Posts made by Septa Anggraeni

Nama : Septa Anggraeni
NPM : 2213053241
Kelas : 3H

Analisis video 1

Pendidikan moral : tanggung jawab diri dalam keluarga

Tanggungjawab Saya Dalam Keluarga :
1. Mendengar nasihat ayah
2. Membantu ibu
3. Menemani kakak
4. Menjaga keselamatan adik

KEPENTINGAN TANGGUNG JAWAB DALAM KELUARGA
1. Hubungan keluarga menjadi erat
2. Keselamatan keluarga terjamin.
3. Meringankan tugas keluarga.
4. Membanggakan keluarga
Nama : Septa Anggraeni
NPM : 2213053241
Kelas : 3H

Analisis jurnal 2

Identitas jurnal
Halaman : 1-10
Nama penulis : : Lia Yuliana, M.Pd
Judul : Penanaman Nilai-Nilai Moral Pada Anak Usia Dini


Penanaman Nilai-Nilai Moral Pada Anak Usia Dini

Pendidikan moral diberikan di berbagai macam lembaga pendidikan, salah

satunya di lembaga Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). PAUD atau usia pra sekolah
adalah masa di mana anak belum memasuki pendidikan formal. PAUD merupakan
basis pembentukan karakter moral manusia, sehingga terbentuk perilaku dan
kemampuan dasar sesuai dengan tahap perkembangannya agar selanjutnya dapat
menjadi warga negara yang baik.

Penanaman Nilai-Nilai Moral Pada Anak Usia Dini
Hamid Darmadi, (2007: 56-57) Penanaman Nilai-Nilai Moral Pada Anak Usia Dini
dapat dilakukan dengan berbagai macam metode yaitu :
1. Metode Bermain
Melalui metode bermain karena dengan bermain anak-anak untuk mampu
bersosialisasi dengan orang lain. Bermain memberikan kesenangan kepada anak- anak, mereka dapat menuangkan imajinasi yang ada di pikiran secara bebas melalui
bermain. Dengan bermain banyak nilai-nilai moral dan sosial yang dapat diajarkan,
diantaranya:
a) Mengajarkan kepada anak agar mau bersosialisasi dan mampu bekerjasama
dengan teman-teman sepermainan.
b) Mengajarkan kepada anak agar memiliki sikap tenggang rasa, menolong sesama
yang sedang membutuhkan.
c) Mengajarkan kepada anak untuk mau berbagi bersama teman serta memiliki
rasa peduli kepada orang lain.

2. Metode Bercerita
Melalui cerita dapat menyampaikan pesan-pesan atau informasi moral yang
dapat menambah pengetahuan anak tentang nilai-nilai moral yang berlaku di
masyarakat. Setelah bercerita dapat menyampaikan pesan-pesan moral misalnya
sikap rendah hati, kejujuran, tidak boleh membantah, menyayangi orang tua, selalu
mendengar nasehat orang tua, tidak boleh kasar dan membentak orang tua, sikap
toleransi harus kita tanamkan pada diri kita masing-masing, guna membantu orang
tua, saudara, teman, tetangga dan orang lain yang membutuhkan. Selain itu juga
menanamkan rasa kecintaan terhadap orang lain. Anak-anak harus belajar
menyayangi orang lain, tidak hanya keluarga tetapi semua orang.

3. Metode Pemberia Tugas
Nilai moral yang dapat disisipkan melalui metode pemberian tugas individu antara
lain:
a) Melatih kesabaran seorang anak, mengajari untuk bertanggung jawab terhadap
apa yang telah menjadi tugasnya.
b) Belajar untuk menaati aturan yang telah disepakati bersama.
Nilai moral yang dapat disisipkan melalui metode pemberian tugas secara kelompok
antara lain:
a) Mendorong anak untuk selalu bekerja sama.
b) Menumbuhkan kemauan anak untuk bersosialisasi dengan orang lain
4. Metode Bercakap-cakap
Bercakap-cakap mempunyai makna penting bagi perkembangan anak, sebab
dapat meningkatkan keterampilan komunikasi dengan orang lain.
Misalnya bila
anak bertemu dengan orang yang lebih tua, pendidik mengajarkan untuk:
a) memberi salam dengan tangan kanan
b) mencium tangan orang yang lebih tua
c) mengucap selamat pagi/siang/sore/malam

Cara Pelaksanaan Penanaman Nilai-Nilai Moral Pada Anak Usia Dini
Cara Pelaksanaan Penanaman Nilai-nilai moral pada anak usia dini dapat
diselenggarakan melalui Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) diselenggarakan sebelum
jenjang Sekolah Dasar. PAUD dapat diselenggarakan melalui jalur pendidikan formal,
non formal, dan/atau informal. PAUD pada jalur pendidikan formal berbentuk Taman K- anak-kanak (TK) dan Raudatul Athfal (RA). PAUD pada jalur pendidikan non formal
berbentuk Kelompok Bermain (KB), Taman Penitipan Anak (TPA), dan Satuan PAUD
Sejenis (SPS), (Nurul Zuriah, 2007: 23).

Pada jalur pendidikan formal cara penanaman nilai-nilai moral pada anak usia
dini bisa dilakukan melalui kegiatan pembelajaran dengan jadwal tatap muka yang
ditentukan yaitu meliputi :
1. Persiapan Kegiatan Pembelajaran
Persiapan kegiatan pembelajaran dengan menggunakan: 1). Media
pembelajaran yang dipergunakan dalam penanaman nilai-nilai moral terdiri
dari media pembelajaran sederhana dan media pembelajaran tradisional dan
alat permainan edukatif (APE), 2). Menggunakan buku pegangan sebagai
acuan untuk mengajarkan pendidikan moral, menggunakan segala macam
buku yang berkaitan dengan pendidikan moral untuk anak usia dini. Salah
satu buku yang digunakan adalah buku tentang metode pengembangan moral
dan nilai agama.

2. Pelaksanaan Kegiatan Pembelajaran
a. Penataan lingkungan bermain
Lingkungan main disiapkan tergantung dari rencana pembelajaran
yang akan dilakukan. Kemudian alat dan bahan main, alat dan bahan main
yang dipersiapkan disesuaikan dengan rencana dan tujuan pembelajaran
serta usia dan perkembangan anak. Selain itu mainan juga dibuat
bervariasi dan semenarik mungkin, tujuannya adalah untuk menarik
perhatian siswa. b. Kegiatan Inti Pembelajaran
Guru memberi dukungan kepada anak didik, membantu anak didik
yang membutuhkan bantuan, serta mendorong anak didik untuk mencoba
cara lain agar anak dapat berkreasi. Kemudian mengumpulkan hasil kerja
anak lengkap dengan nama dan tanggal. Tidak lupa guru selalu
mengingatkan anak didiknya agar tidak lupa membereskan sendiri alat
mainnya.
c. Kegiatan Penutup
Setelah kegiatan inti usai, guru menanyakan kembali kegiatan yang
baru saja mereka lakukan. Tujuannya untuk melatih daya ingat anak-anak
dan memperluas perbendaharaan kata.
Nama : Septa Anggraeni
NPM : 2213053241
Kelas : 3H

Analisis jurnal 1

Identitas jurnal
Nama jurnal: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Prodi PGSD FKIP Unsyiah
Volume: 1
Nomor: 1
Tahun: 2016
Judul: Penanaman Nilai-Nilai Moral Pada Siswa di Sd Negeri Lampeuneurut
Penulis: Ruslan, Rosma Elly, Nurul Aini

PENANAMAN NILAI-NILAI MORAL PADA SISWA DI SD NEGERI

LAMPEUNEURUT

Dasar Pendidikan Moral menurut John Mahoney (2012:6)
mengatakan bahwa:
Memasukkan seluruh kegiatan sekolah termasuk kegiatan ektra kurikulumnya
dalam kerangka pendidikan nilai moral. Kegiatan di dalam dan di luar kelas,
diupayakan memuat nilai-nilai moral yang berguna bagi pembentukan
kepribadian peserta didik sebagai bekal hidup bermasyarakat masa kini dan
masa datang. Pendeknya seluruh kegiatan di sekolah yang menjadi tanggung
jawab sekolah diupayakan memuat pendidikan nilai moral (dalam Darmadi).
Jadi penanaman nilai-nilai moral adalah bertujuan menanamkan nilai-nilai
moral yang mulai luntur di lingkungan anak-anak akibat pengaruh buruk yang
mereka dapatkan sehingga diharapkan anak-anak di masa yang akan datang
mempunyai moral yang baik, karena kalau dibiarkan semenjak kecil maka akan
mungkin mengahancurkan generasi-generasi muda pada masa yang akan datang.

Berdasarkan hasil wawancara dengan salah satu guru yang berinisial NM
menyatakan bahwa siswa perlu belajar agama bukan hanya di sekolah saja tetapi
harus memperdalam ilmu agama juga di TPA, dan tempat pengajian. Karena dengan
belajar di tempat-tempat seperti diatas, maka akan berkesinambungan ilmu yang di
dapat, nilia-nilai moral yang ditanamkan melalui pelajaran agama sangatlah banyak.
Hasil wawancara menunjukkan bahwa guru mengajarkan siswa untuk
bertingkah laku didalam/ diluar kelas dengan baik namun kadang-kadang sedikit
nakal, suka berkelahi kecil, menganggu teman namanya juga masih anak-anak yang
mempunyai banyak sifat yang berbeda. Sehingga melalu tingkah laku tersebut, guru
dapat membimbing, mendidik siswa agar lebih baik karena jikalau di didik sedari
kecil maka ke depannya akan lebih mudah untuk melanjutkannya.
Hasil wawancara menunjukkan bahwa guru menanaman nilai-nilai moral
dilakukan dengan cara menanamkan disetiap mata pelajaran yang diajarkan, baik
berupa nasehat, teguran ataupun tingkah laku guru yang menjadi contoh panutan
mereka. Selain itu juga dapat ditanamkan diluar jam pelajaran seperti dilingkungan
sekolah maupun di rumah karena hal tersebut akan menjadikan siswa mempunyai
moral yang baik.
Penanaman nilai-nilai moral bertujuan menanamkan nilai-nilai moral yang
mulai luntur di lingkungan anak-anak akibat pengaruh buruk yang mereka dapatkan
sehingga diharapkan anak-anak di masa yang akan datang mempunyai moral yang
baik, karena kalau dibiarkan semenjak kecil maka akan mungkin mengahancurkan
generasi-generasi muda pada masa yang akan datang. Guru menanamkan nilai-nilai
moral kepada siswa melalui semua mata pelajaran, dengan cara menyisispkan nilai- nilai moral tertentu, ataupun guru itu sendiri yang menjadi contoh panutan karena
jika guru memberikan contoh yang konkret kepada siswa maka akan lebih cepat
untuk diterima.
Berdasarkan hasil observasi dan wawancara dapat disimpulkan bahwa guru di
SD Negeri Lampeuneurut sudah menanaman nilai-nilai moral kepada siswanya,
nilai-nilai yang ditanamakan adalah nilai agama (religius): kebiasaan berdoa sebelum
memulai pelajaran, karena segala sesuatu yang dilakukan diawali dengan doa maka
akan bermanfaat ilmu yang didapatnya, dan mengajarkan pentingnya belajar agama selain di sekolah agar berkelanjutan. Nilai kejujuran: mengajarkan mengoreksi
soal/ulangan secara jujur tanpa pengawasan dari guru dan maupun di dalam
kehidupan sehari-hari juga harus bersikap jujur seperti tidak berbohong ketika PR
tidak dikerjakan begitupun tidak mencuri uang teman walau kesususahan.
Hal tersebut hampir sama
seperti yang terdapat pada skripsi Jamaliah yaitu nilai-nilai moral yang ditanamkan
adalah sopan-santun, tanggung jawab, displin, menghormati dan menghargai teman.
Dan ini sejalan dengan pendapatnya Paul Suparno, dkk, 2002 mengatakan
Adapun nilai-nilai moralitas dan budi pekerti yang perlu ditanamkan pada jenjang
Sekolah Dasar adalah sebagai berikut: “1). Nilai Religius, 2). Nilai Sosialitas, 3).
Nilai Gender, 4). Nilai Keadilan, 5). Nilai Demokrasi, 6). Nilai Kejujuran, 7). Nilai
Kemandirian, 8). Nilai Daya juang, 9). Nilai Tanggung jawab, dan 10). Nilai
Penghargaan terhadap lingkungan” (dalam Zuriah, 2007:46-50).
Nama : Septa Anggraeni
NPM : 2213053241
Kelas : 3H
Analisis video 2

Instrumen penilaian pengembangan nilai agama dan moral anak usia dini.
-Instrumen nilai : Alat yang digunakan untuk mengumpulkan data sebagai bahan pengolahan informasi untuk mengukur pencapaian hasil belajar peserta didik dengan berbagai cara dan beragam alat penilaian belajar peserta didik.
-Manfaat Penilaian
1. Bagi Anak
2. Bagi Orang tua
3. Bagi Guru
-Prinsip-prinsip Penilaian
1. Mendidik
2. Objektif
3. Transparan
4. Menyeluruh
5. Berkesinambungan
6. Akuntabel
7. Sistematis
8. Bermakna

-Teknik dan Lingkup Penilaian
Teknik penilaian mencakup tingkat pencapaian perkembangan anak dan Instrumen yang dapat dijadikan pedoman penilaian perkembangan anak meliputi instrumen penilaian proses, catatan anekdot, rubrik dan/atau instrument penilaian hasil kemampuan anak.

-Mekanisme Penilaian
1. Menyusun teknik instrument penilaian serta menetapkan indikator capaian perkembangan anak.
2. Melaksanakan proses penilaian sesuai dengan tahap, teknik, dan instrument penilaian.
3. Mendokumentasikan penilaian proses dan hasil belajar anak secara akuntabel dan transparan.
4. Melaporkan capaian perkembangan anak pada orang tua.

-Bentuk Penilaian
1. Penilaian harian
2. Penilaian mingguan
3. Penilaian bulanan
4. Penilaian semester
5. Portofolio anak
6. Dokumen lain yang diperlukan oleh setiap satuan PAUD.
Nama : Septa Anggraeni
NPM : 2213053241
Kelas : 3H
Analisis jurnal 2

Identitas Jurnal
Nama jurnal : Jurnal Pengabdian Dharma Laksana Mengabdi Untuk Negeri
Nomor : 1
Volume : 3
Halaman : 79 - 84
Tahun terbit : 2019
Nama penulis : Ahmad Yani Nasution, Moh Jazuli
Judul : MENANGKAL DEGRADASI MORAL DI ERA DIGITAL BAGI KALANGAN MILLENIAL

MENANGKAL DEGRADASI MORAL DI ERA DIGITAL BAGI
KALANGAN MILLENIAL

Kalangan millenial . Masa depan suatu bangsa sesungguhnya dipegang oleh
para pemuda yang merupakan masyarakat yang berada pada usia remaja, maka dari
itu penting sekali bangsa ini untuk meningkatkan kualitas para pemudanya untuk
Indonesia yang lebih baik.

Kegiatan PKM yang dilaksanakan memiliki beberapa tahapan yang
dilakukan sebelu berkunjung langsung. Yang pertama dilakukan ialah tahap
persiapan, yakni dengan melakukan survei awal. Pada tahap ini, dilakukan
wawancara dengan kepala sekolah Mts Insan Madani terkait prosedur kegiatan
PKM. Diantaranya pemantapan lokasi dan peserta PKM, penyusunan bahan
pelatihan PKM.
Adapun pemateri pada pelatihan ini adalah Ahmad Yani Nasution berisikan
“Fenomena Degradasi Moral di Era Digital pada kalangan millennial”, dengan
moderator Firdaus. Selanjutnya dilanjutkan oleh Muhammad Jazuli dengan judul
materi “Solusi Menghadapi Degradasi Moral ”, yang dimoderatori oleh Ahmad
Yani Nasution. Di dalam sesi pelatihan atau sesi inti ini terlihat peserta sangat antusias
sekali di mana terbukti banyak pertanyaan yang diajukan oleh peserta, diantaranya
pertanyaan “Apakah globalisasi berpengaruh terhadap degradasi moral suatu bangsa? Pertanyaan ini dijawab oleh Ahmad Yani Nasution sebagai berikut:
“Globalisasi memudahkan kita mengakses segala sesuatu dari mana saja, termasuk
dari kiblat Barat yang tentu saja memiliki standar moral yang berbeda dengan
Indonesia; sehingga saat kalangan millennial meniru gaya hidup tersebut dianggap
telah melakukan degradasi moral; moral yang baik adalah yang telah dicontohkan
oleh Rasulullah SAW dengan standar Al-Qur’an dan hadits.
Kemudian pada pertanyaan kedua “Bagaimana metode dakwah yang tepat
bagi kalangan milenial?” Kemudian Muhammad Jazuli (Pemateri kedua)
Menjawab bahwa dakwah yang efektif di kalangan millennial adalah dengan
memberikan wawasan keagamaan, meningkatkan keimanan dan ibadah,
memberikan pemahaman bagaimana cara bermedia sosial yang baik.
Siswa sangat antusias mengkuti kegoatan PKM yang dilakukan oleh TIM
PKM dari Universitas Pamulang karena kegiatan PKM dilakukan dalam bentuk
pengarahan yang disertai games dan kegiatan seru lainnya.