གནས་བསྐྱོད་བཟོ་མི་ Devi Setyo Wulandari

Nama: Devi Setyo Wulandari
NPM: 2207051019
Kelas: D3 MI 22

Analisis Jurnal
Tantangan konsolidasi demokrasi dalam pemilu presiden (pilpres) 2019. Pembangunan demokrasi Indonesia sebagaimana tercermin dari pilpres masih mengalami banyak masalah. Pendalaman demokrasi belum terwujud dengan baik karena pilar-pilar demokrasi yang menjadi faktor penguat konsolidasi demokrasi belum efektif. Pilpres 2019 belum mampu menghasilkan suksesi kepemimpinan yang baik dan belum mampu pula membangun kepercayaan publik. Sejak era Reformasi, Indonesia sudah menggelar empat kali pemilu. Tetapi, pemilu ke lima tahun 2019, khususnya, pemilu presiden (pilpres) memiliki konstelasi politik yang lebih menyita perhatian publik. Pelaksanaan pilpres pada dasarnya juga merupakan tindak lanjut perwujudan prinsip-prinsip demokrasi yang meliputi jaminan atas prinsip-prinsip kebebasan individu dan persamaan, khususnya dalam hak politik. 
 
Tujuan penelitian ini yakni untuk mendeskripsikan tentang bagaimana tantangan konsolidasi demokrasi dalam pemilu presiden (pilpres) 2019 di Indonesia. Kelebihan penelitian yaitu adanya kesesuaian antara tujuan penulisan jurnal ini dengan penutup yang didapatkan di akhir. Kekurangan penelitian yaitu tidak ada kesimpulan yang membuat pembaca sulit mengetahui masalah inti pembahasan jurnal ini. Jurnal ini mendeskripsikan tentang Indonesia dapat melaksanakan pemilu yang aman dan damai. Pemilu 2019 yang kompleks, dengan tingkat kerumitan yang cukup tinggi dan hasilnya yang dipersoalkan menjadi pelajaran yang sangat berharga. Sebagai negara demokrasi nomor 4 terbesar di dunia, Indonesia tampaknya belum mampu memperlihatkan dirinya sebagai negara yang menjalankan demokrasi substantif.
Nama : Devi Setyo Wulandari
NPM : 2207051019
Kelas : D3 MI 22'

Analisis Video
Sistem demokrasi banyak digunakan sebagai sistem pemerintahan yang dianggap tepat bagi negaranya. Peran demokrasi dalam suatu negara sangat menguntungkan, terutama bagi rakyat. Karena pada dasarnya, demokrasi sangat memberikan ruang terbuka bagi setiap warga negara untuk menyampaikan pendapatnya. Selain itu, demokrasi juga menjamin kebebasan setiap orang untuk berpendapat. Meskipun demokrasi terguncang oleh banyak perkembangan situasi baru pada abad-21 ini, demokrasi tetap eksis. Alasan utamanya, negara dengan sistem demokrasi yang baik akan lebih mampu menjaga keamanan dan kemakmuran jangka panjang. Sistem demokrasi dianggap sebagai alat paling efektif mewujudkan kesetaraan, mengurangi konflik, dan meningkatkan partisipasi publik. Rakyat juga memiliki kendali secara tidak langsung atas hak-hak mereka sendiri. Dapat dikatakan bahwa demokrasi mungkin bukan sistem pemerintahan terbaik yang pernah ada. Namun, sistem ini adalah salah satu opsi yang lebih baik. Setiap bentuk pemerintahan pasti memiliki kekurangan. Orang yang berbeda pun memiliki pandangan yang berbeda tentang berbagai sistem politik. Oleh karena itu, Demokrasi bertujuan untuk mewujudkan keseimbangan antara rakyat dengan rakyat itu sendiri.
Nama : Devi Setyo Wulandari
NPM : 2207051019
Kelas : D3 MI 22

Pendidikan Kewarganegaraan merupakan landasan hukum dan dinamika esensi urgensi di suatu Perguruan Tinggi yaitu Universitas Lampung. Pendidikan Kewarganegaraan juga merupakan usaha untuk menyiapkan mahasiswa agar berani berkorban membela bangsa dan negara serta berpikir kritis, analitis, demokratis dengan berdasarkan landasan ideal & hukum Pendidikan Pancasila.