Posts made by Vicka Nurlista

Nama : Vicka Nurlista
NPM : 2216031041
Kelas : Reg A
Prodi : Ilmu Komunikasi


Analisis Jurnal
Judul : SEMANGAT BELA NEGARA DI TENGAH PANDEMI COVID-19 ( THE NATIONAL SPIRIT OF DEFENSE IN THE MIDDLE OF THE COVID-19 PANDEMIC)
Penulis : Syahrul kemal
Kata Kunci : bela Negara, aktualisasi bela Negara, pandemic covid-19, kesadaran bela Negara

Dalam artikel tersebut menjelaskan tentang pentingnya semangat bela negara dalam menghadapi pandemi COVID-19.
Bela negara merupakan konsep yang diciptakan oleh undang-undang dan otoritas negara, yang menyangkut patriotisme seseorang, kelompok atau seluruh bagian negara untuk mempertahankan keberadaan negara. Kesadaran bela negara pada dasarnya berarti kesediaan untuk mengabdi pada negara dan berkorban demi pertahanan negara. Spektrum pertahanan negara sangat luas, dari yang paling diperlukan hingga yang paling keras. Dari menjaga hubungan baik antar warga hingga melawan ancaman nyata dengan senjata.  

Sekalipun sedang pandemi, bela negara tetap perlu dilakukan karena bela negara adalah kewajiban kita sebagai warga negara Indonesia untuk menunjukkan rasa cinta dan nasionalisme kita kepada tanah air kita. Pendidikan kewarganegaraan dan bela negara merupakan isu penting bagi warga negara Indonesia karena keduanya saling berkaitan. 
Pemerintah menerapkan berbagai cara seperti pemberian vaksin, larangan keluar rumah, social distancing dan penggunaan masker. Mengikuti perintah pemerintah ibarat membela negara.  kita sebagai warga negara yang harus kita lakukan ditengah pandemi ini adalah dengan mengikuti segala aturan yang diberikan oleh pemerintah agar kita tidak terpapar virus Covid-19 dan tidak menyebarkan berita bohong atau hoax yang bisa mengarah pada hal-hal buruk. Dan untuk melindungi tenaga medis yang mengabdi pada negara.
NAMA : Vicka Nurlista
NPM : 2216031041
KELAS : REG A
PRODI : Ilmu Komunikasi

Analisis Video
“Ketahanan Nasional”

Dalam Video tersebut Pak Fajar Kurniawan menjelaskan tentang ketahanan nasional yang merupakan kemampuan mengembangkan kekuatan dan potensi nasional untuk menghadapi ancaman atau tantangan yang harus dan akan dihadapi di era global ini.  
Ada beberapa sumber yang dapat dikategorikan sebagai ancaman, diantaranya serangan yang bersifat langsung, tidak langsung, dari luar, atau dari dalam.
Ada beberapa sumber yang dapat dikategorikan sebagai ancaman, diantaranya serangan yang bersifat langsung, tidak langsung, dari luar, atau dari dalam.
Ada beberapa sumber yang dapat dikategorikan sebagai ancaman, diantaranya serangan yang bersifat langsung, tidak langsung, dari luar, atau dari dalam.

Ada empat poin yang menjadi objek penyerangan musuh. Keempat poin tersebut yaitu:
1. integritas (kewibawaan kita)
2. identitas (identitas kita sebagai warga negara Indonesia)
3. kelangsungan hidup bangsa
4. perjuangan untuk mewujudkan tujuan nasional suatu negara.

Berikutnya ada dua jenis ancaman yang berkemungkinan menyerang suatu negara yaitu:
1. Ancaman unsur trigatra
Ancaman ini menyerang lokasi geografis wilayah negara Indonesia. meliputi keadaan dan kekayaan alam, serta kemampuan penduduk.
2. Ancaman unsur panca gatra
mencakup lima aspek yaitu ideologi, politik, ekonomi, sosial budaya dan hankam.
Nama : Vicka Nurlista
NPM : 2216031041
Kelas : Reg A
Prodi : Ilmu Komunikasi


Analisis Soal!
A. Bagaimanakah isi artikel tersebut dalam rangka penegakan Hak Asasi Manusia dan berikan analisismu secara jelas? Hal positif apa yang anda dapatkan setelah membaca artikel tersebut?
Jawab :
Artikel tersebut membahas bagaimana implementasi hak asasi manusia (HAM) di Indonesia yang tidak baik atau masih bisa dikatakan buruk ditunjukkan dengan banyaknya tujuan HAM di tahun 2019 yang terhenti dan kualitas HAM yang semakin memburuk juga mengalami kegagalan. , dan begitu banyak pembela yang diserang. Ini juga berlaku untuk pembatasan kebebasan berekspresi yang membuat orang merasa terintimidasi oleh negaranya sendiri. Artikel ini juga menjelaskan tentang isu isu yang ada agar pemerintah serta masyarakat dapat melakukan perubahan demi HAM di indonesia.
Hal positif yang dapat di ambil dari artikel ini adalah sebagai masyarakat dan terkhusus pemerintah kita bisa sadar akan pentingnya menghargai HAM yang berlaku karena seluruh manusia memiliki haknya.

B. Berikan analisismu mengenai demokrasi Indonesia diambil dari nilai-nilai adat istiadat/budaya asli masyarakat Indonesia! Bagaimanakah pendapatmu mengenai prinsip demokrasi Indonesia yang berke-Tuhanan yang Maha Esa?
Jawab :
memang benar demokrasi Indonesia berakar dalam pada nilai-nilai budaya dan adat istiadat masyarakat Indonesia, contoh nya yaitu nlai-nilai adat istiadat seperti musyawarah, gotong royong, dan kesepakatan bersama menjadi dasar dalam pengambilan keputusan yang melibatkan partisipasi aktif dari berbagai pihak. Demokrasi yang Berketuhanan Yang Maha Esa
Artinya seluk beluk sistem serta perilaku dalam menyelenggarakan kenegaraan RI harus taat asas, konsisten (sesuai) dengan nilai-nilai dan kaidah-kaidah dasar Ketuhanan Yang Maha Esa.
Bagi kita dan dalam negara Indonesia tidak boleh ada pertentangan dalam hal Ketuhanan Yang Maha Esa, tidak boleh ada sikap dan perbuatan yang anti Ketuhanan Yang Maha Esa dan anti keagamaan, dan yang seharusnya ada ialah Ketuhanan Yang Maha Esa (monotheisme) dengan toleransi beribadah menurut agama dan kepercayaan masing-masing. Sebagai sila pertama, Ketuhanan Yang Maha Esa menjadi sumber pokok nilai-nilai kehidupan bangsa Indonesia,

C. Bagaimanakah praktik demokrasi Indonesia saat ini apakah telah sesuai dengan Pancasila dan UUD NRI 1945 serta menjunjung tinggi nilai hak asasi manusia?
Jawab :
Praktik demokrasi di Indonesia saat ini mempunyai beberapa kekurangan dan tantangan dalam pelaksanaan sila-sila Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, dan dalam pemajuan hak asasi manusia. Meskipun demokrasi telah menciptakan lebih banyak ruang untuk partisipasi publik dan kebebasan berekspresi, masalah seperti pembatasan kebebasan beragama, diskriminasi, pelanggaran hak asasi manusia dan campur tangan politik dalam institusi demokrasi tetap ada. Namun, penting untuk dicatat bahwa demokrasi adalah proses yang berkembang dan Indonesia terus berupaya untuk meningkatkan dan memperkuat praktik demokrasi. 
Menurut ideologi Pancasila, hak-hak asasi setiap rakyat Indonesia pada dasarnya diimplementasikan secara bebas, akan tetapi kebebasan tersebut dibatasi dengan hak asasi orang lain. Sehingga walaupun terdapat kebebasan, namun kebebasan tersebut harus bertanggung jawab dengan memperhatikan dan tidak mengganggu hak asasi orang lain. Namun dalam realitasnya hal tersebut belum sepenuhnya dapat diterapkan oleh rakyat Indonesia.

D. Bagaimanakah sikap anda mengenai kondisi di mana anggota parlemen yang mengatas namakan suara rakyat tetapi melaksanakan agenda politik mereka sendiri dan berbeda dengan kepentingan nyata masyarakat?
Jawab :
Dengan masuknya kelompok elit di parlemen, artinya mereka telah mempunyai hak untuk menjadi wakil rakyat dalam penyampaian aspirasi kepada parlemen. Seringkali pendapat untuk kepentingan kelompok mereka pribadi susah didengar/ diterima oleh Parlemen , untuk itu mereka menyalahgunakan hak mereka dengan menyiratkan kepentingan mereka sambil mengatas namakan “kepentingan rakyat” maka pendapat mereka akan jauh lebih mungkin dipertimbangkan / didengar oleh Parlemen ( karena mereka mengatas namakan kepentingan rakyat)
Dengan ini pemimpin terpilih harus bertindak demi kepentingan rakyatnya dan memperjuangkan keadilan. Mengatasi masalah ini membutuhkan langkah-langkah seperti peningkatan pengawasan publik terhadap kinerja anggota parlemen. Masyarakat juga harus memainkan peran aktif dalam meneliti pejabat terpilih dan meminta pertanggungjawaban mereka untuk menjaga kebijakan dalam batas-batas yang tepat. 

E. Bagaimanah pendapatmu mengenai pihak-pihak yang memiliki kekuasaan kharismatik yang berakar dari tradisi, maupun agama, tega menggerakan loyalitas dan emosi rakyat yang bila perlu menjadi tumbal untuk tujuan yang tidak jelas dan bagaimanakah hubungannya dengan konsep hak asasi manusia pada era demokrasi dewasa saat ini?
Jawab :
menurut saya pihak pihak yang menggunakan kekuasaan kharismatik berdasarkan tradisi atau agama untuk memanipulasi kesetiaan dan perasaan rakyat dengan mengorbankan kesejahteraan dan hak asasi manusia sangatlah merugikan dan melanggar prinsip-prinsip demokrasi modern. Penting bagi kita untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya penghormatan terhadap hak asasi manusia dan prinsip-prinsip demokrasi dalam praktik politik. Mendidik dan meningkatkan kesadaran publik tentang hak asasi manusia dapat membantu orang menjadi lebih kritis dan tidak terlalu rentan terhadap manipulasi dan loyalitas emosional. Selain itu, penting bagi kita untuk memiliki sistem hukum yang efektif dan dapat membela hak asasi manusia.