གནས་བསྐྱོད་བཟོ་མི་ Laurentius Nicholas Christmarines Christmarines

NAMA: LAURENTIUS NICHOLAS CHRISTMARINES
NPM: 2215061059
KELAS: PSTI-C

Identitas Nasional dapat diartikan sebagai kumpulan budaya dan hakikatnya ialah Pancasila. Identitas Nasional memiliki empat unsur, yaitu suku bangsa, agama, budaya, dan bahasa. Identitas Nasional dapat terbagi menjadi beberapa bagian, yaitu:
-Identitas Fundamental
-Indentitas Instrumental
-Identitas Alamiah.

Identitas Fundamental bangsa Indonesia adalah Pancasila yang menjadi dasar negara dan ideologi.
Identitas Instrumental bangsa Indonesia ialah Undang-Undang Dasar 1945.
Keberadaan seperti pulau yang menjadi salah satu identitas alamiah bangsa Indonesia

Integrasi Nasional dapat diartikan sebagai penyesuaian unsur yang berbeda. Yang menjadi faktor pendorong integrasi nasional adalah sejarah, cinta tanah air, rela berkorban, konsensus nasional, dan keinginan bersatu. Faktor penghambatnya ialah heterogen, ketimpangan, etnosentrisme, dan gangguan luar. Integrasi nasional memiliki beberapa bentuk, yaitu asimilasi dan akulturasi.
NAMA : LAURENTIUS NICHOLAS CHRISTMARINES

NPM : 2215061059

KELAS : PSTI-C

KEARIFAN BUDAYA LOKAL PEREKAT IDENTITAS BANGSA

Kebudayaan tradisional telah menjadi mitos sebagai bentuk kebudayaan yang tidak dibenarkan. Mitos khusus ini secara konsisten mempromosikan pelestarian dan jagadhita. Namun pada kenyataannya, meskipun konvergensi dan modernisasi nilai-nilai tradisional dan modern menjadi fakta budaya yang tak terhindarkan, konflik antara nilai-nilai tradisional dan modern tidak dapat dihindari karena perubahan yang dibawa oleh kapitalisme, modernisme, dan globalisme. Kearifan lokal merupakan salah satu komponen kebudayaan, menurut kearifan konvensional.

Sejak berdirinya, Indonesia telah bergumul dengan persoalan legitimasi budaya sekaligus menjadi bangsa yang multietnis dan multikultural. Kesenjangan, ketidakadilan, kurangnya pemerataan pembangunan, dan tirani minoritas yang terjadi di berbagai provinsi di Indonesia menyebabkan munculnya konflik sosial yang masih menjadi perbincangan hingga saat ini.

Namun sering dalam kenyataan dapat disaksikan adanya tuntutan berlebihan baik dalam skala mikro maupun skala makro, bahkan tidak jarang menjadi masalah krusial yang dapat mengancam keutuhan berbangsa dan bernegara. Dalam konteks ini kebijakan pelestarian nilai-nilai kearifan lokal terjebak pada persoalan politik tanpa aplikasi yang nyata.

Pada era globalisasi saat ini, muncul upaya-upaya untuk membangkitkan kembali atau pemberdayaan, pelestarian dan pengembangan adat istiadat dan peran dari lembaga-lembaga adat. Kearifan lokal yang dimiliki daerah-daerah di Negara Kesatuan Republik Indonesia sungguh sangat luar biasa banyaknya dan yang menunjukkan keberagaman jenisnya. Secara selektif banyak di antaranya yang dapat diangkat sebagai asset kekayaan kebudayaan bangsa dan dapat dijadikan sebagai perekat sekaligus sebagai modal dasar untuk memperkokoh identitas/jati diri bangsa.
Nama : Laurentius Nicholas Christmarines
NPM : 2215061059
Kelas : PSTI-C

Pendidikan Kewarganegaraan (Civic Education) merupakan pendidikan yang sangat penting untuk mendidik karakter bangsa Indonesia sehingga dapat menjadi warga negara Indonesia yang kritis, aktif, demokratis, dan beradab. Dengan begitu, warga negara Indonesia dapat menyadari hak dan kewajibannya dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara serta kesiapan mereka menjadi bagian dari warga negara dunia (global society) di era modern saat ini.

Demokrasi memiliki arti suatu sistem pemerintahan dari, oleh, dan untuk rakyat (Ubaedillah, 2008: 36). Dengan demikian demokrasi secara terminology berarti pemerintahan dari rakyat, oleh rakyat dan untuk rakyat atau dalam istilah bahasa Inggris “the government of the people, by the people and for the people”. Demokrasi juga dapat diartikan sebagai bentuk pemerintahan yang dipegang oleh rakyat atau rakyatlah yang mempunyai kedaulatan tertinggi.

Demokrasi digolongkan menjadi dua macam, yaitu demokrasi langsung dan tidak langsung. Perbedaan dari kedua macam tersebut terdapat pada partisipasi rakyat. Dalam demokrasi langsung, rakyat secara langsung berpartisipasi dalam pemilihan umum dan menyampaikan kehendaknya. Sementara itu demokrasi tidak langsung, adalah demokrasi yang secara tidak langsung melibatkan rakyat suatu negara dalam pengambilan keputusan. Dalam demokrasi tidak langsung, rakyat menggunakan wakil-wakil yang telah dipercaya untuk menyampaikan aspirasi dan kehendaknya sehingga dalam demokrasi tidak langsung wakil rakyat terlibat secara langsung menjadi perantara seluruh rakyat.

Pendidikan Kewarganegaraan dapat menjadi sarana pertemuan beragam nilai dan prinsip yang bersumber dari luar dan khazanah pemikiran dan nilai-nilai Indonesia, yang diorientasikan untuk melahirkan sebuah sintesis kreatif yang dibutuhkan oleh Indonesia sebagai sebuah negara demokrasi baru yang bersendikan pada Pancasila.

Sekian analisis saya, terima kasih