Posts made by Zaki Radivan

ILMU KOMUNIKASI PANCASILA -> Forum Analisis Video

by Zaki Radivan -
Zaki Radivan (2216031056) Reguler B

Pembahasan dari hasil analisis saya pada video yang berjudul “Pancasila Sebagai Dasar Pengembangan IPTEK”. Di dalam video tersebut menjelaskan seputar IPTEK, yang mana IPTEK sendiri adalah singkatan dari Ilmu Pengetahuan dan Teknologi. IPTEK adalah hasil karya manusia. Karya tersebut pada dasarnya dipergunakan untuk membantu keperluan manusia dalam menghadapi kehidupannya. IPTEK sendiri ada yang memanfaatkannya untuk kepentingan pribadi maupun bersama dan berdampak positif maupun negatif.

Pancasila pada dasarnya merupakan rumusan dan pedoman kehidupan berbangsa dan bernegara bagi seluruh rakyat Indonesia, karena setiap kita bertindak dan berperilaku dalam kehidupan sehari-hari haru sesuai dengan nilai yang ada didalam Pancasila. Yang tidak kalah penting juga nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila merupakan hal penting dalam keberlangsungan serta perkembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK), yang mana pada saat ini dan di masa yang akan dating perkembangan Iptek sangatlah cepat dan signifikan.

Pandangan-pandangan sekuler dunia barat tentunya tidak cocok dan sangat berlawanan dengan Pancasila, karena dasar Ketuhanan Yang Maha Esa yang ada dalam Pancasila adalah mutlak bagi bangsa Indonesia.

Sila-sila dalam Pancasila yang menjadi sistem etika dalam perkembangan IPTEK :
1. Sila Ketuhanan Yang Maha Esa, di mana pada sila ini berhubungan serta berkaitan dengan, menciptakan sesuatu yang harus diseimbangkan dengan pemikiran rasional dan irasional serta harus menyeimbangkan antara akal dan kehendak. Pada sila ini dalam hal IPTEK tidak hanya memikirkan tentang apa yang di ciptakan, apa yang dibuktikan, dan apa yang ditemukan, tetapi juga memikirkan maksud, fungsi, serta dampak kedepannya dari penciptaan tersebut, karena kita dituntut tidak hanya selalu menciptakan sesuatu tetapi juga melestarikan dari apa yang sudah ada sebelumnya.
2. Sila Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab, Sil aini dalam hal IPTEK dapat memberikan dasar-dasar moralitas bahwa manusia dalam mengembangkan IPTEK harus beradab dan tidak semau-maunya sendiri, karena IPTEK merupakan hasil budaya manusia yang beradab dan bermoral, maka dari itu manusia harus berhati-haati dan selektif dalam mengembangkan IPTEK.
3. Sila Persatuan Indonesia, pada sila yang ketiga ini, IPTEK dapat menjadi media untuk mengembangkan serta meningkatkan rasa dan jiwa nasionalisme dalam diri seseorang.
4. Sila Kerakyatan Yang Dipimpin Oleh Hikmat Kebijaksanaan Dalam Permusyawaratan Perwakilan, Pada sila ini mewajibkan perkembangan IPTEK kedepannya harus berjalan secara demokratis, yang berarti setiap individu memiliki kebebasan dalam mengembangkan IPTEK dan semua harus saling menghormati serta menghargai setiap individu dalam hal perkembangan dan kemajuan IPTEK.
5. Sila Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia, pada sila ini dalam hal IPTEK menegaskan bahwa dalam hal pengmebangan IPTEK harus tetap memprioritaskan konsep keseimbangan keadilan, baik itu keseimbangan keadilan kepada Tuhan Yang Maha Esa, kepada diri sendiri, kepada manusia, bangsa, dan negara lainnya, maupun kepada lingkungan. Karena semuanya merupakan hal yang sangat penting dan tidak dapat ditinggalkan salah satunya dan semua hal tersebut saling berhubungan satu sama lainnya.

ILMU KOMUNIKASI PANCASILA -> Forum Analisis Jurnal

by Zaki Radivan -
Nama : Zaki Radivan
NPM : 2216031056
Kelas : Reguler B

Hasil analisis saya pada jurnal yang berjudul “Pengaruh Mata Kuliah Pengembangan Kepribadian Pancasila dalam Menyikapi Ilmu Pengetahuan dan Teknologi” yang ditulis oleh Mursyidah Dwi Hartati, Ponoharjo, dan Mohamad Khamim.

Pembahasan Pada Hasil Analisis:
Hasil penelitian yang terdapat pada jurnal ini dapat membuktikan bahwa secara umum responden dalam penelitian ini memiliki pengembangan kepribadian Pancasila yang baik, pada penelitian ini juga dibuat dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh mata kuliah pengembangan kepribadian Pancasila dalam menyikapi IPTEK.

Tidak dapat dipungkiri serta tidak dapat dihindari pada era globalisasi dan industri 4.0 saat ini teknologi terus berkembang dan semakin canggih dari era sebelum-sebelumnya, tentunya perkembangan IPTEK ini ada sisi positif dan sisi negatifnya, kita sebagai mahasiswa sekaligus sebagai generasi muda sebaiknya menjaga kepribadian bangsa dalam menghadapi tantangan perkembangan IPTEK serta berpegang teguh kepada Pancasila sebagai dasar negara sehingga perkembangan IPTEK bisa membantu pembangunan Negara dan dapat kita manfaatkan sebaik-baiknya dengan sebisa mungkin meminimalisir efek negatif yang ditimbulkan dari perkembangan IPTEK itu sendiri.

Pada era seperti saat ini juga perkembangan teknologi begitu cepat sehingga segala informasi dengan berbagai bentuk dan kepentingan dapat tersebar luas ke seluruh dunia tanpa tersaring secara efektif, yang mana teknologi informasi dan komunikasi adalah faktor pendukung utama dalam globalisasi. Pada saat ini juga, segala aspek kehidupan telah mampu berkembang dengan pesatnya, perkembangan tersebut beriringan pula dengan perkembangan pendidikan dari yang tradisional menjadi modern, secara otomatis perkembangan tersebut menuntut masyarakat menuju kearah globalisasi di mana Kemajuan teknologi ini menyebabkan perubahan yang begitu besar pada kehidupan manusia dengan segala peradaban dan kebudayaannya apabila tidak di kawal dengan nilai-nilai Pancasila sebagai pedoman dan pengatur kehidupan berbangsa dan bernegara nilai-nilai NKRI yang ada dalam diri kita lama kelamaan kian luntur dan hilang.

Kini di Indonesia dapat kita lihat dengan jelas begitu besar pengaruh kemajuan teknologi terhadap aspek-aspek pendidikan yang ada di masyarakat, baik masyarakat perkotaan maupun pedesaan dapat terlihat dari kehidupan bergaya modernisasi dan westernisasi. Tidak dapat dipungkiri perlahan-lahan mulai mengubah pola hidup dan pola pemikiran masyarakat khususnya dalam aspek pendidikan. jika dikaitkan dengan ideologi yang dianut Indonesia yakni pancasila. Maka akar permasalahan yang dihadapi adalah apakah nilai-nilai dalam pancasila yang selama ini menjadi pedoman hidup Melihat kenyataan dalam masyarakat terutama pada kalangan mahasiswa, sebenarnya bukan pancasila yang terpengaruh oleh perkembangan teknologi informasi melainkan masyarakat itu sendiri. Memberi pengaruh baik atau buruk terhadap pancasila tergantung bagaimana masyarakat sebagai penganut ideologi pancasila menyikapi perkembangan teknologi informasi tersebut.

Dengan pesatnya perkembangan IPTEK yang tidak terkontrol dan content yang tidak dapat tersaring secara efektif memudahkan dan memungkinkan masuknya berbagai macam pengaruh dari luar yang bertentangan dengan nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila, seperti cara bicara yang kurang sopan kepada orang yang lebih tua, kebebasan dan kenakalan remaja, sikap yang individualistis, serta gaya berpakaian yang kurang sopan. Pancasila yang akomodatif terhadap agama tidak dapat tergantikan oleh ideologi sekulerisme yang tidak selalu bersahabat dengan agama. Oleh karena itu, perlu adanya pemulihan kembali kesadaran kolektif bangsa tentang posisi vital dan urgensi Pancasila dalam kehidupan masyarakat terutama mahasiswa melalui mata kuliah Pengembangan Kepribadian Pancasila di mana Mata Kuliah Pendidikan Pancasila memberikan pembentukan keperibadian masyarakat yang berkarakter dan mempunyai Moralitas yang menjunjung tinggi persatuan dan kesatuan dalam hidup berbangsa dan bernegara yang tentunya menjunjung tinggi nilai-nilai moral dalam Pancasila serta mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari. Pada Mata Kuliah Pendidikan Pancasila itu sendiri memiliki tujuan diantaranya, sebagai pemahaman dari ideologi Pancasila kepada para mahasiswa, untuk membentuk warga negara serta masyarakat yang baik dan paham akan hak dan kewajibannya sebagai warga negara serta memiliki rasa cinta dan nasionalisme terhadap negara Indonesia, serta sebagai kontrol dalam berkehidupan berbangsa dan bernegara yang berpacu pada nilai-nilai yang ada di dalam Pancasila.

ILMU KOMUNIKASI PANCASILA -> forum diskusi video

by Zaki Radivan -
Zaki Radivan_2216031056_Reguler B

Etika Pancasila digunakan untuk mengatur seluruh kehidupan berbangsa dan bernegara setiap individu yang hidup di dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia ini. Etika Pancasila juga adalah kedua hal yang tidak dapat dipisahkan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara karena keduanya mengajarkan kebaikan dalamberprilaku, bertindak, dan mengambil keputusan. Yang mana semua itu merupakan pedoman kita dalam berkehidupan berbangsa di Negara Kesatuan Republik Indonesia ini.
1. Sila ketuhanan memiliki dimensi moral berupa nilai srpiritualitas yang mendekatkan diri kepada sang pencipta, Dapat dimaknai bahwa Pancasila juga mementingkan kepentingan rohani yang mana dalam kehidupan suatu individu, aspek rohanilah yang dapat menjadi jalan pulang bagi setiap individu baik sedang merasa susah maupun senang
2. Sila kemanusiaan, mengandung dimensi humanis , menjadikan manusia menjadi manusiawi, dapat dimaknai dengan memanusiakan manusia, dimana pada zaman modern seperti saat ini HAM menjadi barang mahal bagi kehidupan seseorang.
3. Sila persatuan, mengandung dimensi nilai solidaritas dan cinta tanah air, dapat dimaknai dengan pentingnya mementingkan kepentingan bersama disbanding mementingkan kepentingan pribadi
4. Sila kerakyatan , mengandung sikap menghargai atau mau mendengar pendapat orang lain, dapat dimaknai dengan begitu pentingnya menyelesaikan masalah secara bersama dan mengaspirasikan pendapat guna kepentingan bersama.
5. Sila keadilan, dimensi mau peduli atas nasib orang lain dan kesediaan membantu orang lain, dapat dimaknai dengan kepekaan diri sangat penting dalam berlangsungnya kehidupan orang lain dan mengedepankan keberlangsungan bersama disbanding mementingkan keberlangsungan hidup pribadi.
Urgensi Pancasila dalam sistem etika
Menempatkan Pancasila sebagai sumber moral dan menjadikan Pancasila sebagai pedoman dalam tata pergaulan berkehidupan bangsa, serta Pancasila sebagai sistem etika dapat menjadi dasar untuk menganalisis dalam menentukan kebijakan bersama kedepannya agar tidak melenceng dari asas Pancasila, yang mana Pancasila mengatur seluruh kehidupan berbangsa dan bernegara kita. Dapat disimpulkan dari pemaparan saya diatas bahwa tanpa adanya penerapan dan pengimplementasian dari Etika Pancasila kehidupan berbangsa kita akan hancur dan tidak memiliki arah dalam melaksanakan kehidupan berbangsa dan bernegara.

ILMU KOMUNIKASI PANCASILA -> Forum Analisis Soal

by Zaki Radivan -
Zaki Radivan_2216031056_Reguler B

1. Bagaimanakah sistem etika perilaku politik saat ini? Sudah sesuaikah dengan nilai-nilai Pancasila? Jelaskan!
Jawaban:
Menurut hasil pengamatan saya, sistem etika pada perilaku politik di Negara Kesatuan Republik Indonesia ini masih belum menunjukkan kesesuaian bahkan masih jauh dengan nilai Pancasila. Terlihat dari banyaknya pejabat yang sudah diberi kepercayaan oleh rakyat dan telah disumpah diatas kitab agama yang konsekuensinya bukan dengan manusia lagi akan tetapi dengan Tuhan Yang Maha Esa, masih saja berani untuk mengikuti hawa nafsunya untuk melakukan baik itu kasus korupsi, suap, dan masih banyak lagi. Padahal rakyat berpikir bahwa orang-orang yang mencalonkan diri sebagai pejabat sudah memiliki kecerdasan intelektual mengenai Pancasila yang sangat tinggi, akan tetapi pada kenyataannya, tidak. Ya, mungkin mereka berpendidikan tinggi dan lulusan luar negeri, Tetapi dengan masih banyaknya kasus korupsi, suap, dan penyelewengan ana di Indonesia ini, maka dapat dikatakan bahwa etika berperilaku di Indonesia ini masih jauh dari kata sesuai dengan nilai-nilai Pancasila.
2. Etika selalu terkait dengan masalah nilai sehingga perbincangan tentang etika, pada umumnya membicarakan tentang masalah nilai (baik atau buruk). Bagaimanakah etika generasi muda yang ada di sekitar tempat tinggal mu? Apakah mencerminkan etika dan nilai yang dianut oleh bangsa Indonesia? Berikan solusi mengenai adanya dekadensi moral yang saat ini terjadi!
Jawaban:
Menurut hasil pengamatan saya, Masih banyak sekali pemuda yang kurang beretika disekitar saya, padahal mereka kelak yang akan memegang kuasa penuh dalam negeri ini, tidak dapat dipungkiri karena bertebaran dimana-mana pemuda yang masih jauh dari kata beretika dan sopan dalam perilakunya sehari-hari, hal ini terlihat dari perilaku sehari-hari, perkataannya, dan sikapnya dalam menyikapi sesuatu hal. Menurut saya hal ini dapat terjadi akibat, kurangnya fungsi pengawasan terutama dari kedua orang tuanya, kurangnya kasih sayang terutama dari keddua orang tuanya, danPenggunaan media sosial atau smartphone yang kurang bijak dalam penggunaannya yang mengakibatkan dekadensi moral pada remaja tersebut.
Solusi yang dapat saya berikan dari adanya dekadensi moral atau kemerosotan moral yang terjadi pada remaja yakni, kedua orangtua dirumah harus menjalankan tugas dan fungsinya sebagai pendidik dan dengan tegas mendidik anaknya agar jauh dari kata dekadensi moral, memberikan penyuluhan tentang nilai-nilai Pancasila sedini mungkin agar terhindar dari dekadensi moral, dan Memperkuat keimanan serta kerohanian kepada Tuhan Yang Maha Esa, mendekatkan diri kepada sang pencipta serta melaksanakan apa yang diperintahkan Tuhan Yang Maha Esa dan Menjauhi semua larangannya.

ILMU KOMUNIKASI PANCASILA -> Forum Analisis Jurnal

by Zaki Radivan -
Nama: Zaki Radivan
NPM: 2216031056
Kelas: Reguler B

Menganalisis Jurnal
Judul: PENANAMAN NILAI-NILAI PANCASILA MELALUI KONTROL SOSIAL OLEH MEDIA MASSA UNTUK MENEKAN KEJAHATAN DI INDONESIA
Tahun Terbit: 2020
Penulis : Ariesta Wibisono Anditya
Volume dan halaman: Vol. 3 No. 1 Juni 2020. Hlm. 28-43
Kata Kunci : Media Massa, Pancasila, Kejahatan, Kontrol Sosial

Pembahasan dan Hasil Analisis
Pancasila sebagai pedoman dan falsafah bagi kehidupan setiap individu, yang mana segala sesuatu pastu bertumpu kepada Pancasila dan di dalamnnya terkandung nilai-nilai Pancasila. Media massa merupakan sebuah fasilitas dan sarana yang bertugas untuk menyebarkan informasi yang dimiliki kepada khalayak luas tanpa terkecuali. Media massa dapat juga menjadi kontrol sosial, sebagaimana fungsinya dalam menyebarkan informasi, media sosial dapat membuat persepsi dan dan dapat membuat sebuah opini publik. Dalam fungsi kontrol sosial ini, terdapat beberapa unsur pendukung, yaitu: Social participation (keikutsertaan rakyat dalam pemerintahan), Social responsibility (pertanggungjawaban pemerintah terhadap rakyat), Social support (dukungan rakyat terhadap pemerintah), dan terakhir Social control (kontrol masyarakat terhadap tindakan-tindakan pemerintah).
Masyarakat dengan media massa saling berkesinambungan, mengingat pada era modern seperti saat ini setiap individu baik dimanapun dan kapanpun tidak dapat lepas dari yang namanya media massa. Media massa sebagai control sosial juga seharusnya dapat menjadi sanksi sosial dari kejahatan hukum yang dilakukan oleh oknum kejahatan hukum.
Pengamalan nilai-nilai Pancasila diharapkan dapat menjadi penopang dalam menjaga semangat kebangsaan, jiwa patriotism, serta menghindari kejahatan KKN (Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme). Kelima sila dalam Pancasila juga mengatur setiap individu dalam berkegiatan media massa, maka dari itu pengamalan Pancasila tidak boleh ditinggalkan oleh setiap masyarakat bangsa, terlebih lagi pada zaman modern sekarang ini, kita sebagai generasi penerus harus tetap berhati-hati dan terus mengamalkan kelima sila dalam Pancasila.