Kiriman dibuat oleh Kadek Savitri

Teknik Informatika D -> Forum Analisis Video-1

oleh Kadek Savitri -
Nama : Kadek Savitri
NPM : 2215061120

Analisis Video 1

Berdasarkan video tersebut dapat dilihat respon warga terhadap pencemaran lingkungan oleh limbah yang berasal dari pabrik tekstil. Limbah-limbah tersebut dibuang sembarangan di sungai yang tidak hanya mencemari lingkungan tetapi juga mengganggu aktivitas warga karena mengeluarkan aroma yang tidak sedap. Pembuangan limbah tersebut dilakukan oleh pemilik pabrik yang mengaku belum memiliki wawasan tentang bagaimana cara mengolah limbah dan malah mengabaikan kelestarian lingkungan yang berdampak ke masyarakat sekitar. Pada kasus ini dapat dilihat bahwa pemerintah masih kurang tegas dalam menangani masalah pencemaran lingkungan yang dilakukan oleh oknum-oknum tertentu dan kurangnya pengetahuan masyarakat dalam mengolah limbah dengan benar. Tindakan masyarakat yang menuntut hak komunal kenyamanan dan keberlangsungan lingkungan, menurut saya sudah benar. Dengan melakukan tindakan tersebut dapat menyadarkan pelaku pencemaran lingkungan untuk menghentikan tindakan tersebut dan mengevaluasi masalah yang ada.Tentu hal ini dapat menjadi pengingat masyarakat agar tetap menjaga kelestarian lingkungan yang dimana dampak pencemaran yang dilakukan tidak hanya berpotensi merugikan beberapa orang saja namun ke masyarakat luas.

Teknik Informatika D -> Forum Analisis Jurnal

oleh Kadek Savitri -
Nama : Kadek Savitri
NPM : 2215061120

PENGARUH MATA KULIAH PENGEMBANGAN KEPRIBADIAN PANCASILA DALAM MENYIKAPI ILMU PENGETAHUAN DAN TEKNOLOGI.

Pada era globalisasi ini banyak aspek yang mengalami perkembangan yang membawa kemajuan bagi aspek yang menjadi dampak dari kemajuan globalisasi. Globalisasi berlangsung melalui dua dimensi dalam interaksi antar bangsa, yaitu dimensi ruang dan waktu. Hal ini berarti globalisasi dapat berlangsung di semua bidang kehidupan, baik itu bidang ideologi, politik, ekonomi, dan sebagainya. Faktor utama yang mendukung dalam globalisasi adalah teknologi dan komunikasi.

Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Iptek) menjadi bagian terpenting dalam mendorong perkembangan suatu bangsa. Kata teknologi berasal dari kata techne yang berarti serangkaian prinsip atau metode rasional yang berkaitan dengan pembuatan suatu objek atau kecakapan tertentu dan logos yang berarti tata pikir. Teknologi merupakan aplikasi dari kreativitas manusia yang berkaitan dengan alat dan bahan yang diwujudkan dalam bentuk materi yang digunakan oleh manusia untuk memudahkan pekerjaan dan kebutuhannya.

Kemajuan teknologi menyebabkan perubahan yang begitu besar pada kehidupan manusia dan perubahan ini berdampak besar pada dunia pendidikan. Kemajuan teknologi seperti telepon, televisi, dan internet tidak hanya dinikmati di perkotaan, namun juga di pedesaan sehingga teknologi dapat memberikan informasi yang bernilai baik maupun buruk dan mempengaruhi masyarakat dalam menggantikan ideologi nilai-nilai dalam Pancasila. Kemajuan ini tentu menjadi titik buka masuknya berbagai ancaman pengaruh dari luar yang bertentangan dengan nilai-nilai Pancasila. yang dimana jika dibiarkan dapat menjadi ancaman bagi integritas bangsa seperti terkikisnya nilai Pancasila oleh budaya barat yang sedang berkembang.

Oleh karena itu, perlu adanya pemulihan kembali kesadaran kolektif bangsa tentang urgensi Pancasila dalam kehidupan masyarakat. Perlu dilestarikan dari generasi ke generasi untuk menjaga keutuhan dan integritas bangsa melalui proses pendidikan formal, pemberian mata kuliah Pengembangan Kepribadian Pancasila. Dengan begitu diharapkan dapat terciptanya wahana pembelajaran bagi para mahasiswa untuk secara akademik mengkaji, menganalisis, dan memecahkan masalah-masalah pembangunan abngsa dan negara dalam mengamalkan prespektif nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila sebagai ideologi bangsa.

Teknik Informatika D -> Forum Analisis Soal

oleh Kadek Savitri -
Nama : Kadek Savitri
NPM : 221061120

A. Sistem etika perilaku politik saat ini sudah sesuai dengan nilai-nilai Pancasila, yang dimana sudah mengandung nilai ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, kerakyatan, dan juga kadailan. Namun, dalam pengamalannya sistem etika perilaku politik ini belum dijalankan sesuai dengan nilai-nilai Pancasila yang ada. Hal ini dapat dilihat dari penyalahgunaan kekuasaan oleh orang yang mempunyai jabatan untuk melanggar hukum demi kepentingan pihak pribadi, seperti nepotisme, korupsi, kolusi, dan sebagainya. Hal ini tentu bertentangan dengan nilai-nilai Pancasila dan beberapa nilai-nilai dari Pancasila tersebut masih belum terurai pada etika perilaku politik dimana pelayanan pemerintahan masih kurang profesional, transparan, dan adil.

B. Generasi muda yang ada di sekitar tempat tinggal saya mayoritas memiliki etika yang baik, namun tidak dipungkiri masih ada juga yang tidak mencerminkan nilai dan etika. Pengamalan nilai-nilai Pancasila dalam beretika oleh generasi muda di lingkungan saya dapat dilihat dari sikap bertoleransi antar agama, saling menghormati sesama terutama yang lebih tua, mau membantu sesama. Sebaliknya, generasi muda yang tidak mencerminkan nilai dan etika melakukan hal yang bertentangan dengan nilai-nilai etika Pancasila seperti pergaulan bebas, tawuran, tidak menghormati orang tua, dan abai beribadah juga toleransi antar sesama umat. Untuk itu solusi yang dapat untuk menangani dekadensi moral yang terjadi adalah dengan menanamkan sikap beretika dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila sedari dini oleh orang tua, guru, dan masyarakat. Dilaksanakan pendidikan Pancasila sebagai pendidikan karakter di sekolah maupun perguruan tinggi untuk meningkatkan jiwa nasionalisme, membangun integritas yang baik, dan sesuai dengan nilai dan etika Pancasila sehingga dapat menciptakan masyarakat yang baik dalam berbangsa.

Teknik Informatika D -> Forum Analisis Jurnal

oleh Kadek Savitri -
Nama : Kadek Savitri
NPM : 221061120

Judul Jurnal : Penanaman Nilai-Nilai Pancasila Melalui Kontrol Sosial Oleh Media Massa Untuk Menekan Kejahatan Di Indonesia.

Masyarakat akan selalu mengalami perkembangan yang diiringi dengan perubahan. termasuk tata nilai yang ada. Akibat perkembangan teknologi, bentuk telekomunikasi dapat terjadi kapan saja tanpa mengenal waktu dan tempat sehingga aliran dalam filsafat, ideologi, dan kebudayaan mudah dikenali oleh berbagai jenis kelompok masyarakat dan mempengaruhi tata nilai yang dimiliki.

Dicetuskan peraturan mengenai Informasi dan Transaksi Elektronik pada tanggal 21 April 2008 merupakan contoh perkembangan hukum yang nyata atas dampak perubahan teknologi, ilmu pengetahuan, ekonomi, dan lainnya. Peraturan yang sudah tidak sesuai perkembangan merupakan contoh akibat terjadinya perubahan sosial.

Definisi media massa, kata “media” mempunyai arti, yaitu alat, corong, instrumen, jalan, medium, penghubung, perangkat, perantara, peranti, saluran, sarana, wahana. Sedangkan kata “massa” berarti agregat, jasad, kawula, komposit, konglomerat, korpus, pengikut, publik, substansi. Sementara pengertian “media massa” sendiri adalah sarana dan saluran resmi sebagai alat komunikasi untuk menyebarkan berita dan pesan kepada masyarakat luas. Di Indonesia, media massa merupakan media atau alat yang digunakan oleh lembaga sosial dan wahana komunikasi massa yang melaksanakan kegiatan jurnalistik yang sesuai dengan Pasal 1 Butir 1 Undang-undang Republik Indonesia Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers, dengan demikian yang bertanggung jawab atas beredarnya muatan komunikasi massa dalam media tersebut adalah sebuah lembaga yang disebut sebagai pers. Media massa adalah suatu jenis komunikasi yang ditujukan kepada sejumlah khalayak yang tersebar, heterogen dan anonim melewati media cetak atau elektronik, sehingga pesan informasi yang sama itu dapat diterima secara serentak dan sesaat.10 Pemanfaatan media massa artinya penggunaan berbagai bentuk media massa, baik cetak maupun elektronik untuk tujuan tertentu.

Pemanfaatan media massa diklasifikasikan dalam dua jenis, yaitu media cetak dan media elektronik. Media cetak seperti surat kabar yang memerlukan media kertas, yang dimana lebaran cetak tersebut memuat laporan yang terjadi di masyarakat dengan ciri-ciri terbit secara periodik, bersifat umum yang berisikan informasi aktual mengenai apa saja yang layak untuk dibaca pembaca.

Di Indonesia pengamalan nilai-nilai Pancasila oleh media massa dalam menerapkan fungsi kontrol sosial belum terlaksana secara menyeluruh. Berita dan informasi yang diedarkan kepada masyarakat seringkali tidak sesuai dengan fakta dan disebarkan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab dengan tidak menelusuri kembali isi berita yang disampaikan, dari mana sumber berita tersebut, tetapi masyarakat masih mempercayai hal tersebut. Hal ini melanggar nilai-nilai Pancasila khususnya mengenai nilai materiil, nilai kerohanian, dan nilai vital yang akhirnya menjadi pelanggaran hak manusia lainnya. Kurangnya pengamalan jiwa Pancasila dapat dilihat dengan adanya berita-berita yang menyesatkan di kalangan masyarakat.
Nama : Kadek Savitri
NPM : 2215061120
Kelas : PSTI-D

Pancasila adalah dasar negara dan ideologi nasional, dimana Pancasila dijadikan dasar, motivasi dalam sikap, tingkah laku dan perbuatan dalam berbangsa. Pancasila sebagai dasar negara berarti segala sesuatu baik itu tindakan, peraturan, pengelolaan yang berhubungan dengan kehidupan bernegara dan bermasyarakat di Indonesia didasarkan pada Pancasila dan nilai-nilai fundamental yang terkandung pada Pancasila. Nilai dasar Pancasila mencangkup nilai ketuhanan, nilai kemanusiaan, nilai persatuan, nilai kerakyatan, dan nilai keadilan. Semua nilai dari kelima sila-sila Pancasila tidak dapat dilaksanakan secara terpisah karena nilai-nilai tersebut saling bersangkutan dan Pancasila sebagai kesatuan yang mengikat aspek-aspek tersebut.

Sebagai dasar negara Indonesia, pancasila sering disebut sebagai dasar falsafah negara. Dalam mengelola atau mengatur kehidupan bernegara dilandasi oleh filsafat atau ideologi pancasila. Pancasila mengandung nilai-nilai yang fundamental. Fundamen suatu negara harus kuat, kokoh, dan tidak memungkinkan untuk diubah. Jika mengubah fundamental maka mengubah eksistensi dan sifat suatu negara. Kuat lemahnya suatu bangsa dapat dilihat dari teguhnya dasar negara itu sendiri.

Ketentuan-ketentuan fungsi pancasila dalam proses melaksanakan kehidupan berbangsa dan bernegara tertera pada nilai sila-silanya, seperti berikut. Pertama, sila Ketuhanan Yang Maha Esa, yaitu negara menjamin dan membebaskan setiap warganya untuk memeluk agama dan beribadah sesuai agama masing-masing dengan saling menghormati dan memberikan toleransi pada tiap agama. Kedua, sila Kemanusian Yang Adil dan Beradab, yaitu, adil, seimbang, dan mendapatkan jaminan kedudukan yang sama dalam hukum, pemerintahan juga memiliki kewajiban untuk menjunjung tinggi hukum dan pemerintah bagi seluruh warga negara. Ketiga, sila Persatuan Indonesia, berupa nasionalisme yang harus ditanamkan oleh setiap warga negara, mengedepankan tujuan kesatuan, serta kepentingan bersama untuk mempersatukan bangsa. Keempat, Kerakyatan Yang dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan Perwakilan, yaitu semua orang memiliki hak asasi yang sama. Sebagai negara demokrasi, semua keputusan diambil berdasarkan musyawarah bersama sehingga hasil yang dicapai adil untuk semua. Kelima, Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat, yaitu setiap rakyat Indonesia mendapat hak dan kewajiban yang sama sebagai warga negara Indonesia dengan tidak ada yang membedakan baik secara ekonomi, sosial, politik, dan sebagainya.