གནས་བསྐྱོད་བཟོ་མི་ Aulia Chusnul Khotimah

Ilmu Komunikasi A genap 2023 -> FORUM JAWABAN POSTTEST

Aulia Chusnul Khotimah གིས-
Nama : Aulia Chusnul Khotimah
NPM : 2216031105
Kelas : Reguler A

Judul jurnal : Urgensi Pendidikan Kewarganegaraan sebagai Pendidikan Karakter Bangsa Indonesia melalui Demokrasi, HAM dan Masyarakat Madani

Menurut pendapat saya, Pendidikan Kewarganegaraan adalah sebuah usaha di bidang Pendidikan yang memiliki peran sangat penting karena memiliki fungsi mendidik karakter bangsa Indonesia untuk menjadi warga negara yang kristis, aktif, demokratis dan beradab. Selain itu, Pendidikan Kewarganegaraan berfungsi dalam menyadarkan warga negara arti dari hak dan kewajibannya dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara serta kesiapan mereka menjadi bagian dari warga negara dunia di era modern saat ini. Saat ini Pendidikan Kewarganegaraan di Perguruan Tinggi telah diwujudkan dalam bentuk mata kuliah Pendidikan Kewarganegaraan berdasarkan Surat Keputusan Dirjen Pendidikan Tinggi No. 267/Dikti/Kep/200 tentang Penyempurnaan Kurikulum Mata Kuliah Pengembangan Kepribadian Pendidikan Kewarganegaraan di Perguruan Tinggi (Ubaedillah, 2008: 1).

Dalam pelaksanaannya, setelah mahasiswa mengikuti Pendidikan Kewarganegaraan di Perguruan Tinggi dengan baik dan benar diharapkan mereka akan menjadi warga negara Indonesia yang memiliki kemampuan untuk melakukan perubahan di tengah masyarakat dengan cara melakukan proses pembelajaran kepada masyarakat, melakukan proses pengejawantahan nilai-nilai yang telah didapat lalu diaplikasikan kepada masyarakat dan proses pengalihan prinsip-prinsip terhadap demokrasi, HAM dan masyarakat madani dalam kehidupan nyata (Ubaedillah, 2008: 10). Demokrasi dapat diartikan sebagai bentuk pemerintahan yang dipegang oleh rakyat atau rakyatlah yang mempunyai kedaulatan tertinggi. HAM atau Hak Asasi Manusia dapat diartikan sebagai hak-hak yang dimiliki oleh warga negara dalam menjalani kehidupan berbangsa dan bernegara. Sedangkan, masyarakat madani merupakan sistem sosial yang subur berdasarkan prinsip moral yang menjamin keseimbangan antara kebebasan individu dengan kestabilan masyarakat.

Ilmu Komunikasi A genap 2023 -> FORUM JAWABAN PRETEST

Aulia Chusnul Khotimah གིས-
Nama : Aulia Chusnul Khotimah
NPM : 2216031105
Kelas : Reguler A

Judul Video : Pendidikan kewarganegaraan di perguruan tinggi : hakekat dan pentingnya PKN

Pendidikan Kewarganegaraan adalah usaha yang bertujuan mempersiapkan peserta didik dalam mendorong dan melatih untuk bersikap sikap cinta, setia, berani berkorban membela bangsa dan negara serta untuk melatih peserta didik untuk berfikir kritis, analitis, demokratis yang sesuai dengan nilai-nilai Pancasila. Landasan ideal dan landasan hukum Pendidikan kewarganegaraan yaitu : pertama, Pancasila sebagai landasan negara, pandangan hidup, dan sebagai ideologi negara. Kedua, pembukaan UUD 1945, pembukaan UUD 1945 pada pasal 27 ayat 3 tentang bela negara, pasal 30 ayat 1 tentang pertahanan dan keamanan, pasal 31 ayat 1 tentang Pendidikan. Ketiga, UU nomor 20 tahun 1982 tentang bela negara. Keempat, UU Nomor 20 tahun 2003 tentang mata kuliah pengembangan kepribadian. Dan yang terakhir, yaitu SK Dirjen DIKTI Nomor 43 tahun 2006 tentang pengembangan kepribadian.

Dalam pelaksanaannya, Pendidikan Kewarganegaraan sudah dimulai sebelum Indonesia merdeka. Dalam menjaga, memelihara, dan mempertahankan eksistensi bangsa dan negara Indonesia, dibutuhkan pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan yang dilakukan oleh masyarakatnya. Pendidikan Kewarganegaraan sendiri memiliki sumber politik yang dimuat dalam dokumen kurikulum, seperti Kewarganegaraan (1957), Civics (1962), Kewarganegaraan Negara (1968), dst. Pendidikan Kewarganegaraan memiliki tujuan untuk mendorong warga negara agar mampu memanfaatkan pengaruh positif perkembangan iptek dsalam membangun bangsa dan negara. Eksistensi konstitusi negara dan bangsa Indonesia sangatlah berpengaruh dalam perkembangan Pendidikan Kewarganegaraan di masa yang akan datang.

ILMU KOMUNIKASI PANCASILA -> Forum Analisis Jurnal

Aulia Chusnul Khotimah གིས-
Aulia Chusnul Khotimah (2216031105) Regular A

Pancasila sebagai suatu sistem filsafat pada hakikatnya adalah suatu sistem pengetahuan. Dalam kehidupan sehari-hari Pancasila menjadi pedoman atau dasar bagi bangsa Indonesia dalam memandang realitas alam semesta, manusia, masyarakat, bangsa, dan negara tentang makna hidup serta sebagai dasar bagi manusia Indonesia untuk menyelesaikan masalah yang dihadapi dalam hidup dan kehidupan.

Pancasila sebagai filsafat juga akan membantu kita untuk mengambil sikap terbuka dan kritis terhadap dampak modernisasi dan menjadi pemain aktif, mempertahankan identitas sebagai bangsa Indonesia. Pancasila sebagai ilmu pengetahuan harus dikembangkan demi ilmu pengetahuan. Ilmu pengetahuan juga harus dapat menjawab berbagai persoalan hidup. Pancasila yang terdiri dari lima sila, merupakan bentuk akumulasi proses pemecahan masalah kehidupan bangsa Indonesia dalam kehidupan sehari- hari, berbangsa dan bernegara.

Menurut pendapat saya, peranan Pancasila dalam kehidupan sehari-hari berfungsi sebagai acuan atau landasan bagi bangsa Indonesia untuk melihat nilai kebenaran alam semesta, manusia, masyarakat, bangsa, dan negara dalam arti kehidupan dan sebagai landasan bagi bangsa Indonesia untuk mengatasi kesulitan yang dihadapi dalam hidup dan dalam kehidupan. Dasar penalaran dan pengetahuan dituangkan dalam Pancasila menjadi sebuah ilmu filsafat. Pancasila juga diharapkan dapat melandasi kemajuan ilmu pengetahuan yang berlandaskan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan hidup masyarakat Indonesia.

ILMU KOMUNIKASI PANCASILA -> Forum Analisis Soal-2

Aulia Chusnul Khotimah གིས-
Aulia Chusnul Khotimah (2216031105) Regular A

A. Pancasila dalam kehidupan sehari-hari berfungsi sebagai acuan atau landasan bagi bangsa Indonesia yang diharapkan dapat melandasi kemajuan ilmu pengetahuan yang berlandaskan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan hidup masyarakat Indonesia. Pancasila yang terdiri dari lima sila, merupakan bentuk akumulasi proses pemecahan masalah kehidupan bangsa Indonesia dalam kehidupan sehari-hari, berbangsa dan bernegara. Sila pertama (ketuhanan yang mana Esa), menggambarkan sikap saling toleransi antara pemeluk agama dan penganut kepercayaan yang berbeda-beda, sehingga terbina kerukunan hidup. Sila kedua (kemanusiaan yang adil dan beradab), menggambarkan sikap saling mencintai sesama manusia. Sila ketiga (persatuan Indonesia), menggambarkan sikap cinta dan bangga akan bangsa dan Negara Indonesia (Nasionalisme). Sila keempat (kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan), menggambarkan keputusan yang diambil berdasarkan musyawarah untuk mufakat oleh wakil-wakil rakyat. Sila kelima (keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia), menggambarkan perwujudan keadilan sosial itu meliputi seluruh rakyat Indonesia.

B. Harapan saya mengenai model pemimpin, warganegara dan ilmuwan yang Pancasilais di Indonesia sekarang dan di masa mendatang yaitu semoga pemimpin, warganegara dan ilmuwan akan selalu menjadikan Pancasila sebagai pedoman dan acuan dalam berprilaku berbangsa dan bernegara dalam segala aspek yang ada di kehidupan.