Nama: Zaki Radivan
NPM: 2216031056
Kelas: Reguler B
Program Studi: S-1 Ilmu Komunikasi
1. Bagaimanakah tanggapanmu mengenai isi artikel dan hal positif apa yang bisa kamu ambil setelah membaca artikel tersebut?
Jawaban:
Tanggapan saya terhadap isi artikel di atas karena saya juga sebagai mahasiswa komunikasi maka saya menganalisis dari persepektif saya sebagai mahasiswa komunikasi bahwa pada artikel di atas memperlihatkan adanya konflik antar dua kubu, warga, ataupun golongan. Konflik itu sendiri dapat terjadi karena ada penyebabnya, menurut saya pada konflik di atas terjadi miss komunikasi dan miss understanding atau kesalah pahaman ditambah perbedaan kewarganegaraan yang membuat semakin memuncaknya emosi dari masing-masing kubu warga. Konflik ini dapat terjadi juga karena masing-masing kubu ingin mempertahankan tanah airnya dan tidak mau diusik oleh faktor eksternal ataupun negara lain. Konflik dapat iredam jika masing-masing warga dapat menurunkan egonya dan saling merangkul dengan pemerintah setempat maupun apparat hukum yang berwenang untuk dapat mencari jalan keluar terbaik dengan adanya penyelesaian konflik jangka pendek dan juga penyelesaian konflik jangka panjang agar dapat menghindari jatuhnya korban jiwa dari masing-masing kubu warga.
Hal positif yang dapat di ambil dari kasus pada artikel di atas adalah kuatnya rasa cinta tanah air yang ditunjukkan dalam artikel di atas, upaya pencegahan yang tepat dilakukan oleh Tentara Nasional Indonesia serta polisi perbatasan Timor Leste, dan pentingnya Wawasan Nusantara untuk dapat menghindari kemungkinan konflik-konflik serupa pada artikel di atas.
2. Bagaimanakah menurut pendapatmu dan apa yang terjadi dengan wilayah dan bangsa Indonesia jika tidak memiliki konsepsi wawasan nusantara?
Jawaban:
Menurut saya sendiri Wawasan Nusantara merupakan konsep penting bagi Indonesia karena memberikan kerangka bagi kebijakan politik, ekonomi, sosial, budaya, dan pertahanan negara. Wawasan Nusantara adalah wawasan kebangsaan berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945, yang menekankan persatuan dan kesatuan wilayah bangsa dalam menyelenggarakan kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara untuk mencapai tujuan nasional. Tanpa konsep Wawasan Nusantara, Indonesia akan menghadapi beberapa tantangan, antara lain:
1) Kurangnya persatuan dan keutuhan wilayah: Wawasan Nusantara menekankan pentingnya persatuan dan keutuhan wilayah, yang sangat penting bagi kelangsungan hidup bangsa.
2) Kurangnya arah: Wawasan Nusantara memberikan arah bagi kebijakan politik, ekonomi, sosial, budaya, dan pertahanan negara. Tanpa itu, Indonesia mungkin tidak memiliki arah yang jelas untuk pembangunannya.
3) Kurangnya pelestarian kearifan lokal: Wawasan Nusantara menekankan pentingnya melestarikan kearifan lokal yang sangat penting bagi pembangunan negara. Tanpa itu, Indonesia mungkin kehilangan identitas dan warisan budayanya. Kurangnya identitas nasional: Wawasan Nusantara membantu membangun rasa identitas nasional di kalangan masyarakat Indonesia. Tanpa itu, Indonesia mungkin berjuang untuk membangun rasa identitas dan kebanggaan nasional.
Maka dapat disimpulkan bahwa Wawasan Nusantara merupakan konsep penting bagi Indonesia karena memberikan kerangka bagi pembangunan dan kelangsungan hidup negara. Tanpa itu, Indonesia akan menghadapi beberapa tantangan yang dapat menghambat kemajuan dan pembangunannya.
3. Bagaimanakah konsepsi wawasan nusantara dalam mencegah timbulnya konflik seperti artikel diatas?
Jawaban:
Menurut saya Konsepsi Wawasan Nusantara dapat membantu mencegah konflik di Indonesia. Wawasan Nusantara adalah cara untuk menyatukan perbedaan dan batas wilayah di seluruh Indonesia dan mencegah keruntuhan bangsa. Selain itu, ide ini dapat membantu menyelesaikan benturan budaya yang berpotensi tak terhindarkan. Selain itu, keutuhan dan persatuan bangsa Indonesia dapat didukung dengan pengetahuan dan pemanfaatan Wawasan Nusantara. Sebagai ilustrasi, kasus Timor Leste menunjukkan bagaimana pemahaman Wawasan Nusantara dapat membantu penyelesaian sengketa di wilayah Indonesia, seperti sengketa antara masyarakat wilayah perbatasan Timor Leste dengan wilayah perbatasan Indonesia yang diuraikan dalam artikel di atas.