Menurut pendapat prinadi saya, pancasila berperan sebagai landasar dari kehidupan bangsa Indonesia yang memiliki keanekaragaman agama, ras, suku, dan bahasa. Perbedaan tak menjadi penghalang dalam kebudayaan dan persatuan. Dengan adanya ketuhanan, kemanusiaan yang adil dan beradap, persatuan Indonesia, Kerayakyatan yang dipimpin oleh hikmat dan kebijaksanaan dalam permusyawaratam perwakilan serta keadilan sosial bagi rakyat Indonesia. Jelas, tiap pasal dari pancasila menggambarkan apa yang dibutuhkan bangsa ini untuk tetap utuh bersatu.
གནས་བསྐྱོད་བཟོ་མི་ Annisa Aulia Putri
Annisa Aulia Putri_2217011143_Hadir di Unila
Menurut pandangan pribadi saya sebagai seorang mahasiswa dan salah satu masyarakat Indonesia yang saat ini keutuhan dari negaranya sedang tidak baik-baik saja. Hal ini karena kurangnya realisasi dari nilai-nilai pancasila dalam kehidupan dalam bermasyarakat. Baik dari pemerintah maupun masyarakatnya sendiri.
Faktor-faktor yang mungkin menyebabkan keresehan ini, yaitu:
1. Kurangnya wawasan mengenai nilai-nilai pancasila
Sejak kecil, pembelajaran mengenai kenegaraan hanyalah materi yang bersumber dari buku. Kurang atau bahkan tidak ada, studi kasus yang mengharuskan anak-anaknya mengutarakan pendapat. Hanya materi, hapalan dan presentasi mengenai apa yang dihapalkan tetapi tidak tahu apakah ada nilai-nilai yang ditanamkan dalam diri dan diresapi.
Tentu hal ini tidak hanya berlaku di sekolah namun juga dirumah. Zaman sekarang, jarang sekali orang tua yang melek akan pentingnya wawasan kebangsaan mengenai kasus kasus yang terjadi di NKRI. Lebih fokus kepada kerjaan dan anak diberi hiburan seperti hp tetapi apa yang dibuka? Apa yang diperlihatkan? Kartun, yang kebanyakan berasal dari luar negri. Jarang orang tua yang membiasakan anak-anaknya untuk literasi apalagi membiasakan untuk mengetahui berita negara kita terkini. Hal inilah yang menjadi kebiasaan generasi muda.
2. Kurangnya peran sosial media dalam menyebarluaskan tentang informasi yang netral dan akurat serta forum diskusi yang sehat
Mengapa saya berpendapat demikian? Karena menurut saya, berita-bertia, acara-acara, atau semacamnya lebih mengarah ke entertaiment. Kehidupan para selebriti dan lain sebagainya. Orang-orang lebih tertari akan gosip seperti itu dibandingkan gosip negara. Kenapa? Karena setiap berita-berita tentang negara, penuh kontrovesi. Jikalau mendukung A kita akan dihujat B. Jikalau kita tertarik dengan berita X akan dibilang sok paham dan sebagainya. Padahal, jikalau kita difasilitasi atau dari kita sendiri bersama sama membuat forum diskusi yang real untuk berbagi pendapat tanpa ada saling caci maki hina dan rasa menang sendiri, kita bisa mencerta berita-berita yang ada. Tanpa terkena hoax, buzzer dan sebagainya. Memang politik tidak ada yang benar benar putih dan hitam. Namun kita bisa menjaga NKRI setidaknya dengan tau dan paham apa masalah negara sebenarnya tanpa harus melibatkan perpecahan karena perbedaan pendapat.
3. Kemiskinan
Jujur, kemiskinan menurut saya adalah hal yang mendasar akan hal-hal yang sebelumnya saya sebutkan. Karena kemiskinan, kita sulit berkomunikasi untuk berpendapat dengan baik sebab minimnya pengetahuan yang kita dapatkan dari dunia pendidikan. Karena kemiskinan, kita bisa berpijak entah pada pihak salah atau tidak sebab diberi uang yang hanya mengcover makan seminggu. Karena kemiskinan, suara-suara yang kita keluarkan tak terdengar sebab tak ada ongkos untuk mengirimkannya. Kalah dengan mereka yang telinganya tersumbat dan matanya tertutup rapat. Karena kemiskinan, apapun yang kita lakukan yang kita rasakan yang kita keluhkan kembali lagi pada diri sendiri, bukannya mendapat kehidupan yang layak… pendidikan yang harusnya dikejar malah menjadi waktu untuk mencari uang walau usia kecil. Pendidikan yang terlewatkan tentu menjadi penyebab penyebab lain dikemudian hari. Kasus tindak kriminal dimana-mana. Opini kadang tak logika dan mudah terbawa emosi. Keagamaan yang tertinggal tak bisa dipungkiri mulanya karena kurangnya pendidikan yang dirasakan.
4. Rasa toleransi dan saling menghargai serta keadilan sosial
Banyaknya perbedaan di negara BhinekanTunggalIka ini malah menjadi ajang perpecahan. Kembali lagi, mengapa hal ini dapat terjadi. Dasarnya adalah, kurangnya pendidikan. Pendidikan karakter, pendidikan kewarganegaraan, pendidikan keagamaan. Semua hal yang harusnya ditanamkan. Kalah dengan persaingan akan nilai. Nilai kehidupan yang damai, nilai kekayaan pribadi, nilai jabatan dan posisi yang disenangi. Tak jarang orang-orang mulai melakukan nepotisme agar mempermudah jalannya sendiri. Hilang sudah toleransi, menghargai dan keadilan. Kadang kala pula, orang yang memiliki status sosial lebih rendah tidak dipandang baik dari segi kinerja maupun pendapatnya. Sering juga, rasisme terhadap ras dan suku karena merasa lebih unggul terjadi. Padahal, itulah NKRI :(
Intinya adalah, baik pemerintah maupun warganya harus bersama sama untuk menjadikan NKRI tetap satu. Beda pendapat bukanlah penghalang, tanamkan rasa nasionalisme dalam diri, sejakdini.
Faktor-faktor yang mungkin menyebabkan keresehan ini, yaitu:
1. Kurangnya wawasan mengenai nilai-nilai pancasila
Sejak kecil, pembelajaran mengenai kenegaraan hanyalah materi yang bersumber dari buku. Kurang atau bahkan tidak ada, studi kasus yang mengharuskan anak-anaknya mengutarakan pendapat. Hanya materi, hapalan dan presentasi mengenai apa yang dihapalkan tetapi tidak tahu apakah ada nilai-nilai yang ditanamkan dalam diri dan diresapi.
Tentu hal ini tidak hanya berlaku di sekolah namun juga dirumah. Zaman sekarang, jarang sekali orang tua yang melek akan pentingnya wawasan kebangsaan mengenai kasus kasus yang terjadi di NKRI. Lebih fokus kepada kerjaan dan anak diberi hiburan seperti hp tetapi apa yang dibuka? Apa yang diperlihatkan? Kartun, yang kebanyakan berasal dari luar negri. Jarang orang tua yang membiasakan anak-anaknya untuk literasi apalagi membiasakan untuk mengetahui berita negara kita terkini. Hal inilah yang menjadi kebiasaan generasi muda.
2. Kurangnya peran sosial media dalam menyebarluaskan tentang informasi yang netral dan akurat serta forum diskusi yang sehat
Mengapa saya berpendapat demikian? Karena menurut saya, berita-bertia, acara-acara, atau semacamnya lebih mengarah ke entertaiment. Kehidupan para selebriti dan lain sebagainya. Orang-orang lebih tertari akan gosip seperti itu dibandingkan gosip negara. Kenapa? Karena setiap berita-berita tentang negara, penuh kontrovesi. Jikalau mendukung A kita akan dihujat B. Jikalau kita tertarik dengan berita X akan dibilang sok paham dan sebagainya. Padahal, jikalau kita difasilitasi atau dari kita sendiri bersama sama membuat forum diskusi yang real untuk berbagi pendapat tanpa ada saling caci maki hina dan rasa menang sendiri, kita bisa mencerta berita-berita yang ada. Tanpa terkena hoax, buzzer dan sebagainya. Memang politik tidak ada yang benar benar putih dan hitam. Namun kita bisa menjaga NKRI setidaknya dengan tau dan paham apa masalah negara sebenarnya tanpa harus melibatkan perpecahan karena perbedaan pendapat.
3. Kemiskinan
Jujur, kemiskinan menurut saya adalah hal yang mendasar akan hal-hal yang sebelumnya saya sebutkan. Karena kemiskinan, kita sulit berkomunikasi untuk berpendapat dengan baik sebab minimnya pengetahuan yang kita dapatkan dari dunia pendidikan. Karena kemiskinan, kita bisa berpijak entah pada pihak salah atau tidak sebab diberi uang yang hanya mengcover makan seminggu. Karena kemiskinan, suara-suara yang kita keluarkan tak terdengar sebab tak ada ongkos untuk mengirimkannya. Kalah dengan mereka yang telinganya tersumbat dan matanya tertutup rapat. Karena kemiskinan, apapun yang kita lakukan yang kita rasakan yang kita keluhkan kembali lagi pada diri sendiri, bukannya mendapat kehidupan yang layak… pendidikan yang harusnya dikejar malah menjadi waktu untuk mencari uang walau usia kecil. Pendidikan yang terlewatkan tentu menjadi penyebab penyebab lain dikemudian hari. Kasus tindak kriminal dimana-mana. Opini kadang tak logika dan mudah terbawa emosi. Keagamaan yang tertinggal tak bisa dipungkiri mulanya karena kurangnya pendidikan yang dirasakan.
4. Rasa toleransi dan saling menghargai serta keadilan sosial
Banyaknya perbedaan di negara BhinekanTunggalIka ini malah menjadi ajang perpecahan. Kembali lagi, mengapa hal ini dapat terjadi. Dasarnya adalah, kurangnya pendidikan. Pendidikan karakter, pendidikan kewarganegaraan, pendidikan keagamaan. Semua hal yang harusnya ditanamkan. Kalah dengan persaingan akan nilai. Nilai kehidupan yang damai, nilai kekayaan pribadi, nilai jabatan dan posisi yang disenangi. Tak jarang orang-orang mulai melakukan nepotisme agar mempermudah jalannya sendiri. Hilang sudah toleransi, menghargai dan keadilan. Kadang kala pula, orang yang memiliki status sosial lebih rendah tidak dipandang baik dari segi kinerja maupun pendapatnya. Sering juga, rasisme terhadap ras dan suku karena merasa lebih unggul terjadi. Padahal, itulah NKRI :(
Intinya adalah, baik pemerintah maupun warganya harus bersama sama untuk menjadikan NKRI tetap satu. Beda pendapat bukanlah penghalang, tanamkan rasa nasionalisme dalam diri, sejakdini.
Annisa Aulia Putri_2217011143
PAI Kimia C FMIPA -> Resume Kuliah Umum -> resume -> Re: resume
Annisa Aulia Putri གིས-
Annisa Aulia Putri
2217011143
Izin mengumpulkan resume kuliah umum PAI
2217011143
Izin mengumpulkan resume kuliah umum PAI