Nama: MV. Jeani Catur Prameswari
NPM: 2216031054
Kelas: Reguler B
Analisis Soal
1. Hal positif apa yang anda dapatkan setelah membaca artikel tersebut dan hal apa yang harus dibenahi dalam konsep berbangsa dan bernegara sesuai dengan artikel tersebut!
2. Apa sebenarnya hakikat dari konstitusi itu dan apa pentingnya konstitusi bagi suatu negara, seperti halnya Indonesia dengan adanya UUD NRI 1945?
3. Sebutkan contoh perilaku pejabat negara yang tidak konstitusional! Layakkah mendapat hukuman yang maksimal atau di beri kesempatan untuk memperbaiki kehidupannya?
Jawaban
1. Sebagai sebuah sistem hukum tertulis, konstitusi memiliki peran yang sangat penting dalam mengatur kehidupan berbangsa dan bernegara. Setelah membaca artikel tersebut, saya mendapatkan pemahaman yang lebih mendalam tentang hakikat dan pentingnya konstitusi bagi sebuah negara, serta peran penting yang dimainkan oleh UUD NRI 1945 dalam pembentukan dan pembangunan Indonesia sebagai negara.
Hal positif yang saya dapatkan setelah membaca artikel tersebut adalah pemahaman yang lebih mendalam tentang pentingnya keberadaan konstitusi bagi suatu negara, terutama dalam menjaga keseimbangan dan pengawasan saling antar cabang pemerintah, menjamin hak-hak dasar warga negara, dan membangun kerangka hukum bagi semua kegiatan pemerintahan dan masyarakat.
2. Konstitusi adalah sebuah dokumen hukum tertulis yang menetapkan struktur, kewenangan, dan prosedur pemerintahan suatu negara. Konstitusi juga menentukan hak dan kewajiban warga negara, serta menjamin hak-hak dasar yang harus diakui dan dilindungi oleh pemerintah.
Dalam konteks Indonesia, UUD NRI 1945 merupakan konstitusi tertulis tertua yang masih digunakan hingga saat ini. Konstitusi ini penting bagi Indonesia karena:
(-) Menetapkan struktur pemerintahan: UUD NRI 1945 menetapkan struktur pemerintahan Indonesia sebagai negara republik dengan presiden sebagai kepala negara dan pemerintahan yang terdiri dari eksekutif, legislatif, dan yudikatif.
(-) Menjamin hak dan kewajiban: UUD NRI 1945 menjamin hak-hak dasar warga negara, seperti hak atas kebebasan berbicara, hak untuk mendapatkan pendidikan, dan hak untuk beragama. Konstitusi ini juga menetapkan kewajiban dan tanggung jawab warga negara, seperti membayar pajak dan mematuhi hukum.
(-) Membangun kerangka hukum: UUD NRI 1945 menjadi dasar bagi semua undang-undang dan peraturan negara, serta menetapkan prosedur untuk membuat dan memperbarui undang-undang.
3. Contoh perilaku pejabat negara yang tidak konstitusional antara lain:
* Melanggar hak asasi manusia seperti kebebasan berekspresi dan hak-hak sipil lainnya.
* Membuat keputusan yang bertentangan dengan konstitusi dan hukum yang berlaku.
* Melanggar etika dan moral dalam menjalankan tugas sebagai pejabat negara.
* Melakukan tindakan korupsi dan suap.
Sanksi yang diberikan kepada pejabat negara yang melakukan perilaku yang tidak konstitusional tergantung pada tingkat keparahan tindakan tersebut dan seberapa besar dampaknya terhadap negara dan masyarakat. Namun, pada prinsipnya, setiap tindakan yang bertentangan dengan konstitusi dan hukum harus mendapatkan sanksi dan hukuman yang sesuai.
Di sisi lain, memberikan kesempatan bagi pejabat negara untuk memperbaiki perilakunya dapat menjadi alternatif dalam memberikan efek jera dan membantu memperbaiki tata kelola pemerintahan. Namun, kesempatan tersebut harus diberikan dengan sejumlah pertimbangan, seperti tingkat keparahan tindakan yang dilakukan dan apakah pejabat negara tersebut bersedia dan mampu memperbaiki perilakunya.
NPM: 2216031054
Kelas: Reguler B
Analisis Soal
1. Hal positif apa yang anda dapatkan setelah membaca artikel tersebut dan hal apa yang harus dibenahi dalam konsep berbangsa dan bernegara sesuai dengan artikel tersebut!
2. Apa sebenarnya hakikat dari konstitusi itu dan apa pentingnya konstitusi bagi suatu negara, seperti halnya Indonesia dengan adanya UUD NRI 1945?
3. Sebutkan contoh perilaku pejabat negara yang tidak konstitusional! Layakkah mendapat hukuman yang maksimal atau di beri kesempatan untuk memperbaiki kehidupannya?
Jawaban
1. Sebagai sebuah sistem hukum tertulis, konstitusi memiliki peran yang sangat penting dalam mengatur kehidupan berbangsa dan bernegara. Setelah membaca artikel tersebut, saya mendapatkan pemahaman yang lebih mendalam tentang hakikat dan pentingnya konstitusi bagi sebuah negara, serta peran penting yang dimainkan oleh UUD NRI 1945 dalam pembentukan dan pembangunan Indonesia sebagai negara.
Hal positif yang saya dapatkan setelah membaca artikel tersebut adalah pemahaman yang lebih mendalam tentang pentingnya keberadaan konstitusi bagi suatu negara, terutama dalam menjaga keseimbangan dan pengawasan saling antar cabang pemerintah, menjamin hak-hak dasar warga negara, dan membangun kerangka hukum bagi semua kegiatan pemerintahan dan masyarakat.
2. Konstitusi adalah sebuah dokumen hukum tertulis yang menetapkan struktur, kewenangan, dan prosedur pemerintahan suatu negara. Konstitusi juga menentukan hak dan kewajiban warga negara, serta menjamin hak-hak dasar yang harus diakui dan dilindungi oleh pemerintah.
Dalam konteks Indonesia, UUD NRI 1945 merupakan konstitusi tertulis tertua yang masih digunakan hingga saat ini. Konstitusi ini penting bagi Indonesia karena:
(-) Menetapkan struktur pemerintahan: UUD NRI 1945 menetapkan struktur pemerintahan Indonesia sebagai negara republik dengan presiden sebagai kepala negara dan pemerintahan yang terdiri dari eksekutif, legislatif, dan yudikatif.
(-) Menjamin hak dan kewajiban: UUD NRI 1945 menjamin hak-hak dasar warga negara, seperti hak atas kebebasan berbicara, hak untuk mendapatkan pendidikan, dan hak untuk beragama. Konstitusi ini juga menetapkan kewajiban dan tanggung jawab warga negara, seperti membayar pajak dan mematuhi hukum.
(-) Membangun kerangka hukum: UUD NRI 1945 menjadi dasar bagi semua undang-undang dan peraturan negara, serta menetapkan prosedur untuk membuat dan memperbarui undang-undang.
3. Contoh perilaku pejabat negara yang tidak konstitusional antara lain:
* Melanggar hak asasi manusia seperti kebebasan berekspresi dan hak-hak sipil lainnya.
* Membuat keputusan yang bertentangan dengan konstitusi dan hukum yang berlaku.
* Melanggar etika dan moral dalam menjalankan tugas sebagai pejabat negara.
* Melakukan tindakan korupsi dan suap.
Sanksi yang diberikan kepada pejabat negara yang melakukan perilaku yang tidak konstitusional tergantung pada tingkat keparahan tindakan tersebut dan seberapa besar dampaknya terhadap negara dan masyarakat. Namun, pada prinsipnya, setiap tindakan yang bertentangan dengan konstitusi dan hukum harus mendapatkan sanksi dan hukuman yang sesuai.
Di sisi lain, memberikan kesempatan bagi pejabat negara untuk memperbaiki perilakunya dapat menjadi alternatif dalam memberikan efek jera dan membantu memperbaiki tata kelola pemerintahan. Namun, kesempatan tersebut harus diberikan dengan sejumlah pertimbangan, seperti tingkat keparahan tindakan yang dilakukan dan apakah pejabat negara tersebut bersedia dan mampu memperbaiki perilakunya.