Kiriman dibuat oleh ANDINI PUTRI KARISMA

Teknik lingkungan B -> FORUM JAWABAN PRETEST

oleh ANDINI PUTRI KARISMA -
Andini Putri Karisma
2215014014
teknik lingkungan B


perkembangan demokrasi di Indonesia


1.Perkembangan demokrasi masa revolusi kemerdekaan.
demokrasi pada masa revolusi sangat terbatas
2. perkembangan demokrasi parlementer (1945-1959). merupakan masa kejayaan demokrasi, hampir semua elemen dapat ditemukan dalam perwujudan kehidupan polos di Indonesia, namun demokrasi parlementer gagal karena
1.dominannya politik aliran, sehingga membawa konsekuensi terhadap pengelolaan konflik.
2.basis sosial ekonomi yang sangat lemah.
3. persamaan kepentingan antara presiden Soekarno dengan kalangan angkatan darat yang sama-sama tidak senang dengan proses politik yang berjalan.

3. perkembangan demokrasi terpimpin (1959 - 1965) politik pada masa ini diwarnai oleh tolak ukur yang sangat kuat antara ketiga kekuatan politik yang utama pada waktu itu yaitu ABRI Soekarno dan PKI

4. perkembangan demokrasi dalam pemerintahan orde baru 3 tahun awal kekuasaan seolah-olah akan didistribusikan kepada kekuatan masyarakat namun setelah 3 tahun dominannya adalah peranan ABRI birokratisasi dan sentralisasi pengambilan keputusan politik pembatasan peran dan fungsi partai politik campur tangan pemerintah dalam persoalan partai politik dan publik masa mengambang moni litisasi ideologi negara dan inkorporasi.

5. perkembangan demokrasi pada masa reformasi 1998 sampai sekarang. demokrasi yang ditetapkan negara kita pada reformasi adalah demokrasi Pancasila dengan karakteristik yang berbeda dengan orde baru dan sedikit mirip dengan demokrasi parlementer tahun 1950-1959.
karakteristik demokrasi era Reformasi pertama pemilu yang dilaksanakan 1999 sampai 2004 jauh lebih demokratis dari yang sebelumnya kedua rotasi kekuatan dilaksanakan dari mulai pemerintahan pusat sampai pada tingkat desa ketiga pola recruitment politik untuk pengisian jabatan politik dilakukan secara terbuka ke-4 sebagian besar hak dasar bisa terjamin seperti adanya kebebasan menyatakan pendapat.

Teknik lingkungan B -> FORUM JAWABAN POST TEST

oleh ANDINI PUTRI KARISMA -
NAMA : ANDINI PUTRI KARISMA
NPM : 2215014014
KELAS B TEKNIK LINGKUNGAN
ANALISIS JURNAL


Sejak era Reformasi,Indonesia sudah menggelar empat kali pemilu. Tetapi, pemilu ke lima tahun 2019, khususnya, pemilu presiden (pilpres) memiliki konstelasi politik yang lebih menyita perhatian publik.Sebagaimana diketahui, untuk kedua kalinya Joko Widodo (Jokowi) kembali berhadapan dengan Prabowo Subianto, head to head, untuk memperebutkan kursi presiden.
Demokrasi secara sederhana dapat dimaknai sebagai ‘pemerintahan dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat’. Namun, untuk mewujudkan maknatersebuttidaklahmudahkarenademokrasi memerlukanprosespanjangdantahapan-tahapan penting yang harus dilalui, seperti proses konsolidasi demokrasi. Seperti dikatakan Laurence Whitehead (1989), konsolidasi demokrasi merupakan salah satu sarana untuk meningkatkan secara prinsip komitmen seluruh lapisanmasyarakatpadaaturanmaindemokrasi. Ia tidak hanya merupakan proses politik yang terjadi pada level prosedural lembaga-lembaga politik, tetapi juga pada level masyarakat. Demokrasi akan terkonsolidasi bila aktor-aktor politik, ekonomi, negara, masyarakat sipil (politicalsociety,economicsociety,thestate,dan civil society) mampu mengedepankan tindakan demokratis sebagai alternatif utama untuk meraih kekuasaan.
Dalam konteks Indonesia, proses demokrasi yang berlangsung dipengaruhi beberapa faktor,misalnya budaya politik, perilaku aktor dan kekuatan-kekuatan politik.
Pelaksanaan pilpres pada dasarnya juga merupakan tindak lanjut perwujudan prinsip-prinsip demokrasi yang meliputi jaminan atas prinsip-prinsip kebebasan individu dan persamaan, khususnya dalam hak politik.
Konsolidasi demokrasi di Indonesia cenderung fluktuatif dan belum berjalan secara regular karena pilar-pilar pentingnya (pemilu, partai politik, civil society, media massa) belum berfungsi efektif dan belum maksimal. Sebagai pilar penting demokrasi, pemilu diperlukan untuk suksesikepemimpinan dan mengoreksi kinerja pemerintahan.Pemilujugamensyaratkan unsur kejujuran, keadilan, transparansi dan akuntabilitas. Prasyarat untuk menciptakan hal tersebut memerlukan prakondisi dan komitmen semua elemen bangsa untuk mematuhi peraturan yang ada. Konsolidasi demokrasi atau proses pendalaman demokrasi akan terhambat ketika parpol melalui para elitenya dan stakeholders terkait pemilu menunjukkan perilaku yang tidak mendorongprosesdemokrasi.Merekacenderung constraining dan tidak concern dengan nilai-nilai demokrasi substansial, khususnya yang terkait dengan partisipasi genuine masyarakat,kualitias kompetisi, political equality, dan peningkatan political responsiveness.
Sejauh ini Indonesia mampu melaksanakan pemilu yang aman dan damai. Pemilu 2019 yang kompleks, dengan tingkat kerumitan yang cukup tinggi dan hasilnya yang dipersoalkan menjadi pelajaran yang sangat berharga. Pemilu yang berkualitas memerlukan parpol dan koalisi parpol yang juga berkualitas. Ini penting karena pemilu tidak hanya merupakan sarana suksesi kepemimpinan yang aspiratif, adil dan damai, tapi juga menjadi taruhan bagi ketahanan sosial rakyat dan eksistensi NKRI. Tantangan yang cukup besar dalam menjalani pemilu serentak 2019 membuat konsolidasi demokrasi yang berkualitas sulit terbangun. Nilai-nilai demokrasi dalam pilpres tak cukup dikedepankan.Sebagainegarademokrasinomor 4 terbesar di dunia, Indonesia tampaknya belum mampu memperlihatkan dirinya sebagai negara yang menjalankan demokrasi substantif.