Kiriman dibuat oleh Nabillah Al Zahra Yuzafalani

Nama : Nabillah Al Zahra Yuzafalani
Npm : 2256031041
Kelas : Paralel (Man A)

Dalam jurnal ini dibahas urgensi pendidikan kewarganegaraan sebagai sarana penanaman nilai-nilai moral pada masyarakat Indonesia. Sekarang mustahil untuk menghentikan Indonesia bergerak menuju pemerintahan yang demokratis. Menyusul penggulingan pemerintahan Orde Baru yang dipimpin oleh Presiden Soeharto yang mengundurkan diri pada 21 Mei 1998.
Meski terjadi setelah Orde Baru berkuasa lebih dari 30 tahun, Indonesia mengalami proses pembentukan demokrasi pada Mei 1998. Transisi menuju demokrasi di Indonesia menimbulkan banyak keresahan, namun masyarakat juga tetap menggunakan cara-cara yang tidak demokratis. taktik untuk menyelesaikan perselisihan, termasuk memaksakan kehendak mereka, menggunakan hukum sebagai senjata, dan terlibat dalam politik uang, yang merupakan oposisi langsung terhadap demokrasi yang diklaim mereka perjuangkan. oleh para reformis sampai sekarang.
Padahal, perkembangan tersebut merupakan fenomena yang akan menghambat transisi Indonesia menuju demokrasi yang matang . Pasca kekuasaan Orde Baru, tuntutan demokratisasi dalam praktik dan masyarakat menjadi salah satu agenda kelompok gerakan reformasi. Salah satu tuntutan tersebut adalah pembenahan pendidikan kewarganegaraan yang selama ini dianggap tidak ada kaitannya dengan gerakan reformasi. Pentingnya pendidikan kewarganegaraan diyakini sangat penting dalam mewujudkan demokrasi yang beradab, sekaligus urgen sebagai pendidikan karakter bagi bangsa Indonesia.
Nama : Nabillah Al Zahra Yuzafalani
Npm: 2256031041
Kelas :Paralel (Man A)

Analisis saya tentang Pendidikan kewarganegaraan di perguruan tinggi : hakekat dan pentingnya pkn
Pendidikan Kewarganegaraan  merupakan upaya sengaja untuk mendorong peserta didik berpikir kritis, analitis, demokratis, berlandaskan nilai-nilai pancasila , serta mencintai, setia, berani berkorban untuk bangsa dan negara.Tidak hanya peserta didik saja tetapi masyarakat juga membutuhkan sumber sosiologis PKN untuk menjaga, menegakkan, dan mempertahankan negara-bangsa. Pendidikan kewarganegaraan perlu mendorong warga negara untuk dapat memanfaatkan pengaruh positif perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk membangun negara dan bangsa.
Nabillah Al Zahra Yuzafalani (2256031041) Reg M

Menganalisis jurnal “ Pancasila Sebagai Filsafat Ilmu dan Implikasinya Pada Perkembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi"
Hasil analisis: Dasar negara Republik Indonesia, Pancasila, lahir melalui proses akulturasi budaya nusantara yang berlangsung lama. Pancasila berfungsi sebagai pedoman atau landasan bagi persepsi sehari-hari bangsa Indonesia tentang realitas negara. Dalam mengembangkan ilmu, penting diperhatikan aspek ketuhanan yang menjadi landasan bagi seluruh kognisi manusia, menurut mazhab filsafat ilmu pancasila. Apa pun dasar ilmunya, unsur manusianya harus diperhatikan atau prinsip inti ilmu itu akan hilang. Sebagai filsafat ilmu, Pancasila dimaksudkan untuk membantu kita mengatasi kesulitan dalam kehidupan kita sehari-hari. Ada banyak persoalan dalam hidup yang harus bisa dipecahkan oleh sains. Pengembangan ilmu pengetahuan yang dilandasi nilai-nilai Pancasila diharapkan dapat menghasilkan perubahan kualitas hidup warga negara Indonesia dan kehidupan masyarakat yang sejahtera, aman, dan damai. Pancasila yang terdiri dari lima sila merupakan wujud dari kumpulan proses pemecahan masalah dalam kehidupan bangsa Indonesia dalam kehidupan sehari-hari.
Nabillah Al Zahra Yuzafalani (2256031041) Reg M

A. Jika para akademisi dan praktisi, warga negara, serta penyelenggara negara telah meyakini kebenaran nilai-nilai Pancasila dan telah menjadikannya sebagai acuan dalam membina ilmu pengetahuan dan mengamalkan amal kasih dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara, maka Pancasila sebagai sistem nilai akan tetap berfungsi sebagai paradigma keilmuan. Seluruh pelosok tanah air harus berupaya memahami sepenuhnya kebenaran tentang dirinya sebagai manusia, kebenaran tentang alam, dan kebenaran tentang Tuhan Yang Maha Esa, serta hubungan dan kedudukan antara ketiganya, guna mencapai keyakinan tersebut.
B. Harapan saya dimasa sekarang dan untuk masa depan Misalnya, sila-sila Pancasila dapat diimplementasikan dalam ranah pengembangan iptek, pendidikan, dan bidang lainnya.