གནས་བསྐྱོད་བཟོ་མི་ Annisa Destinaria

MKU PKN KIMIA B GENAP 2024 -> FORUM ANALISIS VIDEO

Annisa Destinaria གིས-
Nama : Annisa Destinaria
NPM : 2217011100
Kelas : Kimia-B

Berikut Analisis Video Berjudul Identitas dan Integrasi Nasional P3.
Identitas nasional merupakan hal yang mendasari suatu negara serta menjadikannya beda dari negara lain. Identitas nasional menggambarkan siapa diri kita sebenarnya. Identitas nasional menjadi penting demi terjaganya keutuhan bangsa, karena tak akan mungkin mampu menjaga suatu tanpa mengetahui tentang sesuatu tersebut. Hakikat identitas nasional merujuk pada ciri khas dan jati diri yang dimiliki oleh suatu bangsa, yang membedakannya dari bangsa lain.
4 Unsur Identitas Nasional:
1. Suku Bangsa, adalah kelompok sosial yang memiliki ciri khas tertentu, seperti adat, tradisi, dan bahasa. Setiap suku memiliki budaya dan cara hidup yang berbeda, tetapi semua suku ini berkontribusi pada kekayaan budaya Indonesia secara keseluruhan. Suku bangsa memberikan identitas yang jelas bagi individu dan komunitas serta memperkaya keragaman nasional.
2. Agama, Indonesia dikenal sebagai negara dengan keberagaman agama yang tinggi, termasuk Islam, Kristen, Hindu, Buddha, dan Konghucu. Agama tidak hanya memengaruhi cara hidup individu tetapi juga membentuk norma dan nilai-nilai sosial dalam masyarakat.
3. Budaya, Budaya mencakup berbagai aspek kehidupan masyarakat, seperti seni, musik, tarian, dan tradisi. Indonesia memiliki kekayaan budaya yang sangat beragam, di mana setiap daerah memiliki kebudayaan uniknya sendiri. Budaya memainkan peran penting dalam membentuk jati diri bangsa dan menjadi simbol persatuan di tengah perbedaan
4. Bahasa, adalah alat komunikasi yang sangat penting dalam membangun identitas nasional. Bahasa Indonesia diakui sebagai bahasa persatuan yang digunakan oleh seluruh warga negara untuk berkomunikasi.
Pembagian Identitas Nasional:
1. Identitas Fundamental, mencakup Pancasila, falsafah, dan ideologi.
2. Identitas Instrumentasl, mencakup UUD 1945, Bendera Merah Putih, Lagu Kebangsaan Indonesia Raya, Lambang Negara Garuda Pancasila.
3. Identitas Alamiah, mencakup Bentuk Negara Kepulauan, Keberagaman Suku Bangsa dan Agama.
Integrasi nasional adalah proses penyatuan berbagai elemen masyarakat Indonesia yang memiliki latar belakang suku, agama, budaya, dan daerah yang berbeda, menjadi satu kesatuan bangsa yang utuh.
Faktor pendorong integrasi nasional:
1. Sejarah
2. Cinta tanah air
3. Rela berkorban
4. Consensus nasional
5. Keinginan Bersatu
Faktor penghambat integrasi nasional:
1. Etnosentrisme, adalah sikap di mana suatu kelompok suku atau bangsa menganggap budaya dan nilai-nilai mereka lebih baik dibandingkan dengan budaya lain.
2. Heterogen, merujuk pada keberagaman masyarakat yang terdiri dari berbagai suku, agama, ras, dan budaya.
3. Gangguan luar, seperti intervensi politik atau ekonomi dari negara lain, juga dapat menjadi faktor penghambat integrasi nasional.
4. Ketimpangan, Ketimpangan pembangunan antara wilayah-wilayah di Indonesia, terutama antara daerah maju dan tertinggal, dapat menimbulkan rasa ketidakpuasan di kalangan masyarakat.
Bentuk Integrasi Nasional:
1. Asimilasi, adalah proses di mana dua atau lebih kebudayaan yang berbeda bergabung menjadi satu, sehingga ciri khas kebudayaan asli dari kelompok yang berasimilasi hilang atau berkurang.
2. Akulturasi, adalah proses penggabungan dua atau lebih kebudayaan yang berlangsung tanpa menghilangkan ciri khas masing-masing budaya. Dalam akulturasi, elemen-elemen budaya dari kedua pihak saling mempengaruhi dan menciptakan suatu bentuk baru yang tetap mempertahankan unsur-unsur asli.

MKU PKN KIMIA B GENAP 2024 -> FORUM JAWABAN ANALISIS JURNAL

Annisa Destinaria གིས-
Nama : Annisa Destinaria
NPM : 2217011100
Kelas : B

Jurnal ini membahas mengenai pentingnya integrasi nasional sebagai suatu cara untuk mengantisipasi masuknya etnosentrisme di Indonesia. Dalam sejarah, Indonesia telah mengalami berbagai perubahan politik yang mempengaruhi stabilitas nasional, Termasuk transisi dari Orde Lama ke Orde Baru dan kemudian ke era Reformasi. Salah satu penyebab disintegrasi dalam perjalanan bangsa adalah penerapan kebijakan sentralistik yang mengabaikan keberagaman etnis, budaya, dan daerah. Akibatnya, muncul ketidakpuasan di berbagai wilayah yang merasa tidak mendapatkan haknya secara adil. Reformasi membawa perubahan dengan memberi kebebasan yang lebih luas kepada daerah, namun di sisi lain juga menimbulkan tantangan baru dalam menjaga kesatuan bangsa.

Identitas nasional memainkan peran penting dalam membentuk integrasi nasional. Di masa lalu, identitas nasional lebih banyak ditandai oleh simbol-simbol seperti bendera, lagu kebangsaan, dan bahasa nasional. Namun, di era modern, identitas nasional menjadi lebih kompleks karena dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk kepentingan ekonomi, sosial, dan budaya. Media massa, terutama televisi dan internet, turut berperan dalam membentuk pola pikir dan perilaku masyarakat. Identitas tidak lagi bersifat tunggal, tetapi terbentuk melalui interaksi sosial yang terus berkembang. Oleh karena itu, diperlukan strategi kebudayaan yang mampu menjaga identitas nasional di tengah keberagaman dan perkembangan global.

Salah satu tantangan utama dalam menjaga integrasi nasional adalah kebijakan otonomi daerah yang terkadang justru malah memperkuat munculnya etnosentrisme. Banyak daerah yang lebih mementingkan kepentingan lokal atau daerahnya sendiri dibandingkan dengan kepentingan nasional. Jika tidak dikelola dengan baik, otonomi daerah berpotensi akan memperlemah rasa persatuan dan terbentuk adanya pemisah antarwilayah. Oleh karena itu, sangat penting untuk menyeimbangkan kebebasan daerah dengan kebijakan nasional yang tetap mengutamakan persatuan bangsa.

Integrasi nasional adalah kunci untuk menjaga stabilitas dan kesatuan bangsa di tengah keberagaman yang ada. Dalam mewujudkan integrasi yang kuat, perlu adanya kesadaran bersama bahwa pluralitas adalah aset yang harus dijaga dengan baik, bukan justru sebagai pemicu sebuah konflik. Pemerintah dan juga masyarakat harus bekerja sama dalam menciptakan kebijakan yang mendukung persatuan, tanpa mengesampingkan hak-hak sebuah daerah. Dengan strategi kebudayaan yang tepat, Indonesia dapat tetap menjadi negara yang berdaulat dan harmonis. Meskipun memiliki beragam suku, agama, dan budaya.

MKU PKN KIMIA B GENAP 2024 -> FORUM JAWABAN ANALISIS JURNAL

Annisa Destinaria གིས-
Nama : Annisa Destinaria
NPM : 2217011100
Kelas : B

Pada jurnal ini membahas mengenai pentingnya kearifan budaya lokal dalam memperkuat identitas bangsa Indonesia di era globalisasi. Dengan adanya perubahan sosial yang cepat, masyarakat menghadapi tantangan dalam mempertahankan jati diri budaya mereka. Kearifan lokal menjadi salah satu elemen penting yang perlu dijaga dan dikembangkan, karena berperan penting sebagai perekat dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Nilai-nilai budaya lokal seperti gotong royong, toleransi, dan musyawarah menjadi bagian dari identitas nasional yang harus tetap kita jaga di era arus modernisasi.

Indonesia dikenal sebagai negara multikultural yang memiliki keberagaman etnis, bahasa, dan adat istiadat. Dalam keberagaman ini, masih terdapat suatu tantangan dalam menjaga persatuan, seperti ketegangan antar kelompok etnis dan potensi konflik sosial. Oleh karena itu, konsep Bhinneka Tunggal Ika harus selalu diperkuat dengan menanamkan kesadaran akan pentingnya identitas budaya yang inklusif. Multikulturalisme dapat menjadi suatu jembatan yang menghubungkan dengan antar kelompok budaya agar dapat hidup berdampingan secara harmonis.

Selain itu, globalisasi membawa tantangan tersendiri dalam kelestarian budaya lokal. Masuknya budaya asing yang begitu cepat dapat menyebabkan homogenisasi budaya, sehingga nilai-nilai budaya tradisional perlahan bisa tersingkirkan. Oleh karena itu, revitalisasi kearifan lokal sangat diperlukan agar masyarakat tetap memiliki pegangan dalam menghadapi perubahan zaman. Kearifan lokal tidak hanya mencerminkan identitas budaya, namun juga berperan dalam membangun karakter bangsa yang kuat dan berakar pada nilai-nilai asli masyarakat.