NAMA: NUR EMY RAMADHANI
NPM: 2215061027
KELAS: PSTI C
ANALISIS JURNAL
JUDUL: KEARIFAN BUDAYA LOKAL PEREKAT IDENTITAS BANGSA.
Jurnal tersebut ditulis untuk mengkaji permasalahan kesadaran kolektif lokal dan identitas nasional dalam era globalisasi. Seiring timbulnya tuntutan yang berlebihan pasca reformasi yang dapat memicu permasalahan krusial, dapat mengakibatkan terancamnya keutuhan dalam hidup bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Melalui revolusi sejarah, berbagai proses kehidupan manusia telah melahirkan ciri keanekaragaman bentuk budaya. Kebudayaan Indonesia berakar dari kebudayaan etnik di Indonesia yang memiliki keragaman sehingga dasar dilakukannya pemahaman budaya tak lain karena motto "Bhinneka Tunggal Ika". Pentingnya memupuk rasa persatuan dalam pembinaan dan pengembangan kebudayaan Indonesia untuk memahaminya lewat pendekatan kebudayaan Indonesia sangat berkaitan dengan dasar tersebut. Dengan berpegang pada prinsip bahwa tiada masyarakat dan kebudayaan yang bersifat statis, maka secara garis besar masyarakat dan kebudayaan lokal telah bergerak secara dinamis menurut pandangan kultural.
Indonesia sebagai negara bangsa yang multietnis dan multikultural memang sejak awal berdirinya mengandung masalah legitimasi kultural. Kesenjangan, ketidakadilan, kurangnya pemerataan pembangunan, tirani minoritas yang terjadi di berbagai wilayah di tanah air dalam kenyataannya telah memicu terjadinya konflik sosial di berbagai wilayah di Indonesia, cenderung menjadi luka sejarah yang sulit dilupakan. Struktur masyarakat Indonesia yang multi dimensional merupakan suatu kendala bagi terwujudnya konsep integrasi secara hoorizontal.
Kapitalisme, modernisme, dan globalisme membuat konflik antar budaya tradisional dan modern tidak dapat dihindari walaupun sinergi dan adaptasi unsur tradisional dan modern merupakan fakta kultural yang tak terbantahkan. Kearifan lokal merupakan bagian dari kebudayaan. Dalam pandangan Mundardjito (1986:41), kearifan lokal terbina secara kumulatif, terbentuk secara evolusioner, bersifat tidak abadi, dapat menyusut, dan tidak selamanya tampak jelas secara lahiriah.
Pada era globalisasi muncul upaya-upaya untuk membangkitkan kembali atau pemberdayaan, pelestarian dan pengembangan adat istiadat dan peran dari lembaga-lembaga adat. Menggunakan nilai-nilai budaya lokal untuk menjawab berbagai tantangan inilah sebagai wujud nyata revitalisasi budaya lokal itu. Bahkan tidak hanya mampu menjawab berbagai tantangan ke depan, namun kearifan lokal itu dapat dijadikan sebagai perekat sekaligus memperkokoh identitas bangsa.