Kiriman dibuat oleh Jessy Riffany

ILMU KOMUNIKASI PANCASILA -> forum Diskusi 1

oleh Jessy Riffany -
Jessy Riffany / 2216031118 / Reg B

Pada era digital ini banyak sekali budaya asing yang masuk dan mulai menggeser budaya asli Indonesia, sehingga menurut saya pendidikan pancasila memiliki fungsi penting dalam kemajuan teknologi di negara Indonesia yaitu untuk mencegah terjadinya pergeseran budaya asli Indonesia oleh budaya asing. Contohnya, dengan adanya pendidikan pancasila kita mengetahui bahwa budaya Indonesia perlu dilestarikan sehingga tidak tergeser oleh budaya asing yang masuk.
Pada masa sekarang dimana teknologi maju dengan pesat, banyak sekali hal-hal negatif yang muncul dari media sosial dan hal negatif tersebut membuat perubahan karakter pada bangsa Indonesia, sehingga dengan menerapkan nilai pancasila sangatlah membantu untuk membentuk karakter positif dan mempersatukan bangsa dalam gempuran hal negatif dari luar. Contohnya, Sebagai bangsa Indonesia kita menerapkan pancasila sebagai ideologi kita sehingga ketika banyak hal-hal yang tidak benar beredar di media sosial tidak membuat bangsa Indonesia terpecah belah.

ILMU KOMUNIKASI PANCASILA -> Forum Analisis Jurnal

oleh Jessy Riffany -

Jessy Riffany_2216031118_Reg B

PENDAHULUAN :
Dasar adalah sesuatu yang bersifat tetap, suatu ajaran yang menjadi pedoman, pegangan dalam melakukan perbuatan. Antara dasar dan tujuan ada hubungan yang erat sekali. Jika dasarnya liberalisme, tujuan yang akan dicapai ialah masyarakat liberal. Jika dasarnya fascisme, tujuan yang akan dicapai ialah masyarakat fascis. Sedangkan dasar negara Indonesia adalah Pancasila, karena itu tujuan yang hendak dicapai oleh bangsa Indonesia adalah masyarakat yang berdasarkan Pancasila. 

Akibat perkembangan teknologi yang sedemikian, segala bentuk telekomunikasi dapat terjadi tanpa mengenal waktu, sehingga aliran dalam filsafat, ideologi, dan kebudayaan pada umumnya mudah dikenal oleh berbagai jenis kelompok masyarakat dan mempengaruhi tata nilai yang mereka miliki. Hukum sudah cukup tua menjadi bagian kehidupan manusia dari masa ke masa dan terus berubah seiring perubahan sosial, ilmu pengetahuan, dan teknologi. 

Media massa adalah suatu jenis komunikasi yang ditujukan kepada sejumlah khalayak yang tersebar, heterogen dan anonim melewati media cetak atau elektronik, sehingga pesan informasi yang sama itu dapat diterima secara serentak dan sesaat. Pemanfaatan media massa artinya penggunaan berbagai bentuk media massa, baik cetak maupun elektronik untuk tujuan tertentu.

Hubungan antara tatanan sosial dan tatanan politik disambung oleh media massa, artinya media massa ini saling mengisi dan melengkapi dalam bentuk komunikasi. Tidak semua orang mengetahui hukum, namun dengan media massa, masyarakat akan mengetahui hukum dengan membaca maupun mendengar informasinya. Tidak dapat dipungkiri, meskipun terdengar seperti solusi, justru masalah hukum sebagai tatanan akan terus muncul apabila tidak ditanamkan pada diri dengan baik hakekat isi Pancasila.

METODE PENELITIAN :
Penelitian ini dilakukan secara normatif yakni penelitian yang mendasarkan pada kajian norma yang ada pada sistem hukum.

PEMBAHASAN : 
Pancasila dalam pengertian ini, isinya berupa nilai-nilai. Nilai (value) merupakan pengertian filsafat, artinya tolok ukur untuk menimbang-nimbang dan memutuskan apakah sesuatu benar atau salah, baik atau buruk.Pancasila sebagai dasar negara dan pandangan hidup bangsa secara yuridis konstitusional berlaku mulai tanggal 18 Agustus 1945 yaitu sejak disahkannya Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia oleh Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI). Norma Pancasila dapat ditemukan melalui hakekat isi Pancasila. Hakekat yang pertama yakni hakekat Tuhan, hakekat yang kedua yakni hakekat manusia, Hakekat yang ketiga yakni hakekat satu, Hakekat yang keempat yakni rakyat, dan hakekat yang kelima adalah hakekat adil. 

Globalisasi merupakan situasi dan kondisi kehidupan intemasional yang seolah tanpa batas, sehingga kehidupan manusia berubah, besar kemungkinan untuk menjadikan manusia individualistik. Globalisasi timbul karena didorong kemajuan pesat di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi, terutama teknologi komunikasi, menyebabkan semakin derasnya arus informasi dengan segala dampaknya baik positif maupun negatif. Peluang yang timbul adalah makin terbukanya pasar intemasional bagi hasil produksi dalam negeri, terutama yang memiliki keunggulan komperatif dan keunggulan kompetitif kemampuan memanfaatkan peluang tersebut akan meningkatkan volume perdagangan, yang berarti meningkatkan produksi dan berarti pada meningkatkan lapangan kerja dan usaha, sehingga meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Dampak negatif yang dapat timbul dari globalisasi adalah makin kuatnya persaingan di pasaran intemasional, karena adanya liberalisasi pandangan dan investasi, munculnya pengelompokan antara-negara yang cenderung meningkatkan profesionalisme dan diskriminasi pasar. 

ILMU KOMUNIKASI PANCASILA -> Forum Analisis Jurnal

oleh Jessy Riffany -

Jessy Riffany_2216031118_Reg B

PENDAHULUAN : 
Secara historis-sosiologis, manusia Indonesia berasal dari Mekhong-Vietnam yang karena sesuatu hal menyebar ke pulau-pulau nusantara. Berangkat dari fakta sejarah ini, maka yang tumbuh dan berkembang adalah kebudayaan etnik yang terpencar-pencar. Namun demikian secara politis-yuridis bangsa Indonesia telah berhasil menciptakan integritas nasional melalui sumpah pemuda pada tahun 1928. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) mengartikan bangsa sebagai kelompok masyarakat yang bersamaan asal keturunan, adat, bahasa dan sejarahnya serta berpemerintahan sendiri. Kumpulan orang dalam berbagai bangsa dan memiliki tujuan yang sama tersebut membentuk suatu negara. Sebagaimana dikemukakan oleh para pendiri negara ini, tujuan negara Indonesia tertuang dalam pembukaan Undang-undang Dasar 1945 alinea IV yang terdiri atas: melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia, memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa dan ikut melaksanakan ketertiban dunia berdasarkan kemerdekaan, kedamaian abadi, dan keadilan sosial. 


Sistem yang berlaku di Indonesia menetapkan bahwa perancangan tujuan melalui instrumen hukum sangat dipengaruhi oleh kekuatan-kekuatan politik melalui percaturan kepentingan partai yang akan membentuk produk hukum tersebut. Pertarungan atau percaturan kepentingan melalui partai-partai politik tersebut menurut Mahfud MD menghasilkan 2 (dua) pilihan, yakni melalui kompromi politik atau melalui dominasi politik.


RUMUSAN MASALAH : 
Pertama, apakah terdapat hubungan antara hukum dengan etika. Kedua, bagaimana kedudukan hubungan hukum dan etik dalam Politik Hukum di Indonesia.


PEMBAHASAN : 
Moral merupakan suatu ajaran-ajaran atau wejangan-wejangan, patokan-patokan, kumpulan peraturan, baik lisan maupun tertulis tentang bagaimana manusia harus hidup dan bertindak agar menjadi manusia yang baik. Etika adalah suatu cabang filsafat yaitu suatu pemikiran kritis dan mendasar tentang ajaran-ajaran dan pandangan pandangan moral tersebut. Etika sendiri adalah pengetahuan yang membahas prinsip-prinsip moralitas.

Etik berasal dari bahasa Yunani “ethos” yang berarti watak atau adat dan asal kata moral yang sama artinya dengan kata etika dari bahasa Latin “mos” untuk tunggal dan jamaknya “mores” yang juga berarti adat atau cara hidup. Dari kedua perkataan tersebut, etik dan moral menunjukkan cara berbuat yang menjadi adat karena persetujuan atau praktek sekelompok manusia. Jadi moral dan moralitas dipakai untuk perbuatan yang sedang dinilai, sedangkan etik dipakai untuk pengkajian sistem nilai-nilai atau kode.

Secara historis dan perkembangan ilmu pengetahuan, sistem etika berkembang melalui 5 (lima) tahapan yaitu : Tahap pertama, etika teologi (theological ethics), asal mula etika yang berasal dari doktrin agama. Kedua, etika ontologis (ontological ethics) yang merupakan tahap perkembangan dari etika agama. Ketiga, positivisasi etik berupa kode etik (code of ethics) dan pedoman perilaku ( code of conduct) yakni pedoman perilaku yang lebih konkrit. Keempat, etika fungsional tertutup (close functional ethics) dimana proses peradilan etik dilakukan di internal komunitas/organisasi secara tertutup, dan Kelima, etika fungsional terbuka (open functional ethics) dalam bentuk peradilan etika yang bersifat terbuka.

Hubungan antara etika dengan hukum bisa dilihat dari 3 (tiga) dimensi yakni dimensi substansi dan wadah, dimensi hubungan keluasan cakupannya serta dimensi alasan manusia untuk mematuhi atau melanggarnya. 

Jimly Asshiddiqie, mengibaratkan hubungan antara hukum dengan etika dengan memberi catatan agama sebagai ruh/jiwa dari kedua hal tersebut dengan ilustrasi nasi bungkus, hukum sebagai bungkusnya, nasi beserta lauknya adalah etikanya, dan zat protein, vitamin , dan unsur-unsur terkandung lainnya sebagai agama yang merupakan asal-usul dari keduanya (etika dan hukum).

Paulus Harsono mensitir tentang dimensi ketiga ini, terkait kedudukan etika dimana etika juga berhubungan dengan hukum dalam hal bagaimana manusia mempertimbangkan untuk mematuhi peraturan dan kewajiban;tetapi dipatuhinya hukum serta peraturan dan kewajiban itu bukan karena takut akan dikenai sanksi, tetapi karena kesadaran diri bahwa hukum serta peraturan dan kewajiban tersebut baik dan perlu dipenuhi oleh dirinya sendiri.

PENUTUP : 
Politik hukum merupakan sikap untuk memilih apa-apa yang berkembang dimasyarakat, kemudian dipilih sesuai dengan prioritas dan diselaraskan dengan konstitusi kita (UUD 1945) dan kemudian dituangkan dalam produk hukum. Sementara itu, hubungan antara etika dengan hukum bisa dilihat dari 3 (tiga) dimensi yakni dimensi substansi dan wadah, dimensi hubungan keluasan ca-kupannya serta dimensi alasan manusia untuk mematuhi atau melanggarnya.

ILMU KOMUNIKASI PANCASILA -> Forum Analisis Video

oleh Jessy Riffany -
Jessy Riffany_2216031118_Reg B

Dalam kehidupan berbangsa dan bernegara etika sangatlah dibutuhkan karena dengan adanya etika kehidupan berbangsa dan bernegara akan berjalan dengan baik. Etika Pancasila sendiri merupakan cabang filsafat yang diambil dari sila-sila pancasila yang berguna untuk mengatur kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia. Nilai-nilai yang terkandung dalam etika pancasila sendiri ada 5 yaitu :
1. Sila ketuhanan yang berisi nilai spiritual yang bertujuan untuk mendekatkan diri kepada sang pencipta.
2. Sila kemanuisaan yang berisi nilai humanus yang merupakan upaya untuk meningkatkan rasa kemanusiaan dalam pergaulan antar sesama.
3. Sila persatuan yang berisi nilai solidaritas yang bertujuan untuk membangun nilai kebersamaan dan solidaritas antar sesama masyarakat.
4. Sila kerakyatan yang berisi nilai saling menghargai yang merupakan upaya untuk membangun masyarakat yang adil dan mau mendengarkan pendapat orang lain.
5. Sila Keadilan yang berisi nilai mau peduli akan nasib orang lain yang merupakan upaya untuk menumbuhkan rasa peduli akan sesama dan kesediaan diri untuk membantu orang yang kesulitan.
Dalam etika pancasila terdapat unsur sangat penting atau yang biasa dikenal sebagai Urgensi pancasila dalam sistem etika yaitu terdiri dari :
1. Meletakkan sila-sila pancasila sebagai etika berarti menetapkan pancasila sebagai sumber moral dan inspirasi bagi bangsa Indonesia dalam hal sikap, tindakan, dan keputusan yang diambil.
2. Pancasila sebagai sistem etika artinya memberikan pedoman bagi bangsa Indonesia dalam hal pergaulan dimanapun mereka berada.
3. Pancasila sebagai sistem etika artinya menjadi dasar dalam melakukan analisis sehingga tidak keluar dari semangat kebanggsaan yang berjiwa pancasila.

ILMU KOMUNIKASI PANCASILA -> Forum Analisis Soal

oleh Jessy Riffany -
Jessy Riffany_2216031118_Reguler B

1. menurut saya sistem etika perilaku politik Indonesia pada saat ini masih ada yang belum sesuai dengan nilai-nilai Pancasila. berikut beberapa contoh hal yang masih belum sesuai dengan nilai-nilai pancasila :
a. Aparat birokrasi yang lebih mementingkan kepentingan pribadi, mereka tidak lagi memikirkan bagaimana masyarakat merasa nyaman dengan dan terlayani dengan pelayanan yang mereka berikan tapi justru hal yang penting bagi mereka adalah bagaimana pekerjaan mereka menjadi alat penguasaan. Sehingga pada saat ini masyarakat merasa dirugikan. Hal ini sangat bertentangan dengan sila ke-5 dari pancasila dimana memiliki bunyi “Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia”. Ke egoisan aparat birokrasi yang mementingkan kepentingan pribadi membuat masyarakat merasa tidak adil karena mereka merasa aparat birokrasi bisa melakukan apapun yang mereka mau tanpa memikirkan kepentingan masyarakat.
b. Masih kaburnya kode etik bagi aparat birokrasi publik (code of conduct), sehingga tidak mampu menciptakan adanya budaya birokrasi yang sehat. Tak jarang para birokrat yang memiliki sikap tidak terpuji seperti melayani masyarakat dengan kasar serta tidak acuh dengan masyarakat. Hal ini sangat tidak sesuai dengan sila ke-2 pancasila dimana mengandung nilai humanis yang mempunyai tujuan meningkatkan rasa kemanusiaan. Ada nya kekerasan dalam hal politik tidak menunjukkan adanya rasa kemanusiaan dari aparat birokrasi.
c. Manajemen pelayanan publik (public service management) yang terlalu didominasi paradigma dikotomi kebijakan-administrasi, manajemen ilmiah, matematis dan mengabaikan paradigma diskursif, perilaku sosial, sistemik, pilihan publik dan pilihan sosial. Hal ini sangat bertentangan dengan sila ke-4 yang berbunyi “kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan dan perwakilan”. Dimana sila ke-4 ini berisi nilai untuk saling menghargai yang bertujuan untuk membangun masyarakat yang mau mendengarkan pendapat orang lain.

2. Menurut saya etika generasi muda di sekitar tempat tinggal saya sudah mencerminkan etika dan nilai yang dianut bangsa Indonesia, saya rasa tidak hanya di lingkungan saya saja tapi semua generasi muda sekarang sudah banyak yang mencerminkan etika dan nilai yang dianut oleh bangsa Indonesia. Hal ini bisa kita lihat dari banyaknya orang yang mengatakan bahwa generasi muda memiliki rasa sopan santun dan peduli yang besar. Entah bagaimana tapi memang tidak bisa di pungkiri bahwa generasi muda memiliki rasa peduli yang tinggi, banyak sekali kejadian bencana alam atau hal buruk yang menimpa seseorang diakhiri dengan penggalangan dana yang dilakukan secara online oleh generasi muda yang bertujuan untuk membantu korban yang sedang kesulitan.
Solusi yang dapat saya berikan mengenai adanya dekadensi moral pada saat ini hanyalah solusi kecil yang bisa dilakukan melalui lingkungan masyarakat atau sekolah. Misalnya dengan cara memberikan penjelasan betapa pentingnya nilai-nilai keagamaan, nasionalisme, nilai sosial budaya bangsa dan perkembangan moralitas individu. Kemudian bisa juga dilakukan dengan melestarikan budaya bangsa dan mengenalkan budaya bangsa Indonesia ke negara luar, sehingga kita sebagai bangsa Indonesia akan merasa bangga karena budaya kita yang sudah dikenal oleh banyak orang.