Posts made by Annisa Putri Ramadhani

ILMU KOMUNIKASI PANCASILA -> Forum Diskusi 2

by Annisa Putri Ramadhani -
Annisa Putri Ramadhani_2216031068_Reg B

Kemajuan teknologi memiliki dampak yang sangat luas, salah satunya apda bidang ekonomi. Kemajuan teknologi tersebut membawa banyak perubahan pada perekomian di Indonesia. Kemjuan teknologi yang diiringi dengan majunya ilmu pengetahuan mendorong pertumbuhan ekonomi yang semakin tinggi, terjadinya industrialisasi, terbukanya pasar bebas yang menjangkau hampir seluruh dunia. Kemajuan teknologi tersebut juga memberikan kemudahan pemasaran dan promosi. Maraknya penggunaan media sosial sebagai dampak perkembangan IPTEK juga mempengaruhi perekonomian di Indonesia. Mulai bermunculan platform media sosial memudahkan masyarakat dalam aktivitas perdagangan yang tidak hanya menjangkau masyarakat lokal saja tetapi hingga ke mancanegara. Penggunaan media sosial seperti ini cukup menjanjikan karena sebagian besar masyarakat menggunakan media sosial, serta proses jual beli juga mudah karena dapat dilakukan dimana saja dan kapan saja. Contohnya platform belanja online shoope, dan media sosial seperti tiktok dan instagram. Kemudahan yang diberikan oleh kemajuan teknologi tersebut dapat meningkatkan pendapatan masyarakat dan pendapatan perkapita negara. Namun jika dikaitkan dengan sila kelima pancasila yang berbunyi “ keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia” kemajuan teknologi tersebut belum secara rata bermanfaat bagi seluruh masyarakat. meskipun sebagian besar masyarakat menggunakan sosial media dalam kehidupan sehari-hari beberapa lapisan masyarakat belum dapat menikmati kemajuan teknologi tersebut. Seperti halnya masyarakat golongan menengah kebawah, masyarakat tersebut biasany belum memiliki smartphone yang dapat digunakan untuk mengakses sosial media. Kemajuan teknologi tersebut juga perlahan menggerus sumber perekonomian mereka karena banyak masyarakat yang memilih berbelanja secara online daripada datang langsung ke pasar untuk membeli kebutuhannya. Hal tersebut dapat dilihat dari banyaknya pasar pasar tradisional yang mulai tutup digantikan dengan banyaknya perusahaan-perusahaan media sosial.

SUMBER REFERENSI
Vernia, D. M. (2017). Optimalisasi Media Sosial Sebagai Sarana Promosi Bisnis Online Bagi Ibu Rumah Tangga Untuk Meningkatkan Perekonomian Keluarga. UTILITY: Jurnal Ilmiah Pendidikan Dan Ekonomi, 1(2)

ILMU KOMUNIKASI PANCASILA -> forum Diskusi 1

by Annisa Putri Ramadhani -
Annisa Putri Ramadhani_2216031068_Reg B

Pendidikan Pancasila berfungsi sebagai dasar dan pedoman dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Pancasila berfungsi sebagai sumber nilai dan moral dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, penciptaan, pengembangan serta penggunaan IPTEK harusnya sesuai dengan nilai-nilai Pancasila.Pancasila merupakan penyaring informasi dan paham-paham baru yang masuk akibat berkembangnya IPTEK yang membuka globalisasi. Pancasila adalah acuan bagi masyarakat dalam menyikapi perkembangan IPTEK tersebut. Karena jika tidak disikapi dengan baik bahkan diterima metah-mentah oleh masyarakat perkembagan ipek tersebut akan membawa dampak buruk, terlebih pada era globalisasi seperti saat ini, dimana informasi dapat dengan mudah masuk ke masyarakat dan dapat menggerus nilai-nilai Pancasila dalam diri masyarakat. dampak buruk globalisasi tersebut dapat melunturkan rasa nasionalisme dan nilai budaya Indonesia, karena masyarakat cenderung lebih menyukai budaya baru yang tidak sesuai dengan nilai-nilai Pancasila. Jika tetap dibiarkan besar kemungkinan masyarakat akan kehilangan jati dirinya sebagai bangsa Indonesia. Nilai-nilai luhur dalam Pancasila dapat membentengi masyarakat agar tidak terjerumus kedalam dampak negatif perkembangan IPTEK tersebut. Maka melalui Pendidikan Pancasila kita menanamkan dan memperkuat nilai-nilai dari Pancasila tersebut. Pendidikan Pancasila mengajarkan nilai-nilai ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, demokrasi serta keadilan. Jika nilai nilai tersbut diterapkan dengan baik dalam menyikapi perkembangan IPTEK, maka perkembangan IPTEK yang kian pesat bahkan globalisasi tidak akan berdampak buruk bagi masyarakat. Karena pada dasarnya pun, IPTEK diciptakan untuk membantu manusia, memberi kemudahan dalam kehidupan manusia, artinya tujuan awal adanya iptek adalah positif untuk manusia. Perekembangan IPTEK mempermudah akses dan penyebaran informasi, meringankan kerja manusia, serta kemudahan-kemudahan lainnya dalam berbagai bidang. Sebagai contoh, penyebaran berita kenegaraan melalui media massa. Jika IPTEK tidak berkembang maka akan sulit menyampaikan informasi tentang adanya pemilu, perubahan undang-undang, kebijakan-kebijkan pemerintah, pemberontakan dan informasi-informasi kenegaraan lainnya, terlebih Indonesia merupakan negara kepulauan yang sangat luas.

Sumber referensi
Sanusi, U. (2019). Peran Pancasila Dalam Perkembangan Dan Kemajuan Ilmu Pengetahuan Dan Teknologi. Jurnal TEDC, 13(3)

ILMU KOMUNIKASI PANCASILA -> Forum Analisis Jurnal

by Annisa Putri Ramadhani -
Annisa putri ramadhani_2216030168_reguler b
Analisis jurnal “Pengaruh Mata Kuliah Pengembangan Kepribadian Pancasila dalam Menyikapi Ilmu Pengetahuan dan Teknologi”
Sebagaimana yang telah kita ketahui pekembangan teknologi dan pengetahuan kini telah berkembang pesat, didorong oleh globalisasi yang menyebabkan terbukanya akses infomasi hingga ke seluruh dunia. Kemudahan akses informasi tersebut menyebabkan banyak sekali pemahaman pemahaman baru ke dalam masyrakat. Jika informasi dan paham-paham baru tersebut hanya diterima mentah-mentah oleh masyarakat tentu saja akan membawa banyak dampak buruk, perlu adanya penyaring informasi dan paham-paham tersebut sehingga masyarakat tidak terjerumus. Maka dari itu, Pancasila sebagai ideologi bangsa berperan sebagai filter atau penyaring paham-paham baru dan informasi tersebut. Pancasila dijadikan acuan dan pedoman bagi masyarakat dalam menyikapi perkembangan IPTEK dan globalisasi.Perlu adanya penguatan nilai-nilai Pancasila dalam masyarakat agar masyarakat tetap mampu memanfaatkan perkemangan IPTEK serta eksis dalam dunia global tanpa mengikis jati dirinya sebagai bangsa Indonesia.
Untuk mendukung penanaman nilai Pancasila tersebut, adanya mata kuliah pengembangan kepribadian Pancasila pada perguruan tinggi dapat menjadi salah satu jalan dalam menanamkan nilai-nilai Pancasila melalui lembaga pendidikan. Penanaman nilai Pancasila melalui pendidikan formal seperti ini dapat membentuk karakter mahasiswa sebagai yang merupakan bagian dari masyarakat, karena tidak hanya melalui teori, materi disampaikan pula melalui praktek hingga turun langsung ke masyarakat. Kemajuan IPTEK saat ini juga dapat dimanfaatkan dalam pendidikan, karena kemudahan mengakses infomasi materi pembelajaran tidak hanya terbatas dari buku pembelajaran dapat juga melalui internet.
Jika dilihat dari hasil penelitian pada jurnal diatas dapat disimpulkan bahwa diadakanya penerapan nilai-nilai Pancasila melalui Mata Kuliah Pengembangan Kepribadian Pancasila menunjukkan hasil yang baik, dijelaskan bahwa responden dalam penelitian tersebut memiliki pengembangan kepribadian Pancasila yang baik, responden juga dapat menyikapi perkembangan IPTEK dengan baik. Responden juga dapat mengunakan teknologi-teknoogi canggih dan tersebut dengan bijak. Hal tersebut menujukan bahwa penerapan nilai Pancasila melalui lembaga formal merupakan salah satu cara efektif untuk memperkuat internalisasi nilai Pancasila.

ILMU KOMUNIKASI PANCASILA -> Forum Analisis Video

by Annisa Putri Ramadhani -
Annisa Putri Ramadhani_2216031068_Reguler B
Ilmu Pengetahuan Dan Teknogi Dan Pancasila
Ilmu pengetahuan dan teknologi atau yang biasa dikenal dengan singkatan IPTEK adalah suatu sumber yang mana seseorang bisa mengelola dan juga menggunakannya dalam kehidupannya baik dari penemuan baru tentang suatu ilmu atau teknologi dan juga perkembangan dari ilmu dan teknologi itu sendiri (Sung,2017). IPTEK diciptakan untuk membantu dan memudahakan aktivitas manusia.
Perkembangan zaman dan terbukanya dunia modern saat ini mendukung perkembangan IPTEK di seluruh dunia tidak terkecuali Indonesia. Perkembangan IPTEK ini mendorong terbukanya globalisasi, terbukanya akses informasi yang hampir menjangkau seluruh dunia. Perkembangan IPTEK ini juga merupakan salah satu faktor terbesar yang menyebabkan perubahan sosial. Kemajuan pesat ilmu pengetahuan serta teknologi yang kian canggih saat ini membawa banyak kemudahan bagi manusia sehingga mengubah tatanan kehidupan sosial masyarakat. Penciptaan teknologi serta pengembangan ilmu pengetahuan ini memanglah ditujukan untuk memberikan kemudahan bagi manusia, namun dilain sisi positif IPTEK yang mempermudah kehidupan manusia, perkembangan IPTEK yang terlalu pesat ini juga dapat membawa dampak buruk.
Pancasila sebagai dasar negara dan ideologi bangsa berperan sebagai media penyaring dan acuan bagi masyarakat dalam menghadapi perkembangan IPTEK. Indonesia adalah negara berbudaya yang nilai-nilainya telah mengakar kuat sejak dahulu, didorong oleh nilai-nilai religi dari kepercayaan yang dianut masyarakatnya. Jika perkembangan IPTEK ini tidak disikapi dengan baik dan diterima mentah-mentah maka dapat saja melunturkan nilai-nilai budaya, nilai religi, bahkan nilai nilai Pancasila.
Tidak hanya diperlukannya Pancasila sebagai penyaring bagi penerimaan perkembangan IPTEK, dalam penciptaannya pula perlu adanya internalisasi nilai Pancasila agar tidak terjadi pengikisan nilai-nilai budaya dan Pancasila. Pancasila berfungsi sebagai pedoman bagi masyarakat baik dalam menciptakan dan mengembangkan teknologi serta pengetahuan baru, dan juga dalam penggunaan IPTEK tersebut.
Pancasila mengandung nilai-nilai baik dan berbudi luhur sehingga cocok dijadikan pedoman dalam kehidupan sehari-hari dalam menghadapi perkembangan IPTEK.
1. Sila Pertama, Sila Ketuhanan Yang Maha Esa
Tuhan adalah pedoman pertama bagi manusia dalam menjalankan segala hal dalam kehidupan sehari harinya. Tuhan adalah dzat Yang Maha Kuasa dan Maha Pencipta, Tuhan menciptakan segala sesuatu secara seimbang dan bermafaat. Sehingga dalam IPTEK, tidak hanya melihat dan memikirkan apa yang diciptakan manusia namun juga harus dilihat manfaat dan dampaknya, apakah bermanfat bagi semua manusia atau merugikan sebagian manusia bahkan alam.

2. Sila Kedua, Sila Kemanusiaan yang Adil dan Beradab
Dalam penciptaan dan pengembangan IPTEK perlu diperhatikan nilai nilai moralnya, penciptaan dan pengembangan ini harus dilakukan secara bijak dan beradab. Penggunaan IPTEK ini haruslah sejalan dengan tujuan penciptaanya yaitu mendorong kemudahan dan membawa kesejahteraan bagi manusia dan tidak menyengsarakan manusia lainnya.

3. Sila Ketiga, Persatuan Indonesia
Kemajuan teknologi dan pengetahuan tidak boleh membawa perpecahan bagi Indonesia. Dengan adanya IPTEK diharapkan dapat menjadi alat pemersatu bangsa, memupuk rasa nasionalisme, dan mendukung intergrasi bangsa. tidak hanya itu, perekembangan IPTEK juga diharapkan membawa persatuan bagi masyarakat intenasional sehingga dapat tercipta keharmonisan masyarakat dunia dan perdamaian dunia.

4. Sila Keempat, Sila Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmah Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan Perwakilan
Indonesia adalah negara domkratis sehingga siapa saja berhak mendapat kebebasan baik berpendapat maupun mengebangkan diri, oleh karena itu para penemu patutnya diberi kebebasan dalam menciptakan dan mengembangkan IPTEK, begitu pula bagi orang lain yang menggunakan penemuannya, baik dari kedu pihak juga harus saling menghormati dan terbuka terhadap kritik

5. Kelima, Sila Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia
Perkembangan IPTEK harus membawa nilai keadilan bagi seluruh lapisan masyarakat. IPTEK juga harus mampu menciptakan keseimbangan antara kemudahan hidup manusia baik dengan sesamanya maupun dengan lingkungannya.

Sumber referensi dalam pengerjaan tugas ini:
Astuti, N. R. W., & Dewi, D. A. (2021). Pentingnya Implementasi Nilai-Nilai Pancasila Dalam Menghadapi Perkembangan IPTEK. EduPsyCouns: Journal of Education, Psychology and Counseling, 3(1), 41-49.

ILMU KOMUNIKASI PANCASILA -> Forum Analisis Soal

by Annisa Putri Ramadhani -
ANNISA PUTRI RAMADHANI_2216031068_REGULER B
1. Bagaimanakah sistem etika perilaku politik saat ini? Sudah sesuaikah dengan nilai-nilai Pancasila? Jelaskan!

Etika politik membahas hukum dan kekuasan. Dalam etika politik ini Pancasila berperan sebagai dasar ideologi dan dasar dari nilai etika tersebut. Etika politik bertujuan untuk meciptakan pelaku politik dan pejabat negara yang jujur, amanah, siap melayani, memiliki keteladanan, rendah hati, berjiwa besar dan bersikap profesional. Dalam penerapannya para pelaku politik saat ini banyak melakukan penyimpangan dalam menjalankan tugasnya. Seperti yang telah dipaparkan pada pengantar di atas, telah terjadi penyimpangan etika dan paradigma pemerintah. Penyimpangan etika tersebut mengakibatkan tidak maksimalnya para pelaku politik dalam menjalankan tugasnya. Seperti adanya pratik KKN (korupsi, kolusi, dan nepotisme) dalam pemerintahan hal tersebut tentu saja tidak sesuai dengan nilai nilai Pancasila terutama pada sila kedua dan kelima. Setiap masyarakat memiliki hak berdemokrasi yang sama, praktik nepotisme mengikis hak berdemokrasi masyarakat. praktik korupsi yang merugikan masyarakat juga meruapakan bentuk penyimpangan etika politik. Korupsi yang dilakukan oleh para oknum politik ini sama saja telah mencuri hak masyarakat, dana yang seharusnya dialokasikan untuk pembangunan negara dan kesejahteraan rakyat secara egois dirampas dan digunakan untuk kepentingan pribadi.

2. Etika selalu terkait dengan masalah nilai sehingga perbincangan tentang etika, pada umumnya membicarakan tentang masalah nilai (baik atau buruk). Bagaimanakah etika generasi muda yang ada di sekitar tempat tinggal mu? Apakah mencerminkan etika dan nilai yang dianut oleh bangsa Indonesia? Berikan solusi mengenai adanya dekadensi moral yang saat ini terjadi !

Saya tumbuh sebagai bagian dari generasi post milenial, generasi yang tumbuh ditengah kemajuan teknologi dan globalisasi sehingga sudah terbiasa dengan adanya perubahan teknologi dan efek globalisasi. Hidup berdampingan dengan teknologi tentu saja membedakan gaya hidup dan cara kami bersikap dengan orang tua tua kami. Penerapan nilai moral sudah tidak lagi sekuat sebelum meluasnya efek globalisasi. Nilai nilai Pancasila yang dijunjung tinggi kini sudah mengalami pengikisan bahkan sudah tidak lagi diterapkan oleh beberapa orang. Dampak dari globalisasi yang menyebabkan masuknya budaya luar perlahan mulai menyingkirkan pancasila sebagai ideologi bangsa. masuknya paham liberalis dan kapitalis mendorong generasi muda disekitar saya untuk mengikuti ideologi tersebut. Budaya budaya luar yang diterima tidak lagi disaring tetapi langsung diikuti dan dianggap sesuatu yang keren karena sesuai dengan perkembangan zaman. Namun sebenarnya budaya budaya liberal tersebut kurang sesuai dengan Indonesia yang menganut budaya ketimur-timuran. Gaya berpakaian terbuka, sikap hedonisme, kurangnya sikap menghargai orang lain dan individualis contohnya, generasi masa kini cenderung bersikap demikian yang mana sikap tersebut kurang sesuai dengan nilai moral bangsa Indonesia serta Pancasila.

Upaya dapat kita lakukan untuk mengatasi kemerosotan nilai tersebut yaitu
1. Adanya pembinaan moral dari keluarga
Keluarga adalah agen sosialisasi pertama dalam membentuk karakter dan moral anak. Pembentukan karakter anak sangat dipengaruhi oleh pola asuh dan didikan orang tuanya. Oleh karena itu perlu memahami konsep serta penerapan nilai dan moral yang berlaku dalam masyarakat. Adanya proses komunikasi yang baik dalam keluarga juga dapat mebentuk karakter yang baik pada anak. Keharmonisan dalam keluarga mendorong anak agar berperilaku baik juga kepada orang lain
2. Pendidikan karakter di lingkungan sekolah
Pendidikan karakter dapat dimaknai sebagai pendidikan budi pekerti, pendidikan moral, pendidikan nilai, pendidikan watak, yang bertujuan untuk mengembangkan kemampuan peserta didik dalam menentukan baik dan buruk, memelihara apa yang baik, dan mengaplikasikan kebaikan tersebut dalam kehidupan sehari-hari. Penerapan pendidikan karakter disekolah ini dapat membantu membentuk karakter siswa agar sesuai dengan nilai dan norma positif pancasila. Pendidikan karakter ini merupakan salah satu bentuk upaya preventif dalam pencegahan terjadinya dekandensi moral. Pesan moral dikemas dalam materi pembelajaran sehingga tidak hanya membentuk karekter siswa namun juga menambah pengetahuan siswa. Pendidkan karakter tersebut juga dapat diberikan melalui kegiatan nonakademik siswa seperti ekstrakulikuler siswa.
3. Adanya sanksi bagi pelanggar nilai etika dan moral
Penyimpangan moral dan etika yang tetap dilakukan individu meski telah dilakukan upaya preventif di atas tentu saja tidak dapat dibiarkan begitu saja terlebih jika sudah merugikan orang lain bahkan masyarakat luas. Perlu adanya pemberian sanksi, baik sanksi hukum maupun sanksi sosial. Perlu adanya hukum tegas yang dapat menimbulkan efek jera bagi pelaku. Sanksi sosial juga perlu dilakukan agar pelaku merasa malu dan tidak mengulangi kesalahan yang sama di kemudian hari.

Sumber referensi
Hartati, F. P. (2019). Etika Politik Dalam Politik Hukum Di Indonesia (Pancasila Sebagai Suatu Sistem Etika). Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Jambi, 3(1), 80.

Budiawan, A., & Sunarti, N. (2021). ANALISIS ETIKA PEJABAT BIROKRASI INDONESIA. MODERAT: Jurnal Ilmiah Ilmu Pemerintahan, 7(4),

Cahyo, E. D. (2017). Pendidikan karakter guna menanggulangi dekadensi moral yang terjadi pada siswa sekolah dasar. EduHumaniora| Jurnal Pendidikan Dasar Kampus Cibiru, 9(1), 19

Listari, L. (2021). Dekadensi Moral Remaja (Upaya Pembinaan Moral Oleh Keluarga Dan Sekolah). Jurnal Pendidikan Sosiologi Dan Humaniora, 12(1), 18