Kiriman dibuat oleh Aisyah Rahma Hasan

Nama : Asiyah Rahma Hasan
NPM : 2215061086
Kelas : PSTI B

JUDUL JURNAL
Meneguhkan Pancasila Sebagai Ideologi Bernegara: Implemetasi
Nilai-Nilai Keseimbangan dalam Upaya Pembangunan Hukum di
Indonesia

LATAR BELAKANG
Gagasan polotik yang tertuang didalam Pancasila merupakan rumusan solutif dan sempurna. Para pendiri negara mampu membuat keputusan yang bijak dan sesuai karakter bangsa, sangat original, menjadi sebuah negara modern yang berkarakter religius, tidak sebagai negara sekuler juga tidak sebagai negara agama.

PEMBAHASAN
1. Lahirnya Pancasila: Sejarah Sebuah Ide Bangsa
istilah Pancasila mempunyai arti berbatu sendi yang
lima, pelaksanaan kesusilaan yang lima. Istilah Pancasila sendiri berasal dari
bahasa Sansekerta yaitu Panca berarti lima dan Sila berarti dasar atau asas. Sejarah lahirnya Pancasila di era modern berawal dari pemberian janji
kemerdekaan kepada bangsa Indonesia oleh Perdana Menteri Jepang saat itu,
yaitu Kuniaki Koiso pada tanggal 7 September 1944.

2.Pancasila Sebagai Sumber Filsafat Bangsa Dan Negara Indonesia
Menurut Mohammad Hatta, dengan berpegang teguh pada filsafat ini,
pemerintah negera Indonesia jangan sampai menyimpang dari jalan lurus bagi
keselamatan negara dan masyarakat, ketertiban dunia dan persaudaraan
antarbangsa.

3.Fungsi Pancasila Sebagai Ideologi Bernegara
1).Pancasila sebagai ideologi negara
2).Pancasila sebagai Dasar Negara
3).Pancasila sebagai Pandangan Hidup Bangsa
4).Pancasila sebagai Kepribadian Bangsa

4.Nilai-Nilai Keseimbangan Hukum Dalam Perspektif Pancasila
Pancasila mengandung nilai-nilai yang bersifat
mengikat masyarakatnya yang berupa norma atau atuaran yang harus dipatuhi
dan ditaati yang sifatnya positip. Dalam hal ini norma yang dikhususkan dalam
hal ini adalah norma hukum.

TANGGAPAN SAYA
Menurut sayajurnal ini patut dibaca oleh semua orang agar lebih memahami sejarah,fungsi dan nilai-nilai pancasila. Dan sebagai penduduk indonesia kita memang sudah seharusnya memahami pancasila karena pancasila merupakan ideologi bangsa.