Nama: Dias Prameswari
NPM: 2217011172
Kelas: 2217011172
Jurnal berjudul *Urgensi Pendidikan Kewarganegaraan Sebagai Pendidikan Karakter Bangsa Indonesia melalui Demokrasi, HAM, dan Masyarakat Madani* karya Aulia Rosa Nasution mengulas pentingnya Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) dalam membentuk karakter generasi bangsa. Setelah berakhirnya rezim Orde Baru pada tahun 1998, Indonesia memasuki era demokrasi, namun dalam penerapannya masih menghadapi berbagai hambatan. Banyak warga yang belum benar-benar memahami esensi demokrasi, sehingga praktik seperti politik uang, penyelesaian konflik dengan kekerasan, serta rendahnya kesadaran atas hak dan kewajiban sebagai warga negara masih sering terjadi. Oleh karena itu, PKn dianggap sebagai instrumen penting dalam membentuk generasi yang cerdas, kritis, aktif, serta mampu memahami dan menerapkan nilai-nilai kehidupan berbangsa dan bernegara.
Jurnal ini juga menegaskan pentingnya penanaman nilai-nilai Hak Asasi Manusia (HAM) sejak dini. HAM merupakan hak mendasar yang melekat pada setiap individu dan tidak dapat dicabut oleh siapa pun. Di Indonesia, sejarah HAM telah berlangsung sejak masa penjajahan hingga masa reformasi. Pada masa Orde Baru, banyak terjadi pelanggaran HAM karena pemerintahan yang bersifat otoriter. Namun, sejak era reformasi, berbagai langkah perbaikan dilakukan, seperti pembentukan Komnas HAM dan pengintegrasian prinsip-prinsip HAM dalam konstitusi. Melalui Pendidikan Kewarganegaraan, pemahaman dan penghargaan terhadap HAM diharapkan dapat tumbuh dalam diri warga negara agar mampu menjalankan hak dan kewajibannya secara seimbang.
Lebih lanjut, jurnal ini membahas pentingnya membangun masyarakat madani, yaitu masyarakat yang menjunjung tinggi nilai-nilai kebebasan, keadilan sosial, toleransi, dan keberagaman. Masyarakat madani memiliki ruang publik yang terbuka untuk berdiskusi, menyampaikan pendapat, dan berpartisipasi dalam kehidupan sosial-politik. Mahasiswa dan organisasi masyarakat sipil memiliki peran strategis dalam mendorong terciptanya masyarakat yang demokratis dan inklusif. Dengan demikian, Pendidikan Kewarganegaraan tidak hanya terbatas pada pembelajaran teoritis, tetapi juga menjadi wadah pembinaan nilai-nilai demokrasi, penghormatan terhadap HAM, dan pembentukan karakter bangsa yang berbudaya, adil, dan bersatu dalam keberagaman.
NPM: 2217011172
Kelas: 2217011172
Jurnal berjudul *Urgensi Pendidikan Kewarganegaraan Sebagai Pendidikan Karakter Bangsa Indonesia melalui Demokrasi, HAM, dan Masyarakat Madani* karya Aulia Rosa Nasution mengulas pentingnya Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) dalam membentuk karakter generasi bangsa. Setelah berakhirnya rezim Orde Baru pada tahun 1998, Indonesia memasuki era demokrasi, namun dalam penerapannya masih menghadapi berbagai hambatan. Banyak warga yang belum benar-benar memahami esensi demokrasi, sehingga praktik seperti politik uang, penyelesaian konflik dengan kekerasan, serta rendahnya kesadaran atas hak dan kewajiban sebagai warga negara masih sering terjadi. Oleh karena itu, PKn dianggap sebagai instrumen penting dalam membentuk generasi yang cerdas, kritis, aktif, serta mampu memahami dan menerapkan nilai-nilai kehidupan berbangsa dan bernegara.
Jurnal ini juga menegaskan pentingnya penanaman nilai-nilai Hak Asasi Manusia (HAM) sejak dini. HAM merupakan hak mendasar yang melekat pada setiap individu dan tidak dapat dicabut oleh siapa pun. Di Indonesia, sejarah HAM telah berlangsung sejak masa penjajahan hingga masa reformasi. Pada masa Orde Baru, banyak terjadi pelanggaran HAM karena pemerintahan yang bersifat otoriter. Namun, sejak era reformasi, berbagai langkah perbaikan dilakukan, seperti pembentukan Komnas HAM dan pengintegrasian prinsip-prinsip HAM dalam konstitusi. Melalui Pendidikan Kewarganegaraan, pemahaman dan penghargaan terhadap HAM diharapkan dapat tumbuh dalam diri warga negara agar mampu menjalankan hak dan kewajibannya secara seimbang.
Lebih lanjut, jurnal ini membahas pentingnya membangun masyarakat madani, yaitu masyarakat yang menjunjung tinggi nilai-nilai kebebasan, keadilan sosial, toleransi, dan keberagaman. Masyarakat madani memiliki ruang publik yang terbuka untuk berdiskusi, menyampaikan pendapat, dan berpartisipasi dalam kehidupan sosial-politik. Mahasiswa dan organisasi masyarakat sipil memiliki peran strategis dalam mendorong terciptanya masyarakat yang demokratis dan inklusif. Dengan demikian, Pendidikan Kewarganegaraan tidak hanya terbatas pada pembelajaran teoritis, tetapi juga menjadi wadah pembinaan nilai-nilai demokrasi, penghormatan terhadap HAM, dan pembentukan karakter bangsa yang berbudaya, adil, dan bersatu dalam keberagaman.