གནས་བསྐྱོད་བཟོ་མི་ Ninis Septi

MKU PKN KIMIA A GENAP 2024 -> FORUM JAWABAN ANALISIS JURNAL

Ninis Septi གིས-
Nama : Ninis Septi Anggraeni
NPM : 2217011026
Kelas : A

Dalam jurnal ini membahas bagaimana Pemilu Serentak 2019, yang untuk pertama kalinya menggabungkan pemilu legislatif dan presiden, menjadi ajang uji coba penguatan sistem presidensial di Indonesia. Namun, dari berbagai tulisan di dalam jurnal, termasuk artikel utama oleh R. Siti Zuhro, disoroti bahwa konsolidasi demokrasi di Indonesia masih jauh dari ideal. Demokrasi masih bersifat prosedural ketimbang substantif; indikatornya antara lain adalah masih lemahnya pilar-pilar demokrasi seperti partai politik, civil society, media, dan birokrasi yang independen.

Menurut tulisan Siti Zuhro secara khusus menggaris bawahi bahwa pemilu 2019 gagal menghasilkan suksesi kepemimpinan yang kredibel, yang terlihat dari ketegangan pasca-pemilu, kerusuhan 22 Mei 2019, dan saling klaim kemenangan oleh kedua kandidat. Ini menjadi indikasi bahwa proses demokrasi belum sepenuhnya dipercaya oleh publik. Pemilu juga diwarnai oleh politisasi identitas dan agama, dengan berebut suara pemilih Muslim sebagai tema dominan dalam kampanye. Polarisasi masyarakat semakin tajam, dengan maraknya ujaran kebencian dan hoaks, serta penggunaan simbol-simbol keagamaan untuk mobilisasi politik. Partai politik mendapat sorotan tajam karena gagal dalam menjalankan fungsi kaderisasi dan hanya menjadikan pemilu sebagai ajang transaksional. Maraknya pencalonan artis sebagai caleg mencerminkan bahwa parpol lebih mengejar popularitas ketimbang kualitas. Fragmentasi parpol juga melemahkan efektivitas sistem pemerintahan, terutama karena sistem presidensial dijalankan dalam konteks multipartai yang tidak solid.

Kesimpulannya dari jurnal tersebut pemilu Serentak 2019 menunjukkan bahwa konsolidasi demokrasi di Indonesia masih lemah. Demokrasi lebih bersifat prosedural daripada substantif, ditandai dengan lemahnya partai politik, politisasi birokrasi, dan konflik identitas yang tajam. Pemilu belum mampu menghasilkan kepemimpinan yang efektif atau meningkatkan kepercayaan publik untuk memperkuat demokrasi, semua pihak partai politik, penyelenggara pemilu, birokrasi, dan masyarakat sipil perlu berkomitmen terhadap nilai-nilai demokrasi yang jujur, adil, partisipatif, dan inklusif.

MKU PKN KIMIA A GENAP 2024 -> FORUM JAWABAN ANALISIS VIDEO

Ninis Septi གིས-
Ninis Septi Anggraeni
2217011026
A


Menurut saya dari video "Demokrasi Itu Gaduh, tapi Kenapa Bertahan dan Dianut Banyak Negara?" dari Narasi Newsroom menyoroti dinamika demokrasi yang meskipun sering tampak gaduh dan penuh kebisingan, tetap menjadi sistem yang bertahan dan dipilih oleh banyak negara. Demokrasi memang memberikan ruang seluas-luasnya bagi perbedaan pendapat, suara-suara yang beragam, dan kebebasan berekspresi. Justru dalam kebisingan itulah letak kekuatan demokrasi: suara rakyat bisa terdengar dan diakomodasi, meski tetap harus dikelola dalam kerangka prosedur yang demokratis agar tidak menimbulkan kekacauan.
Video ini juga membahas bagaimana sistem demokrasi, meski tak sempurna dan penuh tantangan, tetap memiliki daya tarik kuat karena memungkinkan masyarakat untuk mengejar kesejahteraan, partisipasi aktif, dan kebahagiaan. Demokrasi memungkinkan masyarakat hidup dalam kebebasan dan memiliki ruang untuk berkembang. Namun, tidak bisa dipungkiri bahwa demokrasi tengah menghadapi kemunduran secara global. Studi dari Freedom House menunjukkan adanya penurunan dalam skor kebebasan sipil dan hak politik di banyak negara, termasuk Indonesia yang dulu sempat masuk kategori bebas penuh pada 2013. Penurunan ini juga terjadi di negara-negara demokrasi mapan seperti Amerika Serikat, menandakan bahwa tantangan terhadap demokrasi bersifat global dan tidak mengenal batas wilayah atau tingkat kematangan sistem politik.
Walaupun demikian, demokrasi tetap bertahan karena menawarkan nilai-nilai yang fundamental bagi kehidupan bernegara kebebasan, kesetaraan, dan partisipasi. Sistem ini mungkin bising, bahkan melelahkan, namun justru melalui keramaian itulah rakyat dapat mengawasi, mengkritik, dan berkontribusi terhadap jalannya pemerintahan.