan nilai-nilai pancasila, jika tidak akan menyebabkan kerusakan moral dan contohnya adalah penyebaran berita hoax tadi. Solusi untuk pengembangan IPTEK yang lebih baik adalah dengan menerapkan Pancasila sebagai dasar dan pedoman bagi pengembangan IPTEK.

C. Konsumerisme adalah paham dimana pemakaian barang-barang hasil produksi secara berlebihan, tanpa sadar dan berkelanjutan. Hal ini akan berdampak negatif seperti gaya hidup yang boros dan terjadinya ketimpangan sosial. Solusi yang bisa diterapkan dari perspektif jurusan saya yaitu ilmu Komunikasi, adalah dengan melakukan komunikasi intrapribadi yaitu mengkomunikasikan dengan diri sendiri untuk menghindari dari perilaku konsumerisme, atau dengan komunikasi antarpribadi misalnya antara ibu yang menasehati anaknya untuk tidak menerapkan gaya hidup konsumerisme, bisa juga dengan komunikasi massa dimana media sosial atau saluran televisi dan radio mengkampanyekan dampak negatif dari perilaku konsumerisme.