Nama : Annisa Destinaria
NPM : 2217011100
Kelas : Kimia-B
Berikut Analisis Video Berjudul Identitas dan Integrasi Nasional P3.
Identitas nasional merupakan hal yang mendasari suatu negara serta menjadikannya beda dari negara lain. Identitas nasional menggambarkan siapa diri kita sebenarnya. Identitas nasional menjadi penting demi terjaganya keutuhan bangsa, karena tak akan mungkin mampu menjaga suatu tanpa mengetahui tentang sesuatu tersebut. Hakikat identitas nasional merujuk pada ciri khas dan jati diri yang dimiliki oleh suatu bangsa, yang membedakannya dari bangsa lain.
4 Unsur Identitas Nasional:
1. Suku Bangsa, adalah kelompok sosial yang memiliki ciri khas tertentu, seperti adat, tradisi, dan bahasa. Setiap suku memiliki budaya dan cara hidup yang berbeda, tetapi semua suku ini berkontribusi pada kekayaan budaya Indonesia secara keseluruhan. Suku bangsa memberikan identitas yang jelas bagi individu dan komunitas serta memperkaya keragaman nasional.
2. Agama, Indonesia dikenal sebagai negara dengan keberagaman agama yang tinggi, termasuk Islam, Kristen, Hindu, Buddha, dan Konghucu. Agama tidak hanya memengaruhi cara hidup individu tetapi juga membentuk norma dan nilai-nilai sosial dalam masyarakat.
3. Budaya, Budaya mencakup berbagai aspek kehidupan masyarakat, seperti seni, musik, tarian, dan tradisi. Indonesia memiliki kekayaan budaya yang sangat beragam, di mana setiap daerah memiliki kebudayaan uniknya sendiri. Budaya memainkan peran penting dalam membentuk jati diri bangsa dan menjadi simbol persatuan di tengah perbedaan
4. Bahasa, adalah alat komunikasi yang sangat penting dalam membangun identitas nasional. Bahasa Indonesia diakui sebagai bahasa persatuan yang digunakan oleh seluruh warga negara untuk berkomunikasi.
Pembagian Identitas Nasional:
1. Identitas Fundamental, mencakup Pancasila, falsafah, dan ideologi.
2. Identitas Instrumentasl, mencakup UUD 1945, Bendera Merah Putih, Lagu Kebangsaan Indonesia Raya, Lambang Negara Garuda Pancasila.
3. Identitas Alamiah, mencakup Bentuk Negara Kepulauan, Keberagaman Suku Bangsa dan Agama.
Integrasi nasional adalah proses penyatuan berbagai elemen masyarakat Indonesia yang memiliki latar belakang suku, agama, budaya, dan daerah yang berbeda, menjadi satu kesatuan bangsa yang utuh.
Faktor pendorong integrasi nasional:
1. Sejarah
2. Cinta tanah air
3. Rela berkorban
4. Consensus nasional
5. Keinginan Bersatu
Faktor penghambat integrasi nasional:
1. Etnosentrisme, adalah sikap di mana suatu kelompok suku atau bangsa menganggap budaya dan nilai-nilai mereka lebih baik dibandingkan dengan budaya lain.
2. Heterogen, merujuk pada keberagaman masyarakat yang terdiri dari berbagai suku, agama, ras, dan budaya.
3. Gangguan luar, seperti intervensi politik atau ekonomi dari negara lain, juga dapat menjadi faktor penghambat integrasi nasional.
4. Ketimpangan, Ketimpangan pembangunan antara wilayah-wilayah di Indonesia, terutama antara daerah maju dan tertinggal, dapat menimbulkan rasa ketidakpuasan di kalangan masyarakat.
Bentuk Integrasi Nasional:
1. Asimilasi, adalah proses di mana dua atau lebih kebudayaan yang berbeda bergabung menjadi satu, sehingga ciri khas kebudayaan asli dari kelompok yang berasimilasi hilang atau berkurang.
2. Akulturasi, adalah proses penggabungan dua atau lebih kebudayaan yang berlangsung tanpa menghilangkan ciri khas masing-masing budaya. Dalam akulturasi, elemen-elemen budaya dari kedua pihak saling mempengaruhi dan menciptakan suatu bentuk baru yang tetap mempertahankan unsur-unsur asli.
NPM : 2217011100
Kelas : Kimia-B
Berikut Analisis Video Berjudul Identitas dan Integrasi Nasional P3.
Identitas nasional merupakan hal yang mendasari suatu negara serta menjadikannya beda dari negara lain. Identitas nasional menggambarkan siapa diri kita sebenarnya. Identitas nasional menjadi penting demi terjaganya keutuhan bangsa, karena tak akan mungkin mampu menjaga suatu tanpa mengetahui tentang sesuatu tersebut. Hakikat identitas nasional merujuk pada ciri khas dan jati diri yang dimiliki oleh suatu bangsa, yang membedakannya dari bangsa lain.
4 Unsur Identitas Nasional:
1. Suku Bangsa, adalah kelompok sosial yang memiliki ciri khas tertentu, seperti adat, tradisi, dan bahasa. Setiap suku memiliki budaya dan cara hidup yang berbeda, tetapi semua suku ini berkontribusi pada kekayaan budaya Indonesia secara keseluruhan. Suku bangsa memberikan identitas yang jelas bagi individu dan komunitas serta memperkaya keragaman nasional.
2. Agama, Indonesia dikenal sebagai negara dengan keberagaman agama yang tinggi, termasuk Islam, Kristen, Hindu, Buddha, dan Konghucu. Agama tidak hanya memengaruhi cara hidup individu tetapi juga membentuk norma dan nilai-nilai sosial dalam masyarakat.
3. Budaya, Budaya mencakup berbagai aspek kehidupan masyarakat, seperti seni, musik, tarian, dan tradisi. Indonesia memiliki kekayaan budaya yang sangat beragam, di mana setiap daerah memiliki kebudayaan uniknya sendiri. Budaya memainkan peran penting dalam membentuk jati diri bangsa dan menjadi simbol persatuan di tengah perbedaan
4. Bahasa, adalah alat komunikasi yang sangat penting dalam membangun identitas nasional. Bahasa Indonesia diakui sebagai bahasa persatuan yang digunakan oleh seluruh warga negara untuk berkomunikasi.
Pembagian Identitas Nasional:
1. Identitas Fundamental, mencakup Pancasila, falsafah, dan ideologi.
2. Identitas Instrumentasl, mencakup UUD 1945, Bendera Merah Putih, Lagu Kebangsaan Indonesia Raya, Lambang Negara Garuda Pancasila.
3. Identitas Alamiah, mencakup Bentuk Negara Kepulauan, Keberagaman Suku Bangsa dan Agama.
Integrasi nasional adalah proses penyatuan berbagai elemen masyarakat Indonesia yang memiliki latar belakang suku, agama, budaya, dan daerah yang berbeda, menjadi satu kesatuan bangsa yang utuh.
Faktor pendorong integrasi nasional:
1. Sejarah
2. Cinta tanah air
3. Rela berkorban
4. Consensus nasional
5. Keinginan Bersatu
Faktor penghambat integrasi nasional:
1. Etnosentrisme, adalah sikap di mana suatu kelompok suku atau bangsa menganggap budaya dan nilai-nilai mereka lebih baik dibandingkan dengan budaya lain.
2. Heterogen, merujuk pada keberagaman masyarakat yang terdiri dari berbagai suku, agama, ras, dan budaya.
3. Gangguan luar, seperti intervensi politik atau ekonomi dari negara lain, juga dapat menjadi faktor penghambat integrasi nasional.
4. Ketimpangan, Ketimpangan pembangunan antara wilayah-wilayah di Indonesia, terutama antara daerah maju dan tertinggal, dapat menimbulkan rasa ketidakpuasan di kalangan masyarakat.
Bentuk Integrasi Nasional:
1. Asimilasi, adalah proses di mana dua atau lebih kebudayaan yang berbeda bergabung menjadi satu, sehingga ciri khas kebudayaan asli dari kelompok yang berasimilasi hilang atau berkurang.
2. Akulturasi, adalah proses penggabungan dua atau lebih kebudayaan yang berlangsung tanpa menghilangkan ciri khas masing-masing budaya. Dalam akulturasi, elemen-elemen budaya dari kedua pihak saling mempengaruhi dan menciptakan suatu bentuk baru yang tetap mempertahankan unsur-unsur asli.