Posts made by LATIFA NURMALA 2213053166

Nama : Latifa Nurmala
Npm : 2213053166
Kelas : 3G

Analisis vidio
“Pentingnya pendidikan moral untuk anak sekolah dasar”

Berdasarkan video tersebut pendidikan moral adalah suatu proses yang digunakan untuk menanamkan baik dan buruk mengenai perbuatan untuk mencapai kedewasaan.
Pendidikan moral sangat penting untuk anak-anak sekolah dasar, karena mereka harus memiliki sikap atau perilaku yang baik di lingkungan sekolah maupun keluarga. pendidikan moral juga bertujuan untuk memahami nilai pekerti, mampu mengambil keputusan dengan tepat dan membentuk pola perilaku yang bertanggung jawab. pendidikan moral ini ditujukan untuk anak sekolah dasar sebagai salah satu pendidikan yang harus diterapkan oleh guru.

Penyebab menurunnya moral pada anak terdapat dua penyebabnya yaitu
1. adanya perlindungan di sekolah, perendungan kerap terjadi di lingkungan sekolah yang dilakukan oleh anak sekolah dasar baik perempuan maupun laki-laki, terdapat suatu kelompok yang berisi 4-6 orang atau bahkan lebih, perundungan yang dimaksud yaitu dengan menyakiti korban secara fisik maupun sosial. secara fisik misalnya dengan melakukan ancaman atau mengejek korban sedangkan, secara sosial misalkan dengan cara mengecilkan atau mengabaikan korban.
perundungan yang dilakukan oleh anak disebabkan kurangnya rasa perhatian dari orang tua lantas anak pun membuat keributan dengan cara merundung teman-temannya agar dapat perhatian dari guru maupun orang tuanya.

2. adanya kekerasan secara fisik di keluarga. Ini bisa dilakukan oleh saudara kandungnya di rumah kepada anak tersebut meskipun, rumah adalah salah satu tempat yang aman bagi anak ini. disebabkan adanya ketidakseimbangan kekuatan dalam keluarga yang mengakibatkan pemukulan oleh saudara kandungnya. Dalam hal ini kita memerlukan peran orangtua di lingkungan rumah. Jadi orang tua memiliki peranan penting untuk terbentuknya moral yang baik, orangtua juga merupakan model yang penting dalam perkembangan moral anak karena anak meniru tingkah laku orang tuanya, yang kedua ada peranan dari guru-guru berperan untuk memperkaya dan memperkokoh kepribadian anak serta membekali mereka dengan nilai-nilai yang dipersiapkan agar menjadi insan yang bertanggung jawab terhadap dirinya masyarakat serta keluarga. peran yang harus dilaksanakan oleh guru yaitu dengan menjadikan dirinya sebagai figur yang dapat dipercaya dan berprilaku baik serta memberikan contoh yang baik kepada siswa agar tingkah lakunya sesuai dengan norma yang berlaku di lingkungan sekolah. Misalnya hadir tepat waktu ketika mengajar

Penyelesaian terhadap moral anak supaya siswa tidak menyimpang dari tujuannya diperlukan motivator untuk memberikan pelajaran tentang kebaikan agar tujuannya tercapai, peranan guru yang dilakukan dengan cara memberikan nasihat setiap harinya agar siswa mengingatnya dan tujuan yang akan dituju pun tidak menyimpang.

Jadi kesimpulannya upaya dalam mewujudkan nilai-nilai moral melalui pendidikan moral harus diupayakan agar pendidikan moral betul-betul maksimal bukan hanya dari guru tetapi pendidikan moral harus sudah diajarkan sejak dini oleh orangtuanya, terlebih anak biasanya mengikuti sikap atau perilaku orangtua yang kadang tidak baik untuk ditiru, maka dari itu orangtua adalah peran utama yang harus mencontohkan sikap dan perilaku baik agar anak memiliki sikap yang baik di lingkungan sekolah maupun di lingkungan.
Nama : Latifa Nurmala
Npm : 2213053166
Kelas : 3G

Analisis Jurnal II

1. Identitas Jurnal
Judul : PROSES PENDIDIKAN NILAI MORAL DI LINGKUNGAN KELUARGA SEBAGAI UPAYA
MENGATASI KENAKALAN REMAJA
Volume : 12
Nomor : 1
Tahun : 2014
Penulis : Fahrudin
Kata kunci : Pendidikan nilai, kenakalan remaha, pendidikan keluarga

2. Hasil Analisis
Munculnya kenakalan remaja seperti, tawuran antar pelajar, narkoba, penyimpangan seksual, kekerasan serta berbagai bentuk penyimpangan penyakit
kejiwaan, seperti stress, depresi, dan kecemasan, adalah bukti yang tak ternafikan
dari adanya dampak negatif dari kemajuan peradaban kita. Oleh karenanya keluarga sebagai tempat di mana anak-anak dibesarkan memiliki peranan yang sangat penting dalam pendidikan anak, karena pertama-pertama yang akan dilihat dan dirasakan oleh anak sebelum orang lain adalah keluarga. Peranan pendidikan
keluarga tidak akan tergeser oleh banyaknya institusi-institusi dan lembaga-lembaga
pendidikan yang ada, seperti Taman Kanak-kanak, Sekolah-sekolah, Akademi-akademi dan lain-lainnya. Begitu juga dengan bertambahnya lembaga-lembaga kebudayaan, kesehatan, politik, agama tidak akan menggeser fungsi pendidikan keluarga.

Selain itu, Moral sangat penting bagi anak-anak, masyarakat, bangsa dan ummat. Kalau
moral rusak, ketenteraman dan kehormatan bangsa itu akan hilang. Oleh karena itu,
untuk memelihara kelangsungan hidup sebagai bangsa yang terhormat, maka perlu
sekali memperhatikan pendidikan moral, baik dalam keluarga, sekolah maupun
masyarakat. Ada beberapa faktor yang menyebabkan timbulnya kemerosotan moral pada anak, di antaranya: (1) Kurang tertanamnya nilai-nilai keimanan pada anak-anak, (2) lingkungan masyarakat yang kurang baik, (3) Pendidikan moral tidak berjalan
menurut semestinya, baik di keluarga, sekolah dan masyarakat, (4) Suasana rumah
tangga yag kurang baik, (5) Banyak diperkenalkannya obat-obat terlarang dan alat-alat anti hamil, (6) Banyak tulisan-tulisan, gambar-gambar, saran-siaran yang tidak
sejalan dengan nilai-nilai moral, (7) Kurang adanya bimbingan dalam mengisi waktu
luang dengan cara yang baik yang membawa kepada pembinaan nilai moral, (8)
Kurangnya markas-markas bimbingan dan penyuluhan bagi anak-anak. Agar anak-anak memiliki moral yang baik dan terhindar dari pelanggaran moral dalam kehidupannya sehari-hari, maka perlu adanya pembinaan agama sejak dini dalam keluarga seperti : (1) Penanaman pendidikan keimanan sejak dini kepada anak-anak. (2) Menanamkan pendidikan moral kepada anak-anak. (3) Menciptakan suasana rumah tangga yang harmonis.
Nama : Latifa Nurmala
Npm : 2213053166
Kelas : 3G

Analisis Jurnal

1. Identitas Jurnal
Judul Jurnal: Penanaman Nilai-Nilai Moral Pada Anak Usia Dini
Penulis: Lia Yuliana, M.Pd

2. Hasil Analisis
Pentingnya penanaman nilai-nilai moral pada anak usia dini, terutama dalam konteks lembaga Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Hal ini karena, usia dini ialah waktu yang tepat dan baik untuk mengembangkan kecerdasan moral anak. Moral sering dimaksudkan berupa tingkah laku, perbuatan, sikap atau karakter yang didasarkan pada ajaran nilai, prinsip atau norma tentang baik dan buruk, benar dan salah, dan apa yang dapat atau tidak dapat dilakukan. Pendidikan moral tidak hanya melibatkan pengembangan kemampuan intelektual, tetapi juga karakter, sikap, dan perilaku peserta didik. Pendidikan moral melibatkan tanggung jawab, hati nurani, kewajiban, dan sikap formal yang harus ditanamkan pada anak-anak. Nilai-nilai moral ini melibatkan aspek kesadaran, kebebasan, dan tanggung jawab manusia. Cara Pelaksanaan Penanaman Nilai Moral yaitu dengan menggunakan metode yang dapat digunakan dalam penanaman nilai-nilai moral pada anak usia dini. Metode-metode ini mencakup bermain, bercerita, pemberian tugas, dan berbicara. Cara pelaksanaan penanaman nilai-nilai moral ini dapat dilakukan dalam konteks pendidikan formal (PAUD) maupun pendidikan non formal, seperti di lingkungan keluarga.
Nama : Latifa Nurmala
Npm : 2213053166
Kelas : 3G

Analisis Jurnal

1. Identitas Jurnal
Identitas Jurnal
Judul : PENANAMAN NILAI-NILAI MORAL PADA SISWA DI SD NEGERI LAMPEUNEURUT
Volume, Nomor dan Halaman: Volume 1, Nomor 1, halaman 68-77
Tahun : 2016
Penulis: Ruslan, Rosma Elly, dan Nurul Aini
Kata Kunci: Penanaman, nilai-nilai moral
Korespodensi : mislina_tp@yahoo.co.id

2. Hasil Analisis
Jurnal ini membahas tentang penanaman nilai moral pada peserta didik di SD Negeri Lampeuneurut. Guru menanamankn nilai-nilai moral dengan cara menanamkan disetiap mata pelajaran yang diajarkan, baik berupa nasehat, teguran ataupun tingkah laku guru yang menjadi contoh panutan mereka. Selain itu juga dapat ditanamkan diluar jam pelajaran seperti dilingkungan sekolah maupun di rumah karena hal tersebut akan menjadikan siswa mempunyai moral yang baik.
Hasil wawancara menunjukkan bahwa sebagian besar siswa tidak berbohong kepada guru dikarenakan sudah menanamkan nilai-nilai kejujuran dan mengetahui konsekuensinya apabila hal tersebut dilakukan. Walaupun ada beberapa juga yang masih berbohong namun setelah diberi teguran dan kerjasama dengan pihak keluarga hal tersebut dapat berubah Dan hasil wawancara dan observasi guru sudah menanamkan nilai-nilai moral kepada siswa Karena secara keseluruhan dari observasi menunjukkan 64% adalah ya.
Sedangkan yang tidak menanamkan nilai-nilai moral 36%. Dari observasi tersebut dapat disimpulkan bahwa guru di SD Negeri Lampeuneurut suda menanaman nilai-nilai moral kepada siswanya, nilai-nilai yang ditanamakan adalah nilai agama (religius): kebiasaan berdoa sebelum memulai pelajaran, karena segala sesuatu yang dilakukan diawali dengan doa maka akan bermanfaat ilmu yang didapatnya, dan mengajarkan pentingnya belajar agama selain di sekolah agar berkelanjutan. Nilai kejujuran: mengajarkan mengoreksi soal/ulangan secara jujur tampa pengawasan dari guru dan maupun di dalam kehidupan sehari-hari juga harus bersikap jujur seperti tidak berbohong ketika PR tidak dikerjakan begitupun tidak mencuri uang teman walau kesususahan.
Penanaman nilai-nilai moral bukan hanya dapat dilakukan saat proses belajar mengajar tetapi saat berada di luar kelas juga dapat ditanamkan seperti dilingkungan
sekolah maupun di rumah karena dengan adanya berkesinambungan akan menjadikan siswa mempunyai moral yang baik. Dan siswa yang sudah mempunyai nilai moral harus terus dibimbing/diajarkan agar nilai moral tersebut tidak hilang karena apabila sudah ada dasarya maka segala sesuatu akan lebih mudah.
Nama : Latifa Nurmala
Npm : 2213053166
Kelas : 3G

Analisis video I
“Pendidikan Moral Tanggungjawab Diri Dalam Keluarga”

Dalam video tersebut dapat dianalisis bahwa, pendidik berbicara mengenai beberapa hal yang berkaitan dengan tanggung jawab anggota keluarga dalam menjaga keharmonisan serta keselamatan keluarga. Di dalam vidio tersebut juga disampaikan mengenai Tanggungjawab dalam keluarga seperti :
1. Mendengarkan nasihat dari orang tua, terutama ayah, karena mereka memiliki pengalaman hidup yang lebih panjang dan tahu apa yang baik dan buruk.
2. Membantu ibu dalam mengerjakan tugas rumah tangga, seperti menghidangkan makanan dan melakukan berbagai pekerjaan rumah tangga lainnya.
3. Menemani kakak dan pergi ke tempat-tempat yang aman supaya tidak terjadi hal yang tidak di ingginkan, seperti penculikan.
4. Menjaga adik dan tidak meninggalkan mereka dalam keadaan berbahaya.
5. Tanggung jawab dalam keluarga penting untuk menjaga hubungan yang harmonis antar anggota keluarga.
6. Keamanan keluarga dapat terjamin jika anggota keluarga memastikan pintu dan jendela terkunci saat orang tua tidak ada di rumah.
7. Membantu nenek dan kakek dalam perkerjaan sehari-hari untuk meringankan beban mereka.
8. Bertanggung jawab dalam keluarga juga berarti berkomitmen untuk belajar dengan giat dan membantu keluarga dengan kesuksesan akademis.

Itulah mengapa Tanggung jawab dikeluarga sangatlah penting. Karena, tujuan dari tanggung jawab tersebut adalah untuk membentuk keluarga yang erat dan harmonis, kebersamaan keluarga dapat menjamin keselamatan anggota keluarga.