Kiriman dibuat oleh Neila Pebiola

Nama : Neila Pebiola
Npm : 2216031097
Kelas : Reguler A
Prodi : Ilmu Komunikasi

Indonesia adalah sebuah negara demokrasi yang didasarkan pada hukum yang berkeadilan. Prinsip supermasi hukum dan keadilan merupakan dasar bagi tata kelola negara Indonesia. Prinsip ini menunjukkan bahwa hukum harus menjadi landasan utama dalam setiap keputusan yang diambil oleh pemerintah dan juga dalam menyelesaikan konflik yang terjadi di masyarakat.Namun, implementasi prinsip supermasi hukum dan keadilan di Indonesia masih belum optimal. Beberapa kasus penyelewengan kekuasaan, korupsi, dan pelanggaran hak asasi manusia masih terjadi. Hal ini menunjukkan bahwa keberadaan hukum dan keadilan di Indonesia masih menjadi tantangan.
Banyak sekali sejarah penerapan sistem sistem yang menyimpang di Indonesia yang akhirnya membuktikan bahwa hukum merupakan peran penting dalam keberhasilan bernegara, sehingga pluralisme dalam hukum muncul menjadi tantangan, usaha untuk mensejahterakan rakyat. Dimana hukum pun dijadikan tulang punggung roda perekonomian untuk kemapanan infrastruktur. Hukum harus dapat diandalkan dalam investasi karena para investor tentunya akan menginginkan pengembangan infrastruktur yang baik agar mereka mendapatkan keuntungan yang dapat diraih untuk kemakmuran negara.
Upaya penegakan hukum hanya satu elemen saja dari keseluruhan persoalan kita sebagai Negara Hukum yang mencita-citakan upaya menegakkan dan mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Hukum tidak mungkin akan tegak, jika hukum itu sendiri tidak atau belum mencerminkan perasaan atau nilai-nilai keadilan yang hidup dalam masyarakatnya. Artinya, persoalan yang kita hadapi bukan saja berkenaan dengan upaya penegakan hukum tetapi juga pembaruan hukum atau pembuatan hukum baru.

Ilmu Komunikasi A genap 2023 -> POST TEST

oleh Neila Pebiola -
Nama : Neila Pebiola
NPM : 2216031097
Kelas : Reguler A

1. Bagaimanakah isi artikel diatas menurut pendapatmu secara lengkap, mempunyai dasar dan jelas ! Hal positif apa yang bisa anda ambil dari artikel tersebut?
Menurut pendapat saya isi artikel tersebut merupakan pemaknaan filsafat wayang sebagai bidang kajian. Jika filsafat wayang bisa diaplikasikan lebih luas, maka akan menunjukkan bahwa Indonesia memiliki tradisi pemikiran yang unik. Di Indonesia falsafah yang mencerminkan pandangan hidup kearifan lokal, tradisi, dan adat istiadat sehari-hari merupakan karya kolektif dan milik bersama, seperti Wayang. Wayang menjadi sumber nilai falsafah yang tiada habisnya karena wayang dianggap sebagai simbol kehidupan manusia. Tidak ada bangsa yang berhasil tanpa identitas yang kuat,” kata Rektor UGM Yogyakarta Sudjawardi. Dalam kasus Jawa, Wayang lebih dari sekedar alat perwujudan masyarakat budaya, juga mengingat sistem sosial Indonesia dan masyarakat jawa wayang juga sebagai sistem kepercayaan jadi wayang merupakan "realitas" dalam dunia spiritual mereka. Hal positif yang terkandung dalam artikel tersebut yaitu wayang merupakan pewarisan budaya Indonesia yang memiliki identitas sangat kuat. Wayang merupakan karya anak bangsa yang diaktualisasikan sebagai suatu komunitas budaya.

2. Dari artikel diatas, jelaskan apa yang menjadi hak dan kewajiban sebagai seorang warganegara?
yang menjadi hak dan kewajiban sebagai seorang negara adalah kewajiban untuk turut melestarikan dan menjaga wayang agar tidak terlupakan dalam filsafat Indonesia. Sedangkan mempertahankan wayang sebagai hak milik Indonesia.

3. Bagaimana strategi yang Anda dapat tawarkan/usulkan untuk memahami, menghayati, dan mengamalkan hak hak dan kewajiban warga negara Indonesia yang sesuai dengan Pancasila?
Untuk memahami, menghayati, dan mengamalkan hak dan kewajiban sebagai warga negara Indonesia yang sesuai dengan Pancasila, kita harus memahami Pancasila secara mendalam. Hal ini dapat membantu kita memahami nilai-nilai dan prinsip-prinsip yang terkandung di dalam Pancasila, sehingga kita dapat menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Sebagai warga negara Indonesia yang baik, kita perlu menginternalisasi nilai-nilai Pancasila dalam diri kita, seperti gotong royong.