Kiriman dibuat oleh Lia Sugriyah

ILMU KOMUNIKASI PANCASILA -> Forum Analisis Jurnal

oleh Lia Sugriyah -
Lia Sugriyah (2256031025) Reg. M

Judul Jurnal: Pancasila Sebagai Filsafat Ilmu dan Implikasi Terhadap Pengembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi

Isi Utama:
Pancasila adalah dasar negara dan ideologi bagi bangsa Indonesia yang merupakan krisalisasi dari proses akulturasi dan nilai-nilai budaya nusantara yang tumbuh sejak lama. Dalam kehidupan sehari-hari, Pancasila menjadi pedoman bagi bangsa Indonesia dalam memandang manusia, masyarakat, bangsa, dan negara serta sebagai
dasar bagi manusia Indonesia untuk menyelesaikan masalah yang dihadapi kehidupan. Selain menjadi acuan seluruh aktivitas kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara, demikian juga acuan dalam aktivitas ilmiah.

Pancasila sebagai filsafat ilmu merupakan landasan dalam proses berfikir dan berpengetahuan. Nilai-nilai yang terkandung didalamnya, dijadikan landasan berupa sebagai sistem etika dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Pengembangan IPTEK harus senantiasa berakar pada budaya bangsa, sehingga manakala pengembangan ilmu tidak berakar pada ideologi bangsa, sama halnya dengan membiarkan ilmu berkembang tanpa arah dan orientasi yang tidak jelas. Pengembangan IPTEK harus menghormati dan terbuka dengan segala kritik untuk menyesuaikannya dengan nilai dan budaya yang ada sehingga diharapkan dapat membawa perbaikan kualitas hidup manusia Indonesia dan kehidupan masyarakat yang sejahtera, aman dan damai.

ILMU KOMUNIKASI PANCASILA -> Forum Analisis Soal-1

oleh Lia Sugriyah -
Lia Sugriyah (2256031025) Reg. M

A. Menurut saya, benar apa yang disampaikan dalam berita tersebut bahwasannya orang terpelajar pun bahkan bisa juga termakan berita hoaks dan menyebarkannya di media sosial. Hal ini biasa terjadi karena mereka suka, terutama jika berita hoaks tersebut bermaksud untuk membela atau mendukung orang yang dikenal dan disukai, tidak peduli apakah betul atau salah.
Menurut saya, cara mengantisipasi dampak negatif penyebaran hoaks adalah dengan perhatikan dahulu judul dari berita itu, apakah bersifat provokasi atau tidak. Walaupun tidak, belum tentu kita tetap harus memercayainya. Terdapat situs dan sumber berita yang banyak beredar di dunia maya, biasakan diri untuk tidak membaca berita hanya melalui satu sumber saja. Diperlukan untuk kita membaca berita yang sama dengan situs yang berbeda-beda, sebagai pembanding untuk memeriksa fakta atau tidak info yang disajikan. Situs yang dibaca juga harus yang memang sudah terkenal akan keakuratan dan kevalidannya dalam menyampaikan suatu berita.

B. Pengembangan IPTEK yang tidak sesuai dengan nilai-nilai Pancasila di media sosial dapat memicu etika yang menyimpang dalam diri masyarakat, salah satunya seperti menghina orang lain dengan hinaan yang mengandung unsur SARA pada suatu platform.
Solusi pengembangan IPTEK yang lebih baik adalah dengan berpedoman pada nilai-nilai dalam Pancasila, untuk mencegah resiko-resiko buruk yang merugikan manusia tidak terjadi. Pengembangan IPTEK harus senantiasa berakar pada budaya bangsa dan di Indonesia, tentunya pengembangan IPTEK harus menghormati dan terbuka dengan segala kritik untuk menyesuaikanya dengan nilai dan budaya yang ada di Indonesia.

C.Solusi terhadap sikap konsumerisme melalui “kacamata” komunikasi menurut saya adalah berdiskusi dengan diri sendiri dan orang terdekat (komunikasi interpersonal).
Saat melihat barang dan hasrat untuk membeli muncul, “diskusi” terlebih dahulu dengan diri sendiri dengan menggunakan logika seperti “apakah barang tersebut memang sangat dibutuhkan sehingga harus dibeli atau hanya karena menarik?” atau “barang ini lucu, tapi sudah punya dan fungsinya sama, hanya penampilan yang berbeda”.
Jika memang tidak bisa, maka minta pendapat orang lain apakah barang yang ingin kita beli lebih baik dibeli saja atau tidak dan dengan memberikan alasan masuk akal.

ILMU KOMUNIKASI PANCASILA -> Forum Analisis Video-2

oleh Lia Sugriyah -
Lia Sugriyah (2256031025) Reg. M

Hasil analisis:
Video ini berisi berita memperingati kembali peristiwa-peristiwa sejarah yang turut andil memberi pengaruh bagi Indonesia dalam mencapai kemerdekaan hingga menjadi seperti saat ini, tepatnya pada tanggal 15 Agustus 1945. Peristiwa bersejarah di mana Jepang menyerah pada sekutu dengan sebab penjatuhan bom atom yang terjadi di kota-kota di Jepang yaitu Hiroshima dan Nagasaki pada tanggal 6 dan 9 Agustus 1945 oleh pihak sekutu (Amerika Serikat, Britania Raya, Belanda, Hindia Belanda, dan sejumlah negara jajahan Inggris, serta sejumlah negara Amerika Latin). Hal ini terjadi sebagai akibat dari Jepang yang menyerang pangkalan Amerika Serikat di Pearl Harbor pada 7 Agustus 1945 sehingga memicu pihak sekutu untuk bersama-sama berperang melawan Jepang. Pada tanggal 15 Agustus 1945 kemudian, Jepang menyerah pada sekutu yang menandai akhir dari Perang Dunia 2 di wilayah Pasifik.

Bagi Indonesia yang saat itu dijajah Jepang, momen ini menjadikan terjadinya status quo (kekosongan kekuasaan) di wilayah Indonesia. Momen ini membuka peluang dan bermanfaat bagi Indonesia untuk memproklamirkan kemerdekaannya dua hari kemudian atau pada tanggal 17 Agustus 1945.

ILMU KOMUNIKASI PANCASILA -> Forum Analisis Video-1

oleh Lia Sugriyah -
Lia Sugriyah (2256031025) Reg. M

Hasil analisis:
Video ini berisi berita mengenai aksi unjuk rasa oleh ratusan warga yang berlokasi di desa Pegaden Tengah, Pekalongan, Jawa Tengah terhadap pabrik yang membuang limbah olahan pabrik ke sungai dengan menutup saluran pembuangan limbah langsung di lokasi pabrik tersebut yang berasal dari enam pabrik pakaian. Selain karena mencemarkan sungai, warga merasakan dampak yang menimbulkan ketidaknyamanan seperti bau busuk yang mengganggu.
Berdasarkan opini dari salah satu narasumber yang diwawancarai pada video tersebut yaitu Kepala Desa Pegaden Tengah, unjuk rasa ini bertujuan untuk menciptakan kesepakatan dari warga untuk pengusaha pabrik agar mengalirkan limbah tidak di sungai dan bukan bermaksud untuk menutup usahanya.