Posts made by DINI CANIKA SUMARA

PSTI A dan B Tahun 2023 -> FORUM JAWABAN POST TEST

by DINI CANIKA SUMARA -
NAMA: Dini Canika Sumara
KELAS: PSTI B
NPM: 2215061026

Post Test Analisis Jurnal


KEARIFAN BUDAYA LOKAL PEREKAT IDENTITAS BANGSA

Dari Jurnal tersebut dapat dianalisis bahwa kearifan lokal merupakan kekayaan bangsa Indonesia yang hanya dimiliki oleh Indonesia dan tidak dimiliki oleh bangsa lain. Indonesia memiliki ciri khas keragaman kearifan lokal yang menjadikan kehidupan dalam cinta damai. Pengetahuan kearifan lokal tumbuh menyejarah dalam kehidupan masyarakat. Masyarakat mengkonstruksi nilai, norma, dan pengetahuan kearifan lokal guna mencipta sejarah. Kearifan lokal menjadi salah satu identitas budaya bangsa, yang menjadikan suatu bangsa Indonesia memiliki jati diri juga berpengaruh pada watak serta karakter masyarakat. Kearifan lokal dipahami dari segi kata terdiri dari kearifan (wisdom) atau kebijaksanaan, dan juga lokal (local) atau setempat. Secara sederhana kearifan lokal dapat kita dipahami sebagai gagasan setempat yang bersifat original atau asli, bijaksana, dan penuh kearifan, serta memiliki nilai kebaikan, yang tertanam dan juga diikuti oleh anggota masyarakat lainnya.

Ideologi bangsa kita adalah Pancasila, asalnya Pancasila dari tradisi kearifan lokal kita. Kebudayaan yang ada di daerah Indonesia menghidupi Pancasila dengan demikian juga adalah menghidupi kearifan lokal. Nilai pancasila ini hakikatnya berbasis pada kearifan lokal yang didapatkan dari berbagai bentuk kegiatan masyarakat Indonesia.  Praktik kearifan lokal itulah mencerminkan nilai-nilai ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, kerakyatan dan keadilan yang terlaksana dalam kehidupan dengan tetap menjaga harmonisasi perbedaan. Pada akhirnya mengamalkan Pancasila berarti pula praktik berkearifan lokal.

Indonesia memiliki beragam kearifan lokal yang akhirnya menjadikan Indonesia menjadi multikultur. Konsep Multikulturalisme sebenarnya telah dituangkan oleh
para pendiri bangsa Indonesia untuk menggambarkan kebudayaan bangsa Indonesia kedalam sebuah konsep ideologi bangsa (Pancasila). Namun, tidaklah dapat disamakan konsep Multikulturalisme dengan konsep keanekaragaman secara suku bangsa atau kebudayaan suku bangsa yang menjadi ciri masyarakat majemuk, karena multikulturalisme menekankan keanekaragaman kebudayaan dalam kesederajatan (Bhineka Tunggal Ika).

Dengan demikian, dalam masyarakat multikultural seperti Indonesia, pemahaman timbal balik sangat dibutuhkan, untuk mengatasi hal-hal yang negatif dari suatu masalah integrasi bangsa.

PSTI A dan B Tahun 2023 -> FORUM JAWABAN POSTTEST

by DINI CANIKA SUMARA -
NAMA: DINI CANIKA SUMARA
NPM: 2215061026
KELAS: PSTI B

POST TEST

Analisis Jurnal Urgensi Pendidikan Kewarganegaraan sebagai Pendidikan Karakter Bangsa Indonesia melalui Demokrasi, HAM dan Masyarakat Madani.


Berdasarkan jurnal tersebut dapat dianalisis bahwa Pendidikan Kewarganegaraan dimulai pada tahun 1957 saat pemerintahan Presiden Soekarno atau yang lebih dikenal dengan istilah civics. Namun, pada masa lalu Pendidikan Kewarganegaraan ini sering kali digunakan untuk kepentingan sepihak dan masyarakat masih belum memahami pentingnya Pendidikan Kewarganegaraan. Dan pasca jatuhnya rezim orde baru akhirnya masyarakat kembali menyadari pentingnya Pendidikan Kewarganegaran agar dapat menerapkan demokrasi, HAM, dan masyarakat madani sebagai unsur yang hilang dalam pendidikan kewarganagaraan model lama. Pendidikan Kewarganegaraan sendiri merupakan suatu upaya sadar dan terencana mencerdaskan warga negara terkhusunya generasi muda. Caranya dengan menumbuhkan jati diri dan moral bangsa agar mampu berpartisipasi aktif dalah pembelaan negara. Dengan kata lain Pendidikan Kewarganegaraan menerapkan prinsip-prinsip demokratis dan humanis serta menjadikan masyarakat beradab dalam membangun, menjalani dan memaknai kehidupan bernegara.

Penerapan Pendidikan kewarganegaraan ini penting untuk mengoptimalkan dalam membentuk perilaku demokratis mahasiswa, sebagai upaya menjawab tantangan zaman, serta memperbaiki kualitas pelaksanaan demokrasi di Indonesia. Selain itu, Pendidikan Hak Asasi Manusia dan Pendidikan Kewarganegaraan yang berjalan beriringan dimana keduanya memiliki tujuan utama dalam mengembangkan pengetahuan, keterampilan, dan sikap. Pendidikan Kewarganegaraan diyakini menjadi pendidikan hak asasi manusia dalam fungsi edukasi, Kontrol, dan pendampingan sebagai wujud tanggung jawab warga negara.

Oleh karena itu, poin-poin penting dalam penerapan pendidikan pancasila seperti pada bidang HAM dan demokrasi diharapkan dapat membentuk warga negara yang berkarakter nasional indonesia dan dapat mewujudkan tujuan nasional seperti yang tertuang dalam pembukaan UUD 1945.