Posts made by SUCI FITRIA INSANI

Pkn Mipa kimia 2025 -> FORUM JAWABAN POST TEST

by SUCI FITRIA INSANI -
Nama: Suci Fitria Insani
NPM: 2217011149

Pada jurnal tersebut membahas pentingnya kearifan lokal dalam menjaga identitas bangsa di tengah derasnya arus globalisasi. Dalam era modern, tuntutan masyarakat yang semakin kompleks dapat memicu konflik sosial, sehingga dibutuhkan penguatan nilai-nilai budaya lokal untuk mempertahankan keutuhan bangsa.
Beberapa poin utama dalam jurnal ini:
--Indonesia adalah negara multikultural dengan ratusan suku dan budaya. Keanekaragaman ini menjadi kekayaan sekaligus tantangan dalam membangun identitas nasional yang kuat.
--Modernisasi dan globalisasi membawa tantangan besar, seperti homogenisasi budaya yang dapat mengikis identitas lokal. Oleh karena itu, penting untuk merevitalisasi kearifan lokal agar tetap relevan di era global.
--Masyarakat Indonesia harus mampu hidup berdampingan dalam keberagaman tanpa kehilangan identitas budaya masing-masing. Nilai-nilai seperti gotong royong, toleransi, dan harmoni antarbudaya menjadi kunci integrasi.
--Konsep seperti Tri Hita Karana (Bali), Bhinneka Tunggal Ika, dan berbagai filosofi budaya daerah dapat dijadikan pedoman dalam memperkuat jati diri bangsa. Pelestarian nilai-nilai ini penting agar Indonesia tidak kehilangan karakter budayanya di tengah globalisasi.
--Kurangnya kesadaran dan kurangnya implementasi nilai budaya dalam kebijakan publik sering menjadi kendala dalam menjaga identitas bangsa.

Jurnal ini memberikan pandangan yang kuat mengenai peran kearifan lokal dalam menjaga identitas bangsa. Saya sepakat bahwa di era globalisasi, budaya lokal harus diperkuat agar tidak tergerus oleh budaya asing. Namun, saya juga melihat bahwa tantangan terbesar bukan hanya dari luar, tetapi juga dari dalam negeri, di mana generasi muda semakin kurang mengenal dan menghargai warisan budaya mereka sendiri. Revitalisasi kearifan lokal harus dilakukan dengan pendekatan yang lebih inovatif, misalnya dengan mengadaptasikan nilai-nilai tradisional ke dalam kehidupan modern. Contohnya, konsep gotong royong bisa dikembangkan dalam bentuk komunitas digital atau ekonomi berbasis kolaborasi.
Selain itu, penting bagi pemerintah dan lembaga pendidikan untuk lebih aktif dalam mengedukasi masyarakat mengenai nilai-nilai budaya lokal. Jika tidak, identitas bangsa bisa semakin kabur dan hanya menjadi slogan tanpa implementasi nyata.