Nama : Syifa Rahmadinny
NPM : 2216031049
Kelas : Reguler A
Prodi : S1 Ilmu Komunikasi
Analisis Video
Supremasi Hukum
Supremasi hukum itu sendiri adalah upaya menegakkan dan menempatkan hukum pada posisi tertinggi. Dengan menempatkan hukum sesuai tempatnya, hukum dapat melindungi seluruh warga masyarakat tanpa adanya intervensi oleh dan dari pihak manapun, termasuk oleh penyelenggara negara. Oleh karena itu, supremasi hukum tidak sekedar ditandai tersedianya aturan hukum yang ditetapkan, melainkan harus diiringi kemampuan menegakkan kaidah hukum.
Dalam video tersebut, dijelaskan bahwa demokrasi dan demokratisasi tidak dapat dihadapi dengan dan oleh cara hukum yang berkekuasaan otoriter sentralistik. Dan dalam hal ini, pluralisme dalam berhukum muncul sebagai tantangan. Usaha mensejahterakan rakyat, mengurangi pengangguran, dan sebagainya, berkaitan erat dengan pergerakan roda perekonomian. Untuk itu, hukum perlu diposisikan sebagai tulang punggung perekonomian, bukan malah menjadi penghambat. Para investor perlu melihat dan meyakinkan terlebih dahulu kemapanan infrastruktur yang ada, oleh karena itu hukum harus dapat diandalkan untuk dapat menjaga dan menyelamatkan investasi. Seperti apa yang disampaikan oleh Albert Einstein, “ Pertahanan kita bukanlah alat-alat perang, bukan sains, dan bukan pula bersembunyi di ruang bawah tanah. Pertahanan kita adalah hukum dan keteraturan”. Ini menandakan bahwa sebegitu pentingnya hukum dan aturan sebagai bentuk pertahanan kita dalam berbangsa dan bernegara.
NPM : 2216031049
Kelas : Reguler A
Prodi : S1 Ilmu Komunikasi
Analisis Video
Supremasi Hukum
Supremasi hukum itu sendiri adalah upaya menegakkan dan menempatkan hukum pada posisi tertinggi. Dengan menempatkan hukum sesuai tempatnya, hukum dapat melindungi seluruh warga masyarakat tanpa adanya intervensi oleh dan dari pihak manapun, termasuk oleh penyelenggara negara. Oleh karena itu, supremasi hukum tidak sekedar ditandai tersedianya aturan hukum yang ditetapkan, melainkan harus diiringi kemampuan menegakkan kaidah hukum.
Dalam video tersebut, dijelaskan bahwa demokrasi dan demokratisasi tidak dapat dihadapi dengan dan oleh cara hukum yang berkekuasaan otoriter sentralistik. Dan dalam hal ini, pluralisme dalam berhukum muncul sebagai tantangan. Usaha mensejahterakan rakyat, mengurangi pengangguran, dan sebagainya, berkaitan erat dengan pergerakan roda perekonomian. Untuk itu, hukum perlu diposisikan sebagai tulang punggung perekonomian, bukan malah menjadi penghambat. Para investor perlu melihat dan meyakinkan terlebih dahulu kemapanan infrastruktur yang ada, oleh karena itu hukum harus dapat diandalkan untuk dapat menjaga dan menyelamatkan investasi. Seperti apa yang disampaikan oleh Albert Einstein, “ Pertahanan kita bukanlah alat-alat perang, bukan sains, dan bukan pula bersembunyi di ruang bawah tanah. Pertahanan kita adalah hukum dan keteraturan”. Ini menandakan bahwa sebegitu pentingnya hukum dan aturan sebagai bentuk pertahanan kita dalam berbangsa dan bernegara.