Kiriman dibuat oleh Annisa Ramadhanti Irawan

NAMA : Annisa Ramadhanti Irawan
NPM : 2215061013
KELAS : PSTI A
PRODI : TEKNIK INFORMATIKA

SEMANGAT BELA NEGARA DI TENGAH PANDEMI COVID-19
(THE NATIONAL SPIRIT OF DEFENSE IN THE MIDDLE OF THECOVID-19 PANDEMIC)
Banyak para pihak yang menanyakan perihal bagaimana kesadaran bela Negara pada saaat pandemic begini. Bela Negara sebenarnya tu adalah wujud kecintaan, nasionalisme kita terhadap Negara yang harus ada disetiap waga Negara. Tanpa kesadaran bela Negara Negara yang tinggi maka dapat disimpulkan bahwa Negara tersebut tidak akan kokoh dan mudah runtuh karena rapuh bahkan akan rapuh ketika menghadapi era global seperti sekarang ini.

upaya bela negara yang dapat dilakukan dalam pandemi covid 19 yaitu mematuhi aturan dan arahan yang diberikan pemeritah yaitu seperti tidak boleh keluar rumah kecuali saat keadaaan darurat. Lalu upaya bela negara lainnya yaitu dengan menaati protokol kesehatan agar covid 19 tidak menyebar ke orang lain. Dengan kita melakukan hal ini kita dapat membela negara kita terhadap pandemi yang menyerang sehingga pemerintah dapat mengatasi pandemi tersebut. Upaya-upaya tersebut lah yang merupakan upaya dalam membela negara dalam kondisi pandemi covid 19.
Upaya bela negara lainnya dalam pandemi covid 19 yaitu mendukung tenaga medis. Dimana mereka merupakan orang yang melakukan bela negara secara langsung dengan turun untuk mengatasi pandemi tersebut.

Semakin tinggi kesadaran suatu warga Negara tentang bela Negara maka akan semakin kokoh juga Negara tersebut maka yang terjadi konflik di Negara tersebut akan rendah karena kesadaran warganya terhadap bela Negara sangatlah tinggi hingga Negara tersebut bisa maju dan sukses dalam pengembangan negaranya. Oleh karena itu kita harus selalu sadar akan bela Negara agar Negara kita ini bisa meju dan tidak mudah untuk di provokasi oleh Negara lain serta konflik di Negara kita ini bisa rendah serta permasalahan yang berkaitan dengan runtuhnya suatu Negara karena kekurangan pada generasi muda yang sadar akan bela Negara tersebut.
Semangat Bela Negara di tengah pandemi COVID-19 memiliki peran penting dalam memperkuat solidaritas, kebersamaan, dan ketahanan nasional. Dengan bersatu dan saling mendukung, masyarakat dapat mengatasi tantangan yang dihadapi dan membangun masa depan yang lebih baik.
NAMA : Annisa Ramadhanti Irawan
NPM : 2215061013
KELAS : PSTI A
PRODI : TEKNIK INFORMATIKA

Ketahanan nasional merupakan keadaan di mana suatu negara memiliki kesiapan dan kemampuan untuk melindungi kepentingan nasionalnya dari berbagai ancaman dan tantangan. Perwujudan ketahanan nasional terdiri dari aspek alamiah dan sosial. Aspek alamiah mencakup kekayaan sumber daya alam, keberlanjutan lingkungan hidup, serta infrastruktur yang kuat dan tangguh. Sementara itu, aspek sosial melibatkan masyarakat yang memiliki kepedulian, kebersamaan, dan solidaritas, serta terciptanya stabilitas politik dan keamanan dalam negeri.

Ancaman unsur Tri Gatra
a. Lokasi dan pososisi geografis, contohnya terdapat lokasi yang terambil dan menggeser lokasi yang ada.
b. Keadaan dan kekayaan alam, contoh kapal asing yang mengambil ikan di laut Indonesia.
c. Kemampuan penduduk, sumber daya manusia harus ditingkatkan agar dapat bersaing dengan sumber daya asing. Salah satu caranya ialah dengan meningkatkan Pendidikan yang ada di Indonesia.

Ancaman unsur Panca Gatra
a. Ideologi.
b. Politik. Adanya demokrasi yang ada di Indonesia adalah bentuk pertahanan dan keamanan bidang politik.
c. Ekonomi.
d. Social dan budaya. Dilakukan pembelajaran bahasa daerah di dunia Pendidikan agar budaya asli tidak hilang bahkan diakui oleh bangsa lain.
e. Pertahanan dan keamanan. Dibangun sikap partisipasi dan kesadaran masyarakat akan pertahanan dan keamanan.
Annisa Ramadhanti Irawan
2215061013
PSTI A
Teknik Informatika

Analisis Soal!
A. Bagaimanakah isi artikel tersebut dalam rangka penegakan Hak Asasi Manusia dan berikan analisismu secara jelas? Hal positif apa yang anda dapatkan setelah membaca artikel tersebut?
Artikel tersebut menggambarkan situasi penegakan Hak Asasi Manusia (HAM) di Indonesia pada tahun 2019. Menurut artikel tersebut, terdapat beberapa catatan buruk terkait HAM, seperti pelanggaran HAM berat di masa lalu, pembatasan kebebasan berekspresi dan kebebasan beragama, diskriminasi berbasis gender, kegagalan dalam menghadirkan keadilan bagi korban pelanggaran HAM masa lalu, pelanggaran HAM yang masih berlangsung di Papua, dan penjatuhan hukuman kejam di luar pengadilan. Meskipun situasinya suram, ada beberapa perkembangan baik yang dapat menjadi harapan ke depan, seperti langkah-langkah reformasi pemerintah untuk memastikan perlindungan HAM yang lebih baik dan kembalinya gerakan mahasiswa sebagai kontrol sosial.
Setelah membaca artikel ini, hal positif yang dapat ditemukan adalah adanya pengakuan terhadap kekurangan dalam penegakan HAM di Indonesia. Artikel ini juga menggarisbawahi beberapa langkah positif yang telah diambil, seperti meratifikasi perjanjian HAM internasional dan upaya reformasi untuk memperbaiki situasi. Hal ini menunjukkan bahwa ada kesadaran dan komitmen untuk meningkatkan perlindungan HAM di Indonesia.

B. Berikan analisismu mengenai demokrasi Indonesia diambil dari nilai-nilai adat istiadat/budaya asli masyarakat Indonesia! Bagaimanakah pendapatmu mengenai prinsip demokrasi Indonesia yang berke-Tuhanan yang Maha Esa ?
Demokrasi Indonesia diambil dari nilai-nilai adat istiadat/budaya asli masyarakat Indonesia memiliki karakteristik unik. Prinsip demokrasi Indonesia yang berke-Tuhanan yang Maha Esa tercermin dalam Pancasila, yang menjadi dasar negara Indonesia. Prinsip ini menekankan pentingnya pengakuan akan keberagaman dan harmoni antarumat beragama serta mengakui adanya Tuhan sebagai landasan moral dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Pendapat saya mengenai prinsip demokrasi Indonesia yang berke-Tuhanan yang Maha Esa adalah bahwa prinsip ini dapat memberikan landasan yang kuat bagi persatuan dan kesatuan masyarakat Indonesia. Dengan mengakui dan menghormati keberagaman agama serta memiliki landasan moral yang kuat, diharapkan demokrasi Indonesia dapat berjalan dengan baik dan adil bagi semua warga negara.

C. Bagaimanakah praktik demokrasi Indonesia saat ini apakah telah sesuai dengan Pancasila dan UUD NRI 1945 serta menjunjung tinggi nilai hak asasi manusia?
Praktik demokrasi Indonesia saat ini perlu dievaluasi secara terus-menerus untuk memastikan kesesuaiannya dengan Pancasila dan UUD NRI 1945 serta menjunjung tinggi nilai hak asasi manusia. Meskipun terdapat kemajuan dalam beberapa aspek, seperti kebebasan berekspresi dan kebebasan beragama, masih terdapat tantangan yang perlu diatasi, seperti pelanggaran HAM yang masih terjadi dan pembatasan kebebasan sipil yang sewenang-wenang.
Pancasila sebagai ideologi negara Indonesia dan UUD NRI 1945 sebagai konstitusi harus menjadi pedoman dalam setiap kebijakan dan tindakan pemerintah. Penting bagi pemerintah dan semua pemangku kepentingan untuk mengedepankan prinsip-prinsip demokrasi yang dijiwai oleh nilai-nilai Pancasila dan menjunjung tinggi hak asasi manusia dalam praktik demokrasi sehari-hari.

D. Bagaimanakah sikap anda mengenai kondisi di mana anggota parlemen yang mengatas namakan suara rakyat tetapi melaksanakan agenda politik mereka sendiri dan berbeda dengan kepentingan nyata masyarakat?
Saya merasa sangat prihatin dengan kondisi di mana anggota parlemen menggunakan kedudukan mereka untuk melaksanakan agenda politik pribadi yang tidak sejalan dengan kepentingan nyata masyarakat. Hal ini merupakan pelanggaran terhadap prinsip demokrasi yang seharusnya mewakili suara dan kepentingan rakyat.
Anggota parlemen memiliki tanggung jawab untuk mewakili suara rakyat dan bertindak sesuai dengan kepentingan publik. Mereka harus bertanggung jawab secara etis dan mengutamakan kepentingan rakyat di atas kepentingan pribadi atau politik. Jika terdapat kesenjangan antara apa yang dijanjikan oleh anggota parlemen dan apa yang mereka lakukan dalam praktiknya, maka perlu ada akuntabilitas yang tegas untuk memastikan kepatuhan terhadap kepentingan masyarakat.

E. Bagaimanah pendapatmu mengenai pihak-pihak yang memiliki kekuasaan kharismatik yang berakar dari tradisi, maupun agama, tega menggerakan loyalitas dan emosi rakyat yang bila perlu menjadi tumbal untuk tujuan yang tidak jelas dan bagaimanakah hubungannya dengan konsep hak asasi manusia pada era demokrasi dewasa saat ini?
Pihak-pihak yang memiliki kekuasaan kharismatik yang berakar dari tradisi atau agama memiliki pengaruh yang kuat terhadap masyarakat. Namun, penggunaan kekuasaan ini harus selalu diiringi dengan tanggung jawab dan penghormatan terhadap hak asasi manusia. Tidak boleh ada penyalahgunaan kekuasaan atau penindasan terhadap individu atau kelompok dalam nama tradisi atau agama.
Dalam era demokrasi dewasa saat ini, prinsip-prinsip hak asasi manusia harus dijunjung tinggi dan dihormati oleh semua pihak, termasuk mereka yang memiliki kekuasaan kharismatik. Hak asasi manusia adalah hak universal yang melekat pada setiap individu tanpa memandang tradisi atau agama. Oleh karena itu, pihak-pihak yang memiliki kekuasaan harus bertindak sesuai dengan prinsip-prinsip demokrasi dan hak asasi manusia, serta tidak memanipulasi emosi rakyat atau menggunakan mereka sebagai tumbal untuk tujuan yang tidak jelas atau tidak adil.