Salsabila Zidani Dhasilvi, 2217011008, Kelas A
གནས་བསྐྱོད་བཟོ་མི་ Salsabila Zidani Dhasilvi
Salsabila Zidani Dhasilvi, 2217011008, Kelas A
Salsabila Zidani Dhasilvi, 2217011008, Kelas A
Salsabila Zidani Dhasilvi
2217011008
Kelas A
1. Bagaimanakah tanggapanmu mengenai isi dari berita tersebut dan hal positif apa yang bisa anda ambil?
Jawab:
Menurut saya, isi berita ini cukup jelas dalam menyoroti pentingnya menjaga anak-anak dari keterlibatan dalam aksi demonstrasi yang bisa berisiko bagi mereka. Saya setuju dengan pernyataan Risma bahwa melibatkan anak-anak dalam demo, terutama yang berpotensi ricuh, merupakan bentuk eksploitasi karena mereka belum sepenuhnya memahami situasi dan dapat mengalami dampak negatif secara fisik maupun psikologis. Hal positif yang bisa diambil dari berita ini adalah pentingnya kesadaran akan perlindungan anak serta bagaimana aksi penyampaian aspirasi seharusnya dilakukan dengan cara yang aman, tertib, dan tanpa melibatkan pihak yang rentan.
2. Bagaimanakah solusimu untuk mengantisipasi hal yang tidak di inginkan dalam menyampaikan aspirasi/pendapat di depan umum?
Jawab:
Untuk mengantisipasi hal yang tidak diinginkan saat menyampaikan pendapat di depan umum, ada beberapa solusi yang bisa dilakukan. Pertama, memastikan bahwa aksi demonstrasi dilakukan secara damai dengan menghindari tindakan anarkis atau perusakan fasilitas umum. Kedua, peserta aksi harus memahami tujuan mereka dengan baik serta menyampaikan aspirasi dengan cara yang efektif, misalnya melalui dialog dengan pihak terkait. Ketiga, pihak penyelenggara demo juga harus memiliki koordinasi yang baik dengan aparat keamanan agar aksi berjalan lancar tanpa kekerasan. Terakhir, penting untuk tidak melibatkan anak-anak atau pihak yang belum siap menghadapi situasi di lapangan.
3. Jelaskan apa sajakah yang dimaksud dengan kewajiban dasar manusia itu? Apakah kewajiban dasar manusia menjadikan hak itu dibatasi?
Jawab:
Kewajiban dasar manusia adalah tanggung jawab yang harus dipenuhi oleh setiap individu dalam kehidupan bermasyarakat, yang mencakup menghormati hak orang lain, menaati hukum, menjaga ketertiban, serta berkontribusi dalam kehidupan sosial dan kemanusiaan. Kewajiban ini bertujuan untuk menciptakan keseimbangan antara hak individu dan kepentingan bersama. Kewajiban dasar manusia memang dapat membatasi hak seseorang, tetapi bukan dalam arti meniadakan hak tersebut, melainkan mengaturnya agar tidak merugikan orang lain. Misalnya, seseorang memiliki hak untuk berpendapat, tetapi dalam menyampaikannya harus tetap menghormati hak orang lain dan tidak menimbulkan kekacauan.
Jawab:
Menurut saya, isi berita ini cukup jelas dalam menyoroti pentingnya menjaga anak-anak dari keterlibatan dalam aksi demonstrasi yang bisa berisiko bagi mereka. Saya setuju dengan pernyataan Risma bahwa melibatkan anak-anak dalam demo, terutama yang berpotensi ricuh, merupakan bentuk eksploitasi karena mereka belum sepenuhnya memahami situasi dan dapat mengalami dampak negatif secara fisik maupun psikologis. Hal positif yang bisa diambil dari berita ini adalah pentingnya kesadaran akan perlindungan anak serta bagaimana aksi penyampaian aspirasi seharusnya dilakukan dengan cara yang aman, tertib, dan tanpa melibatkan pihak yang rentan.
2. Bagaimanakah solusimu untuk mengantisipasi hal yang tidak di inginkan dalam menyampaikan aspirasi/pendapat di depan umum?
Jawab:
Untuk mengantisipasi hal yang tidak diinginkan saat menyampaikan pendapat di depan umum, ada beberapa solusi yang bisa dilakukan. Pertama, memastikan bahwa aksi demonstrasi dilakukan secara damai dengan menghindari tindakan anarkis atau perusakan fasilitas umum. Kedua, peserta aksi harus memahami tujuan mereka dengan baik serta menyampaikan aspirasi dengan cara yang efektif, misalnya melalui dialog dengan pihak terkait. Ketiga, pihak penyelenggara demo juga harus memiliki koordinasi yang baik dengan aparat keamanan agar aksi berjalan lancar tanpa kekerasan. Terakhir, penting untuk tidak melibatkan anak-anak atau pihak yang belum siap menghadapi situasi di lapangan.
3. Jelaskan apa sajakah yang dimaksud dengan kewajiban dasar manusia itu? Apakah kewajiban dasar manusia menjadikan hak itu dibatasi?
Jawab:
Kewajiban dasar manusia adalah tanggung jawab yang harus dipenuhi oleh setiap individu dalam kehidupan bermasyarakat, yang mencakup menghormati hak orang lain, menaati hukum, menjaga ketertiban, serta berkontribusi dalam kehidupan sosial dan kemanusiaan. Kewajiban ini bertujuan untuk menciptakan keseimbangan antara hak individu dan kepentingan bersama. Kewajiban dasar manusia memang dapat membatasi hak seseorang, tetapi bukan dalam arti meniadakan hak tersebut, melainkan mengaturnya agar tidak merugikan orang lain. Misalnya, seseorang memiliki hak untuk berpendapat, tetapi dalam menyampaikannya harus tetap menghormati hak orang lain dan tidak menimbulkan kekacauan.
Salsabila Zidani Dhasilvi
2217011008
Kelas A
Menurut saya, video ini menjelaskan dengan cukup jelas bagaimana konstitusi di Indonesia berkembang seiring waktu dan dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti politik, sosial, dan pengaruh global. Prof. Jimly Asshiddiqie menekankan bahwa konstitusi bukan sekadar dokumen hukum, tetapi juga sebagai panduan utama dalam menjalankan pemerintahan dan menjaga keseimbangan demokrasi. Dari pembahasan tersebut, saya melihat bahwa meskipun konstitusi telah mengalami banyak perubahan, tantangan dalam penerapannya masih tetap ada.
Salah satu masalah utama yang saya perhatikan adalah masih rendahnya pemahaman masyarakat tentang konstitusi dan bagaimana itu berpengaruh dalam kehidupan sehari-hari. Banyak orang yang tidak tahu hak dan kewajiban mereka sebagai warga negara, yang akhirnya membuat mereka kurang aktif dalam mengawal kebijakan pemerintah. Selain itu, perubahan konstitusi sering kali lebih didorong oleh kepentingan politik daripada kebutuhan nyata masyarakat, sehingga implementasinya tidak selalu mencerminkan keadilan dan kesejahteraan bersama.
Menurut saya, solusi yang bisa dilakukan adalah meningkatkan pendidikan konstitusi, baik di sekolah maupun di masyarakat umum. Jika sejak dini masyarakat sudah memahami bagaimana konstitusi bekerja, mereka akan lebih sadar dan kritis terhadap kebijakan yang dibuat pemerintah. Selain itu, transparansi dalam setiap perubahan konstitusi juga perlu diperkuat agar publik bisa ikut mengawasi dan memberikan masukan. Saya juga berpikir bahwa keterlibatan masyarakat dalam proses perubahan konstitusi harus lebih diperluas, misalnya melalui referendum atau diskusi publik yang lebih inklusif.
Kesimpulannya, konstitusi memang sudah berkembang sesuai dengan kebutuhan zaman, tetapi tantangan dalam implementasinya masih besar. Dengan meningkatkan pemahaman dan keterlibatan masyarakat serta memperbaiki sistem transparansi dalam perubahan konstitusi, saya yakin Indonesia bisa memiliki sistem hukum yang lebih adil dan demokratis.
2217011008
Kelas A
Menurut saya, video ini menjelaskan dengan cukup jelas bagaimana konstitusi di Indonesia berkembang seiring waktu dan dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti politik, sosial, dan pengaruh global. Prof. Jimly Asshiddiqie menekankan bahwa konstitusi bukan sekadar dokumen hukum, tetapi juga sebagai panduan utama dalam menjalankan pemerintahan dan menjaga keseimbangan demokrasi. Dari pembahasan tersebut, saya melihat bahwa meskipun konstitusi telah mengalami banyak perubahan, tantangan dalam penerapannya masih tetap ada.
Salah satu masalah utama yang saya perhatikan adalah masih rendahnya pemahaman masyarakat tentang konstitusi dan bagaimana itu berpengaruh dalam kehidupan sehari-hari. Banyak orang yang tidak tahu hak dan kewajiban mereka sebagai warga negara, yang akhirnya membuat mereka kurang aktif dalam mengawal kebijakan pemerintah. Selain itu, perubahan konstitusi sering kali lebih didorong oleh kepentingan politik daripada kebutuhan nyata masyarakat, sehingga implementasinya tidak selalu mencerminkan keadilan dan kesejahteraan bersama.
Menurut saya, solusi yang bisa dilakukan adalah meningkatkan pendidikan konstitusi, baik di sekolah maupun di masyarakat umum. Jika sejak dini masyarakat sudah memahami bagaimana konstitusi bekerja, mereka akan lebih sadar dan kritis terhadap kebijakan yang dibuat pemerintah. Selain itu, transparansi dalam setiap perubahan konstitusi juga perlu diperkuat agar publik bisa ikut mengawasi dan memberikan masukan. Saya juga berpikir bahwa keterlibatan masyarakat dalam proses perubahan konstitusi harus lebih diperluas, misalnya melalui referendum atau diskusi publik yang lebih inklusif.
Kesimpulannya, konstitusi memang sudah berkembang sesuai dengan kebutuhan zaman, tetapi tantangan dalam implementasinya masih besar. Dengan meningkatkan pemahaman dan keterlibatan masyarakat serta memperbaiki sistem transparansi dalam perubahan konstitusi, saya yakin Indonesia bisa memiliki sistem hukum yang lebih adil dan demokratis.