གནས་བསྐྱོད་བཟོ་མི་ Salsabila Azky Quri'al Qur'ani

PSTI A dan B Tahun 2023 -> FORUM JAWABAN POST TEST

Salsabila Azky Quri'al Qur'ani གིས-
Nama : Salsabila Azky Q.Q.
NPM : 2215061021
Kelas : PSTI A

INTEGRASI NASIONAL SEBAGAI PENANGKAL ETNOSENTRISME DI INDONESIA

Identitas merupakan representasi diri seseorang atau masyarakat ketika melihat dirinya sendiri dan bagaimana orang lain melihat mereka sebagai sebuah entitas sosial-budaya. Identitas bukanlah suatu yang selesai atau final, namun merupakan suatu kondisi yang selalu disesuaikan kembali, sifat yang selalu diperbaharui, dan keadaan yang dinegosiasi secara terus-menerus, sehingga wujudnya akan selalu tergantung dari proses yang membentuknya. Seperti halnya identitas kita pada saat ini, menunjukkan gambaran yang tidak tunggal tetapi sangat plural. Pluralitas pada perkembangan saat ini justru lebih menunjuk pada persoalan kepentingan-kepentingan. Kepentingan masing – masing oranglah yang kemudian menyatukan identitas tersebut

Identitas sebagai sarana pembentukan pola pikir masyarakat memerlukan adanya suatu kesadaran nasional yang dipupuk dengan menanamkan gagasan nasionalisme dan pluralisme. Kesadaran nasional selanjutnya menjadi dasar dari keyakinan adanya integrasi nasional yang mampu memelihara dan mengembangkan harga diri bangsa, harkat dan martabat bangsa sebagai upaya melepaskan bangsa dari subordinasi (ketergantungan, ketertundudukan, keterhinaan) terhadap bangsa asing. Integrasi nasional sebagai suatu kesadaran dan bentuk pergaulan yang menyebabkan berbagai kelompok dengan identitas masing-masing merasa dirinya sebagai satu kesatuan: bangsa Indonesia. Integrasi nasional terjadi juga akibat terbentuknya kelompok-kelompok yang dipersatukan oleh suatu isu bersama, baik yang bersifat ideologis, ekonomis, maupun sosial.

Akhir-akhir ini pluralitas justru semakin memicu pertentangan di antara sejumlah anggota masyarakat, misalnya kemunculan faham sentrisme yang melahirkan faham lainnya seperti etnosentrisme, religisentrisme, politksentrisme, dan seterusnya. Etnosentrime merupakan kecenderungan untuk berfikir bahwa budaya etniknya lebih unggul dibandingkan dengan budaya etnik lain. Segala sudut sesuatunya dilihat dari sudut pandang etniknya sendiri.

Konsep tentang integrasi nasional menjadi penting untuk dijadikan strategi kebudayaan bagi bangsa Indonesia. Integrasi nasional adalah jalan keluar untuk menghadapi konflik – konfik yang hingga saat ini masih terus-menerus melanda Indonesia. Seharusnya konflik – konflik tersebut tidak perlu terjadi kalau masing-masing pelakunya menyadari bahwa pluralitas bangsa Indonesia sudah menjadi sebuah keniscayaan. Cita-cita menerapkan konsep integrasi nasional akan terwujud, apabila sekelompok anggota masyarakat bersedia menerobos identitasnya dan mengambil jarak dari segala kepentingan yang selama ini dianggap membentuk watak dirinya atau watak kelompoknya.

PSTI A dan B Tahun 2023 -> FORUM JAWABAN POST TEST

Salsabila Azky Quri'al Qur'ani གིས-
Nama: Salsabila Azky
NPM: 2215061021
Kelas: PSTI A

Kearifan budaya lokal Perekat identitas bangsa

Kearifan lokal merupakan elemen budaya yang harus digali, dikaji, dan direvitalisasikan karena esensinya begitu penting dalam penguatan fondasi jati diri bangsa dalam menghadapi tantangan globalisasi.
Secara konsepsual kearifan lokal merupakan bagian dari kebudayaan. Kearifan lokal dapat dimaknai sebagai kebijakan manusia dan komunitas dengan bersandar pada filosofi, nilai-nilai, etika, cara-cara, dan perilaku yang melembaga secara tradisional mengelola berbagai sumber daya alam, sumber daya hayati, sumber daya manusia, dan sumber daya budaya untuk kelestarian sumber kaya tersebut bagi kelangsungan hidup berkelanjutan.
Indonesia sebagai negara bangsa yang multietnis dan multikultural memang sejak awal berdirinya mengandung masalah legitimasi kultural. Kesenjangan, ketidakadilan, kurangnya pemerataan pembangunan, tirani minoritas yang terjadi di berbagai wilayah di tanah air dalam kenyataannya telah memicu terjadinya konflik sosial di berbagai wilayah di Indonesia, cenderung menjadi luka sejarah yang sulit dilupakan. Struktur masyarakat Indonesia yang multi dimensional merupakan suatu kendala bagi terwujudnya konsep integrasi secara hoorizontal.
Pada masyarakat Indonesia wawasan kesatuan jiwa “Bhinneka Tunggal Ika” yang bermakna kesatuan dalam keragaman, spirit gotong royong sebagai modal budaya yang sangat penting bagi basis kehidupan berbangsa dan bernegara. Modal budaya Indonesia terdiri dari kebudayaan-kebudayaan asli yang tersebar dalam kehidupan masyarakat daerah di Indonesia yang mencerminkan keberagaman, termasuk puncak-puncak kebudayaan daerah yang terhitung sebagai kebudayaan bangsa.
Komponen bangsa Indonesia berkewajiban untuk memelihara dan mendidik masyarakat untuk mampu hidup bersama dalam keanekaragaman tanpa menghilangkan kebudayaan bangsa Indonesia. Kearifan lokal yang terdapat di daerah-daerah dalam lingkup NKRI secara selektif banyak di antaranya yang dapat diangkat sebagai asset kekayaan kebudayaan bangsa dan dapat dijadikan sebagai perekat sekaligus sebagai modal dasar untuk memperkokoh identitas/jati diri bangsa.

PSTI A dan B Tahun 2023 -> FORUM JAWABAN POSTTEST

Salsabila Azky Quri'al Qur'ani གིས-
Nama : Salsabila Azky Q.Q.
NPM : 2215061021
Kelas : PSTI A
Analisis Jurnal

Jurnal Pendidikan Ilmu-Ilmu Sosial

Urgensi Pendidikan Kewarganegaraan sebagai Pendidikan Karakter Bangsa Indonesia melalui Demokrasi, HAM dan Masyarakat Madani

Jurnal ini ditulis dengan tujuan untuk membahas urgensi pendidikan Kewarganegaraan (Civic Education) sebagai pendidikan karakter bangsa Indonesia melalui demokrasi, HAM dan masyarakat madani. Pendidikan Kewarganegaraan menurut Muhammad Numan Soemantri memiliki pengertian yang dapat dirumuskan sebagai Ilmu Kewarganegaraan yang membicarakan mengenai hubungan manusia dengan; (a) manusia dalam perkumpulan-perkumpulan terorganisasi (organisasi sosial, ekonomi, politik); b) individu-individu dengan negara. Pendidikan Kewarganegaraan dalam konteks pendidikan nasional bukanlah sesuatu yang baru di Indonesia. Berbagai model dan istilah pendidikan kewarganegaraan dilakukan oleh Pemerintah RI untuk menyelenggarakan misi pendidikan demokrasi dan hak asasi manusia (HAM).

Pendidikan Kewarganegaraan tidak lepas dari realitas bangsa Indonesia saat ini yang masih awam tentang demokrasi. Tujuan pendidikan kewarganegaraan pada dasarnya adalah menjadikan warga negara yang cerdas dan baik serta mampu mendukung keberlangsungan bangsa dan negara. Upaya mewarganegarakan individu dalam suatu negara merupakan tugas dan tanggung jawab pokok dari Negara. Hal ini sejalan dengan konsep warga negara yang baik (smart and good citizenship) untuk dapat diterapkan dalam berbagai negara.

Pendidikan Kewarganegaraan (Civics) merupakan kebutuhan mendesak bagi bangsa Indonesia dalam membangun demokrasinya. Pendidikan kewarganegaraan menjadi upaya sistematis dan sistemik yang secara konseptual menjadi wahana pendidikan demokrasi dan pendidikan HAM dalama konteks pembangunan masyarakat madani (Civil Society). Masyarakat madani merupakan sistem sosial yang subur berdasarkan prinsip moral yang menjamin keseimbangan antara kebebasan individu dengan kestabilan masyarakat. Inisiatif dari individu dan masyarakat berupa pemikiran, seni, pelaksanaan pemerintah yang berdasarkan undang-undang dan bukan nafsu atau keinginan individu.

Pendidikan Kewarganegaraan (Civic Education) adalah pendidikan yang sangat penting untuk mendidik karakter bangsa Indonesia dan menjadi sarana pertemuan beragam nilai dan prinsip yang bersumber dari luar, khazanah pemikiran dan nilai-nilai Indonesia, yang diorientasikan untuk melahirkan sebuah sintesis kreatif yang dibutuhkan oleh Indonesia sebagai negara demokrasi baru yang bersendikan pada Pancasila.

PSTI A dan B Tahun 2023 -> FORUM JAWABAN PRETEST

Salsabila Azky Quri'al Qur'ani གིས-

Nama    : Salsabila Azky Q..

NPM      : 2215061021

Kelas     : PSTI A

ANALISIS HAKEKAT DAN PENTINGNYA PKN DI PERGURUAN TINGGI

Pengertian Pendidikan kewarganegaraan

Pendidikan kewarganegaraan memiliki arti sebagai usaha sadar menyiapkan peserta didik yang cinta, setia, berani berkorban membela bangsa dan negara. Pendidikan kewarganegaraan juga melatih peserta didik berfikir kritis, analitis, demokratis, berdasarkan Pancasila.

Landasan Ideal dan Landasan Hukum Pendidikan Kewarganegaraan

  • Landasan Ideal

  1. Pancasila sebagai dasar negara
  2. Pancasila sebagai pandangan hidup
  3. Pancasila sebagai ideologi negara

  1. Pancasila
  2. Pembukaan UUD 1945
  3. Batang Tubuh UUD 1945
  4. UU Nomor 20 Tahun 1982
  5. UU Nomor 20 Tahun 2003
  6. SK Dirjen DIKTI Nomor 43 Tahun 2006

Sumber Pendidikan Kewarganegaraan

  1. Historis : Pendidikan kewarganegaraan dimulai sebelum Indonesia merdeka
  2. Sosiologis : Masyarakat memerlukan pendidikan kewarganegaraan untuk menjaga, memelihara dan memertahankan eksistensi bangsa dan negara.                                                
  3. Politik : Kewarganegaraan (1957), Civics (1962), Kewarganegaraan Negara ( 1986)

Dinamika, Esensi dan Urgensi Pendidikan Kewarganegaraan

Pendidikan Kewarganegaraan diperlukan untuk mendorong warga negara supaya dapat memanfaatkan hal positif dari perkembangan IPTEK guna membangun bangsa dan negara. Eksistensi konstitusi negara dan bangsa Indonesia menentukan masa depan Pendidikan kewarganegaraan.