གནས་བསྐྱོད་བཟོ་མི་ Annisa Destinaria

MKU PKN KIMIA B GENAP 2024 -> FORUM JAWABAN ANALISIS VIDEO

Annisa Destinaria གིས-
Nama : Annisa Destinaria
NPM : 2217011100
Kelas : Kimia-B

Analisis Terkait Video Perkembangan Konstitusi yang Berlaku di Indonesia oleh Prof. Jimly Asshiddiqie.
Sejak meraih kemerdekaan, Indonesia telah mengalami berbagai amandemen konstitusi selama bertahun-tahun. Fase-fase evolusi konstitusi dijelaskan secara menyeluruh oleh Profesor Jimly Asshiddiqie. Orang awam mungkin akan bingung dengan isu-isu yang mungkin muncul di masyarakat akibat amandemen konstitusi. Interpretasi yang berbeda dapat terjadi karena pasal-pasal dalam UUD 1945 dirumuskan secara berbeda sebelum dan sesudah perubahan. Perselisihan politik dan hukum dapat timbul dari hal ini. Keabsahan amandemen UUD 1945 dapat ditafsirkan secara berbeda oleh pihak-pihak yang berbeda. Mereka mungkin percaya bahwa makna asli dari UUD 1945 telah diubah oleh perubahan tersebut. Ada kemungkinan bahwa prosedur amandemen UUD 1945 tidak disosialisasikan dengan baik kepada masyarakat luas.

Empat kali amandemen terhadap UUD 1945 (1999-2002) membawa perubahan signifikan selama era Reformasi 1998. Amandemen-amandemen ini menghapuskan supremasi MPR, membatasi kekuasaan presiden, melembagakan pemilihan umum secara langsung, dan memperkuat sistem demokrasi dengan membentuk lembaga-lembaga baru seperti Mahkamah Konstitusi, Komisi Yudisial, dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah. Posisi hukum pasca-amandemen masih dipertanyakan, terutama terkait dengan penjelasan konstitusional yang pertama kali dicantumkan pada edisi 5 Juli 1959, namun kemudian dinyatakan tidak lagi menjadi bagian resmi setelah amandemen.

MPR sebagai entitas yang bertanggung jawab untuk mengubah UUD 1945 harus aktif dalam mensosialisasikan karakter hukum dari konstitusi yang baru. Alih-alih mengganti teks asli secara keseluruhan, teknik adendum dalam amandemen konstitusi berupaya untuk menjaga kesinambungannya. Untuk mencegah perpecahan yang disebabkan oleh perbedaan penafsiran yang tidak rasional, pemahaman ini perlu diperkuat. Pada akhirnya, konstitusi lebih dari sekadar seperangkat hukum; konstitusi merupakan landasan eksistensi negara, dan semua warga negara harus menjunjung tinggi konstitusi untuk terus mendukung demokrasi dan kebaikan bersama.

MKU PKN KIMIA B GENAP 2024 -> ANALISIS KASUS

Annisa Destinaria གིས-
Annisa Destinaria
2217011100
Kimia B

1. Tantangan yang dihadapi bangsa Indonesia saat ini, seperti melemahnya identitas nasional akibat globalisasi, ketimpangan sosial, serta memudarnya nilai-nilai Pancasila, memang dapat berpotensi menyebabkan disintegrasi bangsa. Jika masyarakat kehilanga rasa kebangsaan dan tidak lagi memiliki kepedulian terhadap negara, maka persatuan bisa terancam.
Faktor utama yang menyebabkan hal tersebut adalah derasnya arus informasi global yang tidak disaring dengan baik, kurangnya kesadaran akan pentingnya nasionalisme, serta lemahnya implementasi nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu, kesenjangan ekonomi yang semakin tajam akibat persaingan global juga dapat menimbulkan ketidakpuasan di kalangan masyarakat yang kurang beruntung.
Untuk menghadapi tantangan ini, diperlukan adanya sikap yang lebih kritis dalam menyaring budaya asing yang masuk, memperkuat pendidikan karakter berbasis Pancasila, serta meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga persatuan dan kesatuan bangsa. Pemerintah juga harus berperan aktif dalam menegakkan keadilan dan menciptakan kebijakan yang mengakomodasi seluruh lapisan masyarakat agar tidak ada pihak yang merasa tertinggal.

2. Agar kebudayaan Indonesia tetap menjadi pemersatu di tengah keberagaman, beberapa langkah penting yang bisa dilakukan adalah:
a. Menanamkan nilai-nilai budaya Indonesia sejak dini di sekolah, baik dalam mata pelajaran maupun kegiatan ekstrakurikuler. Sehingga generasi muda bisa memahami dan mencintai budaya bangsanya sendiri.
b. Media sosial dan platform digital bisa digunakan untuk memperkenalkan dan melestarikan budaya Indonesia secara global.
c. Pemerintah dan masyarakat mengapresiasi dan menggunakan produk budaya Indonesia itu sendiri. Seperti pakaian tradisional, kuliner khas, dan juga bahasa daerah.
d. Nilai-nilai kearifan lokal seperti gotong royong, toleransi, dan musyawarah harus selalu dijaga dan dilakukan agar masyarakat tetap bersatu. Meskipun memiliki latar belakang yang beragam.