Kiriman dibuat oleh Muhammad Raihan Aufa Shabbah

Nama : Muhammad Raihan Aufa Shabbah
Kelas : Reguler A
NPM : 2216031007

Review video pertemuan 13
Video tersebut berjudul PANCASILA dan IPTEK
Dalam video tersebut dijelaskan keterkaitan antara Pancasila dan IPTEK. Dijelaskan bahwa IPTEK adalah hasil karya manusia. Karya tersebut pada dasarnya dipergunakan untuk membantu keperluan manusia dalam menghadapi kehidupannya. IPTEK tersebut ada saja yang memanfaatkannya untuk Kepentingan tertentu baik yang berdampak positif maupun negatif. Pada dasarnya Pancasila merupakan rumusan dan pedoman kehidupan berbangsa dan bernegara bagi seluruh rakyat Indonesia. Nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila merupakan hal penting dalam perkembangan ilmu dan teknologi. Perkembangan IPTEK saat ini dan di masa yang akan datang itu sangat cepat.

Sila-sila pancasila yang menjadi sistem etika dalam pengembangan IPTEK:
1. Sila Ke Tuhanan Yang Maha Esa
 Berdasarkan sila ini IPTEK tidak hanya memikirkan apa yang ditemukan dibuktikan dan diciptakan tetapi juga dipertimbangkan maksud dan akibatnya apakah merugikan manusia disekitarnya atau tidak. Pengolahan diimbangi dengan melestarikan.
Dalam perkembangan IPTEK menurut sila pertama yaitu manusia harus menyeleksi dengan baik yang sekiranya perkembangan tersebut tetap berpegang teguh pada sila ketuhanan.

2. Sila kemanusiaan yang adil dan beradab
memberikan dasar-dasar moralitas bahwa manusia dalam mengembangkan IPTEK harus bersikap beradab Karena IPTEK adalah sebagai hasil budaya manusia yang beradab dan bermoral.

3. Sila persatuan Indonesia
Perkembangan IPTEK hendaknya dapat mengembangkan rasa nasionalisme dan menyatukan rakyat Indonesia, dimana dengan adanya perkembangan IPTEK diharapkan rakyat Indonesia dapat lebih bersatu dengan teknologi yang ada.

4. Sila kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat Kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan mendasari pengembangan IPTEK secara demokratis, artinya setiap ilmuan harus memiliki kebebasan untuk mengembangkan IPTEK juga harus menghormati dan menghargai kebebasan orang lain dan juga memiliki sikap yang terbuka untuk dikritik dikaji ulang maupun di bandingkan dengan penemuan lainnya. Dalam sila ini juga diharapkan agar membuka kesempatan untuk para warga dalam mengembangkan IPTEK dan menikmati hasilnya sesuai dengan keperluan.

5. Sila keadilan sosial bagi seluruh rakyat indonesia
 Pengembangan IPTEK haruslah menjaga keseimbangan keadilan dalam kehidupan Kemanusiaan yaitu keseimbangan keadilan dalam hubungannnya dengan dirinya senndiri maupun dengan Tuhannya, manusia dengan manusia, manusia dengan masyarakat bangsa dan negara, serta manusia dengan alam lingkungannya.
Reg A_M.Raihan Aufa Shabbah_2216031007

Diskusi video pertemuan 11
Etika adalah hal yang sangat diperlukan dalam menjalankan kehidupan berbangsa dan bernegara, dengan memiliki etika kita mampu menjalankan kehidupan bernegara dengan baik untuk diwariskan dari satu generasi ke generasi lainnya.
Etika Pancasila untuk mengatur perilaku kehidupan masyarakat berbangsa dan bernegara di Indonesia.
Nilai yang terkandung dalam etika Pancasila:
1. Sila ketuhanan, mengandung dimensi moral berupa nilai spiritualitas yang mendekatkan diri kepada sang pencipta.
2. Sila kemanusiaan, mengandung dimensi humanis; memanusiakan manusia, meningkatkan kemanusiaan antar sesama.
3. Persatuan, solidaritas, kebersamaan, cinta tanah air.
4. kerakyatan, menghargai dan mendengar pendapat orang lain.
5. Keadilan, dimensi peduli akan nasib orang lain.

Urgensi Pancasila dalam etika
1. meletakkan sila-sila Pancasila sebagai etika, berarti menepatkan Pancasila sebagai sumber moral dan inspirasi bagi penentu sikap, tindakan, dan keputusan.
2. Pancasila sebagai sistem etika memberikan pedoman bagi setiap warganegara, sehingga memiliki orientasi yang jelas dalam tata pergaulan baik lokal, nasional, regional, dan internasional.
3. Pancasila sebagai sistem etika dapat menjadi dasar analisis berbagai kebijakan, sehingga tidak keluar dari semangat kebangsaan yang berjiwa Pancasila.
M.Raihan Aufa Shabbah_2216031007_REG A

1. Menurut saya sistem berpolitik di Indonesia saat ini belum sesuai dengan nilai-nilai Pancasila, karena masih banyaknya penyelewengan kekuasaan. Contohnya dalam polemik etik independence, sehingga banyak terjadinya penyalahgunaan dan penyimpangan jabatan yang melahirkan budaya korupsi dilingkaran persetan pemerintahan baik pusat maupun daerah. Contohnya adalah Setya Novanto melakukan korupsi E-KTP pada saat ia menjabat ketua DPR RI. Hal ini merupakan pelanggaran Pancasila sila ke-4.

2. Etika generasi muda dalam lingkungan tempat tinggal saya saat ini masih belum mencerminkan etika dan nilai yang dianut bangsa Indonesia. Dikarenakan terjadinya pengaruh negatif akibat globalisasi. Contohnya meningkatnya individualisme sehingga ketika berpapasan saja tidak saling sapa. Terkadang beberapa pemuda ada yang bersikap onar dan melawan orang tua, hal ini dikarenakan pengaruh dari media sosial dan kepribadian anak tersebut dari teman dan lingkungannya, dan juga beberapa pemuda banyak yang minum-minuman keras sehingga meresahkan masyarakat sekitar. Solusinya adalah keluarga sebagai modal utama memperbaiki moral seharusnya lebih meningkatkan lagi nilai ajaran agama dan kesopanan pada anaknya yang nakal tersebut.
Reg A_M.Raihan Aufa Shabbah_2216031007

Review jurnal pertemuan 12
Judul: PENANAMAN NILAI-NILAI PANCASILA MELALUI KONTROL SOSIAL OLEH MEDIA MASSA UNTUK MENEKAN KEJAHATAN DI INDONESIA.
-Volume 3, No.1 hal 29-44
-Tahun: 2020
- Penulis: Ariesta Wibisono Anditya
- Reviewer: Muhammad Raihan Aufa Shabbah
- Tanggal Review: 11 November 2022
- Kata Kunci: Media Massa, Pancasila, Kejahatan, Kontrol Sosial.
- tujuan jurnal ini adalah untuk mengetahui kontrol penggunaan media massa guna penanaman nilai-nilai Pancasila untuk menekan kejahatan di Indonesia.

- Metode penelitian: Penelitian ini dilakukan secara normatif yakni penelitian yang mendasarkan pada kajian norma yang ada pada sistem hukum. Hukum ditelaah asas-asasnya, dijabarkan dari undang-undang, peraturan yang terkait.24 Norma-norma terkait media massa disandingkan dengan asas-asas serta doktrin mengenai kontrol sosial oleh media massa untuk dianalisis berdasarkan penanaman nilai-nilai Pancasila pada kehidupan masyarakat Indonesia. Pendekatan penelitian ini menggunakan pendekatan undang-undang (statute approach), pendekatan sosial (social approach), serta pendekatan asas. Analisis dan pembahasan disajikan secara deskriptif-eksplanatoris yaitu
dengan menjabarkan temuan asas-asas, doktrin, teori dengan peristiwa yang terjadi serta memberikan penjelasan dengan rinci.
Sampel: diri masing-masing manusia Indonesia yang disertai dengan pengamalan Pancasila.

- Hasil dan Pembahasan:Dasar adalah sesuatu yang bersifat tetap, suatu ajaran yang menjadi pedoman, pegangan dalam melakukan perbuatan. Antara dasar dan tujuan ada hubungan yang erat sekali. Dasar negara Indonesia adalah Pancasila, karena itu tujuan yang hendak dicapai oleh bangsa Indonesia adalah masyarakat yang berdasarkan Pancasila. Dalam bidang hukum pidana, media massa adalah pendukung dari kebijakan hukum pidana, yaitu memberikan peran pencegahan kejahatan. Pencegahan melalui media massa sangat disarankan karena kebijakan hukum pidana tidak selamanya dapat digunakan sebagai sarana utama menekan kejahatan. Meski demikian, peran tersebut harus disertai dengan pengamalan
nilai-nilai Pancasila dalam kesadaran diri masing-masing manusia Indonesia.
 
- Kesimpulan: Pengamalan nilai-nilai Pancasila oleh media massa dalam menerapkan fungsi kontrol sosial di Indonesia khususnya belum terlaksana secara menyeluruh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengamalan nilai-nilai Pancasila dalam peran media massa memberitakan informasi belum terlaksana. Masih banyak terdapat berita yang tidak teruji kebenarannya yang dapat merusak tatanan sosial. Media massa hanya memuat berita sebagai pemuas informasi saja tanpa menanamkan pembentukan pribadi sosial yang berjiwa Pancasila.
Tanpa menelusuri kembali berita dan sumber berita tersebut, masyarakat justru mempercayai hal tersebut.

- Kelebihan jurnal: Metode penelitian dan apa yang dibahas jelas dan terperinci, sehingga memudahkan pembaca dalam membacanya.

- Kekurangan: Dalam jurnal ini, menunjukkan bahwa pengamalan nilai-nilai Pancasila dalam peran media massa memberitakan informasi belum terlaksana dan belum sesuai fakta, namun disebarkan oleh oknum yang tidak bertanggungjawab. Masih banyak terdapat berita yang tidak teruji kebenarannya yang dapat merusak tatanan sosial.
Reg A_M.Raihan Aufa Shabbah_2216031007

Review video pertemuan 11
Membahas tentang etika adalah hal yang sangat diperlukan dalam menjalankan kehidupan berbangsa dan bernegara, dengan memiliki etika kita mampu menjalankan kehidupan bernegara dengan baik untuk diwariskan dari satu generasi ke generasi lainnya.
Etika Pancasila untuk mengatur perilaku kehidupan masyarakat berbangsa dan bernegara di Indonesia.
Nilai yang terkandung dalam etika Pancasila:
1. Sila ketuhanan, mengandung dimensi moral berupa nilai spiritualitas yang mendekatkan diri kepada sang pencipta.
2. Sila kemanusiaan, mengandung dimensi humanis; memanusiakan manusia, meningkatkan kemanusiaan antar sesama.
3. Persatuan, solidaritas, kebersamaan, cinta tanah air.
4. kerakyatan, menghargai dan mendengar pendapat orang lain.
5. Keadilan, dimensi peduli akan nasib orang lain.

Urgensi Pancasila dalam etika
1. meletakkan sila-sila Pancasila sebagai etika, berarti menepatkan Pancasila sebagai sumber moral dan inspirasi bagi penentu sikap, tindakan, dan keputusan.
2. Pancasila sebagai sistem etika memberikan pedoman bagi setiap warganegara, sehingga memiliki orientasi yang jelas dalam tata pergaulan baik lokal, nasional, regional, dan internasional.
3. Pancasila sebagai sistem etika dapat menjadi dasar analisis berbagai kebijakan, sehingga tidak keluar dari semangat kebangsaan yang berjiwa Pancasila.