Nabilah Attohiroh Sofwah Al-atsari
2217011002
A-Kimia
Video ini menelusuri evolusi demokrasi di Indonesia dari masa perjuangan kemerdekaan hingga era reformasi. Pada awal kemerdekaan, demokrasi belum menjadi prioritas karena bangsa lebih fokus pada upaya mempertahankan kedaulatan dari ancaman penjajah. Saat itu, media seperti Tempo lebih berperan sebagai corong perjuangan ketimbang menjalankan fungsi kontrol sosial.
Masa demokrasi parlementer (1945-1959) sering disebut sebagai periode kejayaan demokrasi karena banyak menerapkan nilai-nilai demokratis. Namun, sistem ini rapuh dan cepat runtuh akibat konflik ideologis, kondisi sosial-ekonomi yang belum mapan, serta penolakan dari kalangan militer dan Soekarno yang menganggap sistem multipartai tidak efektif.
Era demokrasi terpimpin (1959-1965) menandai pergeseran ke sistem otoriter di mana kekuasaan terpusat di tangan Soekarno. Ketegangan politik memuncak akibat persaingan antara tiga aktor utama: militer, Soekarno, dan PKI. Ruang demokrasi menyempit, dan partisipasi masyarakat semakin dibatasi.
Di bawah Orde Baru, demokrasi diwarnai oleh konsep Demokrasi Pancasila. Awalnya ada harapan baru, tetapi lama-kelamaan kekuasaan didominasi oleh militer dan birokrasi. Partai politik dibatasi, kebebasan sipil dikendalikan, dan pilihan politik rakyat sangat terbatas.
Gelombang reformasi tahun 1998 membawa perubahan signifikan. Runtuhnya rezim Soeharto membuka jalan bagi kebebasan yang lebih luas. Pemilu dilaksanakan dengan lebih transparan, sirkulasi kekuasaan terjadi hingga tingkat daerah, rekrutmen politik semakin inklusif, dan hak-hak dasar seperti kebebasan berekspresi mulai dijamin. Namun, demokrasi di era ini masih terus berkembang menuju bentuk yang lebih matang.
Secara keseluruhan, demokrasi di Indonesia telah mengalami kemajuan bertahap, dari sistem yang tertutup menuju tata kelola yang lebih inklusif. Meski demikian, tantangan seperti penguatan lembaga politik dan pembudayaan nilai-nilai demokrasi masih perlu diatasi. Video ini menegaskan bahwa demokrasi bukanlah hasil instan, melainkan sebuah proses panjang yang membutuhkan kesadaran dan partisipasi seluruh elemen bangsa.
2217011002
A-Kimia
Video ini menelusuri evolusi demokrasi di Indonesia dari masa perjuangan kemerdekaan hingga era reformasi. Pada awal kemerdekaan, demokrasi belum menjadi prioritas karena bangsa lebih fokus pada upaya mempertahankan kedaulatan dari ancaman penjajah. Saat itu, media seperti Tempo lebih berperan sebagai corong perjuangan ketimbang menjalankan fungsi kontrol sosial.
Masa demokrasi parlementer (1945-1959) sering disebut sebagai periode kejayaan demokrasi karena banyak menerapkan nilai-nilai demokratis. Namun, sistem ini rapuh dan cepat runtuh akibat konflik ideologis, kondisi sosial-ekonomi yang belum mapan, serta penolakan dari kalangan militer dan Soekarno yang menganggap sistem multipartai tidak efektif.
Era demokrasi terpimpin (1959-1965) menandai pergeseran ke sistem otoriter di mana kekuasaan terpusat di tangan Soekarno. Ketegangan politik memuncak akibat persaingan antara tiga aktor utama: militer, Soekarno, dan PKI. Ruang demokrasi menyempit, dan partisipasi masyarakat semakin dibatasi.
Di bawah Orde Baru, demokrasi diwarnai oleh konsep Demokrasi Pancasila. Awalnya ada harapan baru, tetapi lama-kelamaan kekuasaan didominasi oleh militer dan birokrasi. Partai politik dibatasi, kebebasan sipil dikendalikan, dan pilihan politik rakyat sangat terbatas.
Gelombang reformasi tahun 1998 membawa perubahan signifikan. Runtuhnya rezim Soeharto membuka jalan bagi kebebasan yang lebih luas. Pemilu dilaksanakan dengan lebih transparan, sirkulasi kekuasaan terjadi hingga tingkat daerah, rekrutmen politik semakin inklusif, dan hak-hak dasar seperti kebebasan berekspresi mulai dijamin. Namun, demokrasi di era ini masih terus berkembang menuju bentuk yang lebih matang.
Secara keseluruhan, demokrasi di Indonesia telah mengalami kemajuan bertahap, dari sistem yang tertutup menuju tata kelola yang lebih inklusif. Meski demikian, tantangan seperti penguatan lembaga politik dan pembudayaan nilai-nilai demokrasi masih perlu diatasi. Video ini menegaskan bahwa demokrasi bukanlah hasil instan, melainkan sebuah proses panjang yang membutuhkan kesadaran dan partisipasi seluruh elemen bangsa.