གནས་བསྐྱོད་བཟོ་མི་ TIYA FIRSILIA

ILMU KOMUNIKASI PANCASILA -> Forum Analisis Video-2

TIYA FIRSILIA གིས-
Tiya Firsilia_2216031020_Reg B

Pada video tersebut mengingatkan kembali tentang peristiwa sebelum peristiwa proklamasi terjadi, di mana terjadi terjadi peristiwa bersejarah bagi masyarakat Jepang dan masyarakat dunia yaitu peristiwa bom Hiroshima dan Nagasaki yang terjadi 6 dan 9 Agustus tahun 1945 yang membuat Jepang menyerah kepada sekutu.
Pada 7 Desember 1941 Jepang menyerang pangkalan militer Amerika Serikat Pearl Harbour yang memicu Amerika Serikat, Negara - negara Britania Raya, Belanda, Hindia Belanda hingga negara - negara jajahan Inggris serta Amerika Latin untuk melawan serangan Jepang tersebut. Puncak Perang tersebut yaitu dijatuhkannya bom atom di Hiroshima dan Nagasaki sabagai serangan Sekutu untuk membuat Jepang menyerah. Jepang menyerah pada Sekutu tanggal 15 Agustus 1945 dengan menandatangani surat perjanjian di atas kapal perang Amerika. Kejadian tersebut menandakan berakhirnya Perang Dunia II.

Peristiwa tersebut membuka peluang bagi bangsa Indonesia untuk memproklamirkan kemerdekaannya setelah 2 hari kemudian. Peluang yang diambil bangsa Indonesia sangat tepat dalam kondisi tersebut. Hingga pada tanggal 17 Agustus 1945 Indonesia memproklamirkan Kemerdekaannya. Peristiwa bom atom tersebut mungkin merugikan bagi Jepang, tetapi bagi bangsa Indonesia sangat menguntungkan untuk keluar dari belenggu penjajahan.

ILMU KOMUNIKASI PANCASILA -> Forum Analisis Video-1

TIYA FIRSILIA གིས-
Tiya Firsilia_2216031020_ Reguler B

Saluran : Kompas Tv
Judul Berita : Limbah Pabrik Cemari Lingkungan

Menurut hasil analisis saya di dalam video tersebut merupakan salah satu contoh dari kegagalan penerapan IPTEK yang tidak berjalan sesuai nilai - nilai yang terkandung di dalam sila - sila Pancasila. Di dalam video tersebut ratusan masyarakat melakukan aksi unjuk rasa dengan melakukan penutupan ke enam (6) saluran pembuangan limbah pabrik pakaian. Aksi unjuk rasa tersebut didasari karena ketidaknyamanan warga atas pemilik pabrik yang membuang limbah hasil pengolahan pakaian ke sungai yang mencemari sungai. Limbah tersebut membuat warga tidak nyaman karena limbah tersebut menghasilkan bau busuk. Ketika memiliki usaha, seharusnya pemilik pabrik harus memikirkan akibat yang akan ditimbulkan dari usaha tersebut. Pemilik seharusnya mengetahui tata cara pengolahan limbah yang merupakan hasil dari sisa pengolahan agar tidak merugikan masyarakat sekitar pabrik. Dalam hal ini aparat pemerintah memiliki andil penting untuk memberikan solusi agar masalah ini dapat mendapatkan titik terang dan keadilan bagi masyarakat yaitu dengan melakukan perundingan mengenai permasalahan yang timbul akibat saluran limbah tersebut. Masyarakat pun akan terus melakukan aksi unjuk rasa jika aparat pemerintah dan pemilik pabrik tidak bisa memberikan penyelesaian yang adil bagi masyarakat.

Dari sini dapat ditarik kesimpulan, jika kita melakukan sesuatu harus memikirkan dampak yang akan diterima orang lain akibat hal yang kita lakukan. Hal tersebut dapat menguntungkan bagi masyarakat atau malah dapat merugikan masyarakat.

ILMU KOMUNIKASI PANCASILA -> Forum Diskusi

TIYA FIRSILIA གིས-
Tiya Firsilia_2216031020_Reguler B

1. Jika nilai Pancasila tidak diterapkan dengan baik dalam kemajuan teknologi dapat terjadi penyalahgunaan teknologi secara sembarangan dan tidak bertanggung jawab mengenai hal-hal negatif yang timbul akibat penyalahgunaan tersebut. Karena pada dasarnya Pancasila memiliki peran dalam perkembangan teknologi yaitu sebagai landasan dari kebijakan pengembangan suatu ilmu pengetahuan yang ada dan sebagai sebuah dasar atau landasan etika dari IPTEK. Dengan adanya landasan tersebut diharapkan dapat mengurangi kekhawatiran masyarakat terkait perkembangan IPTEK di mana Pancasila sejatinya mampu mengakomodir segala aspek-aspek yang menjadikan IPTEK berkembang dengan baik dan sesuai dengan harapan masyarakat.


2. Pengaruh kemajuan IPTEK dalam perekonomian di Indonesia yaitu Menunjang kegiatan produksi, dengan adanya kemajuan IPTEK terciptalah berbagai mesin-mesin canggih yang dapat digunakan untuk menunjang dihasilkannya suatu barang atau jasa tentunya dengan hasil yang lebih baik, waktu yang lebih cepat, dan hasil yang lebih banyak. Hal ini bisa dilihat dengan banyaknya pabrik yang menggunakan mesin-mesin modern dalam memproduksi produk mereka, selain itu juga kemajuan IPTEK bisa membantu memasarkan produk melalui sosial media dan juga berbagai online shope yang tersedia. Implementasi IPTEK yang berkaitan dengan sila ke 5 Pancasila yaitu implikasinya harus menjaga keseimbangan keadilan yang diharapkan dapat membawa perbaikan kualitas masyarakat Indonesia. Salah satu hal yang berkaitan di era modern saat ini yaitu menciptakan keadilan dalam bersosial di media sosial. Sebagai manusia yang mengikuti perkembangan zaman, kita harus bijak dalam menggunakan media sosial karena jika kita salah dalam memanfaatkan media sosial, yang terkena dampak bukan hanya kita tetapi orang lain juga.

ILMU KOMUNIKASI PANCASILA -> Forum Artikel 14 a dan 14 b

TIYA FIRSILIA གིས-
Tiya Firsilia_2216031020_Reguler B

Tanggapan saya mengenai hubungan antara IPTEK dan nilai-nilai Pancasila :

Menurut saya Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang ada saat ini selain dapat memberikan dampak positif dan berbagai kemudahan untuk kehidupan manusia, tak bisa kita pungkiri juga perkembangan IPTEK ini juga dapat mendatangkan berbagai hal-hal yang negatif. Pancasila sebagai dasar negara dan pandangan hidup bangsa yang mengandung nilai-nilai luhur yang dipercaya sebagai perisai pelindung bangsa tentunya juga harus ikut berperan dalam menghadapi kemajuan IPTEK ini, dan sebaliknya IPTEK juga harus senantiasa berdasar pada nilai-nilai Pancasila, karena Pancasila sejatinya adalah media akulturasi dari berbagai pemikiran mengenai agama, pendidikan, politik, sosial, budaya, dan juga ekonomi yang mengkoordinir berbagai aktivitas kehidupan dalam masyarakat. Jadilah masyarakat yang cerdas yang dapat memanfaatkan teknologi untuk hal-hal baik yang dapat berguna untuk diri sendiri, orang lain, lingkungan dan juga bangsa Indonesia.
Dengan berorientasi Pancasila secara ilmiah dalam upaya mencari kebenaran dan konsep bahwa Pancasila sebagai dasar pengembangan ilmu di Indonesia serta visi ilmu di Indonesia tersebut maka ilmu yang dikembangkan di Indonesia tidak akan ada alienasi terhadap bangsa Indonesia, tetapi sepenuhnya cocok dan sejalan dengan budaya dan jati diri bangsa Indonesia.

ILMU KOMUNIKASI PANCASILA -> Forum Analisis Jurnal

TIYA FIRSILIA གིས-
Tiya Firsilia_2216031020_Reguler B

Menganalisis Jurnal
A. Identitas Jurnal
Nama Jurnal : Syariati : Jurnal Studi Al-Qur’an dan Hukum
Volume : IV
Nomor : 02
Halaman : 213-222
Tahun Penerbit : 2018
Judul Jurnal : URGENSI PENEGASAN PANCASILA SEBAGAI DASAR NILAI PENGEMBANGAN IPTEK
Nama Penulis : Ika Setyorini


B. Abstrak Jurnal
Jurnal Paragraf : 1
Halaman : 1 halaman
Ukuran Spasi : 1.0
Uraian Abstrak :
Abstrak disajikan dalam bentuk bahasa Inggris dan bahasa Indonesia. Di dalam abstrak, penulis menjelaskan bahwa Pancasila sebagai ideologi negara yang merupakan kristalisasi nilai-nilai budaya, agama Bangsa Indonesia. Sehingga nilai-nilai tadi akan mengakomodir seluruh aktifitas kehidupan bermasyarakat berbangsa dan bernegara. Dalam m perkembangan Ilmu Pengetahuan Teknologi di Indonesia didasarkan kelima sila dalam Pancasila merupakan pegangan dan pedoman dan pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Keywords Jurnal : Indonesia, Nilai, Pancasila, Teknologi.


C. Pendahuluan Jurnal
Dalam pendahuluan jurnal, penulis menggambarkan Pancasila yang merupakan pokok kaidah negara yang fundamental dan sekaligus cita hukum negara Indonesia karena bersumber pada pandangan dan falsafah hidup yang mendalam, di mana tersimpul ciri khas sifat, dan karakter luhur bangsa Indonesia. Pancasila sebagai ideologi bangsa Indonesia mengakomodir seluruh aktivitas kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara demikian juga dalam aktivitas ilmiah. Dan dalam Pengembangan Iptek tidak dapat terlepas dari situasi yang melengkapinya, artinya iptek selalu berkembang dalam suatu ruang budaya. Perkembangan iptek pada gilirannya bersentuhan dengan nilai-nilai budaya dan agama sehingga di satu pihak dibutuhkan semangat objektifitas dipihak lain IPTEK perlu mempertimbangkan nilai-nilai budaya dan agama dalam pengembangannya agar tidak merugikan umat manusia.
Oleh karena itu, reaksi IPTEK dan budaya merupakan persoalan yang seringkali mengundang perdebatan. Berdasarkan uraian di atas maka yang menjadi permasalahan adalah bagaimana urgensi tentang penegasan Pancasila sebagai dasar nilai pengembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi.

D. Tujuan Penelitian
Mengkaji tentang pentingnya Pancasila sebagai dasar nilai pengembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi khususnya bagi kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara dan diharapkan Pancasila sebagai dasar nilai pengembangan iptek dapat menjadi rambu - rambu normatif bagi pengembangan ilmu pengetahuan di Indonesia.

E. Metode Penelitian
Metode Deskriptif Kualitatif yaitu dengan membuat deskripsi yang akurat, faktual, dan sistematis pada fakta tertentu. Data dikumpulkan melalui teknik triangulasi ( gabungan ) kemudian dianalisis secara induktif.
F. Pembahasan
Konsep dasar Nilai Pancasila Sebagai Pengembangan Ilmu, Artinya nilai-nilai dasar Pancasila secara normatif menjadi dasar, kerangka acuan, dan tolak ukur segenap aspek pembangunan nasional yang dijalankan di Indonesia. Dalam pengertian Pancasila sebagai dasar nilai pengembangan ilmu dapat disampaikan pemahaman, Pertama, bahwa setiap ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) yang dikembangkan di Indonesia haruslah tidak bertentangan dengan nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila. Kedua, bahwa setiap perkembangan IPTEK harus didasarkan dengan nilai Pancasila sebagai faktor internal pengembangan. Ketiga, nilai-nilai Pancasila berperan sebagai rambu normatif bagi pengembangan iptek di Indonesia. Keempat, bahwa setiap pengembangan IPTEK harus berakar dari budaya dan ideologi bangsa Indonesia sendiri atau yang lebih dikenal indelegensasi ilmu (mempribumikan ilmu) (Kementrian Riset Dikti Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan, 2016: 97-98).
Pancasila sebagai sumber nilai dan moral dalam pengembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi ( IPTEK ) merupakan satu kesatuan dari sila-sila Pancasila haruslah merupakan sumber nilai, kerangka berpikir dan serta sebagai asas moralitas bagi pembangunan ilmu pengetahuan dan teknologi. Hal ini dapat ditunjukkan dalam sila-sila Pancasila yang merupakan sebuah sistem etika. Peran Pancasila sebagai sumber nilai dalam pengembangan IPTEK adalah, Pertama bahwa pengembangan ilmu pengetahuan harus menghormati keyakinan religius masyarakat karena bisa jadi pengembangan iptek tidak sesuai dengan keyakinan religiusnya, tetapi hal tersebut tidak usah dipertentangkannya karena keduanya mempunyai logika sendiri. Kedua, ilmu pengetahuan ditujukan bagi pengembangan kemanusiaan dan dituntut oleh nilai etis yang berdasarkan kemanusiaan. Ketiga, iptek merupakan yang menghomogenisasikan budaya sehingga dapat mempersatukan masyarakat dan memperkokoh pembangunan dan identitas nasional. Keempat, Prinsip demokrasi akan menuntut bahwa penguasaan IPTEK harus merata ke semua lapisan masyarakat karena pendidikan adalah tuntutan masyarakat. Kelima, Kesenjangan dalam dalam penguasaan IPTEK harus dipersempit terus menerus sehingga semakin merata sebagai salah satu prinsip keadilan.
Sumber historis Pancasila sebagai dasar nilai pengembangan iptek di Indonesia dapat ditelusuri dalam Pembukaan UUD 1945 pada alinea keempat. sosiologis, Sebagai sumber sosiologis Pancasila sebagai dasar nilai pengembangan iptek dapat ditemukan dalam sikap masyarakat yang peka terhadap isu-isu Ketuhanan dan Kemanusiaan yang ada dibalik peristiwa yang terjadi dalam masyarakat. Dan politik Pancasila sebagai dasar nilai pengembangan IPTEK dapat dilihat dari berbagai kebijakan yang dilakukan oleh para penyelenggara negara.

G. Kesimpulan
Pentingnya Pancasila sebagai dasar nilai pengembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi khususnya bagi kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara diharapkan dapat menjadi dasar dan akar pada pengembangan keilmuan yang disesuaikan dengan nilai-nilai budaya yang dimiliki oleh bangsa Indonesia, sehingga pengembangan IPTEK tadi tidak keluar dari nilai-nilai yang telah dimiliki bangsa Indonesia. Setiap IPTEK yang dikembangkan di Indonesia harus menyertakan nilai-nilai Pancasila sebagai faktor internal pengembangan iptek. Pancasila dijadikan sebagai rambu-rambu normatif dalam perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di Indonesia agar nantinya mampu mengendalikan diri serta tidak keluar dari cara berpikir bangsa Indonesia.