Posts made by SUCI FITRIA INSANI

Pkn Mipa kimia 2025 -> FORUM JAWABAN POST TEST

by SUCI FITRIA INSANI -
Nama: Suci Fitria Insani
NPM: 2217011149

Berdasarkan jurnal yang sudah saya baca, jurnal tersebut membahas tentang pentingnya integrasi nasional dalam menghadapi tantangan etnosentrisme di Indonesia. Penulis mengawali dengan menjelaskan perjalanan Indonesia sejak proklamasi kemerdekaan hingga era Reformasi, termasuk perubahan ideologi dan azas yang menyebabkan disintegrasi nasional. Dari perpindahan kekuasaan Orde Lama ke Orde Baru, hingga jatuhnya rezim Soeharto dan dimulainya era Reformasi yang membuka kran demokrasi lebih luas. Inti dari jurnal ini adalah konsep identitas dan integrasi nasional. Penulis mendefinisikan identitas sebagai representasi diri seseorang atau masyarakat, yang bukanlah sesuatu yang tetap dan abadi, melainkan terus berubah dan terdiri dari berbagai lapisan. Sementara integrasi nasional dipahami sebagai kesadaran dan bentuk pergaulan yang menyebabkan berbagai kelompok dengan identitas masing-masing merasa sebagai satu kesatuan bangsa Indonesia.
Permasalahan muncul ketika otonomi daerah dan desentralisasi justru memperkuat semangat etnosentrisme. Penulis memberikan contoh seperti pendirian sekolah di setiap daerah yang cenderung hanya diisi oleh siswa dari daerah tersebut, serta tuntutan pengisian posisi birokrasi oleh putra daerah. Fenomena ini dianggap dapat mempersempit rasa integrasi nasional karena lebih didasarkan pada faktor etnis dan kedaerahan. Penulis juga menekankan bahwa integrasi nasional merupakan jalan keluar menghadapi berbagai konflik di Indonesia. Konsep ini akan terwujud jika masyarakat bersedia melampaui identitas pribadinya dan mengambil jarak dari kepentingan yang selama ini membentuk watak dirinya atau kelompoknya.

Menurut saya, jurnal ini sangat relevan dengan kondisi Indonesia saat ini. Pluralitas memang merupakan kenyataan yang tak terelakkan bagi bangsa kita, namun seringkali menjadi pemicu konflik daripada kekayaan yang patut dibanggakan. Saya setuju dengan pandangan penulis bahwa otonomi daerah yang ditujukan untuk memberikan keleluasaan daerah dalam mengembangkan potensinya, kadang justru menumbuhkan semangat kedaerahan yang berlebihan dan mengganggu integrasi nasional. Fenomena "putra daerah" dalam birokrasi lokal adalah contoh nyata bagaimana identitas bisa menjadi pembatas daripada penghubung.
Yang menarik adalah gagasan penulis tentang identitas yang berfungsi ganda dalam integrasi nasional. Pada satu sisi, kesamaan identitas (seperti bahasa) bisa menjadi pemersatu, namun di sisi lain, kemampuan untuk melampaui identitas pribadi juga diperlukan untuk membentuk integrasi yang lebih luas. Menurut saya, tantangan terbesar Indonesia saat ini adalah bagaimana menyeimbangkan semangat otonomi daerah dengan penguatan integrasi nasional. Kita perlu strategi kebudayaan yang memungkinkan masyarakat mempertahankan identitas kulturalnya sambil tetap merasa bagian dari identitas nasional yang lebih besar.