གནས་བསྐྱོད་བཟོ་མི་ Annisa Aulia Putri

Pkn Mipa kimia 2025 -> FORUM JAWABAN POST TEST

Annisa Aulia Putri གིས-
Nama: Annisa Aulia Putri
NPM: 2217011143

Berdasarkan apa yang saya peroleh, jurnal ini membahas tentang pentingnya integrasi nasional sebagai cara untuk mengatasi etnosentrisme di Indonesia. Sejak Indonesia merdeka, negara ini telah mengalami berbagai perubahan politik dan ideologi, mulai dari Orde Lama, Orde Baru, hingga Reformasi. Menyertai perubahan tersebut, konflik tidak dapat dihindari. Orde Baru, misalnya, menerapkan sistem pemerintahan yang terlalu terpusat, sehingga daerah-daerah merasa hak dan aspirasi mereka tidak diakui. Setelah Reformasi, kebebasan semakin besar, tetapi juga memicu munculnya konflik antar-kelompok yang semakin sering terjadi. Oleh karena itu, diperlukan strategi untuk menjaga persatuan di tengah keberagaman.

Kemudian pada jurnal ini mengangkat pembahasan, bahwasannya identitas nasional bukan hanya sekadar simbol seperti bendera atau lagu kebangsaan, tetapi juga bagaimana masyarakat melihat diri mereka sebagai bagian dari bangsa Indonesia. Nah identitas ini bisa terbentuk dari beberapa faktor, seperti suku, budaya, pendidikan, profesi, dan kepentingan pribadi atau kelompok. Selain itu, media juga berpengaruh pada perkembangannya. Misalnya, banyak orang dari latar belakang berbeda bisa merasa memiliki gaya hidup yang sama karena terpengaruh oleh konten-konten di sosial media seperti TikTok atau Instagram. Agar integrasi nasional dapat terwujud, harus ada kesamaan dalam bahasa, nilai budaya, cita-cita politik, dan pandangan hidup. Namun, jika setiap kelompok hanya fokus pada identitasnya sendiri dan tidak mau berbaur, persatuan bangsa justru bisa melemah.

Salah satu tantangan dalam menjaga integrasi nasional adalah kebijakan otonomi daerah, yang memberi kewenangan lebih besar kepada daerah untuk mengatur wilayahnya sendiri. Akibatnya, banyak daerah lebih mementingkan kepentingannya sendiri daripada kepentingan nasional. Pemekaran wilayah yang seharusnya bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat justru sering dimanfaatkan untuk kepentingan politik. Contohnya, banyak daerah hanya menerima pegawai dari suku atau wilayahnya sendiri, yang akhirnya mempersempit ruang interaksi antara masyarakat dari berbagai latar belakang. Uuntuk mengatasi masalah ini, masyarakat perlu memahami bahwa konflik antar-etnis, antar-daerah, antar-agama, dan antar-partai politik tidak perlu terjadi jika semua pihak menyadari bahwa keberagaman adalah sebuah kenyataan yang harus diterima dan dikelola dengan baik.

Kesimpulan dari jurnal ini adalah bahwa Indonesia merupakan negara yang sangat beragam, dan keberagaman ini seharusnya menjadi kekuatan, bukan sumber perpecahan. Jika setiap individu dan kelompok lebih peduli pada kepentingan bersama daripada kepentingan pribadi atau kelompoknya sendiri, maka integrasi nasional akan tetap terjaga, dan Indonesia dapat berkembang sebagai bangsa yang kuat dan bersatu.