Nama: Safitri Mutiara PUtri
NPM: 2215061028
Kelas: PSTI D
Prodi: Teknik Informatika
Analisis kasus Konflik Komunal di Perbatasan Indonesia-Timor Leste dan Upaya Penyelesaiannya
Analisis soal 1
1. Bagaimanakah tanggapanmu mengenai isi artikel dan hal positif apa yang bisa kamu ambil setelah membaca artikel tersebut? Tanggapan yang dapat saya berikan terhadap isi artikel tersebut adalah saya sangat menyanyangkan sikap kedua belah pihak yang melakukan aksi ricuh (melempar batu dan kayu) sehingga terjadi konflik akibat perebuatan Pemerintah Republik Demokratik Timor Leste yang membangun jalan yang menurut warga Timor Tengah Utara, jalan tersebut telah melintasi wilayah NKRI sepanjang 500 m dan juga menggunakan zona bebas sejauh 50 m. Padahal zona aman ini tidak boleh dikuasai secara sepihak, baik oleh Indonesia maupun Timor Leste.
Terdapat beberapa faktor yang menjadi penyebab terjadinya konflik komunal tersebut. Pertama, masih belum tuntasnya delimitasi perbatasan antara kedua negara. Kedua, terjadi perbedaan interpretasi mengenai zona netral yang terdapat di perbatasan kedua negara. Ketiga, terkait dengan aspek sosial budaya, yaitu masih terdapat sentimen negatif antarwarga Indonesia dengan warga Timor Leste. Walau begitu, terdapat hal positif yang saya dapatkan setelah membaca artikel tersebut yaitu sikap masyarakat Timor Tengah Utara yang mengetahui batasan wilayahnya sehingga saat negara Timor leste melakukan suatu hal diluar hal yang telah disepakati bersama yaitu membangun jalan memasuki wilayah NKRI sejauh 500m dan menggunakan wilayah zona bebas sejauh 50m, masyarakat Timor Tengah Utara melakukan perlawanan untuk menuntut pelanggaran tersebut dan ingin mempertahankan apa yang seharusnya memang milik mereka.
2. Bagaimanakah menurut pendapatmu dan apa yang terjadi dengan wilayah dan bangsa Indonesia jika tidak memiliki konsepsi wawasan nusantara? JIka wilayah dan bangsa Indonesia tidak memiliki konsepsi wawasan nusantara maka dasar geopolitik Indonesia tidak akan mengutamakan persatuan dan kesatuan bangsa. Dengan tidak adanya wawasan Nusantara maka tidak ada juga cerminan pemikiran mendasar bangsa Indonesia yang mencakup dimensi kewilayahan sebagai suatu realitas serta dimensi kehidupan, bermasyarakat, berbangsa dan bernegara sebagai suatu fenomena hidup. Dengan begitu maka anak bangsa tidak mampu memandang, menyikapi serta mengelola sifat dan karakter geografis lingkungannya yang sarat dengan potensi dan risiko ancaman. Hal ini juga memnyebabkan kurangnya pola pikir, pola sikap dan pola tindak bangsa Indonesia tentang kepahaman, keakraban dan kesatuan dengan perilaku geografis kepulauan indonesia sebagai ruang, alat dan kondisi juang untuk mempertahankan kelangsungan hidupnya.
3. Bagaimanakah konsepsi wawasan nusantara dalam mencegah timbulnya konflik seperti artikel diatas? Konsepsi wawasan nusantara dalam mencegah konflik pada artikel tersebut adalah melakukan kerjasama dari berbagai pihak, termasuk pemerintah, masyarakat, dan kelompok-kelompok yang berbeda di kedua wilayah tersebut. Semua pihak harus memiliki kesadaran akan pentingnya perdamaian, kerja sama, dan kesatuan, serta menjaga kedaulatan dan integritas wilayah di kedua wilayah tersebut. Kedua pihak juga harus saling menghargai perbedaan serta menekankan pentingnya dialog.