Kiriman dibuat oleh Adinda Salsabila Adinda Salsabila

Nama : Adinda Salsabila
Npm : 2215061035
Prodi : Teknik Informatika

Analisis jurnal

Globalisasi berlangsung melalui dimensi ruang dan waktu. Sekarang perkembangan teknologi sangat cepat dan kita bisa dengan mudah mengakses dan mencari informasi karena perkembangan teknologi tersebut. Teknologi informasi dan komunikasi adalah salah satu faktor pendukung yang utama dalam globalisasi.

Banyak hal positif yang bisa diambil dari kemajuan IPTEK ini, namun banyak pula hal negatif yang harus kita hindari. Dengan itu nilai-nilai Pancasila harus terus diterapkan dan ditekankan pada masyarakat. Dan generasi muda sekarang harus dapat menyeleksi baik atau buruk yang didapat dari kemajuan IPTEK tersebut dan berpegang teguh pada nilai-nilai Pancasila.
Nama: Adinda Salsabila
Npm: 2215061035
Prodi: Teknik Informatika

Dari video diatas dapat saya simpulkan bahwa IPTEK merupakan hasil karya manusia yang dipergunakan untuk membantu memudahkan keperluan kepada manusia dalam menghadapi kehidupannya. Namun IPTEK juga bukan hanya memiliki dampak positif, akan tetapi terdapat juga dampak negatif tergantung individu yang menggunakannya.

Hubungan IPTEK dengan Pancasila
Nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila ini merupakan suatu hal yang penting dalam perkembangan iptek tersebut dimasa sekarang ini maupun dimasa yang akan datang.

Sila sila Pancasila yang menjadi sistem etika dalam pengembangan IPTEK :
1. Ketuhanan Yang Maha Esa.
mengimplementasikan ilmu pengetahuan yang menciptakan keseimbangan antara rasional dan irasional, antara akal dan kehendak.
2. Kemanusiaan yang adil dan beradab.
Sila ini memberikan suatu dasar moralitas bahwa manusia dalam mengembangkan IPTEK haru memiliki sikap beradab dikarenakan IPTEK ini termasuk hasil dari budaya atau karya manusia yang memiliki adab dan moral
3. Persatuan Indonesia.
Pengembangan IPTEK seharusnya dapat mengembangkan rasa nasionalisme, kebesaran bangsa serta keluhuran bangsa sebagai bagian umat manusia di dunia.
4. Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan.
Pengembangan IPTEK memiliki dasar demokratis yang dimana setiap seorang ilmuan harus mempunyai kebebasan untuk ikut serta mengembangkan IPTEK dan harus menghormati serta menghargai kebebasan orang lain.
5. Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.
Pengembangan IPTEK harus menjaga sebuah keseimbangan keadilan dalam kehidupan kemanusiaan yaitu dalam hubungannya dengan diri sendiri maupun dengan Tuhannya.
Nama : Adinda Salsabila
NPM : 2215061035
Kelas : PSTI-C

Analisis soal 2
Bagaimanakah sistem etika perilaku politik saat ini? Sudah sesuaikah dengan nilai-nilai Pancasila? Jelaskan!
Paradigma pemerintahan yang dibangun dimasa lalu tetap dipertahankan dan menjadi akar masalah pemerintahan dan birokrasi sehingga mengancam demokratisasi.
Paradigma pemerintahan yang keliru seperti itulah yang tetap dipertahankan sehingga menjadi salah satu ciri kelemahan kinerja jajaran pemerintahan sampai detik ini. Persimpangan antar etika dan paradigma pemerintahan semakin mencuat dan menghadapkan diri pada problematika etik.
Paradigma pemerintahan yang seharusnya dibangun, tetapi berbalik menjadi kelemahan jajaran pemerintah yang dihadapkan dengan polemik etik, antara lain :
Independence, independensi harus dikedepankan untuk menunjukan posisi jajaran pemerintah maupun birokrasi agar dapat menjalankan kewajibanya dengan baik, namun pada kenyataannya jajaran birokrasi tidak memiliki independensi baik struktural maupun sikap sehingga menyebabkan mudahnya terperangkap pada jurang penyalahgunaan dan penyimpangan jabatan yang melahirkan budaya korupsi dilingkaran persetan pemerintahan baik pusat maupun daerah;
Impartialy, banyak kasus jajaran birokrasi tidak memperlakukan pelayanan secara adil dan merata tentu menguntungkan para pengguna pelayanan dengan identitas tertentu yang mencerminkan konstelasi politik, tentu hal ini menghasilkan ketidak percayaan publik pada jajaran birokrasi dan pemerintah;
Integrity, seyogyanya pemerintah dan jajaran birokrasi mengedepankan prinsip integritas yang tersubprinsip pada indak jujur,keadilan, ketepatan dan kecepatan pelayanan bukan malah sebaliknya, masalah ini menghasikan birokrasi yang koruptif dan tidak kredibel;
Transparency, dengan mengedepankan prinsip transparansi maka dapat mengidentifikasi setiap penyimpangan finansial, menekan persepsi korupsi, lemahnya kompetensi dan tindakan favoritisme terhadap kelompok politik tertentu sehingga akan melahirkan birokrasi yang kredibel;
Efficiency, jajaran birokrasi seringkali terjebak sikap tidak efisien dalam membelanjakan anggaran publik, dalam banyak kasus pemborosan menjadi bagian dari motivasi kerja mereka untuk melakukan perjalanan dinas, manipulasi bukti belanja dan modus lainnya untuk memperoleh keuntungan pribadi, seharusnya dalam menyusun program kerja harus ekstra hati-hati untuk menghasilkan kerja yang efisien, berkelanjutan, berintegritas, modern, dan dapat dipertanggungjawabkan;
Profesionalism, kompetensi menjadi kunci utama mewujudkan birokrasi yang kredibilitas. Kurangnya menerapkan prinsip ekuitas, akurasi, ketekunan, dan pelayanan prima yang menjadi ciri dari bentuk profesionalitas;
Service mindedness, ketidak pahaman dan ketidaksadaran diri jajaran birokrasi untuk melayani kepentingan masyarakat, indikator pelayanan publik seakan tidak diindahkan, ketepatan pelayanan, kecepatan dan waktu pelayanan seringkali menjadi kendala dan menghasilkan pelayanan yang tidak memuaskan.

Etika selalu terkait dengan masalah nilai sehingga perbincangan tentang etika, pada umumnya membicarakan tentang masalah nilai (baik atau buruk). Bagaimanakah etika generasi muda yang ada di sekitar tempat tinggal mu? Apakah mencerminkan etika dan nilai yang dianut oleh bangsa Indonesia? Berikan solusi mengenai adanya dekadensi moral yang saat ini terjadi !
Menurut saya banyak anak sekarang yang suka ber-online ria sepanjang hari tanpa henti. Tanpa kita sadari, hal itu dapat menjauhkan dari pergaulan di masyarakat sekitar. Mereka menjadi lebih suka bercanda ria di internet ketimbang memusyawarahkan tentang kegiatan disekitar.
Beberapa faktor yang menyababkan para pemuda di zaman sekarang kurang dalam beretika. Pertama, kurangnya kepedulian orang tua terhadap pentingnya menanamkan serta mengajarkan etika (moral) terhadap anak. Kedua, berkembangnya teknologi yang sanagat pesat membuat pola pikir para pemuda di zaman sekarang menjadi serba instan dan tidak peduli akan lingkungan sekitarnya. Ketiga, lingkungan sekitar yang membentuk karakter dan membentuk kepribadian seorang pemuda masih kurang diperhatiakan atau bahkan tidak diperhatikan sama sekali oleh masyarakat sekitar, terkhusus orangtuanya. Keempat, kurangnya penanaman jiwa religius didalam diri pemuda serta masih kurangnya pengetahuan tentang agama yang menjadikannya turntutan untuk selalu berperilaku etis.
Nama : Adinda Salsabila
NPM : 2215061035
PSTI : PSTI C

Hukum merupakan kontrol sosial, tetapi bukan berarti masyarakat dapat diatur hanya dengan mengetahui hukum. Negara hukum harus memaknai hukum sebagai suatu tatanan, termasuk tatanan transendental, tatanan sosial, dan tatanan politik, menurut ajaran Satjipto Rahardjo. Media massa sendiri berfungsi sebagai media dan sarana komunikasi resmi untuk menyebarkan informasi dan pesan kepada masyarakat. Tidak semua orang mengenal hukum, tetapi berkat media, siapa pun dapat mempelajarinya dengan membaca atau mendengarnya. Penggunaan media secara strategis berperan dalam kontrol sosial. Selalu ada hubungan antara studi media massa dan sistem politik, ekonomi, sosial, dan budaya yang berkembang. Media memiliki kekuasaan untuk mengawasi atau mengontrol hukum melalui pemberitaan.Media memiliki kekuasaan untuk mengawasi atau mengontrol hukum melalui pemberitaan. Media massa mendukung kebijakan hukum pidana dalam arti berperan dalam pencegahan kejahatan dan akibatnya mengalami perubahan-perubahan yang juga mempengaruhi nilai-nilai yang ada. Konsekuensi kemajuan teknis memungkinkan semua jenis komunikasi berlangsung tanpa memandang waktu, sehingga memudahkan kelompok masyarakat yang berbeda untuk mendeteksi tren dalam filsafat, ideologi, dan budaya yang berdampak pada keyakinan mereka. Disahkannya aturan yang mengatur informasi dan transaksi elektronik pada tanggal 21 April 2008, serta revisi-revisi yang mengikutinya, merupakan contoh nyata perkembangan hukum yang berkaitan dengan dampak perubahan teknologi, kemajuan ilmu pengetahuan, ekonomi, dan faktor lainnya. Fungsi kontrol sosial yaitu di Indonesia belum sepenuhnya terlaksana melalui Pancasila oleh media publik. Publik sering diinformasikan tentang berita yang tidak akurat dan disebarkan oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab. Orang-orang benar-benar menerima berita dan sumbernya begitu saja menjadi orang yang cerdas, orisinalitas, selera, dan niat. Nilai-nilai Pancasila yang dilanggar, terutama nilai-nilai material, spiritual, dan fundamental, yang mengakibatkan pelanggaran hak asasi manusia lainnya. Berita bohong itu menunjukkan tidak adanya jiwa Pancasila.
Nama : Adinda Salsabila
NPM : 2215061035
Kelas : PSTI-C

Izin menjawab pak, artikel tersebut menambah wawasan pembaca terkait implementasi sila-sila Pancasila dalam kehidupan sebagai dasar, pandangan, dan pedoman bangsa. Hal-hal yang dapat saya simpulkan yakni:
1. Landasan fundamental Bangsa Indonesia berdasarkan Pancasila, sebagai pedoman berbangsa dan bernegara
2. Pancasila diterapkan dengan tujuan terciptanya cita-cita nasional, yakni yang tertuang dalam alinea ke-4 Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, yang berisi hak-hak segenap bangsa Indonesia untuk dilindungi, memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut serta melaksanakan ketertiban dunia.
3. Dampak dari era reformasi begitu besar. Banyaknya manfaat yang dapat diambil tidak membuat sedikitnya hal negatif yang mengiringinya. Hendaknya diri sendiri memiliki kemampuan memfilter dan memilah mana saja hal-hal positif yang dapat diambil dan yang tidak.
4. Ketentuan-ketentuan fungsi Pancasila:
a) Ketuhanan Yang Maha Esa, memiliki makna pengakuan terhadap Tuhan yang satu dengan menjunjung tinggi toleransi dan kebebasan antar umat beragama
b) Kemanusiaan yang adil dan beradab, memiliki makna kewajiban manusia untuk tidak melakukan tindakan sewenang-wenang terhadap satu sama lain.
c) Persatuan Indonesia, memiliki ketentuan berupa hal-hal yang dicita-citakan bangsa Indonesia seperti yang terdapat dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945
d) Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan, yakni kesetaraan dalam hukum, demokrasi, musyawarah dan mufakat, serta pemerintahan yang didasari sebagai konstitusi bukan absolut
e) Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia, yakni penggunaan sumber daya negara yang harus berdasarkan kepentingan rakyat, dengan asas kekeluargaan, adil, dan digunakan sebaik-baiknya untuk kemakmuran masyarakat.

Dari poin-poin tersebut Pancasila amat penting dalam kehidupan bernegara. Dengan begitu, mengimplementasikan Pancasila adalah hal mutlak yang harus dilaksanakan.

Sekian tanggapan dari saya, terima kasih Pak