Syifa Az Zahra
2217011074
A
Video ini membahas perjalanan sistem demokrasi Indonesia dari awal kemerdekaan hingga era reformasi. Pada awalnya, Indonesia menganut sistem demokrasi parlementer (1945–1959) yang ditandai dengan kebebasan politik dan banyaknya partai. Namun, sistem ini belum stabil karena seringnya pergantian kabinet, yang mencerminkan dinamika politik yang belum matang.
Memasuki era Demokrasi Terpimpin (1959–1965), Presiden Soekarno mengambil alih kekuasaan legislatif dan memperkuat eksekutif, sehingga sistem menjadi lebih otoriter. Kebebasan berpendapat dibatasi, dan partai politik dikendalikan oleh pemerintah pusat. Periode ini ditandai dengan meningkatnya peran militer dan menurunnya kekuatan lembaga demokratis.
Setelahnya, muncul masa Orde Baru (1966–1998) di bawah Presiden Soeharto yang membawa stabilitas politik dan pembangunan ekonomi. Namun, stabilitas ini dibayar mahal oleh kebebasan sipil yang ditekan, dominasi partai Golkar, serta maraknya korupsi dan nepotisme. Kritik terhadap pemerintah ditekan, dan pemilu dilaksanakan hanya sebagai formalitas.
Era Reformasi yang dimulai pada 1998 menjadi titik balik penting. Runtuhnya rezim Orde Baru membuka jalan bagi sistem demokrasi yang lebih terbuka. Pemilu mulai dilaksanakan secara langsung, kebebasan pers meningkat, dan lembaga-lembaga pengawas mulai diberdayakan. Namun, tantangan demokrasi masih terus ada, seperti politik uang, polarisasi, dan lemahnya penegakan hukum.