Kiriman dibuat oleh Muhammad Ridho Harjanto

Komunikasi B Genap 2023 -> FORUM JAWABAN POSTTEST

oleh Muhammad Ridho Harjanto -
Nama: Muhammad Ridho Harjanto
NPM: 2216031024
Kelas: Regular B

Analisis Jurnal

Pendidikan kewarganegaraan itu sangat penting bagi bangsa dan negara tidak lepas dari realitas banga yang masih awam akan demokrasi. Salah satu tujuan yang menjadi alasan Pendidikan Kewarganegaraan untuk fokus mendidik dan membimbingin generasi generasi muda bangsa Indonesia untuk mengetahui hal yang lebih luas menjadi warga negara Indonesia yang kritis, aktif, demokratis dan beradab sebagai mana mereka sadar akan hak dan kewajiban dalam berbangsa dan bernegara. Tujuan Pendidikan Kewarganegaraan yaitu membentuk dan membangun karakter bangsa Indonesia untuk membentuk partisipasi warga negara yang bermutu dan bertanggung jawab dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, menjadikan warga negara yang berfikit kritis, aktif dan demokratis dengan tetap menjaga persatuan dan kesatuan bangsa, serta mengembangan kebersamaan, toleransi, kebebasan dan tanggung jawab.

Pengertian Hak Asasi Manusia (HAM) pertamakalinya dikemukakan oleh John Locke, yang menjelaskan bahwa hak asasi manusia adalah hak- hak yang diberikan langsung oleh Tuhan Yang Maha Pencipta sebagai sesuatu yang bersifat kodrati. HAM adalah hak dasar setiap manusia yang dibawa sejak lahir sebagai anugerah Tuhan Yang Maha Esa; bukan pemberian manusia atau lembaga kekuasaan (Sutiyoso, 2010: 167). istilah ‘masyarakat madani’ pertama kali dimunculkan oleh Anwar Ibrahim, mantan Wakil Perdana Menteri Malaysia yang memperkenalkan istilah masyarakat madani sebagai civil society. Menurut Ibrahim, masyarakat madani merupakan sistem sosial yang subur berdasarkan prinsip moral yang menjamin keseimbangan antara kebebasan individu dengan kestabilan masyarakat. Mereka tidak muncul begitu saja, mereka membutuhkan unsur unsur sosial yang menjadi faktor faktor tersusunnya masyarakat madani, seperti wilayah publik yang bebas, demokrasi, toleransi, kemajemukan dan keadilan sosial.

Kewarganegaraan dapat menjadi sarana untuk mencapai nilai-nilai yang berbeda atau beragam dan prinsip-prinsip yang datang dari luar pemikiran dan nilai-nilai Indonesia, cenderung melahirkan sintesis kreatif yang dibutuhkan Indonesia sebagai demokrasi baru berdasarkan Pancasila. diharapkan menjadi laboratorium untuk menaburkan prinsip-prinsip demokrasi yang terintegrasi dengan nilai-nilai keindonesiaan Pancasila sebagai landasan filosofis bangsa, yang diharapkan menjadi unsur utama dalam pembentukan karakter bangsa Indonesia.

Komunikasi B Genap 2023 -> FORUM JAWABAN PRETEST

oleh Muhammad Ridho Harjanto -
Nama: Muhammad Ridho Harjanto
NPM: 2216031024
Kelas: Regular B

Hakekat dan pentingnya PKN di perguruan tinggi
Kewarganegaraan berasal dari kata warganegara yang artinya anggota dari suatu negara, PKN diperlukan untuk usaha menyadarkan dan menyiapkan peserta didik untuk cinta, setia, bereani berkorban membela bangsa dan negara, serta melatih warganegara untuk berfikir kritis, analistis, demokratis berdasarkan pancasila, agar tidak melupakan dasar dasar dan landasan hukum pendidikan kewarganegaraan pancasila. Landasan ideal dan landasan hukum pendidikan dan kewarganegaraan, pancasila sebagai dasar negara serta sebagai pandangan hidup dan ideologi negara, Pembukaan UUD 1945, Batang Tubuh UUD 1945, UU Nomor 20 1982 tentang Pendidikan bela negara, UU Nomor 20 Tahun 2003 tentang mata kuliah pengemban kepribadian dan SK Dirjen DIKTI Nomor 43 Tahun 2006 tentang pengembangan mata kuliah kepribadian.

Terdapat beberapa sumber kewarganegaraan yaitu sumber Historis, substansi yang sudah dimulai sebelum Indonesia merdeka, sumber Sosiologis sangat diperlukan oleh masyarakat untuk menjaga, memelihara dan mempertahankan eksistensi bangsa, dan terakhir sumber politik. Dinamika, Esensi dan Urgensi Pkn yaitu supaya warga negara Indonesia bisa dan mampu memanfaatkan perkembangan IPTEK dengan baik lebih ke hal yang postitif untuk perkembangan negara dan bangsa Indonesia.
Muhammad Ridho Harjanto_2216031024_Reg B
Analisis jurnal
Pancasila sebagai filsafat ilmu merupakan landasan dalam berfikir dan berpengetahuan, sebagai dasar negara Republik Indonesia yang terumuskan dari proses alkutulrasi budaya nusantara ini.
Ketuhanan yang maha esa, ilmplikasi sila pertama ini adalah dalam pengembangan ilmu pengetahuan manusia sangat perlu memahami batas kemampuannya dalam berfikir, karena tidak semua yang ada di alam semesta ini bisa di jangkau oleh pemikiran manusia. Keterbatasan kemampuan tersebut manusia harus mengembalikan lagi kepada sang pencipta, sehingga dalam pengembangan ilmu pengetahuan, manusia harus menciptakan perimbangan antara rasional dan irrasional, antara rasa dan akal.
Kemanusiaan yang adil dan beradab, ilmplikasi sila kedua ini adalah memberikan arah dan mengendalikan pengembangan ilmu pengetahuan, karena ilmu kembali fungsinya yaitu untuk kemanusiaan yang adil dan didasari moralitas, maka dari itu mengembangkan ilmu pengetahuan ini haruslah secara beradab.
Persatuan Indonesia, implikasi sila ketiga ini adalah memberikan kesadaran kepada bangsa indonesia bahwa rasa nasionalime bangsa Indonesia akibat dari sumbangan iptek, dengan iptek juga persatuan dan kesatuan bangsa juga dapat terpelihara. Oleh karena itu iptek seharusnya dapat di kembangkan lebih baik lagi dalam mewujudkan atau memperkuat rasa persatuan dan kesatuan bangsa, sehingga dapat di kembangkan untuk yang lebih maju lagi dalam hubungan masyarakat Indonesia dengan internasional
Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan, implikasinya sila ke 4 adalah mendasari pengembangan iptek secara demokratis, artinya sebagai ilmuwan harus memeiliki kebebasan dalam pengembangan iptek dan juga harus menghormati dan menghargai kebebasan orang lain, artinya bersikap terbuka untuk orang lain memberi saran, dikaji dan dikritik, maupun dibandingkan dengan penemuan orang lain.
Keadilan sosial bagi seluruh rakkyat Indonesia, implikasinya sila ke5 ini adalah dalam pengembangan iptek harus lah menjaga keseimbangan keadilan dalam kehidupan kemanusian, tidak membuat pengembangan iptek itu sebagai ancaman kemanusiaan. Keseimbangan keadilan dalam hubungan dengan dirinya sendiri, dengan Tuhannya, sesama manusia lain, manusia dan masyrakat dan manusia dengan bangsa dan negaranya.
Pancasila sudah menjadi pedoman sehari hari atau dasar bagi Indonesia untuk menyelesaikan masalah dan yang akan di hadapi dalam kehidupan, maka implikasi pancasila dalam pengembangan iptek diharapkan dapat membawa kebaikan, perbaikan kualitas hidup masyarakat Indonesia yang aman dan damai.