Kiriman dibuat oleh SUCI FITRIA INSANI

Kimia C MKU Pancasila 2024 -> Forum Diskusi

oleh SUCI FITRIA INSANI -
Setelah melihat video pembelajaran dan Materi Powerpoint yang telah diberikan, saya berpendapat tentang mengapa Pancasila disebut sebagai ideologi terbuka? Menurut saya, hal ini dikarenakan sila-sila dalam Pancasila memiliki ciri-ciri sesuai dengan ideologi terbuka. Ciri-cirinya yaitu Pancasila bersumber dari ide atau gagasan yang ingin diwujudkan oleh masyarakat bukan berasal dari kepentingan orang tertentu, terbuka terhadap perubahan dari luar tanpa menghilangkan ciri khas dari ide atau gagasan Pancasila, berisi tuntunan dasar bukan tuntuna spesifik. Pancasila memiliki 5 sila yang mengandung nilai-nilai ideologi terbuka. Pancasila bukanlah berasal dari nilai-nilai pribadi melainkan berasal dari nilai-nilai yang sudah sejak dulu berkembang pada masyarakat Indonesia seperti gagasan tentang nilai religius pada sila ke-1, gagasan tentang nilai kemanusiaan pada sila ke-2, gagasan nilai persatuan dan keberagaman pada sila ke-3, nilai demokrasi pada sila ke-4, dan nilai keadilan sosial pada sila ke-5. Lalu, Pancasila terbuka pada perubahan dari luar tanpa menghilangkan ciri khas, perkembangan informasi dan komunikasi baik melalui televisi, internet atau surat kabar menyebabkan konsekuensi masuknya ide/gagasan dari luar secara cepat tetapi meski demikian, Pancasila mampu menyaring ide atau gagasan dari luar apabila ide dari luar bernilai positif(seperti integral, etis, religius, dll) dapat membantu melaksanakan sila-sila Pancasila, apabila bertentangan dengan Pancasila(seperti materialisme, pragmatisme, dll spiritualisme) maka nilai tersebut tidak dijalankan sehingga keutuhan pancasila dapat dipertahankan tanpa tergerus arus globalisasi dan ideologi asing yang bertentangan dengan Pancasila. Pancasila sebagai ideologi terbuka memliki dimensi-dimensi idealitas, normatif dan relitas, pancasila dikatakan sebagai ideologi terbuka memiliki dimensi idealitas karena memiliki nilai-nilai yang dianggap baik, benar oleh masyarakat Indonesia. Pancasila berisi tuntunan dasar yang artinya Pancasila sebagai pedoman dasar dalam kehidupan bermasyarakat bukan sebagai langkah-langkah spesifik/kaku yang ditentukan oleh sekelompok orang. Masyarakat Indonesia dapat menjalankan ketentuan Pancasila secara bebas dan bertanggung jawab.

Beberapa wujud nyata dari implementasi Pancasila sebagai ideologi terbuka seperti adaptasi dengan perkembangan teknologi(seperti E-KTP, E-government, media sosial sebagai penyampaian aspirasi dan partisipasi dalam demokrasi). Penerapan dalam kebijakan publik. Pengembangan seni dan budaya lokal merupakan upaya untuk melestarikan nilai-nilai luhur bangsa dan memperkaya khazanah budaya Indonesia. Proses akulturasi budaya yang terjadi di Indonesia menunjukkan dinamisme dan kemampuan Pancasila dalam mengakomodasi berbagai pengaruh budaya dari luar.

Berdasarkan uraian tersebut, terbukti bahwa sila-sila dalam Pancasila memiliki ciri-ciri yang sesuai dengan ideologi terbuka.

Kimia C MKU Pancasila 2024 -> Diskusi

oleh SUCI FITRIA INSANI -
Indonesia memiliki keberagaman budaya, adat istiadat, suku, dan keberagaman lainnya sebagai kekuatan, dalam keberagaman ini butuh unsur yang mengikat. Unsur pengikat yang paling utama yaitu unsur ketuhanan, jika kita sepakat dan meyakini adanya tuhan maka kita akan menghormati adanya keberagaman karena keberagaman itu terjadi atas keinginan tuhan. Walaupun kita beragam namun pada dasarnya kita sama yaitu manusia. Ketika kita mampu untuk menghormati sesama manusia maka kita sudah menjadi manusia yang beradab. Ketika kita sudah tidak membeda bedakan lagi manusia/sudah menjadi manusia yang beradab otomatis akan tercipta persatuan, dari persatuan akan menciptakan kondisi yang melahirkan manusia manusia yang bijak dan manusia yang bijak tentu saja akan berlaku adil kepada siapa saja. Dan terwujudlah cita-cita bangsa Indonesia untuk menjadikan masyarakat yang adil dan makmur. Hal ini tentunya berkaitan dengan ideologi negara Indonesia sebagai unsur yang mengikat keberagaman.

Ideologi dapat diasumsikan sebagai peta jalan hidup bernegara. Kalau kita mau pergi ke suatu tempat, kita butuh peta untuk petunjuk arah. Nah, ideologi itu juga semacam peta yang menunjukkan arah tujuan dan nilai-nilai yang kita anut sebagai sebuah negara. Jadi, ideologi adalah seperangkat gagasan dan nilai-nilai yang menjadi dasar pemikiran dan tindakan suatu kelompok atau masyarakat. Ideologi ini seperti kompas yang selalu menunjuk ke arah tujuan yang sama, dalam hal ini tujuan negara.

Kenapa Pancasila Jadi Ideologi Negara Kita?
Kalau kita lihat Pancasila isinya bukan cuma kata-kata biasa. Setiap sila itu punya makna yang dalam dan menyangkut berbagai aspek kehidupan kita sebagai bangsa. Mulai dari hubungan kita dengan Tuhan, hubungan kita dengan sesama manusia, sampai tujuan kita bersama sebagai bangsa. Nah, karena Pancasila itu mencakup semua aspek kehidupan bernegara dan menjadi kesepakatan bersama para pendiri bangsa, maka Pancasila dianggap sebagai ideologi negara.

Pancasila menjadi ideologi negara dikarenakan : pancasila itu lengkap banget. Mulai dari agama, kemanusiaan, persatuan, demokrasi, sampai keadilan sosial, semua ada di sana. Jadi, Pancasila bisa jadi pedoman dalam berbagai situasi dan kondisi(komprehensif).
Merupakan konsensus Nasional:Pancasila itu hasil kesepakatan bersama para pendiri bangsa. Jadi, semua orang Indonesia sepakat untuk menjadikan Pancasila sebagai dasar negara. Meskipun sudah lama, Pancasila itu enggak kaku. Pancasila bisa terus berkembang dan menyesuaikan diri dengan zaman, asalkan tetap berpegang pada nilai-nilai dasarnya.
Nilai-nilai Luhur: Pancasila itu mengandung nilai-nilai luhur yang universal, seperti ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, demokrasi, dan keadilan. Nilai-nilai ini penting untuk membangun bangsa yang kuat dan bersatu.

Jadi, kesimpulannya, Pancasila itu disebut ideologi negara karena: Menjadi dasar negara, menyatukan bangsa, pancasila menjadi perekat bagi keberagaman bangsa Indonesia, memberikan arah, sumber nilai.

Sebagai mahasiswa, kita punya peran penting dalam menjaga dan mengembangkan Pancasila. Caranya yaitu dengan belajar lebih dalam tentang Pancasila, mengamalkan nilai-nilainya dalam kehidupan sehari-hari, dan ikut serta dalam berbagai kegiatan yang bertujuan untuk memperkuat nilai-nilai Pancasila di tengah masyarakat. Dan apabila terjadi hal-hal yang bertentangan dengan Pancasila dalam negara Indonesia, kita dapat mengatasi dan membenahinya dengan baik.