Kiriman dibuat oleh Athaya Nur Fajrina Ibrahim

Nama : Athaya Nur Fajrina Ibrahim

NPM : 2216031101

Kelas : Reguler A

 

Dari video tersebut dapat disimpulkan bahwa IPTEK adalah hasil karya manusia yang berguna pada setiap aspek kehidupan dengan dampak positif dan negatifnya. Kemudian menurut pendapat saya, Pancasila merupakan hal yang penting dalam perkembangan IPTEK karena pada hakikatnya Pancasila adalah pedoman hidup berbangsa dan bernegara, maka sebagai warganegara yang baik sudah sepantasnya kita mengikuti perkembangan IPTEK dengan mengikutsertakan nilai-nilai yang terkandung didalam Pancasila agar nantinya kita berjalan lurus sesuai dengan hakikat Pancasila.

Adapun keterkaitan antara sila Pancasila dengan kemajuan IPTEK dalam sistem etika adalah sebagai berikut :

1.       Sila Ketuhanan Yang Maha Esa

Sila ini mengkomplementasikan antara ilmu pengetahuan dan keseimbangan rasional dan irasional, dalam hakikatnya IPTEK tidak hanya untuk dibuktikan saja namun juga harus dipertimbangkan apakah merugikan manusia disekitarnya atau tidak.

2.       Sila Kemanusiaan Yang Adil Dan Beradab

IPTEK harus beradab karena IPTEK adalah hasil budaya manusia yang bermoral.

3.       Sila Persatuan Indonesia

Perkembangan IPTEK haruslah didasari nilai nasionalisme dan patriotisme untuk mempersatukan umat manusia diseluruh dunia.

4.       Sila Kerakyatan Yang Dipimpin Oleh Hikmat Kebijaksanaan Dalam Permusyawaratan Perwakilan

Setiap ilmuwan memiliki hak untuk mengembangkan IPTEK, namun dalam perkembangannya ilmuwan harus memiliki sikap terbuka untuk siap dikritik dan menghargai kebebasan orang lain.

5.       Sila Persatuan Indonesia

Mengkomplementasikan perkembangan IPTEK juga harus menjaga keseimbangan keadilan dalam kehidupan manusia.

Menurut saya, IPTEK dan Pancasila tidak dapat dipisahkan, karena keduanya saling beriringan dalam pelaksanaan kehidupan berbangsa dan bernegara serta saling berkaitan nilai-nilai yang terkandung didalamnya.


Athaya Nur Fajrina Ibrahim (2216031101) Reguler A
A. Bagaimanakah sistem etika perilaku politik saat ini? Sudah sesuaikah dengan nilai-nilai Pancasila? Jelaskan!

• Menurut pendapat saya, sistem etika perilaku politik saat ini belum sesuai dengan nilai-nilai Pancasila karena pelaksanaan dan penyelenggaraan negara, seluruh aspek yang menyangkut kekuasaan, kebijaksanaan yang berkaitan dengan publik, dan pembagian kewenangan belum sesuai dengan nilai yang ada pada Pancasila.

• Negara berasal dari rakyat dan segala kebijaksanaannya senantiasa untuk rakyat. Sesuai dengan sila keempat Pancasila, maka rakyat merupakan asal mula kekuasaan negara. Dalam pelaksanaan politik praktis, hal-hal yang menyangkut kekuasaan eksekutif, legislatif, dan yudikatif harus berdasarkan legitimasi dari rakyat atau legitimasi demokrasi. Namun pada pelaksanaannya, acapkali terjadi penyimpangan dari nilai-nilai Pancasila. Dalam hal ini Indonesia belum bisa menerapkan secara benar bagaimana birokrasi dijalankan. Di indonesia birokrasi kini dijadikan sebagai sebuah komoditas baru bagi aparat pemerintah dalam mencari uang di belakang meja. Sedikit-sedikit main uang bila ingin cepat, makin besar jumlahnya makin cepat birokrasi itu selesai.

• Misalnya, pada kosus kolusi. Kolusi adalah permufakatan atau kerjasama secara melawan hukum antar penyelenggaraan negara dan pihak lain, masyarakat atau negara. Dalam kamus besar bahasa Indonesia, kolusi adalah kerja sama secara rahasia untuk maksud tidak terpuji dan atau persekongkolan. Kolusi dapat terjadi apabila seorang pejabat “membutuhkan” orang lain untuk melancarkan maksud dan tujuannya. Dapat dilihat, kolusi, korupsi, nepotisme dan tindak kejahatan lainnya merupakan budaya yang dimiliki pemerintah Indonesia. Hal ini menunjukkan bahwa didalam pelaksanaan etika perilaku politik di Indonesia belum berjalan sesuai dengan nilai yang ada didalam Pancasila.

B. Etika selalu terkait dengan masalah nilai sehingga perbincangan tentang etika, pada umumnya membicarakan tentang masalah nilai (baik atau buruk). Bagaimanakah etika generasi muda yang ada di sekitar tempat tinggal mu? Apakah mencerminkan etika dan nilai yang dianut oleh bangsa Indonesia? Berikan solusi mengenai adanya dekadensi moral yang saat ini terjadi!

• Di lingkungan sekitar saya, etika generasi muda belum sepenuhnya mencerminkan etika dan nilai yang dianut oleh bangsa Indonesia karena masih banyak ditemukan remaja yang tidak beretika, seperti ikut balapan liar, minum minuman alcohol dan menganggu kenyamanan warga sekitar, hiburan di klub-klub malam, tidak berperilaku sopan terhadap orang tua, sampai perilaku seks bebas.

• Perkembangan digital yang semakin mudah diakses membuat semakin mudah pula tersebarnya konten yang tidak sesuai dengan etika dan nilai yang dianut bangsa Indonesia, seperti konten prank yang berlebihan sehingga meresahkan masyarakat, konten pornografi, dan influencer yang seringkali menunjukkan aksi yang tidak sesuai dengan etika dan moral di dalam jejaring sosial juga mempengaruhi terkikisnya etika moral generasi millenial. Konten-konten tersebut mengubah pola pikir dari generasi millenial sehingga bertentangan dengan nilai moral dan etika yang berlaku di Indonesia.

• Generasi millenial adalah generasi modern dengan berbagai fasilitas canggih. Oleh karenanya pemerintah, masyarakat, dan orang tua hendaknya mengawasi penggunaan fasilitas tersebut agar tidak disalahgunakan. Hal ini sangatlah perlu dilakukan agar generasi penerus bangsa tidak akan kehilangan nilai moral dan etikanya. Hal ini juga perlu dilakukan agar generasi penerus bangsa tidak goyah akan dampak negatif dari globalisasi dan perkembangan teknologi.
Athaya Nur Fajrina Ibrahim (2216031101) Reguler A

Dari video tersebut, disimpulkan bahwa etika merupakan hal yang penting dalam hidup berbangsa dan bernegara yang kemudian dapat diwariskan dari generasi sebelumnya ke generasi sesudahnya untuk mengatur perilaku kehidupan masyarakat dan bangsa Indonesia.

Kemudian dalam sila-sila Pancasila mengandung nilai seperti dimensi moral, spiritual, humanism atau kemanusiaan, solidaritas, kerakyatan dan keadilan. Nilai-nilai tersebut dapat diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari untuk dapat menjadi pedoman dalam hidup berbangsa dan bernegara.

Lalu urgensi pancasila dalam sistem etika juga berarti menjadikan Pancasila sebagai sumber moralitas, dan inspirasi untuk menentukan sikap, tindakan, dan keputusan, landasan, dan aturan menganalisis berbagai kebijakan agar tidak menyimpang dari semangat berbangsa dan negara.

Menurut saya, pancasila dalam sistem etika dapat menuntun kita sebagai warga negara dalam kehidupan sehari-hari agar tidak menyeleweng dan tetap melestarikan nilai-nilai luhur yang sudah ada sejak dahulu.
Athaya Nur Fajrina Ibrahim (2216031101) Reguler A

Analisis Jurnal Penanaman Nilai-Nilai Pancasila Melalui Kontrol Sosial Oleh Media Massa Untuk Menekan Kejahatan Di Indonesia.

Dari Jurnal diatas, dapat disimpulkan bahwa media massa mempunyai peran yang strategis dalam kontrol sosial. Melalui pemberitaan, media massa dapat melakukan kontrol atau pengawasan terhadap hukum. Dalam bidang hukum pidana, media massa adalah pendukung dari kebijakan hukum pidana, yaitu memberikan peran pencegahan kejahatan.

Pancasila dalam pengertian ini, isinya berupa nilai-nilai. Nilai (value) merupakan pengertian filsafat, artinya tolok ukur untuk menimbang-nimbang dan memutuskan apakah sesuatu benar atau salah, baik atau buruk. Nilai-nilai Pancasila tersebut merupakan norma dan pedoman yang harus diterapkan. Norma Pancasila dapat ditemukan melalui hakekat isi Pancasila.

Nilai-nilai Pancasila sudah sejak dahulu tertanam dalam masyarakat Indonesia yang berpadu dengan adat-istiadat, kebudayaan, dan agama. Pengamalan nilai-nilai Pancasila sudah dimulai sejak zaman sebelum Indonesia merdeka sebagai pandangan hidup sehingga berujung pada diraihnya kemerdekaan. Pada masa kini, tinggal bagaimana kita memahami nilai-nilai Pancasila dan menerjemahkannya ke dalam pemikiran, sikap dan perilaku sehari-hari sebagai pribadi maupun makhluk sosial untuk diimplementasikan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Definisi dari media massa apabila ditelusuri dari kata “media” sendiri berarti alat, corong, instrumen, jalan, medium, penghubung, perangkat, perantara, peranti, saluran, sarana, wahana. Sedangkan kata “massa” berarti agregat, jasad, kawula, komposit, konglomerat, korpus, pengikut, publik, substansi. Sementara pengertian “media massa” sendiri adalah sarana dan saluran resmi sebagai alat komunikasi untuk menyebarkan berita dan pesan kepada masyarakat luas. Regulasi, kebijakan perundang-undangan, peraturan-peraturan mengenai media merupakan refleksi keterlibatan kalangan kelas dominan (dominant class) dalam kehidupan media massa. Sementara kalangan masyarakat umum (subordinate class) mengharapkan media massa mewakili dirinya sebagai alat kontrol sosial dan perubahan.

Berdasarkan perumusan fungsi pers atau media massa dalam Undang-Undang Pers dapat diketahui bahwa fungsi dari pers atau media massa adalah sebagai media informasi, pendidikan, hiburan dan kontrol sosial. Pemanfaatan media massa dalam penanggulangan tindak pidana korupsi contohnya, fungsi media massa di sini terutama sebagai media informasi dan kontrol sosial.

Kerjasama media massa dengan lembaga penegak hukum masih sebatas antara media pencari berita dengan narasumbernya saja, memang wajar mengingat kerjasama yang lebih jauh dapat memungkinkan adanya intervensi dari kedua belah pihak yang sama-sama menganggu. Namun hal ini di satu sisi menjadi masalah karena dalam konteks kontrol sosial tidak ada integrasi antara pemerintah dan masyarakat.

Menurut saya, jurnal diatas yang membahas tentang penanaman nilai pancasila melalui kontrol sosial untuk menekan kejahatan yang ada di Indonesia masih belum efektif dalam pelaksanaannya, sehingga masih banyak oknum-oknum yang menyebaarluaskan berita yang tidak bertanggung jawab yang langsung dipercayai oleh masyarakat, sehingga media sosial di Indonesia belum sampai pada keadaan yang dapat membuat masyarakat mengubah moral untuk menerapkan nilai-nilai Pancasila.
Athaya Nur Fajrina Ibrahim (2216031101) Reguler A
Dari video tersebut, disimpulkan bahwa etika merupakan hal yang penting dalam hidup berbangsa dan bernegara yang kemudian dapat diwariskan dari generasi sebelumnya ke generasi sesudahnya untuk mengatur perilaku kehidupan masyarakat dan bangsa Indonesia.

Kemudian dalam sila-sila Pancasila mengandung nilai seperti dimensi moral, spiritual, humanism atau kemanusiaan, solidaritas, kerakyatan dan keadilan. Nilai-nilai tersebut dapat diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari untuk dapat menjadi pedoman dalam hidup berbangsa dan bernegara.

Lalu urgensi pancasila dalam sistem etika juga berarti menjadikan Pancasila sebagai sumber moralitas, dan inspirasi untuk menentukan sikap, tindakan, dan keputusan, landasan, dan aturan menganalisis berbagai kebijakan agar tidak menyimpang dari semangat berbangsa dan negara.

Menurut saya, pancasila dalam sistem etika dapat menuntun kita sebagai warga negara dalam kehidupan sehari-hari agar tidak menyeleweng dan tetap melestarikan nilai-nilai luhur yang sudah ada sejak dahulu.