Posts made by Muthia Putri Maharani Karim

Muthia Putri Maharani Karim
Reguler A
2216031103

Berdasarkan hasil analisis saya, berita diatas menunjukkan adanya ketimpangan antara pendidikan dan kemajuan IPTEK—IPTEK yang maju dengan pesat tidak dibarengi dengan pendidikan yang memumpuni sehingga terjadi ketidaksiapan akan dampak-dampak yang akan dihadapi. Hal tersebut dapat dilihat dari perkembangan IPTEK yang membantu pemilik pabrik merintis usaha pembuatan baju namun sayangnya terdapat pernyataan pemilik pabrik mengenai ketidaktahuan nya dalam mengolah limbah yang ada. Selain itu tidak terdapat implikasi nilai-nilai Pancasila khususnya sila kedua, ketiga dan kelima. Hal ini jelas terlihat dibagaimana IPTEK tidak memberikan kesejahteraan kepada masyarakat layak nya sila kedua—rakyat sekitar yang merasa terganggu dengan bau limbah ; tidak membentuk persatuan dan kesatuan seperti yang tertuang dalam sila ketiga—aksi rakyat yang dapat menuju ketindakan pemblokiran kinerja pabrik karena menganggu lingkungan sekitar ; serta tidak adanya keseimbangan yang terjaga seperti fokus dalam sila kelima—pemilik pabrik tidak menjaga hubungan antar manusia dan lingkungan.
Muthia Putri Maharani Karim
Reguler A
2216031103

Berdasarkan hasila analisis saya, penulis juga menjabarkan fokus utama dalam artikel ini, yakni
1. Konsep Pancasila
Pancasila adalah pedoman atau aturan yang bertujuan untuk mengatur tingkah laku agar menjadi benar dan baik, Pancasila sebagai falsafah negara juga merupakan hasil dari pemikiran mendalam anak bangsa yang bertujuan menjadikan nya pandangan hidup, lambang dan dasar pemersatu, serta pertahanan bangsa dan negara Indonesia.
2. Pancasila sebagai Filsafat Ilmu
Pancasila sebagai sistem filsafat hakikat nya adalah suatu sistem pengetahuan. Pancasila menjadi dasar atau pedoman rakyat Indonesia dalam memandang realitas yang ada pada segala unsur kenegaraan. Pancasila membuka cakrawala diskusi sehingga dapat dijalankan dengan terbuka dan kritis terhadap penyempitan ideologi.

Selain itu, hasil analisis saya mendapati implikasi sila-sila terhadap perkembangan IPTEK.
1.Ketuhanan yang Maha Esa
Nilai yang ada adalah ; 1. Percaya pada Tuhan yang diyakini menurut agama masing-masing ; saling menghargai dan menghormati agama lain baik dalam segi ibadah dan kegiatan ibadah lain nya ; Tidak memksakan orang lain menganut agamanya. Implikasi sila ini dalam perkembangan IPTEK adah penegasan bahwa Tuhan adalah pusat semesta, dan bukan manusia. Menanamkan hal bahwa Tuhan adalah zat yang Maha dan sumber dari segala kekuatan membantu manusia untuk berpikir secara rasional dan irasional, akal dan rasa. Pada sila ini, ditegaskan bahwa manusia tidak bisa mencapai batas pemikiran maksimum, ada banyak hal yang mesti kita kembalikan kepada Tuhan. Penerapan sila ini juga membantu bangsa Indonesia untuk menjalankan dan mengembangkan IPTEK menurut adab yang ada, sehingga tidak merugikan orang lain khusunya dalam hal religi.
2. Kemanusiaan yang adil dan Beradab
Sila ini menjelaskan bagaimana manusia bersikap, berpikir dan berprilaku dengan budi murni manusia sebagai dasar nya. berperilaku dengan adil da penuh adab kepada sesama manusia merupakan fokus utama dalam sila ini. Contoh implementasi sila ini adalah pembangunan dan pengembangan IPTEK harus bertujuan membentuk kesejahteraan manusia, bukan menjadikan manusia sebagai mahkluk yang angkuh dan sombong.
3. Persatuan Indonesia
Sila ini memiliki fokus berupa pengakuan terhadap Bhineka Tunggal Ika atau perbedaan yang ada, serta membangun sikap nasionalisme dan patriotisme. Implikasi nilai sila ini adalah perkembangan IPTEK harus ditujukan untuk memudahkan terjalin nya hubungan antar masyarkat Indonesia, sehingga terbentuk rasa persatuan yang kuat. Selain itu, perkembangan IPTEK juga harus memudahkan Indonesia terhubung dengan Regional maupun Internasional.
4. Kerakyatan yang dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan Perwakilan
Sila ini menjelaskan bahwa kekuasaan tertinggi berada di tangan rakyat dan penggunaan rasio/akal harus mempertimbangkan dampak nya bagi persatuan dan kesatuan sehingga terdapat perilaku jujur, bertanggung jawab dan berhati nurani. Implikasi nya berupa perkembangan IPTEK yang dilakukan secara demokratis, artinya setiap ilmuwan bebas mengembangkan IPTEK dan siap menerima kritik maupun masukan yang ada bagi mereka.
5. Keadilan Sosial Bagi Masyarakat Indonesia
Sila ini menegaskan bahwa setiap rakyat Indonesia mendapat perlakuan yang sama dalam hal hukum, politik, ekonomi, dan kebudayaan. Implikasi sila ini adalah pengembangan IPTEK harus dilakukan guna menjaga keseimbangan manusia-dirinya sendiri, manusia-Tuhan, manusia-manusia lain, manusia-masyarakat bangsa dan negara.

Dapat saya simpulkan bahwasanya, Pancasila yang ditanamkan dalam pengembangan IPTEK akan membantu kita untuk terus mempertahankan nilai dan norma yang dibangun. Lebih daripada itu, implikasi nilai ini dapat menjaga originalitas bangsa Indonesia yang tidak terpengaruh nilai budaya lain

ILMU KOMUNIKASI PANCASILA -> Forum Diskusi

by Muthia Putri Maharani Karim -
Muthia Putri Maharani Karim 2216031103 REG A 

1.Pada dasarnya, kemajuan teknologi bersentuhan langsung dengan budaya, agama, dan aktivitas masyarakat di Indonesia. Pancasila sendiri merupakan pegangan atau landasan masyarakat Indonesia dalam menjalani aktivitas berbangsa dan bernegara. Dengan demikian, terdapat kaitan yang sangat erat pada perkembangan IPTEK dengan Pancasila. IPTEK yang berhubungan dan berdampak langsung dengan masyarakat harus membawa nilai-nilai Pancasila didalamnya, sehingga tidak terdapat budaya sekulerisme seperti jaman Reinassance di Eropa. Selain itu, budaya barat yang memiliki pengaruh lebih besar pada IPTEK dapat menjadikan Indonesia termakan nilai-nilai budaya Barat, disinilah peran Pancasila dalam menyaring nilai-nilai yang tidak sejalan dengan bangsa Indonesia tanpa memudarkan semangat objektif perkembangan IPTEK itu sendiri. Apabila nilai pancasila tidak diterapkan dalam teknologi perkembangan, maka dapat dipastikan tidak ada dasarnya dan orientasinya yang jelas dalam perkembangan itu sendiri. Selain itu, apabila IPTEK yang tidak memiliki faktor internal berupa nilai Pancasila, diyakini tidak mampu membawa masyarakat Indonesia kepada cita-cita bangsa ((karena Pancasila sendiri merupakan cita-cita bangsa Indonesia)) dan hanya menjadikan IPTEK sebagai ajang perlombaan dengan budaya luar tanpa membawa nilai serta potensi bangsa Indonesia.

2. Dalam web Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia dengan judul "Kemajuan IPTEK untuk mendorong pertumbuhan Ekonomi dan Inovasi" menjelaskan bahwasanya pertumbuhan negara tidak hanya bertumpu pada faktor konvensional seperti penambahan perkapita dan tenaga kerja, melainkan kemajuan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK). Faktor ini akan mendorong suatu negara dalam meningkatkan daya saing usaha. IPTEK jelas mendorong kemajuan Ekonomi Indonesia. Titik fokus berupa inovasi dan beriorentasi pada persoalan nyata (demand-driven) membawa Ekonomi Indonesia menjadi lebih terarah dan maju. Lebih lanjut, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia menjelaskan bahwasanya terdapat kerjasama antar pemerintah dan swasta, mulai dari perusahaan mikro kecil untuk on boarding dan melakukan servisifikasi, melalui kegiatan peningkatan SDM Digital, pembuatan Database Digital, Literasi Digital, dan Pembangunan Infrastruktur Digital. Upaya-upaya tersebut akan mendorong percepatan pertumbuhan ekonomi, penciptaan lapangan kerja, serta peningkatan ekspor. Indonesia akan dapat keluar dari middle income trap lebih cepat yaitu pada tahun 2037. Pada hal ini, terdapat kaitan yang sangat besar dengan sila ke-5 "Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia" berupa setiap lapisan masyarakat yang memiliki kesempatan untuk terjun dalam dunia kerja yang dipengaruhi oleh IPTEK. Seperti, maraknya sistem jual-beli pada e-commerce membuat setiap masyarakat dapat memanfaatkan peluang bisnis secara maksimal. Tidak sampai disitu, sistem pengiriman melalui perusahaan antar pun akan memberi jalan bagi masyarakat lain. IPTEK membuat setiap masyarakat merasakan keadilan dalam memanfaatkan sumber daya semaksimal mungkin. serta peningkatan ekspor. Indonesia akan dapat keluar dari middle income trap lebih cepat yaitu pada tahun 2037. Pada hal ini, terdapat kaitan yang sangat besar dengan sila ke-5 "Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia" berupa setiap lapisan masyarakat yang memiliki kesempatan untuk terjun dalam dunia kerja yang dipengaruhi oleh IPTEK. Seperti, maraknya sistem jual-beli pada e-commerce membuat setiap masyarakat dapat memanfaatkan peluang bisnis secara maksimal. Tidak sampai disitu, sistem pengiriman melalui perusahaan antar pun akan memberi jalan bagi masyarakat lain. IPTEK membuat setiap masyarakat merasakan keadilan dalam memanfaatkan sumber daya semaksimal mungkin. serta peningkatan ekspor. Indonesia akan dapat keluar dari middle income trap lebih cepat yaitu pada tahun 2037. Pada hal ini, terdapat kaitan yang sangat besar dengan sila ke-5 "Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia" berupa setiap lapisan masyarakat yang memiliki kesempatan untuk terjun dalam dunia kerja yang dipengaruhi oleh IPTEK. Seperti, maraknya sistem jual-beli pada e-commerce membuat setiap masyarakat dapat memanfaatkan peluang bisnis secara maksimal. Tidak sampai disitu, sistem pengiriman melalui perusahaan antar pun akan memberi jalan bagi masyarakat lain. IPTEK membuat setiap masyarakat merasakan keadilan dalam memanfaatkan sumber daya semaksimal mungkin. sistem pengiriman melalui perusahaan antar pun akan memberi jalan bagi masyarakat lain. IPTEK membuat setiap masyarakat merasakan keadilan dalam memanfaatkan sumber daya semaksimal mungkin. sistem pengiriman melalui perusahaan antar pun akan memberi jalan bagi masyarakat lain. IPTEK membuat setiap masyarakat merasakan keadilan dalam memanfaatkan sumber daya semaksimal mungkin.

ILMU KOMUNIKASI PANCASILA -> Forum Diskusi

by Muthia Putri Maharani Karim -
Muthia Putri Maharani Karim 2216031103 REG A 1.Pada dasarnya, kemajuan teknologi bersentuhan langsung dengan budaya, agama, dan aktivitas masyarakat di Indonesia. Pancasila sendiri merupakan pegangan atau landasan masyarakat Indonesia dalam menjalani aktivitas berbangsa dan bernegara. Dengan begini, terdapat kaitan yang sangat erat pada perkembangan IPTEK dengan Pancasila. IPTEK yang berhubungan dan berdampak langsung dengan masyarakat harus membawa nilai-nilai Pancasila didalam nya, sehingga tidak terdapat budaya sekulerisme seperti jaman Reinassance di Eropa. Selain itu, budaya barat yang memiliki pengaruh lebih besar pada IPTEK dapat membuat Indonesia termakan nilai-nilai budaya Barat, disinilah peran Pancasila dalam menyaring nilai-nilai yang tidak sejalan dengan bangsa Indonesia tanpa memudarkan semangat obyektif perkembangan IPTEK itu sendiri. Apabila nilai Pancasila tidak diterapkan dalam perkembangan teknologi, maka dapat dipastikan tidak ada nya dasar dan orientasi yang jelas dalam perkembangan itu sendiri. Selain itu, apabila IPTEK yang tidak memiliki faktor internal berupa nilai Pancasila, diyakini tidak mampu membawa masyarakat Indonesia kepada cita-cita bangsa ((karena Pancasila sendiri merupakan cita-cita bangsa Indonesia)) dan hanya menjadikan IPTEK sebagai ajang perlombaan dengan budaya luar tanpa membawa nilai serta potensi bangsa Indonesia. 2. Dalam web Kementrian Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia dengan judul "Kemajuan IPTEK untuk mendorong pertumbuhan Ekonomi dan Inovasi" menjelaskan bahwasanya pertumbuhan negara tidak hanya bertumpu pada faktor konvensional seperti penambahan perkapita dan tenaga kerja, melainkan kemajuan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK). Faktor ini akan mendorong suatu negara dalam meningkatkan daya saing usaha. IPTEK jelas mendorong kemajuan Ekonomi Indonesia. Titik fokus berupa inovasi dan beriorentasi pada persoalan nyata (demand-driven) membawa Ekonomi Indonesia menjadi lebih terarah dan maju. Lebih lanjut, Kementrian Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia menjelaskan bahwasanya terdapat kerjasama antar pemerintah dan swasta, mulai dari perusahaan mikro kecil untuk on boarding dan melakukan servisifikasi, melalui kegiatan peningkatan SDM Digital, pembuatan Database Digital, Literasi Digital, dan Pembangunan Infrastruktur Digital. Upaya-upaya tersebut akan mendorong percepatan pertumbuhan ekonomi, penciptaan lapangan kerja, serta peningkatan ekspor. Indonesia akan dapat keluar dari middle income trap lebih cepat yaitu pada tahun 2037. Pada hal ini, terdapat kaitan yang sangat besar dengan sila ke-5 "Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia" berupa setiap lapisan masyarakat yang memiliki kesempatan untuk terjun dalam dunia kerja yang dipengaruhi oleh IPTEK. Seperti, marak nya sistem jual-beli pada e-commerce membuat setiap masyarakat dapat memanfaatkan peluang bisnis secara maksimal. Tidak sampai disitu, sistem pengiriman melalui perusahaan antar pun akan memberi jalan bagi masyarakat lain. IPTEK membuat setiap masyarakat merasakan keadilan dalam memanfaatkan sumber daya semaksimal mungkin.
Muthia Putri Maharani Karim
2216031103
Reguler A

Menurut saya hubungan Pancasila dan IPTEK dimulai dengan nilai-nilai Pancasila itu sendiri. Terdapat pula teori kebenaran yang menjadi dasar penting dalam pengembangan IPTEK di Indonesia.
Nilai-nilai Pancasila harus ditanamkan dalam diri warga agar mereka tidak terjerumus dalam budaya barat yang mendominasi perkembangan IPTEK. Nilai-nilai Pancasila mengharapkan IPTEK dapat menjaga sistem religi yang ada di Indonesia, memberikan sikap keadilan dan adab baik bagi masyarakat, IPTEK mampu mempertahankan nilai persatuan dan kesatuan, IPTEK mampu terbuka akan keberagamaan, kritik serta masukan, serta IPTEK yang harus menjaga keseimbangan hubungan, manusia-manusia, manusia-masyarakat, manusia-dirinya sendiri, dan manusia-Tuhan. Pancasila sebagai landasan etika juga menggaris bawahi bahwasanya IPTEK harus menghormati martabat manusia, membantu kehidupan manusia agar lebih unggul sehingga terbentuk nya komunitas masyarakat baik nasional, regional maupun internasional dalam lingkup yang baik. Nilai-nilai Pancasila juga harus disosialisasikan dalam setiap lapisan masyarakat, sehingga terdapat pengimplementasian merata mengenai IPTEK yang sesuai dengan nilai-nilai Pancasila. Terdapat pula teori kebenaran Pancasila dalam pengembangan Ilmu, yakni : 1. Pancasila menghendaki nilai kebenaran ilmiah yang memuat : koherensi, korespondensi, pragmatik ; 2. Generalisasi kebenaran dalan konteks Pancasila dibagi menjadi tidak adanya pertentangan dengan Tuhan, aktualisasi hakikat manusia, tidak dapat terbagi suatu hal yang satu, kemanfaatan pada semua pihak serta semua pihak yang merasakan keadilan ; 3. Pancasila yang menjadi dasar pengembangan IPTEK (faktor internal) berdampak tidak ada nya aliensi terhadap bangsa Indonesia itu sendiri, karena perkembangan yang sepenuhnya cocok dengan jati diri Indonesia.
Dengan memahami nilai-nilai kebenaran ini, IPTEK diharapkan akan membawa dan mempertahankan nilai Pancasila sebagai ruh bangsa Indonesia.