Nama : Aulia Chusnul Khotimah
NPM : 2216031105
Kelas : Reguler A
Integrasi Nasional Sebagai Etnosentrisme di Indonesia
Sejak kemerdekaannya, Indonesia telah memiliki beberapa pengalaman sebagai negara dan negara. Di antara berbagai pengalaman tersebut, Indonesia mengalami berbagai perubahan pada keyakinan fundamental, ideologi, dan doktrin patriotiknya. Di masa awal Indonesia merdeka, identitas nasional ditandai oleh bentuk fisik dan kebijakan umum bagi seluruh rakyat Indonesia (di antaranya adalah penghormatan kepada Sang Saka Merah Putih, lagu kebangsaan Indonesia Raya, Bahasa Indonesia, dan seterusnya). Seperti halnya identitas kita pada saat ini, menunjukkan gambaran yang tidak tunggal tetapi sangat plural. Pluralitas pada perkembangan saat ini tidak lagi hanya dibatasi pada perbedaan etnis, profesi, latar belakang pendidikan, serta asal usul daerah. Pluralitas pada perkembangan saat ini justru lebih menunjuk pada persoalan kepentingan-kepentingan. Seseorang bisa berbeda dengan orang lain, bukan lantaran dia berasal dari etnis yang berbeda, profesi yang berbeda, latar belakang pendidikan yang berbeda, bahkan asal asul daerah yang berbeda. Identitas dan karakter bangsa sebagai sarana bagi pembentukan karakter.
Kesadaran nasional selanjutnya menjadi dasar dari keyakinan adanya integrasi nasional yang mampu memelihara dan mengembangkan harga diri bangsa, harkat dan martabat bangsa sebagai upaya melepaskan bangsa dari subordinasi (ketergantungan, ketertundudukan, keterhinaan) terhadap bangsa asing. Dengan adanya integrasi nasinal masyarakat akan mengambil jarak dari segala kepentinganya yang selama ini di anggap membentuk watak durunya dan kelompoknya. Dengan itu mereka akan membentuk integrasi yang lebih luas.