Kiriman dibuat oleh Dita ayu Cahaya apria

PSTI A dan B Tahun 2023 -> FORUM JAWABAN POSTTEST

oleh Dita ayu Cahaya apria -
Nama : Dita ayu cahaya apria
Kelas : PSTI B
Npm : 2215061014

Jurnal Pembentukan Karakter

Urgensi Pendidikan Kewarganegaraan sebagai Pendidikan Karakter Bangsa Indonesia melalui Demokrasi HAM dan Masyarakat madani.

Dari beberapa pemaparan para ahli dalam mengartikan pendidikan kewarganegaraan dapat saya simpulkan bahwa pendidikan kewarganegaraan membicarakan tentang hubungan manusia dengan manusia lainnya yang akan melahirkan gerakan warga negara yang sadar akan pentingnya pendidikan kewarganegaraan. Pendidikan kewarganegaraan bertujuan untuk membangun karakter Bangsa Indonesia, mengembangkan kultur demokrasi, menjadikan warga indonesia yang cerdas, aktif, kritis, dan demokrasi. Menurut Robert Dahl sostem demokrasi adalah bagaimana masyarakat dapat mengaplikasikan hak-hak fundamental seperti adanya kebebasan berekspresi, berkomunikasi, berkumpul dan berorganisasi yang dibutuhkan bagi perdebatan politik dan pelaksanaan kampanye kampanye pilihan. Pemerintahan demokrasi adalah pemerintah dari rakyat, oleh rakyat dan untuk rakyat.


HAM pertamakalinya dikemukakan oleh john locke yang dimana menjelaskan bahwa hak asasi manusia yang diberikan secara langsung oleh Tuhan Yang Maha Pencipta dan bersifat kodrati. Pelaksanaan HAM dilakukan melalui 2 instrumen yaitu kovenan hak hak sipil dan politik atau internationak dan kovenan hak hak ekonomi, sosial, dan budaya atau international. Masyarakat madani atau civil society merupakan bagian masyarakat yang memiliki adab dalam membangun, memaknai, dan menjalani kehidupannya. Masyarakat madani tidak muncul dengan sendirinya terfapat unsur unsur sosial yang menjadi prasyarat adapun fakta fakta yang saling mengikat dan menjadi karakter khas masyarakat madani yaitu wilayah publik yang bebas, demokrasi, toleransi, kemajemukan dan keadilan sosial.

PSTI A dan B Tahun 2023 -> FORUM JAWABAN PRETEST

oleh Dita ayu Cahaya apria -
Nama : Dita ayu cahaya apria
Npm : 2215061014
Kelas : PSTI B

ANALISIS HAKEKAT DAN PENTINGNYA PKN DI PERGURUAN TINGGI

Pendidikan kewarganegaraan sendiri
merupakan cara agar peserta didik mmepunyai rasa cinta, setia, berani berkorban membela bangsa dan negara serta melatih cara untuk berfikir kritis,analitis,demokratis,berdasarkan pancasila.

Terdapat landasan ideal dan landasan hukum dalam pendidikan kewarganegaraan
1. Landasan ideal yaitu, pancasila sebagau dasar negara, pancasila sebagai pandangan hidup,pancasila sebagai ideologi negara.

2. Landasan hukum yaitu, pembukaan undang undang dasar 1945, batang tubuh UUD 1945 khusunya pasal 27 ayat 3 tentang bela negara, pasal 30 ayat 1 tentang pertahanan dan keamanan, pasal 31 ayat 1 tentang pendidikan,UU No 20 tahun 1982 tentang pendidikan bela negara, UU No 20 tahun 2003 tentang mata kuliah pengembangan kepribadian serta SK Dirjen DIKTI no 43 tahun 2006 tentang pengembangan mata kuliah kepribadian.

Terdapat sumber historis, sosiologis dan politik dalam pendidikan kewarganegaraan
1. Terdapat sumber historis yang dimana pendidikan kewarganegaraan sudah dimulai sebelum indonesia merdeka

2. Sumber sosiologis yang dimana masyarakatnya memerlukan pendidikan untuk menjaga, memelihara,dan mempertahankan eksistensi sumber politik.

3. Sumber politik yaitu di muatnya dokumen kurikulun pendidikan kewarganegaraan sejak tahun 1957-2013

Dinamika, Esensi dan Urgensi pendidikan kewarganegaraan yaitu memberikan pengaruh positif bagi perkembangan iptek untuk membangun negara bangsa.

Teknik Informatika B-2022 -> Forum Analisis Soal-2

oleh Dita ayu Cahaya apria -
Nama : Dita ayu cahaya apria
Npm : 2215061014
Kelas : PSTI B

ANALISIS SOAL 2
1. Bagaimanakah peran Pancasila sebagai paradigma ilmu bagi disiplin ilmu anda masing-masing dengan merinci setiap sila ke dalam kebijakan ilmu dan landasan etika bagi pengembangan ilmu yang anda pelajari dan bagaimana prosesnya di tengah persaingan global seperti sekarang ini?
Pembahasan : Pancasila sebagai sistem nilai akan mantap berfungsi sebagai paradigma ilmu, apabila para akademisi dan praktisi, warga negara maupun penyelenggara negara, telah meyakini kebenaran nilai-nilai Pancasila dan menjadikannya sebagai acuan dalam berolah ilmu maupun beramal dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.
1. Sila Ketuhanan Yang Maha Esa, mengimplementasikan ilmu pengetahuan, mencipta, perimbangan antara rasional dengan irrasional, antara akal, rasa, dan kehendak. Berdasarkan sila pertama ini iptek tidak hanya memikirkan apa yang ditemukan, dibuktikan, dan diciptakan, tetapi juga dipertimbangkan maksudnya dan akibatnya apakah merugikan manusia dengan sekitarnya. Pengolahan diimbangi dengan pelestarian. Sila pertama menempatkan manusia di alam semesta bukan sebagai pusatnya melainkan sebagai bagian yang sistematik dari alam yang diolahnya.

2. Sila Kemanusiaan yang adil dan beradab, memberikan dasardasar moralitas bahwa manusia dalam mengembangkan iptek haruslah secara beradab. Iptek adalah bagian dari proses budaya manusia yang beradab dan bermoral. Oleh sebab itu, pembangunan iptek harus didasarkan pada hakikat tujuan demi kesejahteraan umat manusia Iptek harus dapat diabdikan untuk peningkatan harkat dan martabat manusia, bukan menjadikan manusia sebagai makhluk yang angkuh dan sombong akibat dari penggunaan iptek.

3. Sila Persatuan Indonesia, memberikan kesadaran kepada bangsa Indonesia bahwa rasa nasionalisme bangsa Indonesia akibat dari sumbangan iptek, dengan iptek persatuan dan kesatuan bangsa dapat terwujud dan terpelihara, persaudaraan dan persahabatan antar daerah di berbagai daerah terjalin karena tidak lepas dari faktor kemajuan iptek. Oleh sebab itu, Iptek harus dapat dikembangkan untuk memperkuat rasa persatuan dan kesatuan bangsa dan selanjutnya dapat dikembangkan dalam hubungan manusia Indonesia dengan masyarakat internasional.

4. Sila Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmah kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan, mendasari pengembangan iptek secara demokratis. Artinya setiap ilmuwan haruslah memiliki kebebasan untuk mengembangkan iptek. Selain itu dalam pengembangan iptek setiap ilmuwan juga harus menghormati dan menghargai kebebasan orang lain dan harus memiliki sikap yang terbuka artinya terbuka untuk dikritik, dikaji ulanh maupun dibandingkan dengan penemuan teori lainnya.

5. Sila Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia, kemajuan iptek harus dapat menjaga keseimbangan keadilan dalam kehidupan kemanusiaan, yaitu keseimbangan keadilan dalam hubungannya dengan dirinya sendiri, manusia dengan Tuhannya, manusia dengan manusia lain, manusia dengan masyarakat bangsa dan negara serta manusia dengan alam lingkungannya.

2. Bagaimanakah harapanmu mengenai model pemimpin, warganegara dan ilmuwan yang Pancasilais di Indonesia sekarang dan di masa mendatang?
Pembhasan : pemimpin berjiwa pancasila adalah pemimpin yang mengerti benar akan hakikat pancasila sebagai ideologi Bangsa Indonesia. Sehingga dengan begitu, semua kebijakan yang diambilnya kelak akan berpedoman pada ideologi Bangsa. Pemimpin harus memiliki lima karakteristik sebagaimana yang terkandung dalam Lima sila yang terdapat dalam Pancasila.

Teknik Informatika B-2022 -> Forum Analisis Jurnal

oleh Dita ayu Cahaya apria -
Nama : Dita ayu cahaya apria
Npm : 2215061014
Kelas : PSTI B

ANALISIS JURNAL
Dalam jurnal yang berjudul" PANCASILA SEBAGAI FILSAFAT ILMU DAN IMPLIKASI TERHADAP PENGEMBANGAN ILMU PENGETAHUAN DAN TEKNOLOGI" Menjelaskan tentang pancasila yang menjadi pedoman atau petunjuk dalam hidup berbangsa dan bernegara,panacasila diharapkan menjadi pandangan hidup bangsa indonesia sebagai dasar pemersatu, lambang persatuan, dan kesatuan serta sebagai pertahanan bangsa dan negara indonesia. Dalam kehidupan sehari-hari Pancasila menjadi
pedoman atau dasar bagi bangsa Indonesia dalam memandang realitas alam
semesta, manusia, masyarakat, bangsa, dan negara tentang makna hidup
serta sebagai dasar bagi manusia Indonesia untuk menyelesaikan masalah
yang dihadapi dalam hidup dan kehidupan. Pancasila sebagai filsafat ilmu
mengandung nilai ganda, yaitu harus memberikan landasar teoritik (dan
normatif) bagi penguasaan dan pengembangan iptek dan menetapkan
tujuan; dan nilai instrinsik tujuan iptek dilandasi oleh nilai mental
kepribadian dan moral manusia. Implikasi sila-sila dalam pengembangan IPTEK
1. ketuhanan yang maha esa
* Percaya dan takwa kepada Tuhan yang maha Esa sesuai dengan agama
dan kepercayaan masing-masing menurut dasar kemanusiaan yang adil
dan beradab.
* Hormat menghormati dan berkerjasama antara pemeluk agama dan
penganut kepercayaan yang berbeda-beda, sehingga terbina kerukunan
hidup.
* Saling menghormati kebebasan menjalankan ibadah sesuai dengan
35
agama dan kepercayaannya.
* Tidak memaksakan suatu agama dan kepercayaan kepada orang lain.
Sedangkan menurut Muchtar Nilai-Nilai di dalam sila Ketuhanan
yang Mahasa Esa terkandung nilai Religius antara lain adalah:
* Kepercayaan Terhadap adanya Tuhan Yang Maha Esa sebagai pencipta
segala sesuatu dengan sifat-sifat yang sempurna dan suci seperti
Mahakuasa, Maha Adil, Maha Bijaksana, dan sebagainya;
* Ketakwaan Terhadap Tuhan yang Maha Esa, yakni menjalankan semua
perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya.

2. Kemanusiaan yang Adil dan beradab
kemanusiaan yang adil dan beradab adalah kesadaran sikap dan
perbuatan manusia yang didasarkan kepada potensi budi murni manusia
dalam hubungan dengan norma-norma dan kebudayaan umum baik terhadap
diri pribadi, sesama manusia maupun terhadap alam dan hewan. Pada
prinsipnya kemanusiaan yang adil dan beradab adalah sikap dan perbuatan
manusia yang sesungguhnya sesuai dengan kodrat hakikat manusia yang
berbudi, sadar nilai dan berbudaya.

3. Persatuan indonesia
Implikasinya dalam pengembangan ilmu pengetahuan adalah Sila
persatuan Indonesia, memberikan kesadaran kepada bangsa Indonesia
bahwa rasa nasionalisme bangsa Indonesia akibat dari sumbangan iptek,
dengan iptek persatuan dan kesatuan bangsa dapat terwujud dan terpelihara,
persaudaraan dan pesahabatan antar daerah di berbagai daerah terjalin
karena tidak lepas dari factor kemajuan iptek. Oleh sebab itu, iptek harus
dapat dikembangkan untuk memperkuat rasa persatuan dan kesatuan bangsa
dan selanjutnya dapat dikembangkan dalam hubungan manusia Indonesia
dengan masyarakat internasional.

4. Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmah kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan
Implikasinya dalam pengembangan pengetahuan adalah Sila
kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksaan dalam permusyawaratan
perwakilan, mendasari pengembangan Iptek secara demokratis. Artinya,
setiap ilmuwan haruslah memiliki kebebasan untuk mengembangkan Iptek.
Selain itu dalam pengembangan iptek setiap ilmuwan juga harus
menghormati dan menghargai kebebasan orang lain dan harus memilki
sikap yang tebuka artinya terbuka untuk dikritik/dikaji ulang maupun
dibandingkan dengan penemuan teori lainnya.

5. Keadilan sosial bagi rakyat indonesia
Implikasi sila ke 5 dalam pengembangan ilmu pengetahuan adalah;
Sila keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia, mengimplementasikan
pengembangan iptek haruslah menjaga keseimbangan keadilan dalam
kehidupan kemanusiaan yaitu keseimbangan keadilan dalam hubungannya
dengan dirinya sendiri, manusia dengan Tuhannya, manusia dengan
41 manusia lain, manusia dengan msyarakat bangsa dan negara serta manusia
dengan alam lingkungannya