Posts made by Devina Oktika Sari

Komunikasi C genap 2023 -> FORUM JAWABAN PRETEST

by Devina Oktika Sari -
Nama: Devina Oktika Sari
NPM: 2256031043
Kelas: Paralel (Man A)
Prodi: Ilmu Komunikasi

Video tersebut membahas mengenai Ketahanan Nasional yang dimana Ketahanan Nasional merupakan bentuk keuletan, ketangguhan dan kemampuan dalam mengembangkan potensi suatu bangsa dalam menghadapi berbagai ancaman yang datang. Ancaman itu tersebut terdiri dari beberapa sumber yaitu:
•Langsung
•Tidak Langsung
•Luar
•Dalam
Ancaman tersebut juga akan menyerang beberapa faktor dalam suatu negara yaitu; integritas, identitas, kelangsungan hidup serat perjuangan dalam mencapai tujuan nasional. Ancaman juga terdiri dari dua macam yaitu:
1). Ancaman Unsur Trigarta yang terdiri dari lokasi dan posisi geografis, keadaan dan kekayaan alam serta kemampuan penduduk.
2). Ancaman Unsur Manca Garta yang terdiri dari ideologi, politik, ekonomi, sosial budaya, dan hankam. Dalam menghadapi ancaman -ancaman tersebut kita sebagai warga negara harus memiliki kemampuan. Kemampuan tersebut dapat berupa dalam aspek alamiah dan juga aspek sosial.
Nama: Devina Oktika Sari
NPM: 2256031043
Kelas: Paralel (Man A)
Prodi: Ilmu Komunikasi

Jurnal tersebut membahas mengenai Semangat Bela Negara Di Tengah Pandemi Covid-19. Yang dimana Bela Negara merupakan wujud kecintaan, nasionalisme yang harus ada pasa setiap warga negara terhadap Negara. Ketika suatu negara tidak memiliki kesadaran terhadap bela negara yang tinggi maka negara tersebut tidak bisa berdiri kokoh, begitupun sebaliknya ketika kesadaran warganya terhadap bela negara sangat tinggi maka negara tersebut bisa maju dan sukses dalam pengembangan negaranya.

Maka dari itu kita sebagai generasi muda harus sadar akan pentingnya bela negara, agar negara kita bisa maju dan tidak mudah untuk di provokasi oleh negara lain. Namun tidak hanya sampai disana, untuk memajukan suatu negara maka warga negaranya juga harus mengimbanginya juga dengan pemahaman akan pengetahuan pengetahuan tentang kewarganegaraan agar tidak melakukan tindakan yang salah dan masih sesuai dengan tujuan utama kita dalam berwarga Negara.
Nama: Devina Oktika Sari
NPM: 2256031043
Kelas: Paralel (Man A)
Prodi: Ilmu Komunikasi

Analisis Soal.
1. Bagaimanakah isi artikel tersebut dalam rangka penegakan Hak Asasi Manusia dan berikan analisismu secara jelas? Hal positif apa yang anda dapatkan setelah membaca artikel tersebut?
Jawaban:
Artikel tersebut membahas mengenai HAM yang masih belum terimplementasi secara baik yautu dimana masih ada berapa lembaga yang mencatat bahwa kinerja HAM yang ada di Indonesia masih buruk pada tahun 2019. Komnas HAM juga mencatat masih banyak upaya yang harus dilakukan pemerintah terutama soal pelanggaran HAM dan penanganan konflik SDA. Namun sisi positif yang bisa diambil yaitu kita jadi lebih paham lagi bahwa HAM memiliki ini bertujuan agar semua orang dapat bersuara dan berhak untuk mendaptkan martabat.

2. Berikan analisismu mengenai demokrasi Indonesia diambil dari nilai-nilai adat istiadat/budaya asli masyarakat Indonesia! Bagaimanakah pendapatmu mengenai prinsip demokrasi Indonesia yang berkeTuhanan yang Maha Esa?
Jawaban:
Menurut saya hal tersebut dapat membangun karakteristik tersendiri yang dimana akan berdampak pada perubahan terhadap masyarakat yang saat ini semakin lupa akan nilai-nilai luhur bangsa,adat istiadat serta norma yang telah diwariskan. Sedangkan untuk prinsip demokrasi Indonesia yang berketuhanan yang Maha Esa itu sangat perlu diterapkan agar perilaku dalam penyelenggaraan yang ada di Indonesia biasa taat akan asas,konsisten serta sesuai dengan kaidah-kaidah yang ada pada dasar Ketuhanan Yang Maha Esa

3. Bagaimanakah praktik demokrasi Indonesia saat ini apakah telah sesuai dengan Pancasila dan UUD NRI 1945 serta menjunjung tinggi nilai hak asasi manusia?
Jawaban:
Menurut saya masih belum sesuai dengan Pancasila dan UUD NRI 1945, karena seperti yang kita lihat masih banyak aksi dari oknum-oknum yang melanggar seperti halnya saat pemilu, banyak yang melakukan praktik dengan memberi uang kepada masyarakat dengan maksud agar mereka memilihnya. Dan juga praktik demokrasi yang ada di Indonesia masih belum menjunjung tinggi nilai HAM karena belum terimplementasikan secara maksimal.

4. Bagaimanakah sikap anda mengenai kondisi di mana anggota parlemen yang mengatas namakan suara rakyat tetapi melaksanakan agenda politik mereka sendiri dan berbeda dengan kepentingan nyata masyarakat?
Jawaban:
Menurut saya karena mereka memiliki hak dalam menyampaikan aspirasi mereka terhadap parlemen. Namun, seringkali pendapat kepentingan kelompok mereka ini pribadi sulit untuk didengar ataupun diterima oleh karena itu mereka menyalahgunakan hak mereka dengan mengatasnamakan "kepentingan rakyat" agar pendapat mereka akan jauh lebih di pertimbangkan ataupun didengan. Seperti yang kita ketahui Indonesia adalah negara demokrasi, dimana kedaulatan berada di tangan rakyat. Tetapi hal tersebut disalahgunakan,karena tidak semua agenda politik berkaitan dengan kepentingan rakyat.

5. Bagaimana pendapatmu mengenai pihak-pihak yang memiliki kekuasaan kharismatik yang berakar dari tradisi, maupun agama, tega menggerakan loyalitas dan emosi rakyat yang bila perlu menjadi tumbal untuk tujuan yang tidak jelas dan bagaimanakah hubungannya dengan konsep hak asasi manusia pada era demokrasi dewasa saat ini?
Jawaban:
Di zaman sekarang ini banyak sekali individu yang kurang akan pemahaman tentang agama dan mereka juga gampang percaya penuh pada tokoh agama,karena merasa tokoh tersebut dapat menarik mereka secara emosional, begitu pula dengan tokoh tradisi. Mereka mudah dibodohi tokoh agama yang mereka percayai ini, padahal tokoh agama ini belum tentu benar. Selain itu juga, pemahaman rakyat mengenai Ideologi Pancasila masih sangat lemah. Karena rakyat yang gampang percaya penuh pada tokoh agama dan tradisi serta kurangnya pemahaman mengenai dasar Negara, maka hal tersebut menjadi celah tokoh politik untuk mengerahkan masyarakat guna mencapai tujuan mereka. Tokoh politik juga mengiming-imingi tokoh agama dan tokoh tradisi dengan hadiah tertentu ( sebagai tumbal ),dengan syarat mereka harus menyebarkan kepentingan politik tertentu dalam ajaran mereka.