Posts made by Muthia Putri Maharani Karim

Nama : Muthia Putri Maharani Karim
NPM : 2216031103
Kelas : Reg A

Judul : The Effect of Pancasila Personality Development Subject in Responding Science and Technology
Jurnal : Cakrawala : Jurnal Pendidikan
Volume dan Halaman : 12 (1) & 33-41
Tahun : 2018
Penulis : Mursyidah Dwi Hartati, Ponoharjo, Mohamad Khamin

Abstrak : Pada bagian ini, penulis menjelaskan guna dari dibentuknya journal ini, yakni untuk mengetahui pengaruh mata kuliah pengembangan kepribadian Pancasila dalam menyikapi IPTEK. Penulis juga memberitahu teknik penilitian dan populasi yang ada. Peneliti menjelaskan bahwa responden memiliki pengembangan kepribadian Pancasila yang baik. Penulis juga menegaskan bahwa kewajiban Mahasiswa adalah tetap memegang dan mengimplementasikan nilai-nilai yang ada dalam Pancasila sehingga terbentuk lingkungan pengguna IPTEK yang baik.

Pendahuluan : Penulis menjelaskan mengenai globalisasi. Globalisasi sendiri merupakan perkembangan yang signifikan, tidak hanya sebatas teknologi namin juga ideiologi, ekonomi, sosial budaya, pertahanan dan lain sebagainya. Globalisasi terjadi dalam dua dimensi yakni dimensi ruang dan waktu. Ruang yang menyempit dan waktu yang semakin cepat. Globalisasi tidak dapat dihindarkan dari teknologi dan informasi. Teknologi dan Informasi yang semakin berkembang pesat membawa kesempatan bagi setiap orang, bangsa dan negara dalam berhubungan. Hal ini menjadikan "Dunia Tanpa Tapal Batas" merupakan realita masa depan. Perkembangan globalisasi membentuk teknologi informasi yang tumbuh dengan pesat. Hal ini berimbas langsung dengan pendidikan, yang dahulu tradisional menjadi modern. Penulis menjelaskan bahwa pendidikan modern memberikan pengguna dalam mengakses fasilitas pendidikan seperti materi belajar. Dalam hal ini, terdapat perubahan pola hidup masyarakat. Penulis menjelaskan lebih lanjut, bahwa akar masalah sekarang adalah apakah nilai-nilai dalam Pancasila yang merupakan pedoman rakyat Pa sudah terpengaruh atau terkontaminasi dengan teknologi dan infromasi. Pancasila merupakan pedoman mutlak rakyat, perlu ditingkatkan lagi kesadaran akan posisi vital dan urgensi Pancsasila sebagai ideologi negara dalam perkembangan IPTEK .

Materi dan Metode : Pada bagian ini penulis menjelaskan mengenai urgensi Mata Kuliah Pendidikan Pancasila yang merupakan pedoman bagi setiap insan untuk mengkaji, menganalisis, dan memecahkan masalah-masalah yang dihadapi dalam pembangunan bangsa dan negara dalam perspektif nilai-nilai dasar Pancasila sebagai ideologi dan dasar negara republik Indonesia. Penulis juga menjelaskan lebih lanjut mengenai sikap mahasiswa yang dapat membantu bangsa dalam membentuk moral yang telah disepakati sejak dahulu. Selain itu, penulis juga menjelaskan mengenai sikap dan ciri sikap, ciri sikap yang dimaksud adalah hal yang dibawa dan dibentuk dalam perkembangan selama berhubungan dengan obyek. Tingkatan sikap menurut Notoadmojo (2003) da;am buku Wawan dan Dewi (2010) ; Menerima (receiving) : menerima bahwa orang (Subyek) mau dan memperhatikan stimulus yang diberikan ; Mereson (responding) memberikan jawaban dan mengerjakan tugas yang telah diberikan ; Menghargai (valuing) ; mengajak orang lain untuk mendiskusikan suau hal ; Bertanggung jawba (responsible) : siap bertanggung jawab atas pilihan nya dengan segala resiko. Selain itu penulis juga menjelaskan mengenai Ilmu Pengetahuan dan Teknologi. Teknologi merupakan aplikasi dari kreativitas manusia yang berkaitan dengan alat dan bahan, serta diwujudkan dalam bentuk materi yang berguna dalam mebantu manusia mencapai apa yang ia inginkan. Penulis juga menjabarkan mengenai Jenis / Penelitian ; Waktu dan Tempat Penelitian ; Target/Subjek Penelitian ; Prosedur ; Data, Instrumen, dan Teknik Pengumpulan Data ; Teknik Analisis Data

Hasil dan Pembahasan : Penelitian yang ada membuktikan bahwa secara umum, responden menyikapi perkembangan IPTEK dengan baik. Dengan total skor diatas 80 adalah baik, dan dibawah 80 ada;ah kurang baik. Terdapat pula simpulan bahwa besarnya nilai koefesien determinasi atau R2 sebesar 0,282 atau 28,2%. Dapat diartikan bahwa penelitian ini bahwa variabel diatas menyikapi perkembangan IPTEK pada penelitian ini dapat diterangkan oleh variabel mata kuliah pengembangan kepribadian Pancasila sedangkan sisanya yaitu 71,8% dipengaruhi oleh variabel lain diluar penelitian.
Kesimpulan : Pada penelitian ini, dapat saya simpulkan bahwa responden dapat menanggapi IPTEK dengan kepribadian Pancasila dengan baik. Selain itu, responden yang memiliki sikap jujur dapat memahami dan menyikapi perbedaan yang ada dengan baik. Untuk itu, nilai-nilai Pancasila sudah harus diterapkan sedini mungkin. Selain itu perkembangan IPTEK perlulah disikapi dengan rasa penuh tanggung jawab dan bijak. IPTEK yang digunakan dapat dimanfaatkan dalam proses belajar, berbinsis bahkan terhubung dengan masyarakat lain. Bahasa santun adalah hal penting dalam penggunaan internet. Menutup jalan dampak negatif IPTEK dengan memblokir hal-hal yang dapat merusak moral bangsa merupakan hal yang dapat kita lakukan dalam menghadapi perkembangan IPTEK. Selain itu, mata kuliah Pendidikan Pancasila merupakan salah satu jalan yang memiliki dampak besar dalam menghadapi perkembang IPTEK dengan menegakkan nilai-nilai dalam Pancasila

Kelebihan Journal : Struktur yang runtut ; Bahasa yang mudah dimengerti ; Analisis dengan dicantumkan data yang kredibel ; saran yang baik

Kelemahan Journal : Kurang nya pencantuman contoh sikap responden dalam menyikapi IPTEK dan tantangan yang ada.
NAMA : MUTHIA PUTRI MAHARANI KARIM
NPM : 2216031103
KELAS : REGULER A


Hasil analisa saya terhadap video diatas adalah sebagai berikut ;
IPTEK adalah Ilmu Pengetahuan dan Teknologi. IPTEK merupakan segala sesuatu yang dihasilkan oleh manusia dan dipergunakan demi membantu kehidupan manusia. Sayangnya, IPTEK tidak hanya berdampak positif, namun juga negatif.

Pancasila adalah rumusan dan pedoman kehidupan bagi bangsa Indonesia. Pancasila merupakan pegangan bagi rakyat dalam bersikap dan berperilaku.

Perkembangan IPTEK dimasa yang akan datang sangatlah cepat. Nilai-nilai yang ada dalam Pancasila memiliki peranan besar dan penting dalan perkembangan IPTEK.

Ketuhanan Yang Maha Esa
Dengan nilai ini, bangsa Indonesia mampu berpegang teguh pada nilai mutlak bangsa yakni mengimani apa yang telah ditetapkan agama yang dianut. Hal ini berimbas langsung pada masyarakat yang tidak akan mudah termakan pandangan sekuler Barat, tang ilmu nya dipelajari dan jadi rujukan para cendikiawan, serta terdapat pandangan yang berlawanan dengan nilai dan norma bangsa Indonesia.

SILA-SILA PANCASILA YANG MENJADI SISTEM ETIKA DALAM PERKEMBANGAN IPTEK

1. Sila Ketuhanan Yang Maha Esa
Mengkomplementasikan ilmu pengetahuan mencipta. Dalam hal ini dibentuk keseimbangan antara rasional dan irasional, serta membagi antara akal dan kehendak. Berdasarkan hal ini, IPTEK bukan hanya tentang dibuktikan dan diciptakan, namun juga tentang maksud dan akibatnya. Pengolahan diimbangi dengan pelestarian

2. Sila Kemanusiaan yang Adil dan Beradab
IPTEK merupakan hasil budaya manusia yang beradab dan bermoral, sehingga sila ini menegaskan dasar moral bagi manusia untuk menggunakan IPTEK dengan penuh adab.

3. Sila Persatuan Indonesia
Mengkomplementasikan universalitas dan internasionalisme (kemanusiaan) dalam sila-sila yang lain. Sila ini mengajarkan untuk mengembangkan rasa nasionalisme, dan kebesaran serta keluhuran bangsa sebagai bagian dari dunia.

4. Sila Kerakyatan yang dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan Perwakilan
Menegaskan bahwa pegembangan IPTEK bersifat demokrasi, berarti setiap ilmuan yang memiliki hak dan kewajiban dalam pengembangan sudah seharusnya memberikan kebebasan kepada ilmuan lain dalam mengembangkan IPTEK, serta siap untuk dikritik, dikaji ulang, dan dibandingkan dengan penemuan lain.

5. Sila Keadilan Sosial bagi Seluruh rakyat Indonesia
Mengkomplementasikan bahwa IPTEK haruslah menjaga keseimbangan keadilan dalam kehidupan manusia ; hubungan manusia dengan dirinya sendiri, manusia dengan tuhan nya ; manusia dengan masyarakat bangsa dan negara, serta manusia dengan lingkungan nya.

Jadi, dapat disimpulkan bahwa Pancasila menjadi sumber pengembangan IPTEK berdasarkan moral yang ada. Lebih daripada itu, Pancasila merupakan landasan penting yang berguna sebagai pedoman bagi manusia dalam menggunakan IPTEK tanpa melupakan hakikat dan kodrat yang mereka miliki.
Muthia Putri Maharani Karim_2216031103_Reg A

PENANAMAN NILAI-NILAI PANCASILA MELALUI KONTROL SOSIAL OLEH MEDIA MASSA UNTUK MENEKAN KEJAHATAN DI INDONESIA

Latar Belakang journal
Penulis menjelaskan mengenai perkembangan teknologi, informasi dan pengetahuan yang menjadi dasar perubahan-perubahan sosial yang ada. Penulis juag memaparkan lebih lanjut mengenai media massa, baik secara fungsi maupun dampak nya. Journal ini dibuat guna membahas peran media massa pada masa kini yang menciptakan keharmonisan sosial sebagai alternatif dari hukum pidana retributif

Point/intisari journal :
1. Tinjauan umum mengenai Pancasila
Penulis menjelaskan mengenai norma-norma dalam Pancasila, dampak globalisasi serta bagaimana nilai-nilai Pancasila berperan dalam globalisasi. Lebih lanjut, penulis menungkapkan mengenai nilai-nilai Pancasila yang sudah tertanam secara spontan dalam masyarakat Indonesia yang berpadu dengan adat, istiadat, kebudayaan, dan agama. Pengalaman Pancasila sudah sudah ada semenjak zaman perjuangan kemerdekaan. Sekarang, tinggal bagaimana nilai-nilai tersebut tetap dibawa dalam setiap aspek kehidupan
2. Tinjauan Umum Mengenai Media Massa
A) Perkembangan Media Massa di Indonesia
Penulis menjelaskan mengenai media pers yang dapat berupa journalistik maupun journalistik elektronik. Penulis juga membahas perkembangan media pers. Perkembangan teknologi memungkinkan manusia terus mengembangkan media. Dewasa ini, media dibagi menadi media cetak, media penyiaran, dan media elektronik. Setiap media tentu memiliki kekurangan nya masing-masing. Media massa memiliki ketertarikan yang erat dengan masyarakat. Media massa berperan besar dalam setiap perubahan dan sistem sosial. Media massa dapat memegang kendali penuh dalam sistem politik. Namun sebaliknya, media massa juga memiliki ketergantungan dalam sistem politik yakni kajian media massa yang seputar isu-isu politik.
B) Peran Media Massa dalam kontrol sosial
Secara umum media massa memiliki 3 fungsi, yakni media informasi, pendidikan, dan kontrol sosial. Fungsi kontrol sosial terkait dengan penanggulangan tindak pidana korupsi disini antara lain dapat berupa pemantauan terhadap pengungkapan kasus-kasus korupsi yang sedang ditangani. Lebih lanjut, penulis meninjau ulang menganai minimnya kerjasama antara media massa dan lembaga penegak hukum.

Kesimpulan Journal :
Media massa di Indonesia masih pada tahap pemuasan rasa ingin tahu masyarakat tanpa mendorong perubahan perilaku dan moral masyarakat. Media massa di Indonesia belum mencapai titik dimana dapat membangun jiwa patriotik dan rasa persatuan kesatuan. Media massa belum dapat menciptakan keharmonisan sosial sebagai alternatif dari hukum pidana retributif,

Kelebihan journal :
-Bahasa yang mudah dipahami
-struktur yang runtut
-definsi yang disertai studi kasus memudahkan pembaca memahami konteks dari journal

Kekurangan journal
- kurang nya saran pada masalah yang dibahas penulis
Muthia Putri Maharani Karim_2216031103_Reg A

Latar Belakang
Pada bagian pendahuluan, penulis menjelaskan mengenai bangsa yang selaras dengan masyarakat nya yang memiliki tujuan. secara garis besar, latar belakang menjelaskan mengenai definisi manusia Indonesia, tujuan bangsa Indonesia dan bagaiamana cara mencapai tujuan tersebut dengan etika, hukum dan politik hukum yang telah ada.

Point/initisari dalam journal diatas adalah :
1. Hubungan Antara Etika dan Moral
Penulis membahas mengenai hubungan antara etika dan moral. Moral berkaitan dengan tingkah laku manusia yang dapat nilai baik dan buruk nya, sopan atau tidak sopan, pantas atau tidak pantas. Sedangkan etika berkaitan dengan dasar-dasar filosofis dalam hubungan manusia. Setiap orang memiliki moral nya sendiri, namun tidak semua orang perlu melakukan pemikiran yang keritis terhadap etika. Etika dan moral adalah sistem yang digunakan dan disepakati dalam aspek-aspek kehidupan masyarakat. Moral atau moralitas dibuat untuk penilaian, sedangkan etika untuk pengkajian sistem-sistem nilai atau kode yang ada.
2. Tahap perkembangan etika. Pada point ini, penulis menegaskan perkembangan etika, yakni ; 1) Etika teologi (theology ethics) : berasal dari doktrin agama ; 2) Etika ontologis (ontologycal ethics) : hasil pemikiran spekulasi dan salah satu objek kajian filsafat ; 3) positivasi etik berupa kode etik dan pedoman perilaku ; 4) Etika fungsional tertutup (close functional ethics) : proses peradilan etik yang dilakukan dalam organisasi secara tertutup ; 5) etika fungsional terbuka (open functional ethics) peradilan etika bersifat terbuka.
3. Pengertian politik hukum.
Penulis menjelaskan pengertian politik hukum berdasarkan definisi yang dikemukakan 11 ahli. Sehingga dapat ditemukan bahwasanya politik hukum memiliki 3 ciri secara umum yakni kebijakan dasar yang memuat hukum akan dibawa kemana, dibuat oleh penguasa, dan berisifat constituendem. Lebih daripada itu, penulis menjelaskan lebih lanjut mengenai praktik hukum.
4. Hubungan hukum dan etika dalam politik hukum di Indonesia
Penulis menjelaskan mengenai etos kerja dan kepercayaan publik yang dibawa oleh pemangku jabatan. Sehingga apabila terjadi pelanggaran, hukum dan politik hukum memiliki wewenang dalam mengatur nya.
5. Letak Politik Hukum
Penulis menjelaskan mengenai undang-undang yang membahas perihal tersebut. Namun, penulis menegaskan bahwa politik hukum sudah ada 15 tahun setelah kemerdekaan melalui TAP MPRS No. 2 tahun 1960 tentang garis-garis besar Pola Pembangunan Semesta Berencana (GPNSB) yang berlaku selama 9 tahun dan berubah menjad Garis-garis Besar Haluan Negara (GBHN) yang diperbaharui 5 tahun sekali.

Kesimpulan dari artikel tersebut :
Etika, hukum dan politik hukum adalah satu kesatuan yang saling berhubungan. Pihak-pihak yang menjalankan politik hukum dengan membawa etos kerja yang ada, sudah sepantasnya bertanggung jawab atas hal tersebut. Namun, apabila terjadi pelanggararan pada etos kerja, maka hukum Indonesia memiliki hak dan kewajiban dalam menentukan hukuman pada pelaku.

Kelebihan Journal :
Bahasa yang singkat, padat dan jelas sehingga mudah dipahami
Struktur yang urut
Terdapat definisi dan contoh sehingga pembaca mudah menelaah maksud dan tujuan dibentuknya journal

Kekurangan journal ;
-
Muthia Putri Maharani Karim
2216031103
Reg A

1. Menurut saya sistem etika perilaku politik belum sesuai dengan nilai-nilai Pancasila. Bagi sistem politik di Indonesia, Pancasila dibawa sebagai nama atas asas formalitas. Namun, pada praktik nya, tidak ada nilai tersebut bahkan tidak ada perkembangan dari masa orde baru. Hal ini dapat dilihat dari artikel diatas. Ketidakmampuan pemerintah dalam menjalankan demokratisasi. Selain itu, tidak diaplikasikan nya Independence (membuat jajaran pemerintah da birokrasi mengorientasikan kewajiban mereka kepada kekuasaan sehingga terjadi penyalahgunaan dan penyimpangan kekuasaan seperti korupsi) ; tidak diaplikasikan nya impartialy (jajaran birokrasi yang melakukan dan pelayanan dengan memandang strata, sehingga terdapat ketimpangan pemenuhan kebutuhan antara rakyat berkuasa dan yang biasa) ; tidak ada nilai integrity (membuat masyarakat tidak percaya karena tidak kredibel dan kotuptif) ; tidak ada nilai transparency (lemahnya hal ini, membuat penguasa semena-semena akan kekuasaan yang mereka miliki, padahla rakyat berhak mengetahui progress dari sistem ketatanegaraan dan politik di Indonesia) ; tidak effeciency (maraknya kasus korupsi dan penyalahgunaan dana, membuat fasilitas untuk rakyat tidak menjadi efesien dan bahkan tidak optimal) ; tidak profesionalism (dari penjelasan sebelumnya, dapat dilihat bagaimana sistem politik di Indonesia lebih mementingkan kepentingan individu daripada etos kerja yang ada--khususnya berdasarkan pancasila) ; service mindedness (tidak adanya sikap menghargai dan mendengarkan suara atau bahkan keluhan masyarakat atas ketidaknyamanan sistem politik dan pelayanan lain). Dari hal-hal yang saya jabarkan, dapat dilihat bagaimana sistem etika politik Indonesia dewasa ini. Sila dalam Pancasila hanya menjadi tulisan dan cita-cita semata dengan iringan perilaku pihak-pihak berwenang yang kurang optimal.

2. Generasi muda adalah generasi yang dilimpahkan dengan kemudahan dalam sumber informasi maupun pendidikan serta teknologi. Sayangnya, masih banyak perilaku generasi muda yang tidak melakukan penyaringan terhadap budaya luar. sehingga terjadi dekadensi moral. Misalnya peniruan budaya yang kebarat-baratan (westernisasi) yang jelas menentang nilai-nilai dalam Pancasila. Menurut saya, solusi atas dekadensi moral ini adalah sosialisasi tentang nilai Pancasila. Lebih daripada itu, praktik pancasila sudah harus diterapkan sedini mungkin, mulai dari lingkungan keluarga, pendidikan, pertemanan dan bahkan campur tangan pemerintah. Pembiasaan nilai-nilai Pancasila dalam sistem sekolah akan sangat membantu generasi muda dalam menyaring setiap informasi yang mereka temukan.