གནས་བསྐྱོད་བཟོ་མི་ Zaki Radivan

Komunikasi B Genap 2023 -> FORUM JAWABAN PRETEST

Zaki Radivan གིས-
Nama : Zaki Radivan
NPM : 2216031056
Kelas : Reguler B

Analisis Video Yang Berjudul “IDENTITAS NASIONAL”

Hasil analisis saya pada video yang berjudul “IDENTITAS NASIONAL”, yaitu bahwa Identitas nasional yang juga dapat dikatakan sesbagai kepribadian nasional atau jati diri nasional yang dimiliki suatu bangsa yang membedakan bangsa satu dengan bangsa yang lainnya. Identitas nasional mencerminkan nilai-nilai yang ada dalam masyarakat di suatu negara, hal itu merupakan suatu yang terus menerus berkembang dan bersifat terbuka. Identitas nasional dalam konteks bangsa cenderung mengecu pada kebudayaan, adat istiadat, serta karakter khas suatu negara seperti bahasa daerah, tarian daerah, musik-musik daerah, dan lain sebagainya[. Identitas nasional dapat kita artikan sebagai sebuah kesatuan yang dikaitkan dengan nilai-nilai yang ada di tanah air. Nilai tersebut memperlihatkan ciri khas yang berbeda dengan bangsa-bangsa lain atau umumnya dikenal dengan nasionalisme.

Identitas nasional merupakan suatu penanda atau jati diri suatu bangsa yang dapat membedakan ciri khasnya dengan bangsa lain. Identitas baik budaya maupun nasional sering dikonstruksi oleh berbagai kepentingan.
Terdapat 4 Unsur Identitas Nasional
1. Suku Bangsa
Suku bangsa adalah kesatuan sosial yang dapat dibedakan dari kesatuan sosial lain berdasarkan ciri-ciri budaya, bahasa, dan sejarah. Di Indonesia, ada lebih dari 1.340 suku bangsa menurut sensus Badan Pusat Statistik pada tahun 2010. Beberapa contoh suku bangsa di Indonesia termasuk Suku Jawa, Sunda, Batak, Bugis, Asmat, Ambon, Dayak dan Bali.
2. Agama
Indonesia adalah negara dengan beragam agama. Ada enam agama yang diakui di Indonesia, yaitu Islam, Kristen Protestan, Kristen Katolik, Hindu, Budha, dan Konghucu. Mayoritas penduduk Indonesia beragama Islam dengan persentase 87,2% atau sekitar 207 juta jiwa. Indonesia merupakan negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia.
3. Kebudayaan
Kebudayaan adalah kata bahasa Indonesia yang identik dengan akal budi atau kebudayaan. Ia dipahami sebagai kebudayaan oleh para filosof Indonesia seperti Sutan Takdir Alisjahbana dan Koentjaraningrat. Kebudayaan diartikan sebagai cara hidup yang dimiliki dan dianut oleh setiap kesatuan budaya.
Kebudayaan memiliki beberapa komponen, antara lain unsur sosiologis, biologis, dan psikologis keberadaan manusia di berbagai wilayah. Ia juga memiliki beberapa komponen, seperti bahasa, agama, alat kehidupan, pengetahuan, masyarakat, teknologi, seni, dan mata pencaharian. Undang-Undang Pemajuan Kebudayaan (UU Pemajuan Kebudayaan) mengakui dan merangkul keragaman budaya Indonesia dan memposisikan masyarakat sebagai bangsa yang berbudaya budaya. Undang-undang ini mengedepankan semua unsur ekosistem budaya dan mendorong partisipasi dalam menyusun rencana pemajuan budaya nasional.
4. Bahasa
Bahasa merupakan salah satuunsur pendukung identitas nasional, bahasa dipandang sebagai sistem berlambang yang secara arbiter dibentuk atas unsur-unsur bunyi maupun ucapan manusia dan juga digunakan sebagai sarana berinteraksi antar sesama manusia, baik itu secara lisan, tulisan, maupun isyarat. Identitas nasional Indonesia tercantum dalam konstitusi Indonesia, yaitu UUD 1945 dalam pasal 35 c dan 36 c.

Identitas Nasional Yang Menunjukan Jati Diri Indonesia, diantaranya sebagai berikut:
1. Bahasa nasional/bahasa persatuan yaitu Bahasa Indonesia
2. Bendera Merah Putih
4. Lambang negara, yaitu Pancasila
5. Bhinneka Tunggal Ika
6. Dasar falsafah negara, yaitu Pancasila
7. UUD 1945
8. Bentuk Negara Kesatuan Indonesia yang berkedaulatan rakyat
9. Konsepsi Wawasan Nusantara
10. Kebudayaan Nasional

Bentuk identitas nasional Indonesia antara lain pancasila, UUD 1945, Bahasa Indonesia, lagu Indonesia Raya dan Bendera Sang Merah Putih. Pancasila sebagai dasar negara merupakan ideologi bagi seluruh rakyat Indonesia untuk menjunjung tinggi nilai-nilai luhur kebangsaan. UUD 1945 sebagai konstitusi negara mengatur segala aspek kehidupan bernegara dan bermasyarakat. Bahasa Indonesia sebagai bahasa resmi negara menjadi alat komunikasi antarsuku dan antardaerah. Lagu Indonesia Raya sebagai lagu kebangsaan menggambarkan semangat perjuangan rakyat untuk merdeka dari penjajahan. Bendera Sang Merah Putih sebagai lambang negara menggambarkan semangat perjuangan rakyat untuk merdeka dari penjajahan

Komunikasi B Genap 2023 -> FORUM JAWABAN POSTTEST

Zaki Radivan གིས-
Nama : Zaki Radivan
NPM : 2216031056
Kelas : Reguler B

Analisis Jurnal Yang Berjudul “Urgensi Pendidikan Kewarganegaraan sebagai Pendidikan Karakter Bangsa Indonesia melalui Demokrasi, HAM dan Masyarakat Madani”

Analisis saya pada jurnal yang berjudul “Urgensi Pendidikan Kewarganegaraan sebagai Pendidikan Karakter Bangsa Indonesia melalui Demokrasi, HAM dan Masyarakat Madani Pendidikan Kewarganegaraan (Civic Education) memiliki urgensi penting sebagai pendidikan karakter bangsa Indonesia melalui demokrasi, HAM dan masyarakat madani. Perubahan Indonesia menuju sistem demokrasi telah menjadi suatu yang tidak terelakkan lagi. Oleh karena itu, penyelesaian konflik melalui cara-cara yang demokratis dan praktik money politics yang bertolak belakang dengan demokrasi harus dihindari.

Pendidikan Kewarganegaraan dapat membantu menciptakan masyarakat yang berkeadaban (Democratic Civility) dengan memberikan pemahaman tentang hak asasi manusia (HAM). Pendidikan Kewarganegaraan juga dapat membantu meningkatkan kemampuan untuk memecahkan masalah secara bersama-sama, menghormati perbedaan, dan mengembangkan rasa tanggung jawab sosial. Dengan demikian, Pendidikan Kewarganegaraan dapat membantu masyarakat Indonesia untuk beradaptasi dengan sistem demokrasi baru.

Pendidikan Kewarganegaraan memiliki peran yang sangat penting dalam membentuk karakter bangsa Indonesia melalui demokrasi, meningkatkan kesadaran akan Hak Asasi Manusia (HAM) dan membangun masyarakat madani. Dalam tulisan ini, akan dibahas tentang bagaimana urgensi Pendidikan Kewarganegaraan.

Transisi Indonesia menaiki demokrasi menimbulkan banyak kecemasan dimana pada saat yang sama masyarakat masih cenderung melakukan penyelesaian konflik melalui cara-cara yang tidak demokratis, main hakim sendiri, memaksakan kehendak, dan praktik money politics sebagai cermin dari perilaku dan sikap yang bertolak belakang dengan demokrasi yang diperjuangkan oleh kalangarn reformis selama ini. Pasca kekuasaan Orde Baru, tuntutan demokratisasi dalam praktik dan masyarakat menjadi salah satu agenda kelompok gerakan reformasi. Salah satu tuntutan tersebut adalah pembenahan pendidikan kewarganegaraan yang selama ini dianggap tidak ada kaitannya dengan gerakan reformasi. Di dalam mewujudkan demokrasi yang berkeadaban maka peranan pendidikan kewarganegaraan (Civics Education) dirasa sangat urgen dan mendesak sebagai pendidikan karakter bangsa Indonesia.

Pendidikan kewarganegaraan merupakan salah satu komponen yang sangat penting dalam membentuk karakter bangsa Indonesia melalui demokrasi. Hal ini disebabkan karena pendidikan kewarganegaraan dapat memberikan pemahaman tentang hak dan kewajiban seseorang sebagai warga negara yang dapat membantu dalam pengembangan nilai-nilai demokrasi. Selain itu, pendidikan kewarganegaraan juga dapat membantu siswa dalam mengembangkan keterampilan yang dibutuhkan untuk menjadi warga negara yang bertanggung jawab. Menurut Budiutomo (2013), pendidikan kewarganegaraan dapat membantu orang untuk memahami lebih dalam tentang hak asasi manusia, hak politik, konstitusi negara, serta nilai-nilai demokrasi. Dengan demikian, pendidikan kewarganegaraan dapat membantu membentuk karakter bangsa Indonesia melalui demokrasi dengan meningkatkan pemahaman tentang nilai-nilai demokrasi dan hak asasi manusia. Pendidikan kewarganegaraan juga dapat membantu mengembangkan keterampilan untuk menghormati dan melindungi hak-hak warga negara lainnya, yang akan membentuk karakter masyarakat yang lebih demokratis. Dengan demikian, pendidikan kewarganegaraan merupakan salah satu komponen yang sangat penting dalam membentuk karakter bangsa Indonesia melalui demokrasi.