གནས་བསྐྱོད་བཟོ་མི་ Muhammad Raihan Aufa Shabbah

ILMU KOMUNIKASI PANCASILA -> Forum Analisis Video-2

Muhammad Raihan Aufa Shabbah གིས-
Reg A_M.Raihan Aufa Shabbah_2216031007

Analisis video 2

Video tersebut membahas tentang peluang Bangsa Indonesia untuk memproklamirkan kemerdekaan. Diawali pada 7 Desember 1941, Jepang menyerang pangkalan udara AS di Pearl Harbour yang memicu bersatunya AS, Britania Raya, Belanda, Hindia Belanda, Jajahan Inggris, serta negara Amerika Latin untuk berperang melawan Jepang, Jerman dan Italia juga bergabung kemudian. Puncak dari perang antara Sekutu dan Jepang adalah dijatuhkannya bom atom ke Hiroshima pada 6 Agustus 1945 yang mengakibatkan 140.000 orang tewas, nyaris setengah populasi Jepang saat itu. Lalu bom atom kedua dijatuhkan di kota Nagasaki pada tanggal 9 Agustus 1945. 6 hari setelah pengeboman tersebut, Menteri luar negeri Jepang menandatangani surat tanda Jepang menyerah diatas kapal USS Missouri, hal ini menandakan berakhirnya perang di kawasan Pasifik. Bagi Indonesia yang merupakan negara jajahan Jepang, hal ini menjadikan kekosongan kekuasaan, lalu 2 hari kemudian bangsa Indonesia memproklamirkan kemerdekaannya pada tanggal 17 Agustus 1945. Hal ini berkaitan dengan Pancasila, yaitu warga Indonesia tetap bertahan dan bersatu walaupun dijajah dengan kejam dan sadis, hingga akhirnya Bangsa Indonesia dapat memproklamirkan kemerdekaannya dan menjadi negara yang merdeka.

ILMU KOMUNIKASI PANCASILA -> Forum Analisis Video-1

Muhammad Raihan Aufa Shabbah གིས-
Reg A_M.Raihan Aufa Shabbah_2216031007
Analisis video 1
Dalam video tersebut menampilkan demo yang dilakukan oleh warga Pegadeng tengah, Kab.Pekalongan, Prov. Jawa Tengah. Penyebab dari demo tersebut disebabkan oleh pabrik yang ada di desa tersebut membuang limbah olahan pabrik ke sungai, limbah-limbah yang dihasilkan selain mencemarkan lingkungan sungai, juga menimbulkan bau busuk. Warga meminta pihak aparat desa untuk menutup pabrik karena tidak memiliki alat pengolahan limbah, warga juga meminta agar pemilik pabrik tersebut untuk tidak membuang limbah ke sungai, solusi dari aparat desa adalah tidak menutup pabrik, namun menutup saluran air limbah yang masuk ke sungai. Kejadian ini berlangsung selama 25 tahun. Pemilik pabrik pasrah dan menerima keputusan dari warga untuk menutup saluran air, karena kedua belah pihak sudah memiliki kesepakatan. Namun warga mengancam akan melakukan unjuk rasa apabila pemerintah setempat tidak melakukan penutupan pabrik.
Dalam kejadian ini, pemilik pabrik tidak berpatok dengan nilai Pancasila, dimana dia hanya mementingkan kepentingan dan kebutuhan dirinya sendiri, tanpa peduli terhadap masyarakat dan lingkungan sekitar.

ILMU KOMUNIKASI PANCASILA -> Forum Diskusi

Muhammad Raihan Aufa Shabbah གིས-
Reg A_M.Raihan Aufa Shabbah_2216031007
1. Pendapat saya jika nilai Pancasila tidak diterapkan dengan baik pada kemajuan teknologi maka akan menimbulkan dampak negatif bagi kehidupan bangsa dan masyarakat Indonesia, bagaimana tidak, dengan adanya nilai Pancasila kita sebagai masyarakat Indonesia harus menggunakan Pancasila sebagai patokan ketika menghadapi dan menerima kemajuan teknologi. Oleh karena itu, kita harus mempertimbangkan terlebih dahulu apakah perkembangan tersebut sudah sesuai dengan nilai Pancasila atau malah menyimpang dari nilai dan ajaran Pancasila. Kaitannya perkembangan teknologi dengan nilai Pancasila adalah dengan adanya nilai Pancasila, diharapkan perkembangan teknologi yang ada di Indonesia tidak menyimpang (menimbulkan dampak negatif) dan sesuai dengan nilai Pancasila. Dan nilai Pancasila juga dapat dijadikan patokan supaya perkembangan teknologi dapat sesuai dengan ajaran-ajaran Pancasila.

2. Pengaruh penting IPTEK dalam memajukan perekonomian Indonesia adalah, dengan adanya IPTEK masyarakat di Indonesia dapat meningkatkan kegiatan ekonomi dengan cara berbisnis/berjualan dengan marketplace (online), dengan adanya ini para masyarakat Indonesia bisa terbantu karena caranya yang simpel dan tidak memerlukan terlalu banyak persyaratan. Untuk skala yang lebih besar, para bos perusahaan besar bisa bekerjasama melalui media massa/web yang memungkinkan kerjasama tersebut tidak harus bertemu langsung dan terjadi lewat perangkat celuler sehingga lebih praktis. Terkait Implementasi dengan sila ke-5 yaitu belum sesuai dengan kenyataannya. Karena di Indonesia sendiri banyak wilayah yang belum bisa dijangkau oleh sinyal internet dan tidak semua orang Indonesia paham tentang kemajuan IPTEK, ada juga faktor lain, yaitu tidak semua masyarakat Indonesia mampu membeli perangkat celuler yang ada, khususnya kalangan bawah/orang yang kurang mampu. Sehingga untuk aspek keadilan(sila ke-5), ini belum merata secara menyeluruh.
Reg A_M.Raihan Aufa Shabbah_2216031007

Pendapat saya tentang hubungan IPTEK dan nilai-nilai Pancasila berdasarkan artikel tersebut adalah IPTEK perlu menyesuaikan dan mempertimbangkan nilai-nilai ideologi bangsa dalam pengembangnya baik dari aspek nilai agama maupun budaya semua haruslah relevan dan senantiasa mengacu pada nilai-nilai luhur bangsa agar tidak merugikan manusia dan merusak sendi-sendi kehidupan bangsa. Pancasila yang mana merupakan dasar negara dan pandangan hidup bangsa
mengandung nilai-nilai luhur yang dipercaya sebagai perisai pelindung bangsa tentunya juga harus ikut berperan dalam menghadapi kemajuan IPTEK.
Pancasila sebagai dasar negara dan pandangan hidup bangsa yang mengandung nilai-nilai luhur yang dipercaya sebagai perisai pelindung bangsa tentunya juga harus ikut berperan dalam menghadapi kemajuan IPTEK ini, dan sebaliknya IPTEK juga harus senantiasa berdasar pada nilai-nilai pancasila, karena pancasila sejatinya adalah media akulturasi dari berbagai pemikiran mengenai agama, pendidikan, politik, sosial, budaya, dan juga ekonomi yang mengkoordinir berbagai aktivitas kehidupan dalam masyarakat.
Menurut saya, jika perkembangan IPTEK di Indonesia tidak diimbangi dengan nilai-nilai Pancasila, takutnya perkembangan tersebut justru akan menimbulkan dampak negatif dan membawa dampak buruk bagi masyarakat Indonesia ke depannya, karena tidak sesuai dengan ajaran-ajaran Pancasila sebagai patokan kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia. Sebagai pandangan hidup bangsa, kehidupan masyarakat Indonesia tidak boleh menyimpang dengan nilai-nilai Pancasila.

ILMU KOMUNIKASI PANCASILA -> Forum Analisis Jurnal

Muhammad Raihan Aufa Shabbah གིས-
Reg A_M.Raihan Aufa Shabbah_2216031007
Review jurnal pertemuan 14
Judul: URGENSI PENEGASAN PANCASILA SEBAGAI DASAR NILAI PENGEMBANGAN IPTEK
Vol: IV. No. 02 hal. 213-222
Tahun: 2018
Penulis: Ika Setyorini
Reviewer: M.Raihan Aufa Shabbah
Tanggal Review: 25 November 2022
Kata kunci: Indonesia, Pancasila, teknologi, value.

Dalam jurnal ini membahas tentang Pancasila yaitu merupakan pandangan hidup bangsa yang selalu berbasis pada nilai-nilai bersifat meta yuridis, berbasis nilai-nilai dan moralitas yang disepakati bersama. Pancasila sebagai ideologi negara merupakan kristalisasi nilai-nilai budaya, agama, Bangsa Indonesia. Sehingga nilai-nilai tadi akan mengakomodasi seluruh aktifivas kehidupan bermasyarakat berbangsa dan bernegara. Demikian pula dalam aktivitas ilmiah. Dan jika perkembangan ilmu tidak berpatok pada ideologi bangsa, maka sama halnya dengan membiarkan ilmu berkembang tanpa arah dan orientasi yang tidak jelas dan akhirnya menyeleweng dari sifat Pancasila. Perkembangan iptek pada gilirannya bersentuhan dengan nilai-nilai budaya dan agama sehingga di satu pihak dibutuhkan semangat objektivitas di pihak lain iptek perlu mempertimbangkan nilai-nilai budaya dan agama dalam pengembangannya agar tidak merugikan umat manusia. Adapun kemajuan itu bersifat cumulative (bertambah), artinya kemajuan itu selalu berkembang dari waktu ke waktu. Pancasila merupakan satu kesatuan dari sila-sila Pancasila haruslah merupakan sumber nilai, kerangka berpikir dan serta sebagai asas moralitas bagi pembangunan ilmu pengetahuan dan teknologi. Urgensi Pancasila sebagai dasar nilai pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi adalah dapat disimpulkan sebagai berikut :
1. Setiap perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek) yang dikembangkan di Indonesia haruslah berdasar dan tidak bertentangan dengan nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila
2. Setiap iptek yang dikembangkan di Indonesia harus menyertakan nilai-nilai Pancasila sebagai faktor internal pengembangan iptek
3. Pancasila dijadikan sebagai rambu-rambu normatif dalam perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di Indonesia agar nantinya mampu mengendalikan diri serta tidak keluar dari cara berpikir bangsa Indonesia.